Waktu terus berputar tiada berhenti. Siang yang berubah malam, bulan pun berganti tahun .Tak terasa dua tahun sudah Asha hidup tanpa Rey . Bayi satu tahun yang tadi kurus itu kini telah tumbuh menjadi bocah cantik yang lucu.
Tapi kehidupannya tidak semudah peralihan siang ke malam ataupun malam ke siang. Hidup Asha penuh perjuangan dan kerja keras. Tiada hari tanpa bekerja dan menghasilkan uang.
Resha yang terlihat sehat, tidaklah baik baik saja. Balita cantik itu tetap dalam pengawasan Dokter dan masih mengkonsumsi obat obatan. Karena kelainan jantung yang diidapnya hanya bisa sembuh dengan jalan operasi.
Itulah sebabnya Asha kerja siang malam untuk mengumpulkan biaya untuk operasi Resha.
Pagi hari setelah pulang dari pasar Asha menjadi tukang ojek pribadi dua orang karyawati. Pulangnya Asha membantu Umi Aminah di warung sarapan paginya. Jam sepuluh pagi sampai jam tiga sore Asha bekerja sebagai kurir di sebuah Perusahaan Tour and Travel .
Pulang dari Perusahaan Asha sekalian menjemput langganan ojeknya. Dan habis magrib juga menjemput langganan ojeknya yang lain. Begitulah hidup Asha tidak jauh dari kata kerja.
Sementara Rey yang hidup dalam kemewahan dan bergelimang harta, tapi tidak membuatnya bahagia. Hidupnya hanya bekerja dan bersenang senang saja namun terasa hampa. Rumahnya terasa sunyi tak ubah bagaikan kuburan.
Bagaimana tidak Kamila memiliki kesibukan yang sama dengannya. Walaupun mereka satu tempat tidur tapi mereka asik dengan gadget masing masing. Entah itu telepon pintar, laptop , atau macbook .
Tidak jarang mereka juga membawa berkas atau dokumen untuk dikerjakan di rumah. Kamila yang tadinya hangat dan perhatian tidak lagi melakukan perannya sebagai istri sesungguhnya. Semua hanya terjadi diawal awal pernikahan dan sebelum Asha menghilang.
Rey sadar kalau semua ini terjadi karena kebodohannya menilai. Dia yang tidak tahu membedakan antara cinta sesungguhnya dengan obsesi . Cinta yang ikhlas berkorban demi orang yang dicintainya. Sementara obsesi yang memanfaatkan kelemahan nya dan menghalalkan segala cara untuk menggenggam nya.
Dan setelah pernikahan itu berumur dua tahun Rey dan Kamila seperti hidup sendiri sendiri. Rey yang kecewa terhadap apa yang telah Kamila lakukan pada Asha dua tahun lalu hanya sibuk bekerja dan hura hura di Club Malam. Sementara Kamila sibuk dengan teman teman Sosialitanya.
Bagi Kamila punya suami seperti Rey hanya sebuah kebanggaan dan status untuk dipamerkan saja. Siapa yang tidak bangga menikah dengan pewaris utama Amris Grup. Pemilik Hotel dan Resort ternama yang tersebar di seluruh penjuru negeri.
Rey memang mendapatkan hidup yang dia mau tapi dia mengorbankan istri yang mencintainya sepenuh hati juga anaknya yang sangat membutuhkannya.
*****
Siang ini begitu terik ,Asha sedang bekerja mengantarkan berkas ke kantor Imigrasi. Tiba tiba teleponnya berbunyi dari dalam tas ranselnya.
" Halo, ya Pak. "
" Sha kamu udah sampai kantor Imigrasi ? "
" Sudah Pak, ini udah mau balik ke kantor ."
"Baguslah kalau begitu. Bisakah kamu pergi ke healthy food Center di jalan Patimura. "
" Bisa Pak, tapi mau ngapain saya kesana ?"
" Gini Sha, Ibunya Bigboss ketring disana tapi kurirnya kecelakaan jadi makanannya tidak bisa sampai tepat waktu. Bisakah kamu ambil kesana terus antar ke rumah Bigboss, nanti saya kirimkan alamatnya. "
" Oke Pak, saya meluncur sekarang. "
" Oke, nanti bilang saja dari Romania Tours ya dan hati hati. "
" Siap Bos. "
Tanpa berpikir panjang lagi Asha langsung menuju ke tempat yang diperintahkan atasannya. Tentu saja Asha langsung tahu tempat itu karena lokasinya masih satu kawasan dengan Klinik Jantung milik Dokter Wira.
Setelah mengambil menu ketring, Asha mengendarai motornya menuju alamat yang telah dikirimkan oleh atasannya tadi. Sebuah rumah yang lumayan besar dan termasuk mewah.
Seorang penjaga mendekati Asha ,ketika Asha berhenti di depan pagar tinggi rumah tersebut. Setelah mengatakan bahwa dia kurir dari Romania Tours Si penjaga langsung membuka pintu gerbang dan mempersilakan Asha masuk.
" Silakan masuk, Non . Ketuk saja pintunya nanti ada pelayan yang bukakan. " Ucap penjaga rumah mewah itu.
" Baik Pak, terimakasih. " Asha pun masuk ke halaman rumah besar itu. Setelah memarkirkan motornya dekat teras Asha pun turun dan berjalan ke arah pintu masuk utama dengan menenteng sebuah totebag di tangannya.
Tak butuh waktu lama, setelah mengetuk pintu seorang wanita paruh baya membuka pintu.
" Permisi Bu, saya Asha dari Romania Tours. Saya disuruh mengantar ini buat Nyonya. "
Dari merek dari totebag itu wanita paruh baya itu tahu darimana bingkisan itu berasal.
" Silakan masuk, Non .Ibu sudah menunggu di meja makan. " Ucap wanita itu.
Asha pikir cuma menyerahkan saja tugasnya beres, ternyata dia harus menyerahkan sendiri bingkisan ini pada empunya.
Sambil melangkah mengikuti wanita paruh baya tersebut, mata Asha sibuk mengamati isi rumah besar itu. Tidak ada yang biasa disini, semua serba mewah dan mahal. Asha begitu takjub dengan selera pemilik rumah itu.
Tanpa Asha sadari seorang wanita paruh baya lainnya, sedang menatapnya sambil memicingkan mata. Seperti berpikir berusaha mengingat sesuatu . Dan saat Asha telah dekat dan kedua pasang mata mereka beradu, barulah senyum mereka serentak melebar.
" Kamu pasien Dokter Wira, kan. " Sapa wanita paruh baya yang terlihat cantik dan berkelas.
"Ibu Farida, kan ? " Ucap Asha sambil tersenyum tidak percaya .
" Ternyata benar kamu, siapa namamu saya lupa ? " Ibu Farida berusaha mengingat.
" Asha ,Bu. Ini Bu ketring nya Ibu. Maaf terlambat ya Bu, karena dapat perintahnya tadi mendadak. " Ucap Asha sungkan.
" Tidak apa apa, ini bukan salah kamu. Namanya kecelakaan ,siapa yang bisa memprediksi. Ayo duduk temani saya makan. " Ucap Ibu Farida sambil menarik tangan Asha sedikit memaksa.
" Tapi enggak enak Bu, saya harus bekerja. " Asha berusaha menolak.
" Jangan takut ,kalau Yuda marah saya tanggung jawab. Tenang saja, ayo kita makan. Bekerja juga butuh tenaga. " Ibu Farida kemudian memerintahkan asisten rumah tangganya untuk menyiapkan makan siang untuk Asha.
Tanpa dapat menolak akhirnya Asha makan bersama Ibu Farida dengan menu yang berbeda. Asha makan dengan lahap walaupun sungkan tapi Asha tidak bisa memungkiri kalau hidangan di depannya memang lezat.
Sementara Ibu Farida merasa senang karena ada yang menemaninya makan siang. Sudah bertahun tahun hidup seorang diri tanpa anak dan menantunya. Hanya ditemani para asisten rumah tangga dan para penjaga.
" Ternyata Ibu adalah orang tua Bos saya ya ? " Tanya Asha disela sela menyantap makanannya.
" Apa kamu sudah pernah ketemu anak saya ?. Bukannya menjawab Ibu Farida malah bertanya.
" Belum buk. Saya kerja udah beberapa bulan tapi tidak pernah jumpa Bigboss." Ucap Asha jujur.
" Ya sudah ,tidak usah dipikirkan. Terus kalau kamu kerja siapa yang menjaga anakmu ? " Ucap Ibu Farida
" Ada Umi saya yang membantu menjaganya , Bu " Jawab Asha.
" Jadi pekerjaanmu hanya seorang kurir. Tega sekali Yuda mempekerjakan seorang wanita untuk kurir. " Ucapnya sedikit jengkel.
" Tidak apa apa, Bu. Saya yang memintanya. Karena saya butuh pekerjaan yang jam kerjanya fleksibel dan pendek jam kerjanya. "
" Tapi biasanya laki laki loh. Lihat kulitmu terbakar dan menggelap. Saya yakin kamu itu pasti kulitnya sebenarnya putih ." Ibu Farida berbicara sambil menyuap makanannya.
" Bagi saya yang penting bekerja, menghasilkan uang untuk pengobatan anak saya, Bu " Ucap Asha sambil tersenyum.
"Lain kali datanglah bersama putri cantikmu . Saya jadi rindu padanya. " Ucap Ibu tersenyum. " Andai saja saya punya cucu pasti hidup ini lebih berwarna dan tidak kesepian. " Lanjutnya.
" Tenang ,Bu .Hari minggu saya biasa saya libur. Kalau sempat nanti saya bawa kesini cuma saya tidak bisa berjanji . " Asha yang kasihan dengan perkataan Ibu Farida, spontan menjawab.
" Oke saya tunggu " Senyum Ibu Farida tidak terlepas dari bibirnya hingga selesai makan siang.
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
karin Ke
otewe jadi mantu ibu farida gak nihh kk author 🤔🤔🤔🤔😁😁😁😁😁
2024-07-17
1
Soraya
klo bu Farida kshn knp gak bantu asha operasi anaknya kn dia orang kaya
2024-07-12
0
Sandisalbiah
sempet takut kalau Asha bakal ketemu Rey, soalnya subtitle nya "Bertemu kembali"..jd overthinking.. gak rela Asha ketemu dgn pecundang itu
2024-07-11
1