Pergi

Umi aminah terlonjak kaget, ketika mendengar suara pintu yang didorong kasar. Matanya terbelalak melihat sosok yang tiba tiba muncul dari balik pintu.

Asha muncul dengan sempoyongan dengan mata yang merah dan bengkak. Melihat anaknya nyaris terhempas Umi Aminah segera menyusul dengan langkah lebar.

Tepat di depan Umi Aminah, Asha terhuyung sambil memeluk kaki ibunya. Dengan tangis yang semakin menjadi dan suara yang keras, melepaskan isak yang dari tadi tertahan.

Umi Aminah di dalam kebingungan, hanya bisa merosotkan tubuhnya, sejajar dengan Asha. Mendekap tubuh rapuh dan itu ke dalam dekapannya .

Seribu pertanyaan ingin diungkapkannya, namun tertahan oleh suara tangisan yang menyayat hati. Umi Aminah jelas paham bahwa anaknya dalam keadaan rapuh saat ini.

Dia tahu pasti anaknya dalam masalah sekarang. Entah itu tentang cucunya yang sekarat ,entah tentang menantunya yang telah menikah lagi. Umi Aminah mengetahui semuanya.

Dari awal pernikahan tanpa restu ini dia sudah berfirasat tidak baik. Tapi dia tidak ingin menghalangi kebahagiaan anak satu satunya ini. Dimana Reynal Amris adalah pewaris utama Perusahaan terkemuka. Pemilik Hotel dan Resort yang tersebar di seluruh Indonesia.

Tapi ketika melihat binar mata Asha yang meminta izin buat menikah, Umi Aminah tidak sanggup berkata tidak. Dan ketika melihat kesungguhan Rey mengucapkan janji akan mencintai dan menjaga Asha sepenuh hatinya Umi Aminah pun akhirnya setuju.

Umi Aminah sudah merasakan kalau pernikahan anaknya telah hancur tepat dua bulan lalu. Ketika menantunya minta izin menikah lagi karena masalah biaya pengobatan cucunya yang sangat banyak.

Umi Aminah tidak dapat berkata apa apa karena dia sendiri tidak sanggup membantu. Dan firasat seorang ibu sungguh tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena sejak dua bulan lebih sang menantu keluar dari rumah ini, dia tak pernah kembali.

Beberapa kali ditelpon tidak pernah diangkat, pesan pun tidak pernah dibalas. Hanya ada tiga kali mentransfer uang ke rekening Asha. Itupun hanya berjumlah dua juta rupiah.

Untuk obat Resha anaknya saja tidak cukup, dan akhirnya Asha terpaksa menjual beberapa perhiasan emasnya. Sekarang hanya tersisa cincin kawinnya saja ,Asha tidak mau menjualnya karena itu bukti cinta Rey untuk Asha.

Makanya Asha minta izin pada Umi Aminah untuk menemui Rey karena keadaan benar benar terjepit.

Melihat kondisi Asha sekarang Umi Aminah sudah dapat menduga bahwa Asha tidak mendapatkan harapannya. Atau mungkin Asha telah mendapatkan kenyataan pahit yang harus ditanggungnya.

Setelah suara tangis itu mereda, Umi Aminah merenggangkan pelukannya. Merangkul anaknya supaya berdiri dan menuntunnya ke sofa di ruang tengah. Setelah Asha duduk barulah Umi Aminah pergi ke dapur dan kembali dengan membawa segelas air putih.

Asha menerima gelas itu dan meminumnya sampai tandas tak bersisa. Gelas kembali diambil oleh Umi Aminah meletakkan di meja dan kembali duduk di samping Asha.

Duduk menghadap anaknya, lalu menggenggam jemari Asha yang terasa dingin. Asha yang mengerti kalau ibunya menunggu penjelasannya, mulai berbicara setelah menarik napas dalam .

" Umi ,ayo kita pergi dari sini. Asha mau menjauh dari kota ini. Asha tidak ingin berpisah dari Resha ,Umi..." Asha bicara dengan air mata yang kembali berderai.

"Ada apa sayang sama ayo cerita pelan pelan sama Umi, biar Umi paham dan bisa berpikir. " Ucap Umi Aminah dengan lembut sambil menghapus air mata Asha.

"Kak Rey tidak akan kembali kesini Umi ,dia telah memilih istri barunya. Dan dia ingin merebut Resha dari kita ."

"Apa kamu mendengar sendiri dari Rey ?"

Asha cuma mengangguk mengiyakan. Asha tidak menceritakan semua yang dia lihat dan dia dengar. Umi Aminah tidak perlu tahu keburukan Rey, biar dia simpan saja semuanya ,begitulah menurut Asha.

" Apa kamu yakin ingin pergi ? " Tanya Umi Aminah meyakinkan Asha.

"Iya Umi , Asha tidak bisa hidup tanpa Resha .Mereka banyak uang, dengan uang mereka bisa melakukan apa pun.Mereka pasti akan menyingkirkan kita nantinya. " Asha kembali terisak.

Umi Aminah langsung memeluk Asha erat. Dia sebenarnya juga hancur saat ini. Siapa yang tidak sakit melihat anak kesayangannya terpuruk begitu dalam diusia terlalu muda. Umi Aminah terpaksa menguatkan hatinya demi Asha.

Umi Aminah juga hanya memiliki Asha di dunia ini. Seperti Asha juga hanya memiliki Umi Aminah dan Resha.

Setelah berpikir sejenak dan menarik napas dalam, Umi Aminah kembali melepaskan pelukannya.

" Baiklah, sekarang kamu makan dulu, Umi yakin kamu belum makan siang ,kan ? " Ucapnya sambil membimbing Asha ke meja makan.

"Makanlah ,Resha butuh maminya yang sehat dan kuat. Kedepannya kita butuh kekuatan untuk terus hidup, jangan memikirkan hal yang tidak berguna lagi. Menangislah untuk hari ini saja ,tidak untuk besok " Ucap Umi Aminah menasihati dan menguatkan Asha.

"Beri Umi waktu satu malam ini untuk berpikir ,biar bisa menentukan langkah yang tepat " Lanjut Umi Aminah sambil mengambilkan makanan untuk Asha.Kemudian meletakkan di depan Asha lengkap dengan lauk pauk dan segelas air putih.

" Jangan lama lama Umi Asha takut terlambat. " Ucap Asha cemas.

" Tidak... hanya satu malam, bersabar dan banyaklah berdoa. Dan satu lagi mulai sekarang belajarlah untuk kuat, kamu punya Resha yang harus kamu lindungi. Jangan cengeng lagi. "

"Baik Umi, terimakasih... Asha bersyukur punya Umi, kalau tidak ....." Asha kembali meneteskan cairan beningnya.

" Sudah... baru dibilangin jangan cengeng. Sekarang habiskan makannya, terus istirahat dan susui Resha .Sudah terlalu lama ditinggal Maminya tadi. " Ucap Umi Aminah sembari mengelus rambut Asha dengan sayang.

" Umi mau ke rumah Bu Nurul sebentar, jangan lupa kunci pintu sebelum ke kamar , ya ! " Ucap Umi Aminah sambil berlalu.

Setelah makan dan mengunci pintu Asha melangkah ke kamar. Mengistirahatkan badan dan pikirannya. Karena untuk patah hati juga butuh tenaga. Asha berusaha melupakan peristiwa menyakitkan tadi. " Tidak usah memikirkan hal yang tidak berguna " Asha mensugesti dirinya.

*****

Keesokan harinya setelah sarapan Asha menemani Resha main di ruang tengah. Balita satu tahun yang tadinya sehat dan gembul kini terlihat pucat dan kurus. Sejak lima bulan terakhir Resha Putri Amris dinyatakan mengidap kelainan jantung.

Dunia Asha terasa hancur kala itu. Berharap suaminya mencarikan solusi untuk pengobatan anaknya, malah Rey datang minta izin menikah dengan mantan tunangannya agar keluarga Rey mau mengembalikan Jabatan dan Fasilitasnya .

Asha terpaksa menerima demi Resha .Tidak mungkin Asha mempertahankan egonya dengan mempertaruhkan nyawa anaknya.Tapi jangankan bisa mengobati anaknya, memperdulikan saja tidak.

Yaa...sudah lah semua sudah terjadi. Asha hanya ingin anaknya sehat dan selalu bersamanya. Melihat ketidakpedulian Rey saat ini Asha takut Rey akan menyia nyiakan Resha suatu saat nanti.

Asha memilih untuk pergi dan percaya Resha akan baik baik saja bersamanya. Bersama orang orang yang sayang dan memperdulikannya.

Asha tidak melihat Umi Aminah dari tadi. Asha sudah gelisah dan selalu melihat ke arah pintu ,berharap Umi Aminah akan muncul Disana. Di tengah kegelisahan nya tiba tiba pintu terbuka.

"Umi... ! Dari mana Umi. Asha nyari Umi dari tadi. " Ungkap Asha menyatakan kekhawatiran nya.

"Wah cucu Umi sudah wangi yaa, sini Umi cium dulu. " Umi Aminah malah mendekati Resha dan menciumi pipi cucunya sambil menggendongnya. Kemudian duduk di sofa.

"Duduklah Umi mau bicara. " Ucap Umi Aminah serius . Asha mengikuti perintah Umi Aminah tanpa bertanya ataupun membantah.

"Sha, Umi sudah jual rumah ini sama Bu Nurul, karena tergesa gesa Bu Nurul hanya mampu membeli seratus tujuh puluh juta. Menurut Umi itu cukup buat kita pergi dari sini. " Umi Aminah menjelaskan.

"Rumahnya sudah di perbesar oleh Kak Rey ,apa tidak terlalu murah Umi. Setidaknya harganya sudah dua ratus lima puluh juta. " Ucap Asha yang kembali teringat Rey.Yang telah merubah rumah dua kamar ini menjadi tiga kamar.

Rumah itu dirombak sedemikian rupa, sehingga rumah biasa ini menjadi seperti tipe Cluster ,yang mempunyai ruangan yang lengkap. Kamar utama dibuatkan kamar mandinya.Semua itu dilakukan Rey setelah menikahi Asha.

" Kita tidak punya waktu untuk menunggu, Sha... atau kamu mau kehilangan Resha ? Jawab Umi Aminah tegas. Umi Aminah tahu kalau Asha berat karena rumah ini kenangan Rey.

Tapi apa boleh buat, mereka tidak punya pilihan lagi. Pergi atau mengalah pada nasib.

Akhirnya Asha hanya bisa menerima. "Baiklah Umi, kemana kita pergi habis ini ,Umi ? "

"Alasan Umi menjual rumah ini ke Bu Nurul , karena beliau orangnya amanah dan bisa dipercaya. Bu Nurul memiliki rumah kecil di Bandung, pinggiran kota. Beliau mau menyewakannya untuk kita. "

"Jadi kita pindah ke Bandung. "

" Iya, apa kamu setuju ? Rey tidak akan menyangka kita kesana ,karena dia tahunya Umi orang Cirebon. Dan Umi sudah ceritakan kondisi kita sama Bu Nurul dan meminta beliau untuk tutup mulut pada siapapun. "

Asha mengganggu angguk tanda mengerti maksud dan tujuan Umi Aminah.

"Sekarang Asha bersiap kita berangkat nanti malam. Bawa pakaian dan beberapa perabotan yang penting penting. Kebetulan saudara Bu Nurul punya mobil pick up, jadi Umi sewa agar kita bisa bawa beberapa barang. "

"Baik Umi, Asha ikut kata Umi saja yang penting Resha tetap sama kita. "

Asha dan Umi Aminah berkemas seadanya. Membawa barang yang sekiranya perlu dan tidak terlalu berat dan besar. Dan Akhirnya sebelum waktu Ashar semua telah tersusun di ruang tamu. Tinggal menunggu malam tiba mereka akan pergi tanpa jejak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

N Wage

N Wage

baca utk ke 2 kali

2024-08-23

1

Arbii Amalia

Arbii Amalia

😭😭😭

2024-07-21

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Bismillah Asha.. semoga langkah yg kau pilih ini sudah benar

2024-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 Retak seribu
2 Pergi
3 Meninggalkan luka
4 Sakit yang berbalas
5 Awal pengkhianatan Rey
6 Asha Dimana...?
7 Setengah dari kebenaran
8 Bertemu kembali
9 kisah yang serupa
10 Kecewa
11 Penyesalan Roman
12 Bertemu ( Asha & Roman )
13 Perdebatan pertama
14 Jangan menyakitinya
15 Gagal ginjal ?
16 Pergilah Nia...
17 Bertemu masa lalu
18 Galaunya Roman
19 Donor ginjal !!
20 Hasil test Umi Aminah
21 Pengorbanan dan balasan
22 Butik Bunda
23 Entahlah.....
24 Jadilah istrinya...
25 Hari yang mendebarkan
26 Tiga lelaki galau
27 Resha sadar
28 Menikah lagi ??
29 Kebersamaan
30 Harga diri yang terluka
31 Mengambil keputusan
32 Pilihan untuk Nia
33 Komitmen dan chemistry
34 Kedatangan Nia
35 Suara Suara Sumbang
36 Salah paham
37 Kata penuh duri
38 Malam panjang
39 Resepsi
40 Bertemu masa lalu
41 Malam yang menegangkan
42 Cerita tentang Asha
43 Terlambat Rey
44 Keputusan
45 Dua wanita kesepian
46 Cemburu
47 Tentang rasa
48 Kata cinta
49 Asha kenapa...?
50 Asha kenapa 2
51 Kemarahan
52 Tiga hati yang terluka
53 Melukainya
54 Asha yang malang
55 Penyesalan
56 Tak ingin melihatnya
57 Menanti jalan kembali
58 Ingin melupakannya
59 Rindu yang tersisa
60 Selalu ada untukmu
61 Semangat
62 Mobil untuk Asha
63 Mertua vs Menantu
64 Supir jahil
65 Beri satu kesempatan
66 Lepaskanlah...
67 Masih menunggumu
68 Merindukanmu
69 Rencana Babymoon
70 Antara Asha dan Nia
71 Kisah Budi dan Farida
72 Berakhir sudah
73 Nasehat untuk Rey
74 Kesalahan Roman
75 Cantika yang malang
76 Kekesalan Cantika
77 Hari terakhir di Jepang
78 Rasa Rey untuk Resha
79 Cinta yang tak bisa dimiliki
80 ROMANSHA CORP
81 Salah alamat
82 Kehilangan sesuatu yang berharga
83 Menolak tanggung jawab
84 Papa untuk Resha
85 Kamila dan Serly...???
86 Cerita Serly
87 Jebakan Rey
88 Kamila oh Kamila
89 Menikah...?
90 Titik terang
91 Baby twins
92 Awal langkah Yuda
93 Sang Pengagum Rahasia
94 Bertemu Yuda
95 Kesal tapi Nyaman
96 Perasaan Yuda
97 Lamaran Dadakan
98 Akhirnya... menikah !!
99 From Author
100 Making love...?
101 Sisi lain Cantika
102 Rahasia Hati
103 Papa Yuda
104 Surat dari Author
105 Drama Asha
106 Insecure
107 Saling bicara
108 I love You so much
109 Yuda yang malang
110 Akhirnya...
111 Yuda untuk Cantika
112 Akhir yang bahagia
113 Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114 Promosi...!!
115 Promo novel baru !!!
116 Promo novel baru
117 Kabar penting!!!
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Retak seribu
2
Pergi
3
Meninggalkan luka
4
Sakit yang berbalas
5
Awal pengkhianatan Rey
6
Asha Dimana...?
7
Setengah dari kebenaran
8
Bertemu kembali
9
kisah yang serupa
10
Kecewa
11
Penyesalan Roman
12
Bertemu ( Asha & Roman )
13
Perdebatan pertama
14
Jangan menyakitinya
15
Gagal ginjal ?
16
Pergilah Nia...
17
Bertemu masa lalu
18
Galaunya Roman
19
Donor ginjal !!
20
Hasil test Umi Aminah
21
Pengorbanan dan balasan
22
Butik Bunda
23
Entahlah.....
24
Jadilah istrinya...
25
Hari yang mendebarkan
26
Tiga lelaki galau
27
Resha sadar
28
Menikah lagi ??
29
Kebersamaan
30
Harga diri yang terluka
31
Mengambil keputusan
32
Pilihan untuk Nia
33
Komitmen dan chemistry
34
Kedatangan Nia
35
Suara Suara Sumbang
36
Salah paham
37
Kata penuh duri
38
Malam panjang
39
Resepsi
40
Bertemu masa lalu
41
Malam yang menegangkan
42
Cerita tentang Asha
43
Terlambat Rey
44
Keputusan
45
Dua wanita kesepian
46
Cemburu
47
Tentang rasa
48
Kata cinta
49
Asha kenapa...?
50
Asha kenapa 2
51
Kemarahan
52
Tiga hati yang terluka
53
Melukainya
54
Asha yang malang
55
Penyesalan
56
Tak ingin melihatnya
57
Menanti jalan kembali
58
Ingin melupakannya
59
Rindu yang tersisa
60
Selalu ada untukmu
61
Semangat
62
Mobil untuk Asha
63
Mertua vs Menantu
64
Supir jahil
65
Beri satu kesempatan
66
Lepaskanlah...
67
Masih menunggumu
68
Merindukanmu
69
Rencana Babymoon
70
Antara Asha dan Nia
71
Kisah Budi dan Farida
72
Berakhir sudah
73
Nasehat untuk Rey
74
Kesalahan Roman
75
Cantika yang malang
76
Kekesalan Cantika
77
Hari terakhir di Jepang
78
Rasa Rey untuk Resha
79
Cinta yang tak bisa dimiliki
80
ROMANSHA CORP
81
Salah alamat
82
Kehilangan sesuatu yang berharga
83
Menolak tanggung jawab
84
Papa untuk Resha
85
Kamila dan Serly...???
86
Cerita Serly
87
Jebakan Rey
88
Kamila oh Kamila
89
Menikah...?
90
Titik terang
91
Baby twins
92
Awal langkah Yuda
93
Sang Pengagum Rahasia
94
Bertemu Yuda
95
Kesal tapi Nyaman
96
Perasaan Yuda
97
Lamaran Dadakan
98
Akhirnya... menikah !!
99
From Author
100
Making love...?
101
Sisi lain Cantika
102
Rahasia Hati
103
Papa Yuda
104
Surat dari Author
105
Drama Asha
106
Insecure
107
Saling bicara
108
I love You so much
109
Yuda yang malang
110
Akhirnya...
111
Yuda untuk Cantika
112
Akhir yang bahagia
113
Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114
Promosi...!!
115
Promo novel baru !!!
116
Promo novel baru
117
Kabar penting!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!