Hasil test Umi Aminah

Keesokan harinya, semua berjalan sebagaimana mestinya. Asha dengan segudang aktivitasnya, begitu juga Umi Aminah juga sudah berjualan seperti biasa.

Kemarin Umi Aminah beralasan tiba tiba sakit kepala, jadi sekalian berobat di rumah sakit. Padahal Umi Aminah menjalani berbagai tes untuk keperluan donor ginjal.

Umi Aminah berniat mendonorkan ginjalnya untuk Ibu Farida jika cocok. Tentu saja tanpa sepengetahuan Asha . Umi Aminah hanya takut jika Asha tahu akan membuatnya terlalu mengkhawatirkan Umi Aminah. Makanya Umi Aminah memilih untuk merahasiakan dari Asha.

Hari ini adalah hari penentu cocok atau tidaknya ginjal Umi Aminah dengan Ibu Farida. Sedari tadi Umi Aminah selalu sibuk menatap layar ponselnya tiap sebentar. Berharap ada kabar dari rumah sakit. Tapi sudah menjelang sore tidak juga ada pesan yang masuk ke ponselnya .

Rasa khawatir mulai merasuki hati Umi Aminah. Bagaimana jika tidak cocok, akankah dia hanya bisa menatap Ibu Farida yang meregang nyawa begitu saja ? Umi Aminah berdoa dan berharap semoga orang baik seperti Ibu Farida juga akan mendapatkan kebaikan .

Rasa cemas terus menggerogoti Umi Aminah hingga malam menjelang. Begitu juga dengan Ibu Farida di ruang rawatnya . Saat ini ada Dokter Wira yang menemaninya. Hal yang sama mereka lakukan dengan Umi Aminah yaitu menunggu hasil Lab dari Umi Aminah.

Tak lama kemudian ruangan Ibu Farida diketuk dari luar dan ternyata adalah Dokter yang menangani Ibu Farida selama ini. Dokter Ridwan adalah teman Dokter Wira.

" Bagaimana ,Wan . Cocok apa tidak. " Tanya Dokter Wira tanpa basa basi.

" Tenanglah dulu, izinkan aku duduk dan minum dulu. Dari pagi aku belum istirahat kau tahu !! " Ucapnya dengan nada jengkel.

Bagaimana tidak, dari pagi Dokter Wira mendesaknya untuk memeriksa hasil tes dari Umi Aminah dengan teliti dan berulang ulang. Dengan alasan tidak ingin ada kesalahan sedikit pun. Dan akhirnya Dokter Ridwan harus bekerja lebih keras hingga lupa makan dan minum.

" Ini minumlah, setelah itu terangkan hasilnya. Aku tidak mau tahu. " Ucap Dokter Wira seraya menyodorkan sebotol air mineral.

Sementara Ibu Farida hanya menatap jengah kedua lelaki paruh baya itu. Perasaan cemas dan khawatir yang merasukinya membuat Ibu Farida enggan menanggapi perdebatan mereka.

" Kau ini tetap saja tidak berubah walaupun sudah tua. Tidak sabar dan egois. Menjengkelkan ! " Sungut Dokter Ridwan lalu meminum air mineral itu.

" Jelaskan, aku tidak punya waktu. " Bentak Dokter Wira.

" Baiklah ,aku juga tidak ingin menundanya. " Dokter Ridwan membuka amplop berwarna putih dengan ukuran cukup besar.

Baik Ibu Farida maupun Dokter Wira merasakan hal yang sama. Berdebar dan cemas. Mereka sangat paham jika ini mungkin saja kesempatan terakhir. Jika tidak cocok kemungkinan mendapatkan ginjal dalam waktu dekat sangat kecil kemungkinannya.

" Hasilnya, cocok. Ibu Aminah memiliki 99,50 % kecocokan. Dalam arti kata bisa mendonorkan ginjalnya untuk Mbak Rida. " Dokter gigi Wira langsung bersujud syukur dengan linangan air mata.

Sementara Ibu Farida hanya terisak dipembaringannya dengan pemikirannya sendiri. Tentu saja itu tangis bahagia. Namun ada rasa tak tega di sudut hatinya pada Umi Aminah .Tapi dia tidak punya waktu lagi untuk mencari donor yang lain.

Suasana haru itu berlanjut hingga Dokter Ridwan pamit untuk pulang. Dan pembicaraan akan mereka lanjutkan besok pagi tentunya dengan kehadiran Umi Aminah.

" Wira ,aku kok jadi tidak tega dengan Aminah ya ? Begitu berat menerima pengorbanannya itu. Jika saja aku sudah yakin akan kebahagiaan Roman, mungkin aku akan memilih untuk menyerah pada kehidupan. " Ungkap Ibu Farida.

" Aminah masih bisa hidup normal kok, Mbak. Tidak usah khawatir. Mungkin kita bisa berterimakasih padanya dengan cara membantunya. " Dokter Wira kembali duduk di samping brankar Ibu Farida.

" Dia bukan orang yang pamrih, Wira. Itulah yang membuatku berat menerimanya. Jika saja dia meminta sesuatu sebagai balasan, mungkin aku akan senang hati memberikan. Tapi dia orangnya istimewa. "

" Karena dia memberikan ginjalnya dengan ikhlas, maka Mbak Rida harus menerimanya. Dan menjaga diri Mbak untuk tetap sehat untuk selanjutnya. Menurutmu itu cara yang benar untuk menghargai keikhlasannya. "

" Kamu benar, Wira. " Ibu Farida menarik napasnya. " Tapi Aminah berpesan agar Asha dan Roman tidak tahu tentang siapa yang mendonorkan ginjal itu, Wira. " Lanjut Ibu Farida.

" Itu gampang nanti kita cari solusinya .Sekarang Mbak Rida istirahat yang cukup, jangan banyak berpikir agar kondisinya stabil pas operasi nanti. Oh iya, jangan lupa kabari Aminah untuk kesini besok pagi. Banyak yang harus kita bicarakan. " Dokter Wira menyetel brankar Ibu Farida ke posisi berbaring.

" Sekarang tidurlah, sudah malam. Nanti Roman akan kesini sehabis meeting, jangan ditunggu, oke ! " Lanjut Dokter Wira.

" Baiklah, kamu ternyata sudah tua. Cerewet mu melebihi Ibuku waktu hidupnya. " Ucap Ibu Farida sewot. Sedangkan Dokter Wira hanya terkekeh saja.

*****

Setelah mendapat kabar dari Dokter Wira tadi malam , hari ini Umi Aminah kembali mengunjungi Ibu Farida. Asha juga diminta tidak bekerja dengan alasan Umi Aminah akan mengambil hasil test kesehatan .

Sesampainya di rumah sakit Umi Aminah kaget karena sudah ditunggu oleh Dokter Wira di ruangan Ibu Farida. Mereka hendak mendengarkan penjelasan dari Dokter yang merawat Ibu Farida .

Dokter menjelaskan apa apa saja yang harus diperhatikan bagi pendonor dan bagi penerima serta tempat dan jadwal operasinya . Berbagai rentetan protokol harus dipatuhi menjelang hari H operasi.

Hal inilah yang membuat Umi Aminah kebingungan .Umi Aminah tidak ingin Asha tahu, namun bagaimana caranya agar Asha tidak curiga. Karena terlalu keras berpikir Umi Aminah tidak menyadari dari tadi Ibu Farida memperhatikannya.

" Ada apa , Min ? Kalau kamu ragu aku tidak apa apa jika dibatalkan. Aku juga ragu sebenarnya, takut akan berefek buruk dengan kesehatanmu. Pikirkan lagi, Min sebelum terlanjur. " Ucap Ibu Farida tegas.

" Tidak ada ragu di hatiku sedikit pun, Mbak. Aku hanya memikirkan Asha .Alasan apa yang tidak membuatnya curiga ,dan bagaimana dengan Resha." Umi Aminah mengungkapkan apa yang mengganggnya dari tadi.

" Jika memang kamu sebegitu ikhlasnya dengan semua pengorbanan mu ini ,maka izinkan aku mengurus masalah Asha dan Resha . Aku tidak akan membuat mereka susah , percayalah. " Ibu Farida tidak bisa membendung rasa harunya .

" Baiklah Mbak ,aku yakin jika Mbak Rida bisa mengatasinya, tapi aku minta tolong rahasiakan masalah donor ini. Aku tidak ingin Asha mengkhawatirkan aku nantinya. Biarlah dia fokus untuk Resha ,jangan konsentrasinya terpecah gara gara mengkhawatirkan aku. " Keluh Umi Aminah.

" Baiklah, Min. Kamu jangan khawatir. Aku tahu perasaan seorang ibu. Kita hanya akan memikirkan bagaimana cara membuat anak anak kita bahagia, tidak peduli itu kadang menyakiti diri kita sendiri. " Ucap Ibu Farida dengan lesu .

"Andai saja aku sudah melihat kebahagiaan Roman, aku memilih untuk menyerah, Min. Tapi sampai saat ini kehidupan Roman masih saja tertutup awan mendung. " Ucapan itu sudah terdengar bergetar .

" Semangatlah, Mbak. Jangan sampai emosi kita membuat operasi ini tertunda. " Umi Aminah memperingati Ibu Farida agar tidak terbawa emosi.

Kemudian Ibu Farida menelepon Yuda agar nanti pulang kerja datang ke rumah sakit. Ibu Farida ingin membicarakan masalah pekerjaan Asha.

" Mbak , apa Roman tahu tentang semua ini ? " Tanya Umi Aminah.

" Aku belum mengatakan apa apa. Rencananya setelah semuanya sudah dipastikan baru aku kasi tahu.

" Lebih baik Roman juga jangan sampai tahu siapa pendonornya, Mbak. "

" Tenang saja aku sudah punya rencana untuk itu. " Senyuman penuh misteri tersungging di bibir Ibu Farida.

...****************...

Hayo...apa rencananya. jangan yang aneh aneh ya ,Buk !

💖 Love you all 💖

Jangan lupa semangat nya ya... 🌞

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

penasaran dgn rencana bunda Farida? 🤔🤔

2024-07-11

1

Lucia

Lucia

Semoga OPERASI lancar🤲 ibu farida & umi sehat, bahagia

2024-07-02

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

gimana rencanya yah agar kedua anak mereka ga tahu, dan Aisha gimana kalo si uminya mau operasi trus si Resha gimana juga nanti

2024-05-02

3

lihat semua
Episodes
1 Retak seribu
2 Pergi
3 Meninggalkan luka
4 Sakit yang berbalas
5 Awal pengkhianatan Rey
6 Asha Dimana...?
7 Setengah dari kebenaran
8 Bertemu kembali
9 kisah yang serupa
10 Kecewa
11 Penyesalan Roman
12 Bertemu ( Asha & Roman )
13 Perdebatan pertama
14 Jangan menyakitinya
15 Gagal ginjal ?
16 Pergilah Nia...
17 Bertemu masa lalu
18 Galaunya Roman
19 Donor ginjal !!
20 Hasil test Umi Aminah
21 Pengorbanan dan balasan
22 Butik Bunda
23 Entahlah.....
24 Jadilah istrinya...
25 Hari yang mendebarkan
26 Tiga lelaki galau
27 Resha sadar
28 Menikah lagi ??
29 Kebersamaan
30 Harga diri yang terluka
31 Mengambil keputusan
32 Pilihan untuk Nia
33 Komitmen dan chemistry
34 Kedatangan Nia
35 Suara Suara Sumbang
36 Salah paham
37 Kata penuh duri
38 Malam panjang
39 Resepsi
40 Bertemu masa lalu
41 Malam yang menegangkan
42 Cerita tentang Asha
43 Terlambat Rey
44 Keputusan
45 Dua wanita kesepian
46 Cemburu
47 Tentang rasa
48 Kata cinta
49 Asha kenapa...?
50 Asha kenapa 2
51 Kemarahan
52 Tiga hati yang terluka
53 Melukainya
54 Asha yang malang
55 Penyesalan
56 Tak ingin melihatnya
57 Menanti jalan kembali
58 Ingin melupakannya
59 Rindu yang tersisa
60 Selalu ada untukmu
61 Semangat
62 Mobil untuk Asha
63 Mertua vs Menantu
64 Supir jahil
65 Beri satu kesempatan
66 Lepaskanlah...
67 Masih menunggumu
68 Merindukanmu
69 Rencana Babymoon
70 Antara Asha dan Nia
71 Kisah Budi dan Farida
72 Berakhir sudah
73 Nasehat untuk Rey
74 Kesalahan Roman
75 Cantika yang malang
76 Kekesalan Cantika
77 Hari terakhir di Jepang
78 Rasa Rey untuk Resha
79 Cinta yang tak bisa dimiliki
80 ROMANSHA CORP
81 Salah alamat
82 Kehilangan sesuatu yang berharga
83 Menolak tanggung jawab
84 Papa untuk Resha
85 Kamila dan Serly...???
86 Cerita Serly
87 Jebakan Rey
88 Kamila oh Kamila
89 Menikah...?
90 Titik terang
91 Baby twins
92 Awal langkah Yuda
93 Sang Pengagum Rahasia
94 Bertemu Yuda
95 Kesal tapi Nyaman
96 Perasaan Yuda
97 Lamaran Dadakan
98 Akhirnya... menikah !!
99 From Author
100 Making love...?
101 Sisi lain Cantika
102 Rahasia Hati
103 Papa Yuda
104 Surat dari Author
105 Drama Asha
106 Insecure
107 Saling bicara
108 I love You so much
109 Yuda yang malang
110 Akhirnya...
111 Yuda untuk Cantika
112 Akhir yang bahagia
113 Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114 Promosi...!!
115 Promo novel baru !!!
116 Promo novel baru
117 Kabar penting!!!
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Retak seribu
2
Pergi
3
Meninggalkan luka
4
Sakit yang berbalas
5
Awal pengkhianatan Rey
6
Asha Dimana...?
7
Setengah dari kebenaran
8
Bertemu kembali
9
kisah yang serupa
10
Kecewa
11
Penyesalan Roman
12
Bertemu ( Asha & Roman )
13
Perdebatan pertama
14
Jangan menyakitinya
15
Gagal ginjal ?
16
Pergilah Nia...
17
Bertemu masa lalu
18
Galaunya Roman
19
Donor ginjal !!
20
Hasil test Umi Aminah
21
Pengorbanan dan balasan
22
Butik Bunda
23
Entahlah.....
24
Jadilah istrinya...
25
Hari yang mendebarkan
26
Tiga lelaki galau
27
Resha sadar
28
Menikah lagi ??
29
Kebersamaan
30
Harga diri yang terluka
31
Mengambil keputusan
32
Pilihan untuk Nia
33
Komitmen dan chemistry
34
Kedatangan Nia
35
Suara Suara Sumbang
36
Salah paham
37
Kata penuh duri
38
Malam panjang
39
Resepsi
40
Bertemu masa lalu
41
Malam yang menegangkan
42
Cerita tentang Asha
43
Terlambat Rey
44
Keputusan
45
Dua wanita kesepian
46
Cemburu
47
Tentang rasa
48
Kata cinta
49
Asha kenapa...?
50
Asha kenapa 2
51
Kemarahan
52
Tiga hati yang terluka
53
Melukainya
54
Asha yang malang
55
Penyesalan
56
Tak ingin melihatnya
57
Menanti jalan kembali
58
Ingin melupakannya
59
Rindu yang tersisa
60
Selalu ada untukmu
61
Semangat
62
Mobil untuk Asha
63
Mertua vs Menantu
64
Supir jahil
65
Beri satu kesempatan
66
Lepaskanlah...
67
Masih menunggumu
68
Merindukanmu
69
Rencana Babymoon
70
Antara Asha dan Nia
71
Kisah Budi dan Farida
72
Berakhir sudah
73
Nasehat untuk Rey
74
Kesalahan Roman
75
Cantika yang malang
76
Kekesalan Cantika
77
Hari terakhir di Jepang
78
Rasa Rey untuk Resha
79
Cinta yang tak bisa dimiliki
80
ROMANSHA CORP
81
Salah alamat
82
Kehilangan sesuatu yang berharga
83
Menolak tanggung jawab
84
Papa untuk Resha
85
Kamila dan Serly...???
86
Cerita Serly
87
Jebakan Rey
88
Kamila oh Kamila
89
Menikah...?
90
Titik terang
91
Baby twins
92
Awal langkah Yuda
93
Sang Pengagum Rahasia
94
Bertemu Yuda
95
Kesal tapi Nyaman
96
Perasaan Yuda
97
Lamaran Dadakan
98
Akhirnya... menikah !!
99
From Author
100
Making love...?
101
Sisi lain Cantika
102
Rahasia Hati
103
Papa Yuda
104
Surat dari Author
105
Drama Asha
106
Insecure
107
Saling bicara
108
I love You so much
109
Yuda yang malang
110
Akhirnya...
111
Yuda untuk Cantika
112
Akhir yang bahagia
113
Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114
Promosi...!!
115
Promo novel baru !!!
116
Promo novel baru
117
Kabar penting!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!