Arcane dan Brian membuka pagar berkarat itu dan memasuki bangunan panti asuhan yang sepertinya terbengkalai, namun Brian tidak menuju pintu depan melainkan menuju samping bangunan.
Arcane hanya mengikuti Brian yang lebih mengerti, keduanya terus berjalan hingga bertemu tembok kayu reot.
Brian tanpa ragu langsung melewati tembok pagar itu lewat lubang di bawah tembok kayu itu, Arcane tidak ragu mengikuti Brian meskipun mereka harus merangkak.
dan ketika keduanya melewati tembok itu Arcane mendengar banyak suara anak kecil yang bermain ria, Arcane yang berada di belakang perlu menyingkirkan beberapa semak dan ketika selesai ia langsung mendapati banyak anak berbagai umur sedang bermain di halaman.
Arcane terdiam sesaat melihat pemandangan di hadapannya karena anak-anak itu semuanya memakai baju lusuh seadanya.
"ayo Arcane jangan diam saja"
kata Brian sambil mengulurkan tangannya.
Arcane menerima uluran tangan Brian dan kemudian bertanya.
"ini dimana? "
"hehehe.... ini sebenarnya panti asuhan terbengkalai, panti ini sebenarnya sudah di tutup namun anak-anak yang tidak beruntung kesini untuk mencari naungan"
Arcane mengangguk paham.
"lalu? siapa yang mengurus mereka? "
Brian menghela nafas dan menjawab.
"tidak ada, semuanya bahu membahu untuk bertahan hidup.
ini adalah tempat perlindungan untuk mereka lari dari kejaran pedagang budak atau preman yang akan memperkerjakan mereka dengan paksa"
Arcane hanya bisa menatap kosong dengan anak-anak yang ada di hadapan mereka di jaman ini mereka yang memiliki kekuasaan seperti orang paling mulia sementara mereka yang di bawahnya di anggap seperti sampah.
muncul rasa kesal pada diri Arcane namun kemudian beberapa anak di sana menyadari keberadaan mereka.
"hei lihat.... kakak Brian datang!! "
"wah kau benar!!! "
"hei... lihat sepertinya ia membawa teman!! "
beberapa anak kecil datang menuju Brian dan langsung berkumpul di sekitarnya Arcane pun tak luput dari gerombolan anak-anak yang menatapnya penasaran, meskipun sebenarnya mereka kurang lebih seumuran dengan Arcane dan Brian.
Arcane kemudian berjongkok untuk berkenalan meskipun sedikit ragu-ragu setelah beberapa saat perkenalan Arcane menjadi akrab, mereka semua bermain hingga hari menjelang siang.
setelah matahari tepat di atas kepala mereka beberapa anak yang lebih dewasa datang, meskipun tidak terlalu banyak namun Arcane menduga kalau mereka adalah anak-anak yang bekerja untuk menghidupi mereka yang ada di tempat ini
diantara mereka yang datang Arcane mendapati seorang pria dewasa yang cukup kurus dengan mata kosong seperti mayat hidup, namun karena penampilan itulah yang membuat ia mengenali pria itu.
Brian langsung menghampiri mereka dan mengajaknya ke hadapan Arcane.
"Arcane kenalkan ia adalah kakak Samuel, ia bisa membuat berbagai jenis kerajinan serumit apapun dia juga memiliki toko di kota loh.
kak Samuel kenalkan dia Arcane pemburu cilik yang selalu aku ceritakan"
Brian memperkenalkan kedua orang itu dengan bangga, Arcane hanya tersenyum dan bersalaman dengan Samuel untuk berkenalan lagi.
sejenak Arcane takut kalau penyamarannya akan terbongkar namun sepertinya Samuel tidak terlalu memperhatikannya, setelah itu ia berkenalan dengan beberapa pemuda membawa kantung makanan berisi roti.
setelah perkenalan singkat Samuel langsung membagikan roti itu ke setiap anak yang ada di sana.
"baik anak-anak sudah puas bermain kan?... sekarang kalian bersihkan diri kalian dan berbaris untuk mengambil makanan kalian"
"baik kakak sam!!! "
kata anak serempak.
Samuel, Arcane, Brian dan beberapa pemuda langsung memisahkan diri untuk membahas bisnis yang akan di mulai.
Arcane memulai menjelaskan tentang bisnisnya yang membutuhkan personil dan tempat produksi, setelah menjelaskan panjang lebar Samuel pun memberi pendapat.
"lalu apa kau ingin menjadikan tempat ini sebagai markas mu? dan membuat para penghuninya sebagai pekerjanya?"
begitu selesai Brian langsung memotong.
"benar!! jika diperbolehkan kita bisa menyuruh teman-teman untuk ikut bekerja selain itu aku yakin dengan bisnis ini kita bisa mengumpulkan uang untuk membeli bangunan dan tanah ini"
Samuel berfikir sejenak kemudian salah satu pemuda di sana berbicara.
"tidak mereka masih terlalu kecil untuk bekerja, selain itu aku tidak ingin mereka di culik atau terluka ketika bekerja"
"benar, mereka masih terlalu kecil untuk bekerja"
mendengar penolakan itu Brian langsung menjawab.
"tapi kak jikalau tetap membebani kalian terus tempat ini bisa di gusur atau di rebut! "
Samuel menghela nafas dan kini angkat bicara.
"hah... Brian benar, namun kita tidak bisa begitu saja memperkerjakan mereka, jadi tidak usah di pikirkan dulu Brian serahkan ini pada kita yang sudah dewasa"
"tapi kak!!.... "
"cukup Brian.... tidak ada tapi-tapi lagi"
Arcane dan Brian memasang wajah kecut namun sesaat kemudian beberapa anak-anak mendekat.
"apakah kita bisa membantu kakak Samuel? "
mereka yang berbicara menoleh dan mendapati beberapa anak-anak sedang memegang roti dan berbicara dengan polos.
"hah... lupakan kita hanya bercerita"
anak kecil itu menggeleng kemudian berbicara dengan keras.
"tidak aku mendengar kalian berbicara kalau kami bisa bekerja untuk mengurangi beban kalian!! "
mendengar teriakan itu anak-anak lain mulai mendekat.
"kami bisa bekerja? aku mau...aku mau"
"aku juga"
"kak Samuel boleh kan"
"benar kami ingin mengurangi beban dan bisa berguna untuk kakak-kakak"
....
setiap anak mengeluarkan pendapatnya masing-masing, Samuel dan lainnya hanya bisa tersenyum memasang wajah Bingung.
ia adalah orang tertua yang ada di sini, jadi semua orang yang tinggal sangat bergantung pada keputusannya.
melihat kesempatan itu Arcane langsung berpendapat.
"benar kalian bisa... "
semua orang kini menatap Arcane dengan penuh kebingungan, sementara itu Arcane yang mendapat perhatian dari semua orang mulai berbicara.
"ehem... baiklah kalau begitu begini..... "
Arcane mulai menjelaskan tentang ide yang ada di Pikirannya.
ia menjelaskan kalau tempat ini memiliki halaman depan dan belakang yang cukup luas, lalu Arcane berencana untuk membawa beberapa hewan buruan dari hutan untuk di pelihara.
Arcane berencana untuk memelihara ayam hutan, dan kelinci jika ia menemukan hewan lain yang mudah di rawat mereka bisa memeliharanya di tempat ini.
anak-anak bisa merawat hewan itu mulai dari membersihkan, memberikan makan, dan mengambil hasil yang telah siap untuk di jual seperti telur sebagai contoh.
untuk makanannya Arcane memberi tau kalau ayam bisa memakan apa saja bahwa makanan sisa, dan untuk kelinci mereka bisa memakan sayuran apapun dan beberapa jenis rumput.
mengingat tempat ini banyak rumput liar dan tanaman menjalar sepertinya makanan itu tidak terlalu sulit, jikalau habis beberapa pemuda di sini juga buruh pasar, buruh kebersihan, dan buruh kebun.
mereka bisa mengambil rumput, sayuran, bahkan sisa makanan untuk di berikan pada ternak mereka.
dan untuk kotorannya bisa mereka campur dengan dedaunan kering dan sisa makanan lain untuk di buat pupuk dan di jual kepada para petani.
sementara untuk bisnis yang Arcane maksud bisa mengikuti kondisi peternakan dan hasil buruan nya, lagi pula Arcane hanya menjalankan bisnis itu sebagai bisnis yang fleksibel.
mendengar hal itu semua orang mengangguk setuju namun tidak dengan Samuel, ia masih berfikir dan kemudian berbicara.
"ide yang cukup bagus, bukankah beberapa dari kalian sudah akan berhenti karena tuan kalian yang jahat?
yah kalian bisa melakukan apa yang dikatakan Arcane tadi"
"baik kak... hahaha Arcane terima kasih Ya... berkatmu aku tidak perlu lagi bekerja pada tuan kikir itu"
"hahaha.... dengan ini aku bisa bekerja dengan tenang"
usul Arcane di Terima oleh semua orang namun seorang anak mengangkat tangan dan berbicara.
"kakak... pupuk itu apa? "
tingg...... semua orang baru menyadari kalau mereka semua tidak mengetahui apa yang namanya pupuk, mereka kemudian menatap Arcane dengan rasa penasaran termasuk Brian.
"hehe.... kalian tidak tau itu? "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 151 Episodes
Comments
GRAVITY 000
ugh aku ngebayangin brown dengan pose imut begitu, apalagi di demi human cewe beh pas dah
2023-03-30
0
Raysonic Lans™
wew
2023-02-20
0
Raysonic Lans™
Yo Yo yo
2023-02-19
0