Citra duduk termenung di depan meja makan. Dibukanya tudung saji, sudah tersaji nasi goreng siap santap lengkap dengan telur mata sapi yang nampak lezat. Namun, mbak Asih hilang bak di telan bumi.
Citra bertanya-tanya apa penyebab mbak Asih pergi dari rumahnya tanpa kabar. Dia tidak tahu bagaimana harus menghubunginya sebab kemarin belum sempat bertukar nomor handphone.
"Bener deh Cit, dugaan ku tadi! Aku sebenarnya nggak yakin tadi mau ninggalin mbak Asih di rumah sendirian. Pasti mbak Asih kabur deh karena digangguin sama sosok di rumah, Lo!" ujar Amel lirih serta mencondongkan badannya ke depan mendekat ke telinga Citra.
"Masa sih Mel, kayaknya mbak Asih nggak sepenakut itu deh!" ujar Citra.
"Atau jangan-jangan ...," ujar Amel menggantungkan perkataannya.
"Jangan-jangan apa?" tanya Citra penasaran.
"Jangan-jangan mbak Asih adalah penipu yang membawa pergi harta benda lo ,Cit!" ujar Amel dengan pikiran negatifnya.
"Masa sih, Mel. Jangan suudzon ah, kalau mbak Asih pengen nyuri kenapa nggak di bawa tuh motor gue, padahal itu adalah barang yang paling gampang di bawa dan cepet buat di jual kembali. Aku rasa barang aku nggak ada yang hilang juga kok!" ujar Citra seraya mengecek barang-barang beharga miliknya.
"Emm ... iya juga sih. Oh ya Cit, kenapa kamu nggak telepon tante Anisa? kan dia penyedia ARTnya. Pasti tante Anisa punya nomor handphone mbak Asih yang bisa di hubungi atau alamat rumah mbak Asih," usul Amel dengan ide cemerlangnya.
"Wah brillian ide lo, Mel. Ntar gue telepon tante Anisa deh. Kenapa nggak kepikiran dari tadi sih sama gue?" gerutu Citra.
"Lo kebiasaan nggak pernah sarapan, makanya otak lo buntet tiap pagi! Nasi gorengnya sepertinya enak nih, Cit. Kapan mau di makan nih, perut gue udah keroncongan!" Amel menyentuh perutnya yang terasa kosong.
"Yaelah bilang aja lo laper, pake alesan pikiran gue yang buntet segala. Ya udah buruan makan gih!" Citra lalu mengisi piringnya dengan nasi goreng, tidak lupa dia tambahkan telur ceplok di atasnya.
"Ehh... bentar-bentar, Cit. Ini gak di racun kan ya?" ujar Amel seraya menghentikan Citra yang hendak menyuap makanannya.
"Makannya sebelum makan baca bismillah, lo dari tadi kebanyakan mikir deh, Mel!" ujar Citra kesal.
"Ya udah lo makan dulu, Cit. Misal tidak terjadi apa-apa sama lo, ntar gue baru ikut makan!" kekeuh Amel yang meragukan makanan yang dimasak oleh orang asing baginya, apalagi kini orangnya menghilang begitu saja.
"Oke, gue nggak takut! lo jangan makan ya, Mel, sebelum gue selesai makan! Bismillah!" Citra mulai menyuap satu demi satu sendok nasi goreng di piringnya dengan lahap.
Yang Citra rasakan adalah enak bin mantul nasi goreng buatan mbak Asih. Terbukti kalau mbak Asih emang pinter masak. Kemaren capcay yang di masak juga endes. Sayang sekali jika di sia-siakan makanan selezat ini.
Terlihat Amel beberapa kali menelan salivanya dengan susah payah saat melihat ke arah Citra yang tengah mengunyah tanpa henti.
Lo pasti kepengen deh, Mel. Kebanyakan mikir sih. Makan deh air liur lo sendiri. Hhhhihi...! batin Citra tertawa di dalam hati melihat Amel yang matanya tak lepas memandangi nasi goreng di depannya sambil mengulum bibirnya.
"Alhamdulillah....! Kenyang deh, Mel perut gue. Enak banget masakan mbak Asih. Gue mau mandi dulu ya, Mel? dah!" ujar Citra sembari menutup tudung saji.
"Ehh, tunggu-tunggu, Cit. Gue ...gue ...." Amel nampak ragu tapi terlihat mupeng.
"Udah makan gih, nih gue juga nggak kenapa-napa kan, makanya jangan suka berprasangka buruk. Cepet buruan di makan!" titah Citra.
"Iya deh, iya..!" Amel segera mengisi piringnya dengan nasi goreng dan telurnya dengan cukup banyak.
Citra kemudian berlalu untuk mandi. Selepas mandi. Amel rupanya sudah selesai makan. Kemudian bergantian Amel yang mandi. Citra lalu memutuskan untuk menelepon tante Anisa.
Telepon tersambung.
"Hallo, Assalamu'alaikum!" suara dari seberang.
"Ya, wa'alaikumussalam, dengan Tante Anisa ya?" tanya Citra untuk memastikan.
"Iya, betul saya Anisa. Dengan siapa ya?" tanya Anisa.
"Saya Citra, Tan, yang kemaren menggunakan jasa ART namanya mbak Asih," ungkap Citra
"Oh iya, Dek Citra, ada apa Dek?"
"Begini, Tante. Apa mbak Asih ada mengabari anda? soalnya pagi ini saya pergi joging ketika mbak Asih sedang memasak, dan ketika pulang dari joging, mbak Asih sudah tidak ada di rumah berikut barang dan baju mbak Asih pun tidak ada semua. Saya belum sempat bertukar nomor handphone. Saya meminta tolong Tante membantu saya untuk mencari kabar tentang keberadaan mbak Asih," tutur Citra.
"Astaghfirullah, kok mbak Asih nggak memberi kabar sama saya ya, Dek. Oke, Dek Citra tenang dulu ya, nanti saya coba hubungi dulu mbak Asih nya! Nanti saya kabari jika sudah ada kejelasan dari mbak Asih," ujar Anisa.
"Baik, Tan. Saya tunggu kabar dari anda segera. Assalamu'alaikum!" ujar Citra.
"Iya Dek, nanti Saya info. Wa'alaikumsalam!" telepon dimatikan.
Terlihat Amel keluar dari kamar mandi. Kemudian duduk di depan cermin sambil nengeringkan rambutnya.
"Gimana, Cit? Apa kata tante Anisa?"
"Tante Anisa juga belum tau, beliau mau menelepon mbak Asih dulu, nanti kalau sudah dapat kabar tentang mbak Asih, akan diinfo katanya!"
"Ya udah, sekarang kita ngapain nih? Eh ... nonton yuk Cit, ke bioskop. Mumpung weekend," ujar Amel memberi usulan.
"Emm ...boleh juga, Mel. Yuk cap cus!" Citra dan Amel mulai bersiap untuk ke mall.
"Cit, kita kan uda SMA kelas XII, sekali-kali kita coba dandan yuk!" usul Amel.
"Dandan? gue jarang dandan sih, Mel. Biasanya cuma pakai bedak tabur doang sama lip balm!" ujar Citra.
"Makanya, nih mumpung kita mau nge mall kita dandan dikit ala-ala cewek kuliahan biar kece. Siniin make up yang lo punya, Cit!"
"Tuh di meja, adanya cuma itu," ujar Citra sambil menunjuk pada meja riasnya.
"Ini sih cuma bedak tabur, lip balm, sama pelembab, Citra! sama aja dong kaya biasanya!" ujar Amel.
"Eh ... tunggu deh, di meja rias bunda kayaknya ada beberapa make up yang di tinggal. Bentar Mel, gue ambilin," ujar Citra kemudian berlalu menuju kamar orang tuanya.
Beberapa saat Citra kembali dengan membawa pouch berisi make up bunda. "Nih, coba lihat, Mel?"
Ditaruhnya make up bunda di meja rias. Ada BB cream, foundation, lip tint, lip matte, lipstik, eye liner, eye shadow, maskara, blush on, pensil alis dan beberapa alat make up yang tidak diketahui namanya.
"Wow, good job!" ujar Amel seraya mengacungkan jempolnya.
"Lo tau nggak Mel, kegunaannya apa aja? Soalnya gue nggak pernah pakai ginian jadi nggak ngerti mau di pakai di mana aja," ujar Citra nampak bingung sembari meneliti satu persatu benda yang masih asing baginya.
"Hehehe ... gue juga kurang paham sih, Cit. Kita lihat tutorial cara pakai make up aja di YouTube!" Amel memberi ide.
"Pinter juga lo, Mel. Yuk kita coba!" Citra mulai melakukan pencarian tutorial make up dengan gawainya.
Ternyata banyak sekali contoh tutorial make up yang ada di YouTube dengan berbagai tema. Seperti make up untuk ke pesta, wisuda, nikahan, dan masih banyak yang lainnya.
"Wah ... kereeen, dalam sepuluh menit bisa kliatan cantik begini!" ujar Amel sembari melihat ke arah layar handphonenya.
"Aku mau ngikutin yang make up natural aja lah, Mel," ujar Citra.
Dia kemudian membubuhkan BB cream pada wajahnya, loose powder, sedikit pencil alis, blush on warna coral, penjepit bulu mata, maskara bening, lip balm, lip tint warna pink.
"Selesai...!" ucap Citra mengagumi hasil karyanya yang terlihat pada cermin. Wajahnya terlihat lebih segar dan cantik natural.
"Wow ... hasilnya bagus banget Cit punya kamu, kliatan fresh. Aku mau juga dong, Ini bibirnya pakai yang mana?" ujar Amel sembari mengamati wajah Citra.
"Tadi aku pakai lip balm sama lip tint warna--." Citra tidak melanjutkan kata-katanya. Lalu dia mengacak-acak make up yang ada namun tidak menemukan lip tint warna pink yang tadi di pakainya, "Kok bisa nggak ada sih, tadi perasaan aku pakai yang warna pink deh!"
Di carinya kemana-mana hingga ke kolong meja dan lantai sekitarnya pun tidak terlihat.
"Tadi taroh dimana Cit, masa bisa hilang? kita dari tadi nggak kemana-mana loh!" ujar Amel sembari celingukan membantu mencari.
Aneh banget kan, ini pasti ada yang sembunyikan, jangan-jangan hantunya yang menggangu lagi! batin Amel mulai resah.
"Udah lah Cit, aku pakai yang warna orange aja!" Amel buru-buru memulaskan lip tint warna orange di bibirnya. "Yuk ah, berangkat sekarang!" ujarnya setelah selesai.
Amel bergegas memasukkan seluruh make up ke dalam pouch make up milik bunda Citra. Citra pun ikut membereskan. Setelah itu mereka bergegas keluar rumah dan mengunci pintu kemudian berangkat ke mall.
...________Ney-nna_______...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
lina
naaah luu
2022-08-17
1
Irma Kirana
semangat Kakak 🙈
2022-08-10
0
🍭ͪ ͩ🍀⃟ᏽꮲ𐑈•ꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
mbk asih kabur liat genderuwo 🏃🏃🏃
2022-07-02
0