chapter 16 ---

Arcane dan Brian membuka pagar berkarat itu dan memasuki bangunan panti asuhan yang sepertinya terbengkalai, namun Brian tidak menuju pintu depan melainkan menuju samping bangunan.

Arcane hanya mengikuti Brian yang lebih mengerti, keduanya terus berjalan hingga bertemu tembok kayu reot.

Brian tanpa ragu langsung melewati tembok pagar itu lewat lubang di bawah tembok kayu itu, Arcane tidak ragu mengikuti Brian meskipun mereka harus merangkak.

dan ketika keduanya melewati tembok itu Arcane mendengar banyak suara anak kecil yang bermain ria, Arcane yang berada di belakang perlu menyingkirkan beberapa semak dan ketika selesai ia langsung mendapati banyak anak berbagai umur sedang bermain di halaman.

Arcane terdiam sesaat melihat pemandangan di hadapannya karena anak-anak itu semuanya memakai baju lusuh seadanya.

"ayo Arcane jangan diam saja"

kata Brian sambil mengulurkan tangannya.

Arcane menerima uluran tangan Brian dan kemudian bertanya.

"ini dimana? "

"hehehe.... ini sebenarnya panti asuhan terbengkalai, panti ini sebenarnya sudah di tutup namun anak-anak yang tidak beruntung kesini untuk mencari naungan"

Arcane mengangguk paham.

"lalu? siapa yang mengurus mereka? "

Brian menghela nafas dan menjawab.

"tidak ada, semuanya bahu membahu untuk bertahan hidup.

ini adalah tempat perlindungan untuk mereka lari dari kejaran pedagang budak atau preman yang akan memperkerjakan mereka dengan paksa"

Arcane hanya bisa menatap kosong dengan anak-anak yang ada di hadapan mereka di jaman ini mereka yang memiliki kekuasaan seperti orang paling mulia sementara mereka yang di bawahnya di anggap seperti sampah.

muncul rasa kesal pada diri Arcane namun kemudian beberapa anak di sana menyadari keberadaan mereka.

"hei lihat.... kakak Brian datang!! "

"wah kau benar!!! "

"hei... lihat sepertinya ia membawa teman!! "

beberapa anak kecil datang menuju Brian dan langsung berkumpul di sekitarnya Arcane pun tak luput dari gerombolan anak-anak yang menatapnya penasaran, meskipun sebenarnya mereka kurang lebih seumuran dengan Arcane dan Brian.

Arcane kemudian berjongkok untuk berkenalan meskipun sedikit ragu-ragu setelah beberapa saat perkenalan Arcane menjadi akrab, mereka semua bermain hingga hari menjelang siang.

setelah matahari tepat di atas kepala mereka beberapa anak yang lebih dewasa datang, meskipun tidak terlalu banyak namun Arcane menduga kalau mereka adalah anak-anak yang bekerja untuk menghidupi mereka yang ada di tempat ini

diantara mereka yang datang Arcane mendapati seorang pria dewasa yang cukup kurus dengan mata kosong seperti mayat hidup, namun karena penampilan itulah yang membuat ia mengenali pria itu.

Brian langsung menghampiri mereka dan mengajaknya ke hadapan Arcane.

"Arcane kenalkan ia adalah kakak Samuel, ia bisa membuat berbagai jenis kerajinan serumit apapun dia juga memiliki toko di kota loh.

kak Samuel kenalkan dia Arcane pemburu cilik yang selalu aku ceritakan"

Brian memperkenalkan kedua orang itu dengan bangga, Arcane hanya tersenyum dan bersalaman dengan Samuel untuk berkenalan lagi.

sejenak Arcane takut kalau penyamarannya akan terbongkar namun sepertinya Samuel tidak terlalu memperhatikannya, setelah itu ia berkenalan dengan beberapa pemuda membawa kantung makanan berisi roti.

setelah perkenalan singkat Samuel langsung membagikan roti itu ke setiap anak yang ada di sana.

"baik anak-anak sudah puas bermain kan?... sekarang kalian bersihkan diri kalian dan berbaris untuk mengambil makanan kalian"

"baik kakak sam!!! "

kata anak serempak.

Samuel, Arcane, Brian dan beberapa pemuda langsung memisahkan diri untuk membahas bisnis yang akan di mulai.

Arcane memulai menjelaskan tentang bisnisnya yang membutuhkan personil dan tempat produksi, setelah menjelaskan panjang lebar Samuel pun memberi pendapat.

"lalu apa kau ingin menjadikan tempat ini sebagai markas mu? dan membuat para penghuninya sebagai pekerjanya?"

begitu selesai Brian langsung memotong.

"benar!! jika diperbolehkan kita bisa menyuruh teman-teman untuk ikut bekerja selain itu aku yakin dengan bisnis ini kita bisa mengumpulkan uang untuk membeli bangunan dan tanah ini"

Samuel berfikir sejenak kemudian salah satu pemuda di sana berbicara.

"tidak mereka masih terlalu kecil untuk bekerja, selain itu aku tidak ingin mereka di culik atau terluka ketika bekerja"

"benar, mereka masih terlalu kecil untuk bekerja"

mendengar penolakan itu Brian langsung menjawab.

"tapi kak jikalau tetap membebani kalian terus tempat ini bisa di gusur atau di rebut! "

Samuel menghela nafas dan kini angkat bicara.

"hah... Brian benar, namun kita tidak bisa begitu saja memperkerjakan mereka, jadi tidak usah di pikirkan dulu Brian serahkan ini pada kita yang sudah dewasa"

"tapi kak!!.... "

"cukup Brian.... tidak ada tapi-tapi lagi"

Arcane dan Brian memasang wajah kecut namun sesaat kemudian beberapa anak-anak mendekat.

"apakah kita bisa membantu kakak Samuel? "

mereka yang berbicara menoleh dan mendapati beberapa anak-anak sedang memegang roti dan berbicara dengan polos.

"hah... lupakan kita hanya bercerita"

anak kecil itu menggeleng kemudian berbicara dengan keras.

"tidak aku mendengar kalian berbicara kalau kami bisa bekerja untuk mengurangi beban kalian!! "

mendengar teriakan itu anak-anak lain mulai mendekat.

"kami bisa bekerja? aku mau...aku mau"

"aku juga"

"kak Samuel boleh kan"

"benar kami ingin mengurangi beban dan bisa berguna untuk kakak-kakak"

....

setiap anak mengeluarkan pendapatnya masing-masing, Samuel dan lainnya hanya bisa tersenyum memasang wajah Bingung.

ia adalah orang tertua yang ada di sini, jadi semua orang yang tinggal sangat bergantung pada keputusannya.

melihat kesempatan itu Arcane langsung berpendapat.

"benar kalian bisa... "

semua orang kini menatap Arcane dengan penuh kebingungan, sementara itu Arcane yang mendapat perhatian dari semua orang mulai berbicara.

"ehem... baiklah kalau begitu begini..... "

Arcane mulai menjelaskan tentang ide yang ada di Pikirannya.

ia menjelaskan kalau tempat ini memiliki halaman depan dan belakang yang cukup luas, lalu Arcane berencana untuk membawa beberapa hewan buruan dari hutan untuk di pelihara.

Arcane berencana untuk memelihara ayam hutan, dan kelinci jika ia menemukan hewan lain yang mudah di rawat mereka bisa memeliharanya di tempat ini.

anak-anak bisa merawat hewan itu mulai dari membersihkan, memberikan makan, dan mengambil hasil yang telah siap untuk di jual seperti telur sebagai contoh.

untuk makanannya Arcane memberi tau kalau ayam bisa memakan apa saja bahwa makanan sisa, dan untuk kelinci mereka bisa memakan sayuran apapun dan beberapa jenis rumput.

mengingat tempat ini banyak rumput liar dan tanaman menjalar sepertinya makanan itu tidak terlalu sulit, jikalau habis beberapa pemuda di sini juga buruh pasar, buruh kebersihan, dan buruh kebun.

mereka bisa mengambil rumput, sayuran, bahkan sisa makanan untuk di berikan pada ternak mereka.

dan untuk kotorannya bisa mereka campur dengan dedaunan kering dan sisa makanan lain untuk di buat pupuk dan di jual kepada para petani.

sementara untuk bisnis yang Arcane maksud bisa mengikuti kondisi peternakan dan hasil buruan nya, lagi pula Arcane hanya menjalankan bisnis itu sebagai bisnis yang fleksibel.

mendengar hal itu semua orang mengangguk setuju namun tidak dengan Samuel, ia masih berfikir dan kemudian berbicara.

"ide yang cukup bagus, bukankah beberapa dari kalian sudah akan berhenti karena tuan kalian yang jahat?

yah kalian bisa melakukan apa yang dikatakan Arcane tadi"

"baik kak... hahaha Arcane terima kasih Ya... berkatmu aku tidak perlu lagi bekerja pada tuan kikir itu"

"hahaha.... dengan ini aku bisa bekerja dengan tenang"

usul Arcane di Terima oleh semua orang namun seorang anak mengangkat tangan dan berbicara.

"kakak... pupuk itu apa? "

tingg...... semua orang baru menyadari kalau mereka semua tidak mengetahui apa yang namanya pupuk, mereka kemudian menatap Arcane dengan rasa penasaran termasuk Brian.

"hehe.... kalian tidak tau itu? "

Terpopuler

Comments

GRAVITY 000

GRAVITY 000

ugh aku ngebayangin brown dengan pose imut begitu, apalagi di demi human cewe beh pas dah

2023-03-30

0

Raysonic Lans™

Raysonic Lans™

wew

2023-02-20

0

Raysonic Lans™

Raysonic Lans™

Yo Yo yo

2023-02-19

0

lihat semua
Episodes
1 chapter 1--
2 chapter 2--
3 chapter 3--
4 chapter 4--
5 chapter 5--
6 chapter 6 ---
7 chapter 7 ---
8 chapter 8 --
9 chapter 9--
10 chapter 10 ---
11 chapter 11 ---
12 chapter 12 ---
13 chapter 13---
14 chapter 14 ---
15 chapter 15 ---
16 chapter 16 ---
17 chapter 17 ---
18 chapter 18 ---
19 chapter 19 ---
20 chapter 20 --
21 chapter 21 ---
22 chapter 22 ---
23 chapter 23 ---
24 chapter 24 ---
25 chapter 25 ---
26 chapter 26 ---
27 chapter 27 ---
28 chapter 28 ---
29 chapter 29 ---
30 chapter 30 ---
31 chapter 31
32 chapter 32
33 chapter 33
34 chapter 34
35 chapter 35
36 chapter 36
37 chapter 37
38 chapter 38
39 chapter 39
40 chapter 40
41 chapter 41
42 chapter 42
43 chapter 43
44 chapter 44
45 chapter 45
46 chapter 46
47 chapter 47
48 chapter 48
49 chapter 49
50 chapter 50
51 chapter 51
52 chapter 52
53 chapter 53
54 chapter 54
55 chapter 55
56 chapter 56
57 chapter 57
58 chapter 58
59 chapter 59
60 chapter 60
61 chapter 61
62 chapter 62
63 chapter 63
64 chapter 64
65 chapter 65
66 chapter 66
67 chapter 67
68 chapter 68
69 chapter 69
70 chapter 70
71 chapter 71
72 chapter 72
73 chapter 73
74 chapter 74
75 chapter 75
76 chapter 76
77 chapter 77
78 chapter 78
79 chapter 79
80 chapter 80
81 chapter 81
82 chapter 82
83 chapter 83
84 chapter 84
85 chapter 85
86 chapter 86
87 chapter 87
88 chapter 88
89 chapter 89
90 chapter 90
91 chapter 91
92 chapter 92
93 chapter 93
94 chapter 94
95 chapter 95
96 chapter 96
97 chapter 97
98 chapter 98
99 chapter 99
100 chapter 100
101 chapter 101
102 chapter 102
103 chapter 103
104 chapter 104
105 chapter 105
106 chapter 106
107 chapter 107
108 chapter 108
109 chapter 109
110 chapter 110
111 chapter 111
112 chapter 112
113 chapter 113
114 chapter 144
115 chapter 115
116 chapter 116
117 chapter 117
118 chapter 118
119 chapter 119
120 chapter 120
121 chapter 121
122 chapter 122
123 chapter 123
124 chapter 124
125 chapter 125
126 chapter 126
127 chapter 127
128 chapter 128
129 chapter 129
130 chapter 130
131 chapter 131
132 chapter 132
133 chapter 133
134 chapter 134
135 chapter 135
136 chapter 136
137 chapter 137
138 chapter 138
139 chapter 139
140 chapter 140
141 chapter 141
142 chapter 142
143 chapter 143
144 chapter 144
145 chapter 145
146 chapter 146
147 chapter 147
148 chapter 148
149 pengumuman
150 chapter 21 jangan di baca
151 chapter 23 jangan di bacaa
Episodes

Updated 151 Episodes

1
chapter 1--
2
chapter 2--
3
chapter 3--
4
chapter 4--
5
chapter 5--
6
chapter 6 ---
7
chapter 7 ---
8
chapter 8 --
9
chapter 9--
10
chapter 10 ---
11
chapter 11 ---
12
chapter 12 ---
13
chapter 13---
14
chapter 14 ---
15
chapter 15 ---
16
chapter 16 ---
17
chapter 17 ---
18
chapter 18 ---
19
chapter 19 ---
20
chapter 20 --
21
chapter 21 ---
22
chapter 22 ---
23
chapter 23 ---
24
chapter 24 ---
25
chapter 25 ---
26
chapter 26 ---
27
chapter 27 ---
28
chapter 28 ---
29
chapter 29 ---
30
chapter 30 ---
31
chapter 31
32
chapter 32
33
chapter 33
34
chapter 34
35
chapter 35
36
chapter 36
37
chapter 37
38
chapter 38
39
chapter 39
40
chapter 40
41
chapter 41
42
chapter 42
43
chapter 43
44
chapter 44
45
chapter 45
46
chapter 46
47
chapter 47
48
chapter 48
49
chapter 49
50
chapter 50
51
chapter 51
52
chapter 52
53
chapter 53
54
chapter 54
55
chapter 55
56
chapter 56
57
chapter 57
58
chapter 58
59
chapter 59
60
chapter 60
61
chapter 61
62
chapter 62
63
chapter 63
64
chapter 64
65
chapter 65
66
chapter 66
67
chapter 67
68
chapter 68
69
chapter 69
70
chapter 70
71
chapter 71
72
chapter 72
73
chapter 73
74
chapter 74
75
chapter 75
76
chapter 76
77
chapter 77
78
chapter 78
79
chapter 79
80
chapter 80
81
chapter 81
82
chapter 82
83
chapter 83
84
chapter 84
85
chapter 85
86
chapter 86
87
chapter 87
88
chapter 88
89
chapter 89
90
chapter 90
91
chapter 91
92
chapter 92
93
chapter 93
94
chapter 94
95
chapter 95
96
chapter 96
97
chapter 97
98
chapter 98
99
chapter 99
100
chapter 100
101
chapter 101
102
chapter 102
103
chapter 103
104
chapter 104
105
chapter 105
106
chapter 106
107
chapter 107
108
chapter 108
109
chapter 109
110
chapter 110
111
chapter 111
112
chapter 112
113
chapter 113
114
chapter 144
115
chapter 115
116
chapter 116
117
chapter 117
118
chapter 118
119
chapter 119
120
chapter 120
121
chapter 121
122
chapter 122
123
chapter 123
124
chapter 124
125
chapter 125
126
chapter 126
127
chapter 127
128
chapter 128
129
chapter 129
130
chapter 130
131
chapter 131
132
chapter 132
133
chapter 133
134
chapter 134
135
chapter 135
136
chapter 136
137
chapter 137
138
chapter 138
139
chapter 139
140
chapter 140
141
chapter 141
142
chapter 142
143
chapter 143
144
chapter 144
145
chapter 145
146
chapter 146
147
chapter 147
148
chapter 148
149
pengumuman
150
chapter 21 jangan di baca
151
chapter 23 jangan di bacaa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!