Bertemu masa lalu

Di kantor Roman masih memikirkan keadaan Bundanya di rumah. Kondisi kesehatan sang Bunda sangat mengkhawatirkannya. Apalagi dengan tekanan yang baru saja diterimanya.

Situasi ini memengaruhi moodnya di kantor. Kesalahan kecil saja membuat Roman emosi tingkat tinggi. Para karyawan pun menjadi ketakutan ketika menyerahkan laporan.

Yuda hanya bisa mengeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Roman saat ini. Walaupun Roman adalah sepupu jauhnya. Tetap saja Roman adalah atasannya di kantor.

Asha baru saja sampai di kantor Romania Tours And Travel. Setelah memarkirkan motornya Asha bergegas menuju ruangan Yuda yang tak lain juga ruangan Roman.

" Selamat pagi Pak Yuda, kemana rute kita hari ini ? " Sapa Asha dengan ceria tanpa tahu betapa panasnya ruangan itu dari tadi .

Belum sempat Yuda menjawab ada suara lain yang menggelegar di ruangan itu .

" Pagi katamu ? Apa matamu buta hingga tidak bisa melihat dimana letak matahari saat ini ? Bisa biasanya kamu datang dengan senyuman yang menjijikkan itu. " Teriakan Roman bisa didengar hingga keluar ruangan itu.

" Maaf pak ." Hanya itu yang bisa Asha ucapkan ditengah keterkejutannya. Tentu saja Asha bingung dengan apa terjadi. Apa salahku ? Itulah pertanyaan yang Asha ungkapkan, tapi hanya dalam hati saja.

" Hanya maaf sajakah yang bisa kamu ucapkan ? Sekarang jelaskan pada saya kenapa kamu selalu datang terlambat. Kamu tahu jam kantor , haa !! " Asha bertambah bingung harus jawab apa. Reflek matanya menoleh ke arah Yuda yang menggaruk pelipisnya saking jengahnya dengan Roman.

Menyadari kebingungan Asha Yuda pun angkat bicara.

" Jam masuk kurir emang jam sepuluh , Mas ." Ucapnya sedikit nyeri melihat tatapan tajam Roman.

" Kenapa dibedakan dengan karyawan lain, apa istimewanya dia ?!! ." Bentak Roman.

" Nanti aku jelaskan, mas. Sekarang biar Asha mengantarkan berkas ini dulu, karena sedang ditunggu pihak Resort. " Yuda sengaja menyelamatkan Asha dari amukan Roman.

Roman terdiam dengan tatapan yang masih menajam menghunus kedua bawahannya itu. Tidak bisa berkata kata kalau sudah menyangkut pekerjaan.

Roman tahu pihak Resort ternama di Bandung yang menyediakan fasilitas Glamping itu sedang menunggu berkas yang sudah Roman tanda tangani. Karena berkas tersebut berisikan data fasilitas dan kebutuhan wisatawan yang akan menginap disana .

Yuda menyerahkan semua berkas dan menjelaskan kepada Asha tentang tugas tugasnya .

" Sampai disana kamu temui Ibu Serly ya, Sha. Beliau Menager Logistik Resort itu. Beliaulah yang bertanggung jawab terhadap klien kita nantinya. Jangan lupa minta tanda tangannya nanti. Mengerti ? " Ucap Yuda menjelaskan.

" Baik, Pak . Asha mengerti, kalau begitu Asha jalan dulu biar cepat karena tempatnya lumayan jauh. " Ucap Asha sembari memasukkan berkas itu ke dalam ranselnya .

Yuda hanya mengangguk mengiyakan dan Asha pun meninggalkan ruangan itu.

Roman masih saja dengan posisi semula. Tatapannya kini meminta penjelasan. Yuda yang mengetahui arti tatapan itu akhirnya menjelaskan.

" Ini semua atas rekomendasi dari Om Wira. Kita juga tidak pernah mengirim berkas di pagi hari. Jadi tidak ada salahnya kalau dia masuk agak siang. Lagian Mas, kasihan Asha kalau masuk terlalu pagi, karena dia harus membantu ibunya jualan sarapan pagi sebelum kesini ."

" Hah, sudahlah aku jadi pusing dengan semua ini. Tidak disini ,tidak di rumah. Semua hanya tentang Asha...Asha...Asha .Hah... ! " Roman membanting pulpen nya dan keluar dari ruangan itu.

Kepalanya benar benar pusing, emosinya yang meledak ledak dari tadi pagi menguras energinya. Roman butuh kopi saat ini. Dengan gontai Roman berjalan keluar dari kantornya menuju sebuah Cafe kecil di gang belakang kantornya.

Mengistirahatkan sejenak otaknya yang dipenuhi oleh polemik rumah tangganya. Entah itu tentang Nia, Bunda, maupun Asha.

*****

Asha telah sampai di sebuah Resort mewah di kawasan pegunungan. Udara sejuk dan segar menyambut kedatangan Asha . Pemandangan hijau alami memanjakan mata dengan aliran sungai jernih membelah hamparan hijau itu.

Sejenak Asha menarik napas dalam dan menghembuskan dengan perlahan. Senyuman indahnya tergambar di wajah lelahnya itu. Ada penat yang sirna ketika menikmati kawasan cantik ini.

Tidak ingin berlama lama, Asha melangkah menuju bangunan yang terbesar sekitar Resort .Tentu saja Asha tahu itu adalah kantor sekalian Hotelnya.

Sesampainya di pintu Lobi Hotel itu Asha disapa oleh penjaga pintu.

" Selamat siang Mbak Asha !" Ternyata penjaga itu mengenal Asha yang sudah sering kali datang kemari.

" Siang Aa, Asha mau ketemu Ibu Serly , ada ? " Tanya Asha.

" Langsung aja sama Resepsionis di depan ya. " Asha langsung mengangguk sambil tersenyum.

" Terima kasih Aa , permisi. " Asha pun meninggalkan penjaga itu menuju meja Resepsionis.

" Mbak, Bu Serly ada ? " Tanya Asha sesampainya di bagian Resepsionis.

" Sebentar Mbak Asha, saya hubungi dulu. " Petugas Resepsionis itu menghubungi seseorang lewat Interkom ." Mbak Asha bisa tunggu sebentar, Bu Serly sedang meeting sama Big Boss.

" Okelah kalau begitu. Saya tunggu diluar saja, nanti kalau Bu Serly sudah selesai tolong kabari yaa. " Ucap Asha

" Baik Mbak, nanti saya hubungi Mbak Asha ." Asha pun melangkah meninggalkan Lobi Hotel itu menuju taman yang terdapat di kawasan Resort itu.

Menunggu sepuluh menit saja membuat Asha menguap berkali kali karena mengantuk. Tubuh lelahnya didukung oleh udara yang sejuk membuat Asha ingin merebahkan badannya di bangku taman ini.

Tidak ingin tertidur Asha mengeluarkan selembar kertas kosong dan pensil dari ranselnya . Mengoreskan alat tulis itu membentuk sebuah sketsa . Setelah beberapa lama hanyut dalam hayalanya Asha kembali menatap pemandangan indah di hadapannya.

" Apa kamu bahagia sekarang ? Semoga kita tak pernah bertemu lagi. Aku tak sanggup sakit berkali kali. " Asha bergumam sendiri dengan mata berkaca kaca.

Keceriaan yang dia tunjukkan selama ini di depan orang lain hanya topeng saja. Agar orang orang sekitarnya tidak merasakan kesakitan yang dia pendam di lubuk hatinya paling dalam. Biarlah sakit itu untuknya rasa sendiri dan akan dia keluarkan kala sendiri.

Asha kembali menatap sketsa yang dia buat. Potret seorang wanita yang tergeletak, berpakaian pengantin yang robek dengan air mata membasahi pipinya. Tatapan sendu dengan tangan memegang simbol Love yang retak.

Kemudian Asha menulis beberapa kata di sudut sketsa itu.

Hati itu masih berdebar meski sakit

Jiwa itu masih hidup meski rapuh

Tubuh itu masih tegak meski lelah

Takkan lemah, takkan berharap, takkan kembali...

Biarkan hancur terhempas waktu tertipu badai dan tersiram air mata

Dan akhirnya sirna.....

^^^(By Shayu )^^^

Asha tersentak ketika ponselnya berbunyi .Memungut kertas sketsanya dan alat tulisnya memasukkan kembali ke ranselnya asal.

" Halo...

"....."

" Oke Mbak, saya segera kesana ,terimakasih. " Setelah memutuskan panggilan Asha bergegas menuju lobi yang tidak terlalu jauh .

Seorang wanita muda dengan pakaian kantor resmi duduk di sofa lobi Hotel .Tidak lama Asha datang dengan sedikit terengah engah karena berlari.

" Maaf, Buk. Membuat anda menunggu. " Ucap Asha sungkan.

" Saya yang minta maaf karena membuatmu menunggu lama. Tadi kami kedatangan Bos dari Jakarta jadi semua staf meeting ." Wanita muda itu bicara sambil tersenyum ramah.

" Enggak apa apa, Buk. Saya malah senang ada sedikit waktu untuk menikmati kawasan cantik ini. " Ucap Asha tak kalah ramahnya.

" Baiklah, mari kita urus tentang pekerjaan. Apa Pak Yuda ada titip sesuatu ? " Tanya Bu Serly.

" Sebentar, Buk. " Asha mengeluarkan beberapa berkas dari tas ranselnya. Kemudian dia menerangkan berkas berkas itu secara rinci.

" Oke, Sha. Terimakasih ya sudah menjelaskan. Aku jadi lebih enak kalau gini. " Ucap Bu Serly semringah.

" Iya, Buk. Habisnya Pak Yuda sudah wanti wanti agar tidak ada kesalahan, Buk. Karena ini klien VIP , acara Gatering perusahaan lagi. Dan jumlah pesertanya banyak. Beliau takut kita kurang persiapan dan mengecewakan klien. " Bu Serly menatap Asha penuh kagum.

" Baik Asha ,mudah mudahan kami bisa bekerja sesuai keinginan Romania. Sukses terus ya. " Bu Serly menyalami Asha ketika akan berpisah.

" Kalau begitu Asha pamit, Buk Serly. " Ucap Asha dengan senyuman khasnya disambut lambaian tangan Bu Serly .

Asha melangkah keluar dari lobi Hotel. Di perjalanan menuju parkiran Asha tersentak kaget dan membeku. Seorang lelaki muda baru saja keluar dari mobil mewahnya tak jauh dari tempat Asha berdiri.

Spontan Asha merunduk pura pura memasang tali sepatunya . Lelaki muda itu berlalu melewati jalan di samping Asha tanpa mempedulikan sekitarnya.

Asha menarik napas dalam seiringan dengan air matanya jatuh ke tanah tepat di depan ujung sejatinya. Setelah memastikan lelaki itu menjauh barulah Asha berdiri dan langsung berlari.

Napasnya sesak bukan karena lelah berlari, melainkan sesak karena melihat lelaki muda tampan itu yang tak lain adalah Reynal Amris suaminya. Lelaki yang paling tidak ingin dia temui saat ini. Lelaki yang telah menoreh luka terdalamnya.

Segera Asha memakai helmnya dan menutupi wajahnya dengan masker. Asha harus pergi dari tempat ini. Dia tidak ingin bertemu dengan lelaki terkasihnya sekaligus lelaki yang dibencinya .

Dengan perasaan yang tak menentu Asha meninggalkan kawasan Resort mewah itu.

" Tenang Asha dia tidak melihatmu, jangan khawatir. " Gumam Asha pada dirinya sendiri.

...****************...

✔️ maaf baru Up gaiss ...mak lagi rempong .Doain anak ama pak su cepat sembuh yaa...

Sungguh lelah hayati ngurus usaha pak su ,gantiin sementara waktu. Jadinya Readers esmosi nungguin Up sate nya.

Sekali lagi SORRY CINTA 💖

🌺🌞🌺🌞🌺🌞

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

syukurlah lelaki tak berhati itu tdk melihat Asha.. gak rela...

2024-07-11

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

ternyata usaha mereka kakak-adik satu ayah bersinggungan yah, eh by the mereka masing" tahu ga sih kalo mereka bersaudara satu ayah,,,

2024-05-02

1

Songgon

Songgon

kyknya nunggu kepala pengadilan agamanya bangun...

2024-04-19

4

lihat semua
Episodes
1 Retak seribu
2 Pergi
3 Meninggalkan luka
4 Sakit yang berbalas
5 Awal pengkhianatan Rey
6 Asha Dimana...?
7 Setengah dari kebenaran
8 Bertemu kembali
9 kisah yang serupa
10 Kecewa
11 Penyesalan Roman
12 Bertemu ( Asha & Roman )
13 Perdebatan pertama
14 Jangan menyakitinya
15 Gagal ginjal ?
16 Pergilah Nia...
17 Bertemu masa lalu
18 Galaunya Roman
19 Donor ginjal !!
20 Hasil test Umi Aminah
21 Pengorbanan dan balasan
22 Butik Bunda
23 Entahlah.....
24 Jadilah istrinya...
25 Hari yang mendebarkan
26 Tiga lelaki galau
27 Resha sadar
28 Menikah lagi ??
29 Kebersamaan
30 Harga diri yang terluka
31 Mengambil keputusan
32 Pilihan untuk Nia
33 Komitmen dan chemistry
34 Kedatangan Nia
35 Suara Suara Sumbang
36 Salah paham
37 Kata penuh duri
38 Malam panjang
39 Resepsi
40 Bertemu masa lalu
41 Malam yang menegangkan
42 Cerita tentang Asha
43 Terlambat Rey
44 Keputusan
45 Dua wanita kesepian
46 Cemburu
47 Tentang rasa
48 Kata cinta
49 Asha kenapa...?
50 Asha kenapa 2
51 Kemarahan
52 Tiga hati yang terluka
53 Melukainya
54 Asha yang malang
55 Penyesalan
56 Tak ingin melihatnya
57 Menanti jalan kembali
58 Ingin melupakannya
59 Rindu yang tersisa
60 Selalu ada untukmu
61 Semangat
62 Mobil untuk Asha
63 Mertua vs Menantu
64 Supir jahil
65 Beri satu kesempatan
66 Lepaskanlah...
67 Masih menunggumu
68 Merindukanmu
69 Rencana Babymoon
70 Antara Asha dan Nia
71 Kisah Budi dan Farida
72 Berakhir sudah
73 Nasehat untuk Rey
74 Kesalahan Roman
75 Cantika yang malang
76 Kekesalan Cantika
77 Hari terakhir di Jepang
78 Rasa Rey untuk Resha
79 Cinta yang tak bisa dimiliki
80 ROMANSHA CORP
81 Salah alamat
82 Kehilangan sesuatu yang berharga
83 Menolak tanggung jawab
84 Papa untuk Resha
85 Kamila dan Serly...???
86 Cerita Serly
87 Jebakan Rey
88 Kamila oh Kamila
89 Menikah...?
90 Titik terang
91 Baby twins
92 Awal langkah Yuda
93 Sang Pengagum Rahasia
94 Bertemu Yuda
95 Kesal tapi Nyaman
96 Perasaan Yuda
97 Lamaran Dadakan
98 Akhirnya... menikah !!
99 From Author
100 Making love...?
101 Sisi lain Cantika
102 Rahasia Hati
103 Papa Yuda
104 Surat dari Author
105 Drama Asha
106 Insecure
107 Saling bicara
108 I love You so much
109 Yuda yang malang
110 Akhirnya...
111 Yuda untuk Cantika
112 Akhir yang bahagia
113 Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114 Promosi...!!
115 Promo novel baru !!!
116 Promo novel baru
117 Kabar penting!!!
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Retak seribu
2
Pergi
3
Meninggalkan luka
4
Sakit yang berbalas
5
Awal pengkhianatan Rey
6
Asha Dimana...?
7
Setengah dari kebenaran
8
Bertemu kembali
9
kisah yang serupa
10
Kecewa
11
Penyesalan Roman
12
Bertemu ( Asha & Roman )
13
Perdebatan pertama
14
Jangan menyakitinya
15
Gagal ginjal ?
16
Pergilah Nia...
17
Bertemu masa lalu
18
Galaunya Roman
19
Donor ginjal !!
20
Hasil test Umi Aminah
21
Pengorbanan dan balasan
22
Butik Bunda
23
Entahlah.....
24
Jadilah istrinya...
25
Hari yang mendebarkan
26
Tiga lelaki galau
27
Resha sadar
28
Menikah lagi ??
29
Kebersamaan
30
Harga diri yang terluka
31
Mengambil keputusan
32
Pilihan untuk Nia
33
Komitmen dan chemistry
34
Kedatangan Nia
35
Suara Suara Sumbang
36
Salah paham
37
Kata penuh duri
38
Malam panjang
39
Resepsi
40
Bertemu masa lalu
41
Malam yang menegangkan
42
Cerita tentang Asha
43
Terlambat Rey
44
Keputusan
45
Dua wanita kesepian
46
Cemburu
47
Tentang rasa
48
Kata cinta
49
Asha kenapa...?
50
Asha kenapa 2
51
Kemarahan
52
Tiga hati yang terluka
53
Melukainya
54
Asha yang malang
55
Penyesalan
56
Tak ingin melihatnya
57
Menanti jalan kembali
58
Ingin melupakannya
59
Rindu yang tersisa
60
Selalu ada untukmu
61
Semangat
62
Mobil untuk Asha
63
Mertua vs Menantu
64
Supir jahil
65
Beri satu kesempatan
66
Lepaskanlah...
67
Masih menunggumu
68
Merindukanmu
69
Rencana Babymoon
70
Antara Asha dan Nia
71
Kisah Budi dan Farida
72
Berakhir sudah
73
Nasehat untuk Rey
74
Kesalahan Roman
75
Cantika yang malang
76
Kekesalan Cantika
77
Hari terakhir di Jepang
78
Rasa Rey untuk Resha
79
Cinta yang tak bisa dimiliki
80
ROMANSHA CORP
81
Salah alamat
82
Kehilangan sesuatu yang berharga
83
Menolak tanggung jawab
84
Papa untuk Resha
85
Kamila dan Serly...???
86
Cerita Serly
87
Jebakan Rey
88
Kamila oh Kamila
89
Menikah...?
90
Titik terang
91
Baby twins
92
Awal langkah Yuda
93
Sang Pengagum Rahasia
94
Bertemu Yuda
95
Kesal tapi Nyaman
96
Perasaan Yuda
97
Lamaran Dadakan
98
Akhirnya... menikah !!
99
From Author
100
Making love...?
101
Sisi lain Cantika
102
Rahasia Hati
103
Papa Yuda
104
Surat dari Author
105
Drama Asha
106
Insecure
107
Saling bicara
108
I love You so much
109
Yuda yang malang
110
Akhirnya...
111
Yuda untuk Cantika
112
Akhir yang bahagia
113
Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114
Promosi...!!
115
Promo novel baru !!!
116
Promo novel baru
117
Kabar penting!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!