Perdebatan pertama

Tiga hari sudah Roman berada di Bandung. Dan selama tiga hari ini tidak ada perubahan dari sikap yang ditunjukkan oleh Ibu Farida. Sang Bunda tetap dingin dan berwajah datar ketika berhadapan dengan Roman.

Roman tidak putus asa untuk mendapatkan perhatian dari Ibu Farida. Dia selalu menemui sang Bunda sebelum ataupun sepulang ke kantor. Walaupun hanya akan ditanggapi seadanya oleh sang Bunda.

Hal ini berimbas dengan situasi di kantor Romania Tours And Travel. Roman yang biasa ramah dan loyal terhadap karyawannya, kini berubah seratus delapan puluh derajat.

Mungkin efek dari masalah yang dia hadapi membuatnya lebih dingin dan tak tersentuh. Peliknya masalah rumah tangganya dan sikap Bunda yang begitu kaku terhadapnya, menjadi pemicunya .

Apalagi selama tiga hari ini, Roman sangat gampang marah hanya karena masalah sepele. Semua ketegangan itu juga dirasakan oleh Asha. Walaupun Asha hanya berurusan dengan Yuda, tetap saja membuatnya takut karena Yuda berada di ruangan yang sama dengan Big Bossnya.

Apalagi tatapan mata Roman yang selalu membuat bulu kuduk Asha berdiri. Entah kenapa Asha merasa tatapan itu menyatakan ketidak sukaan Roman terhadapnya. Sangat tajam dan menusuk.

Asha sendiri berusaha agar tidak memandang ke arah sang Bos. Karena setiap kali mencuri pandang pasti selalu bertemu pandang dengan Bos galaknya itu. Akibatnya Asha akan berkeringat dingin dibuatnya.

Dan hari ini adalah hari yang Ibu Farida tunggu tunggu. Karena di hari ini adalah waktunya dia bertemu dengan Resha. Sesuai janji Asha akhir minggu dia akan menginap di rumah besar itu.

Tapi ada keraguan di hati Asha kali ini sebab pasti akan bertemu dengan Bos galaknya. Bagaimana cara Asha bersikap nanti jika berhadapan dengan Roman. Mau membatalkan juga tidak tega terhadap Ibu Farida . Asha memutuskan untuk menginap , urusan dengan Bos Roman lihat nanti saja .

" Mami ,kita jadi bobok di rumah Oma, kan ? " Resha yang tidak sabaran meminta sang nenek untuk menghubungi Asha yang sedang bekerja.

" Iya Sayang, nanti tunggu Mami pulang kerja yaa. Resha siap siap aja dulu sama Nenek, dandan yang cantik ya ! " Sahut Asha dari seberang sana.

" Oce ,Mami. Jangan lama ya ? Echa tidak sabaran mau berenang. " Ucap Resha dengan sumringah.

" Baiklah, putri Mami yang cantik. Mami kerja dulu ya, bay bay Sayang. "

" Bay Mami. "

Tepat pukul Empat sore Asha telah sampai di rumah. Umi Aminah telah menyiapkan keperluan menginap mereka. Resha pun telah mandi dan rapi.

Tak lama kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Asha segera mengintip di balik gorden dan ternyata mobil Ibu Farida. Asha langsung membuka pintu.

" Loh, Bunda kok kesini ? Baru saja Asha pesan taxi online , mungkin sebentar lagi datang. " Ucap Asha ketika melihat Ibu Farida keluar dari mobil .

" Batalin aja, Sha. Bunda sengaja jemput kamu biar sekalian jemput ketringnya Bunda. Jadi kamu tidak usah bolak balik. Lagian Bunda tidak sabar mau bertemu cucu cantiknya Bunda .Dimana Resha ,Nak ? " Jawab Ibu Farida sembari berjalan ke arah pintu rumah Asha.

" Oke Bun, masuk dulu Bunda. Resha masih di dalam sama Umi. " Asha pun memberi jalan untuk Ibu Farida.

Setelah membatalkan taxinya , mereka pun berangkat ke tempat tujuan. Sebelum ke rumah , Ibu Farida menjemput ketring nya agar Asha tidak repot. Tak terasa satu jam perjalanan mobil yang dikendarai oleh supir pribadi Ibu Farida telah memasuki halaman rumah .

" Ayo cantiknya Oma , kita turun. Kita sudah sampai. Oma ada kejutan buat Echa di dalam. " Ucap Ibu Farida dengan senyum bahagia.

" Ayo Oma, Echa mau kejutan. " Resha pun segera turun dan menggandeng tangan Ibu Farida. Asha dan Umi Aminah hanya tersenyum melihat keceriaan Resha.

Balita cantik itu berjalan bergandengan tangan dengan Ibu Farida memasuki rumah dengan ceria. Sesampainya di dalam rumah mereka berpapasan dengan Mbak Anik .

" Halo Bibik, Echa kangen . " Gadis kecil itu berlari ke arah Mbak Anik dan memeluk kedua kaki Mbak Anik.

" Bibik juga kangen sama Echa yang cantik ini. " Mbak Anik membalas pelukan Resha.

" Anik, udah jadi pesanan saya tadi ? " Tanya Ibu Farida.

"Sudah Buk, di kulkas . Mau saya ambilkan sekarang, Buk ? "

" Boleh, Nik. Echa udah tidak sabar mau lihat kejutannya kan, Sayang ? " Ucap Ibu Farida sembari mengelus kepala Resha. " Ayo Cantik. " Ibu Farida menuntun Resha ke meja makan.

" Bunda , Asha ke kamar dulu ya. Belum mandi nih, gerah ! " Teriak Asha dari ruang tengah.

" Pergilah, pantas bau dari tadi, kirain apa. " Ucap Ibu Farida dengan mengibaskan tangannya.

Semua tertawa mendengar candaan Ibu Farida. Sedangkan Asha membawa tas pakaian yang disiapkan oleh Umi Aminah tadi. Dan Umi Aminah mengikuti Ibu Farida dan Resha ke ruang makan.

Asha pun Akhirnya naik ke lantai dua, dimana kamar yang sudah Ibu Farida siapkan untuknya dan Resha jika menginap. Kamar yang cukup luas dilengkapi dengan kamar mandi mewah .

Asha segera mandi dan berganti pakaian. Dengan memakai celana kulot warna coklat tua dan kaos panjang lengan berwarna moca di lengkapi dengan pasmina instan berwarna krem. Setelah memoles wajahnya dengan bedak bayi milik Resha barulah Asha keluar dari kamar menuju ruang makan.

Tapi langkahnya terhenti ketika berpapasan dengan lelaki yang paling tidak ingin dia temui. Seperti biasa Roman menatap dengan tajam dan dingin. Seakan menusuk hingga ke tulang tulang.

" Ternyata benar kamu orangnya. " Ucap Roman tiba tiba.

"Eh, maksud Bapak apa ? " Asha bingung dengan maksud perkataan Bisanya itu.

" Dari kemarin aku penasaran siapa yang mengisi kamar itu. Ternyata hanya kurir kantor ku. Apa yang membuat Bunda begitu menganggap kamu spesial ,sehingga menampungmu disini. " Ucap Roman dengan tatapan mengintimidasi .

" Ti...tidak tahu. " Asha sangat gugup dan merasa tidak nyaman.

" Apa tujuanmu mendekati Bunda ? Orang seperti mu pasti punya niat busuk dibalik wajah polos ini. " Roman berjalan pelan mendekati Asha. Suara dingin itu mampu membuat Asha berkeringat dingin.

" Tidak ada, aku hanya kasian sama Bunda. Bunda juga baik sama aku, tidak ada alasan untuk berniat jahat padanya. " Ucap Asha terbata bata.

" Jadi kamu memanfaatkan kebaikan Bundaku ? " Roman berkata dengan tersenyum sinis.

" Bukan... bukan begitu maksudku. Maaf, Pak jika kehadiran kami mengganggu Bapak. Kalau Bapak keberatan dengan kedekatan kami, mulai besok saya akan menjaga jarak." Rasa gugup dan takut membuat Asha hendak meninggalkan tempat itu, percuma menjelaskan Bos nya ini tidak akan mengerti, pikir Asha.

Namun tangannya dicekal oleh Roman kemudian disentaknya dengan kasar hingga Asha tersandar ke dinding.

" Berani sekali kamu pergi begitu saja, sementara aku belum selesai bicara. " Bentak Roman dengan wajah yang telah diliputi amarah. Tatapannya semakin menajam dan menusuk.

Asha hanya diam menatap Roman dengan mata yang berkaca kaca. Bukan karena takut atau sakit. Melainkan Asha merasa terima dituduh yang bukan bukan.

Bosnya ini tidak tahu apa apa, tapi dengan seenaknya menuduhnya memanfaatkan kebaikan Ibu Farida. Asha hanya tidak tega untuk menolak jika diajak menginap. Ibu Farida yang menurut Asha sangat baik namun hidup kesepian. Apalagi Ibu Farida sangat menyayangi Resha .Tidak ada alasan untuk menjauhi wanita paruh baya yang kesepian itu.

" Kenapa melotot, kamu tidak terima ? Aku kenal banyak wanita seperti mu yang mendekati orang kaya hanya ingin menjadi benalu. " Sarkas Roman.

"Jangan samakan aku dengan wanita wanita itu, Tuan yang terhormat. Aku memang miskin tapi sampai saat ini aku belum pernah meminta minta. Sampai saat ini aku hidup masih dengan keringatku sendiri. Bahkan pada suamiku sendiri aku tak sudi mengemis. Jadi Tuan Roman tolong jangan menuduh sembarangan. "

" Permisi... ! " Asha beranjak dari hadapan Roman dengan sedikit mendorong bahu Bosnya itu. Sementara Roman hanya bisa terpaku mendengar ucapan Asha barusan.

Roman hanya bisa menatap punggung yang terlihat rapuh tapi begitu kuat melawan jika ditindas. Roman tidak menyangka kalau Asha berani padanyanya padahal tadi dia seperti kelinci kecil yang ketakutan. Roman akhirnya tersadar setelah Asha menjauh darinya.

Asha berjalan sambil mengusap matanya yang berair . Merapikan wajahnya dan hatinya tentunya. Berkali Asha menarik napas dalam untuk melegakan dadanya.

Senyumnya kembali merekah ketika melihat keceriaan putri semata wayangnya. Resha sedang memakan sepiring puding coklat saos vanila kesukaannya.

" Mami ,sini ! Oma bikinin Echa puding coklat ,mmh enak. " Ucap Resha sembari memyuap sesendok puding ke mulutnya.

" Duh, senangnya anak Mami. Bilang apa sama Oma. " Ucap Asha sambil mengusap kepala Resha setelah dia berada tepat di sampingnya.

" Udah tadi, Echa udah bilang terima kasih, kan Oma ? " Sahut Resha.

" Iya, Sayang. Cantiknya Oma memang pintar. " Ibu Farida mengacungkan kedua jempolnya. " Duduk Sha, cicipi pudingnya. " Lanjut Ibu Farida.

Keempat wanita beda usia itu, asik dengan obrolan sembari menikmati puding coklat itu. Kelucuan Resha dan kebawelan Asha mewarnai keceriaan sore ini. Kehangatan dan keakraban itu tak luput dari pandangan mata seorang laki laki dewasa di ujung tangga lantai dua rumah Ibu Farida.

Ada rasa ngilu dalam hatinya. Dia menemukan Bundanya yang dulu ketika berhadapan dengan orang lain. Tapi dia kehilangan saat Bundanya di depannya . Sudah lebih tiga tahun ini dia tidak lagi melihat senyuman bahagia Bundanya. Kini Roman hanya bisa menikmatinya dari kejauhan.

Sudut matanya terasa memanas. Tidak terasa penyesalan itu membuat air matanya tak sadar telah meleleh. Sambil mengusap sudut matanya Roman kembali ke kamarnya. Tidak ingin merusak kebahagiaan Bundanya dengan kehadirannya disana. Walau sebenarnya Roman ingin bergabung bersama mereka.

Setelah kepergian Roman dari tempat persembunyiannya, Ibu Farida menatap ke arah lantai dua. Tepat dimana Roman tadi berada. Ibu Farida tahu dari tadi Roman menyaksikan keseruan mereka dari atas sana. Namun Ibu Farida memilih untuk pura pura tidak tahu saja.

Rasa hati Roman saat ini tidak jauh berbeda dengan Ibu Farida. Hanya saja Ibu Farida ingin Roman menyadari kekeliruannya. Berusaha untuk tidak peduli pada putra semata wayangnya yang sangat dia rindukan beberapa tahun ini , sangat amat menyiksa bagi Ibu Farida.

Tapi dia berusaha untuk tidak menampakkan rasa sayangnya untuk sementara hingga akhirnya Roman bisa menyadari kesalahannya dan lebih dewasa menyikapi setiap masalah.

" Lihatlah, Nak... Bunda bisa bertahan saat ini hanya karena ingin melihatmu bahagia ." Gumam Ibu Farida dalam hatinya.

Kendatinya Ibu Farida tidak mengetahui bahwa Roman sudah mengetahui rahasia besar sang menantu .Roman belum menceritakannya karena dia ingin mengambil hati Bunda terlebih dahulu.

Tak ada kebohongan yang membawa kebahagiaan, walaupun ada itu hanya sementara waktu saja...

( Author 💖 )

...****************...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

tidak ada kebohongan yg membawa pd kebahahian.. behiyu juga tidak ada kebajagiaan bagi org dgn menyakiti perasaan org lain

2024-07-11

1

Lucia

Lucia

Bapak Roman & Rey ( suami asha) 1 bapak.. dr epesede seblum ya

2024-07-02

0

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

memang harus ada orang k-3 yang bisa menjembatani lagi sih hubungan antara ibu dan putranya

2024-05-02

1

lihat semua
Episodes
1 Retak seribu
2 Pergi
3 Meninggalkan luka
4 Sakit yang berbalas
5 Awal pengkhianatan Rey
6 Asha Dimana...?
7 Setengah dari kebenaran
8 Bertemu kembali
9 kisah yang serupa
10 Kecewa
11 Penyesalan Roman
12 Bertemu ( Asha & Roman )
13 Perdebatan pertama
14 Jangan menyakitinya
15 Gagal ginjal ?
16 Pergilah Nia...
17 Bertemu masa lalu
18 Galaunya Roman
19 Donor ginjal !!
20 Hasil test Umi Aminah
21 Pengorbanan dan balasan
22 Butik Bunda
23 Entahlah.....
24 Jadilah istrinya...
25 Hari yang mendebarkan
26 Tiga lelaki galau
27 Resha sadar
28 Menikah lagi ??
29 Kebersamaan
30 Harga diri yang terluka
31 Mengambil keputusan
32 Pilihan untuk Nia
33 Komitmen dan chemistry
34 Kedatangan Nia
35 Suara Suara Sumbang
36 Salah paham
37 Kata penuh duri
38 Malam panjang
39 Resepsi
40 Bertemu masa lalu
41 Malam yang menegangkan
42 Cerita tentang Asha
43 Terlambat Rey
44 Keputusan
45 Dua wanita kesepian
46 Cemburu
47 Tentang rasa
48 Kata cinta
49 Asha kenapa...?
50 Asha kenapa 2
51 Kemarahan
52 Tiga hati yang terluka
53 Melukainya
54 Asha yang malang
55 Penyesalan
56 Tak ingin melihatnya
57 Menanti jalan kembali
58 Ingin melupakannya
59 Rindu yang tersisa
60 Selalu ada untukmu
61 Semangat
62 Mobil untuk Asha
63 Mertua vs Menantu
64 Supir jahil
65 Beri satu kesempatan
66 Lepaskanlah...
67 Masih menunggumu
68 Merindukanmu
69 Rencana Babymoon
70 Antara Asha dan Nia
71 Kisah Budi dan Farida
72 Berakhir sudah
73 Nasehat untuk Rey
74 Kesalahan Roman
75 Cantika yang malang
76 Kekesalan Cantika
77 Hari terakhir di Jepang
78 Rasa Rey untuk Resha
79 Cinta yang tak bisa dimiliki
80 ROMANSHA CORP
81 Salah alamat
82 Kehilangan sesuatu yang berharga
83 Menolak tanggung jawab
84 Papa untuk Resha
85 Kamila dan Serly...???
86 Cerita Serly
87 Jebakan Rey
88 Kamila oh Kamila
89 Menikah...?
90 Titik terang
91 Baby twins
92 Awal langkah Yuda
93 Sang Pengagum Rahasia
94 Bertemu Yuda
95 Kesal tapi Nyaman
96 Perasaan Yuda
97 Lamaran Dadakan
98 Akhirnya... menikah !!
99 From Author
100 Making love...?
101 Sisi lain Cantika
102 Rahasia Hati
103 Papa Yuda
104 Surat dari Author
105 Drama Asha
106 Insecure
107 Saling bicara
108 I love You so much
109 Yuda yang malang
110 Akhirnya...
111 Yuda untuk Cantika
112 Akhir yang bahagia
113 Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114 Promosi...!!
115 Promo novel baru !!!
116 Promo novel baru
117 Kabar penting!!!
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Retak seribu
2
Pergi
3
Meninggalkan luka
4
Sakit yang berbalas
5
Awal pengkhianatan Rey
6
Asha Dimana...?
7
Setengah dari kebenaran
8
Bertemu kembali
9
kisah yang serupa
10
Kecewa
11
Penyesalan Roman
12
Bertemu ( Asha & Roman )
13
Perdebatan pertama
14
Jangan menyakitinya
15
Gagal ginjal ?
16
Pergilah Nia...
17
Bertemu masa lalu
18
Galaunya Roman
19
Donor ginjal !!
20
Hasil test Umi Aminah
21
Pengorbanan dan balasan
22
Butik Bunda
23
Entahlah.....
24
Jadilah istrinya...
25
Hari yang mendebarkan
26
Tiga lelaki galau
27
Resha sadar
28
Menikah lagi ??
29
Kebersamaan
30
Harga diri yang terluka
31
Mengambil keputusan
32
Pilihan untuk Nia
33
Komitmen dan chemistry
34
Kedatangan Nia
35
Suara Suara Sumbang
36
Salah paham
37
Kata penuh duri
38
Malam panjang
39
Resepsi
40
Bertemu masa lalu
41
Malam yang menegangkan
42
Cerita tentang Asha
43
Terlambat Rey
44
Keputusan
45
Dua wanita kesepian
46
Cemburu
47
Tentang rasa
48
Kata cinta
49
Asha kenapa...?
50
Asha kenapa 2
51
Kemarahan
52
Tiga hati yang terluka
53
Melukainya
54
Asha yang malang
55
Penyesalan
56
Tak ingin melihatnya
57
Menanti jalan kembali
58
Ingin melupakannya
59
Rindu yang tersisa
60
Selalu ada untukmu
61
Semangat
62
Mobil untuk Asha
63
Mertua vs Menantu
64
Supir jahil
65
Beri satu kesempatan
66
Lepaskanlah...
67
Masih menunggumu
68
Merindukanmu
69
Rencana Babymoon
70
Antara Asha dan Nia
71
Kisah Budi dan Farida
72
Berakhir sudah
73
Nasehat untuk Rey
74
Kesalahan Roman
75
Cantika yang malang
76
Kekesalan Cantika
77
Hari terakhir di Jepang
78
Rasa Rey untuk Resha
79
Cinta yang tak bisa dimiliki
80
ROMANSHA CORP
81
Salah alamat
82
Kehilangan sesuatu yang berharga
83
Menolak tanggung jawab
84
Papa untuk Resha
85
Kamila dan Serly...???
86
Cerita Serly
87
Jebakan Rey
88
Kamila oh Kamila
89
Menikah...?
90
Titik terang
91
Baby twins
92
Awal langkah Yuda
93
Sang Pengagum Rahasia
94
Bertemu Yuda
95
Kesal tapi Nyaman
96
Perasaan Yuda
97
Lamaran Dadakan
98
Akhirnya... menikah !!
99
From Author
100
Making love...?
101
Sisi lain Cantika
102
Rahasia Hati
103
Papa Yuda
104
Surat dari Author
105
Drama Asha
106
Insecure
107
Saling bicara
108
I love You so much
109
Yuda yang malang
110
Akhirnya...
111
Yuda untuk Cantika
112
Akhir yang bahagia
113
Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114
Promosi...!!
115
Promo novel baru !!!
116
Promo novel baru
117
Kabar penting!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!