Pergilah Nia...

Dua minggu Roman di Bandung menjadi hal yang ganjil bagi Ibu Farida. semenjak kejadian tiga tahun lalu Roman menginap paling lama hanya dua sampai tiga hari. Itupun jarang bertegur sapa dengan Ibu Farida.

Namun sekarang Roman seperti sengaja selalu ada di sekitarnya, memperhatikannya dan anehnya selalu bertanya tentang keadaannya. Tapi Ibu Farida masih menahan rasa penasarannya.

Tidak ingin ikut campur urusan keluarga kecil anaknya bukan berarti Ibu Farida tidak peduli. Hanya saja rasa takut kecewa akan tanggapan Roman nantinya membuat Ibu Farida menahan hati.

Biarlah kebenaran itu akan terungkap sendiri. Ibu Farida masih trauma dengan kejadian tiga tahun lalu. Dia tidak ingin menjadi pemicu pertikaian antara anak dan menantunya.

Pagi ini Roman telah berangkat ke kantor Romania Tours dan Travel. Seperti biasa setelah sarapan dia akan menemui sang Bunda di ruang baca. Karena disanalah tempat Ibu Farida mendesain dan membaca. Seperti ruang kerja pada umumnya.

" Tok... Tok... Tok... "

" Masuk. "

" Bunda ,Roman berangkat dulu. " Ucap Roman sembari melangkah mendekati meja kerja Bundanya. Meraih salah satu tangan Ibu Farida menyalami lalu mengecupnya.

" Bunda , jangan terlalu capek .Apa Bunda sudah sarapan ? " Ucapnya kemudian.

" Sudah, Nak. Lagian menggambar tidaklah membuat Bunda capek, jangan khawatir. ? Ibu Farida masih saja meneruskan gambarnya.

" Kenapa Bunda tidak mencari Asisten saja. Cari yang sudah profesional. Roman rasa Butik Bunda masih sanggup membayar gajinya. "

"Tidak semudah itu, Roman. Bunda tidak ingin mengganti Image dan ciri khas Butik .Kalau kita pakai orang lain pasti dia akan membawa khasnya sendiri. Bunda tidak mau itu terjadi. Selagi Bunda hidup, Bunda akan pertahanan itu. "

" Baiklah ,asalkan Bunda tetap sehat dan baik baik saja bagi Roman tidak apa .Tapi tetap jaga diri dan kesehatan Bunda. " Ucap Roman penuh perhatian.

Ibu Farida meletakkan alat tulisnya di atas kertas putih di hadapannya. Matanya menatap dalam ke arah Roman.

" Jangan khawatirkan Bunda. Bunda lebih mengkhawatirkan kamu Roman. Bunda tahu Perusahaan yang disini baik baik saja tapi kenapa kamu disini terlalu lama. Kalau ada masalah dengan istrimu selesai dengan baik, jangan menghindar. Bunda takut jika kamu menunda untuk menyelesaikan masalahmu ,yang ada Bunda nanti terbawa bawa. " Suara Ibu Farida semakin lirih.

" Roman butuh waktu untuk menenangkan diri dulu, Bun. Kalau sudah agak tenang Roman akan kembali menyelesaikan semuanya. " Jawab Roman tanpa mengungkapkan masalahnya.

"Terserah padamu, Nak. Asalkan jangan sampai Nia menuduh Bunda menahanmu disini. " Roman mengangguk dan Ibu Farida kembali meneruskan gambarnya.

" Roman berangkat, Bunda. " Melihat ibunya tidak lagi bicara Roman segera undur diri karena tidak ingin Bundanya mempertanyakan masalahnya. Sementara Ibu Farida menatap sekilas kemudian mengangguk .

Tak sampai sepuluh menit mobil Roman meninggalkan halaman rumah yang luas itu, sebuah mobil mewah Lexus UX 300e berwarna putih memasuki halaman itu. Seorang wanita cantik keluar dengan gaya angkuh dan gurat amarah di wajahnya.

Wanita itu masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Mbak Anik yang sedang mengepel lantai ruang tamu pun terkejut melihat siapa yang datang.

" Mbak Nia...

" Heh , bilang Bunda aku datang dan ada perlu ,cepat !! Ucap tamu tak diundang yang ternyata adalah Nia istri Roman.

" Baik, Mbak. Silakan duduk dulu ya saya panggilkan Ibuk. " Mbak Anik pun segera berlalu .

Nia duduk dengan angkuhnya sembari menumpuk kakinya satu sama lain. Tak lama Ibu Farida muncul bersamaan dengan Mbak Anik . Mbak Anik segera meninggalkan mereka berdua setelah mengumpulkan peralatan perangnya.

" Kamu datang Nia ? Roman baru saja berangkat. " Sapa Ibu Farida sembari menuju sofa singel yang terdekat dengannya.

" Jadi Mas Roman disini ? He... he... aku kocak kacir mencarinya ternyata dia bersembunyi disini. " Ucap Nia tertawa sinis.

" Jadi kamu tidak mengetahui Roman selama ini berada dimana ? Kalian ada masalah ? Tanya Ibu Farida.

" Itu yang ingin aku tanyakan pada Bunda. Apa yang Bunda katakan pada Mas Roman hingga dia pergi kesini selama dua minggu tanpa mengabari aku sebagai istri. " ucap Nia dengan sekali tarikan napasnya .

" Mengatakan apa maksudmu ? " Tanya Ibu Farida dengan mengkerutkan dahinya tidak mengerti.

" Jangan pura pura tidak tahu Bunda. Aku tahu Bunda merasa sakit hati padaku dan ingin menyingkirkan aku segera, iya kan ?! " Nia menegangkan tubuhnya yang tadi bersandar.

" Tentu saja aku sakit hati karena kamu pandai sekali memutar balikan fakta. Tiga tahun lalu aku hanya berniat bertanya padamu baik baik, tapi di depan Roman kamu mengatakan kalau aku menuduhmu."

" Tapi walaupun aku sangat tersakiti tidak ada niatku untuk mengadu domba kalian. Kalau tiba tiba Roman menjauhi mu berarti itu murni kesalahan mu, jangan menyangkut pautkan aku disana. " Ibu Farida bangkit dari duduknya dan hendak beranjak.

" Jangan sok tidak tahu, Bun. Aku sudah berhasil mengurung Mas Roman selama ini dengan cinta. Mana mungkin dia tiba tiba berubah tanpa campur tangan Bunda. Aku tahu niat busuk Bunda sebenarnya. " Tuduhan Nia tak berdasar .

" Tidak ada Ibu yang berniat busuk pada anaknya, Nia ! Selama tiga tahun ini aku diam hanya karena tak ingin merusak kebahagiaan anakku. Tapi jika anakku tidak bahagia , maka aku orang pertama yang akan menyingkirkan duri itu dalam hidupnya. " Ibu Farida masih bicara dengan tenang.

"Mas Roman tidak akan membuangku . Dia cinta mati padaku. Seharusnya Bunda harus tahu diri , Bunda sudah tua dan Mas Roman tidak butuh Bunda lagi. Biarkan kami bahagia. " Balas Nia dengan rasa percaya diri.

" Kalau begitu berbahagialah, aku tidak akan menghalangi kalian . Selesaikan masalah kalian tanpa melibatkan aku di dalamnya. Karena pada dasarnya aku memang tidak tahu menahu apa masalah kalian. Tapi ingat satu hal Nia ! Kebenaran itu akan selalu menang dan kebohongan itu suatu saat nanti pasti akan mengeluarkan aroma busuknya hingga terendus . Maka berhati hatilah, jika Roman sudah mengetahuinya jangan harap cinta yang kamu agung agungkan itu mampu meredam amarahnya. "

Ibu Farida meninggalkan Nia di ruang tamu, namun baru dua langkah berjalan Ibu Farida terhenti oleh teriakan Nia dengan penuh amarah.

" Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. Lihat saja nanti akan aku buat Bunda hidup dalam sunyi hingga meregang nyawa ! "

" Niaaa !!!

Suara bariton itu menggelegar memenuhi seluruh ruangan . Roman tiba tiba muncul di rongga pintu dengan muka yang merah padam. Terlihat rahangnya mengerat dengan napas yang memburu.

" Ma...Mas, kamu disini ? Aku merindukanmu. " Nia segera menutupi rasa gugupnya dengan suara manjanya .Berjalan cepat menuju Roman dan langsung memeluknya.

Namun pelukan itu tak berbalas . Roman hanya diam menatap Bunda dengan penuh iba. Dapat Roman lihat raut wajah lelah dan kecewa dari tatapan sendu Bundanya.

" Mas, kenapa pergi tidak memberi tahu terlebih dahulu padaku. Handphone mu juga tidak aktif, aku susah payah mencarimu tapi...

" Pergilah dari sini ! " Bukan Roman tapi Ibu Farida yang sudah sangat muak dengan tingkah menantunya .

" Lihatlah Sayang, Bunda masih saja tidak bisa menerima ku padahal aku dengan ikhlas datang kemari menemuinya . Bunda begitu membenciku, Mas !" Rengek Nia manja dan seperti orang yang paling menderita.

" Cukup !! Pergilah dari sini dan jangan pernah datang jika hanya untuk mengganggu ketenanganku . Roman... Bawa istrimu pergi dari sini ." Ucap Ibu Farida dengan suara yang gemetar menahan amarahnya.

" Bunda, kenapa Bunda begitu membenciku ? Apa salah jika aku mencintai Mas Roman. Jika itu salah aku minta maaf karena aku tidak bisa hidup tanpanya. " Nia masih saja bersandiwara dengan suara yang lembut dan memelas.

" Stop Nia ,pergilah ! Kembali ke Jakarta hari ini juga. " Suara Roman terdengar datar tapi begitu dingin. Ada amarah yang begitu kentara. Nia yang belum pernah melihat sikap Roman yang menakutkan seperti ini menjadi merinding .

" Tapi Mas, aku datang untuk mencarimu masak diusir begini sih ! Aku tidak bisa tidur beberapa hari ini karena memikirkan mu, Mas. " Nia masih berusaha untuk merayu Roman.

Ibu Farida yang sudah tidak tahan akhirnya berlalu dari tempat itu .Rasa kecewanya terhadap anaknya kembali merasuki hatinya. Ibu Farida berpikir Roman pasti akan luluh oleh rayuan manja istrinya seperti tiga tahun yang lalu.

Dari pada tersakiti lagi Ibu Farida memilih untuk menjauh lebih dulu. Nia memang pandai berkamuflase. Dalam waktu beberapa detik dia mampu mengubah mimik wajahnya.

Sementara di ruang tamu...

" Pergilah Nia ,aku sibuk disini jangan ganggu dulu. Kembalilah ,tunggu aku di rumah. "

"Sampai kapan, Mas ? Tidak biasanya seperti ini. Pasti Bunda mulai memfitnah ku lagi, iya kan ? "

"Cukup Nia ,jangan bawa bawa Bunda dalam masalah ini. Aku yang ingin tenang disini sementara waktu. Jadi pergilah... !" Suara tegas itu tidak lagi lembut seperti biasanya.

" Mas, aku merindukan mu ." Lagi lagi rengekan manja Nia mencoba menaklukkan Roman. Nia tahu betul kalau Roman tidak bisa marah jika dia mengeluarkan suara manjanya.

Tapi tanpa Nia sadari situasi kali ini telah merubah segalanya. Jelas Roman mendengar semua percakapan antara Bunda dan Nia. Dia kembali ke rumah karena berkasnya tertinggal di meja sofa ruang tengah.

Tak disangka dia melihat Mobil Nia terparkir di depan garasi. Roman memarkirkan mobilnya di luar pagar lalu bergegas menuju pintu masuk. Langkahnya terhenti ketika mendengar pembicaraan di ruang tamu dan Roman memilih untuk menguping .

"Pergilah Nia ,selagi aku bicara baik baik ." Roman sudah mulai muak dengan semua tingkah Nia .Sementara Nia tidak patah arang dengan penolakan Roman.

" Maas , kenapa tiba tiba berubah begini. Apa kamu sudah tidak mencin... " Nia yang hendak memeluk Roman terhenti oleh sebuah bentakan.

" Berhentilah bersandiwara !! Aku masih berusaha menahan diri agar tidak menyakitimu. Pergilah sebelum aku mengeluarkan kata kata yang tidak ingin kau dengar. " Sarkas Roman dengan tatapan menajam.

Nia berpikir Roman hanya terpengaruh oleh hasutan mertuanya. Dia kembali mendekati Roman dengan wajah sedih dan mata yang berkaca kaca.

" Mas, aku mohon jangan dengarkan Bunda, Bunda benci padaku dan dia berusaha untuk memisahkan kita. Bunda...

"Hentikan.... hentikan..... hentikan... !!!

Roman berteriak mengerikan sembari memukul dinding disetiap ucapan yang keluar dari mulutnya. Melampiaskan amarahnya pada tembok tak bersalah itu agar tangannya tidak melukai wanita yang dia cintainya itu. Sementara Nia mundur beberapa langkah dengan tubuh yang gemetaran .

" Aku bilang hentikan !! Roman menatap Nia dengan amarah yang menakutkan. " Jangan pernah menyalahkan Bunda. Aku sudah tahu semuanya dan sekarang pergi dan tunggu , kau mengerti... !! Lagi lagi suara Roman menggelegar.

Tanpa berpikir lagi Nia segera meraih tas cantiknya di atas meja lalu bergegas meninggalkan ruangan itu. Air mata pura puranya telah berganti dengan air mata ketakutan. Dengan tubuh yang masih bergetar Nia memasuki mobilnya dan pergi.

Roman masih setia berdiri di ruang tamu dengan menyandar ke dinding sembari meremas rambutnya. Jujur dia masih sangat mencintai Nia ,tapi yang dilakukan Nia terhadap Bunda juga kebohongan yang Nia tutupi sangat melukainya .

Rasa bersalahnya pada Bundanya semakin besar. Roman bisa saja pergi membawa Nia tadi, tapi dia tidak ingin Bundanya merasa ditinggalkan lagi. Roman ingin memperbaiki kesalahan yang pernah dia lakukan.

Setelah mengatur napasnya kembali Roman melangkah ke ruang tengah untuk mengambil berkas yang tertinggal. Tapi sebelumnya Roman mencari Mbak Anik untuk menitipkan dan menjaga Bundanya, karena Roman tahu kondisi Ibu Farida dalam keadaan tertekan saat ini. Setelah itu barulah dia pergi meninggalkan rumah.

...****************...

Jangan lupa mainkan jarinya ya

like 👍

Love 💖

vote 🌺

And comment😄

Love you all 💖

Terpopuler

Comments

Lukluk Yah

Lukluk Yah

Ceritanya tambah seru nih

2024-08-21

3

Soraya

Soraya

gmna kabarnya Rey thor

2024-07-12

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

harusnya Nia ini jd istrinya Rey.. baru dapat imbang itu ibunya Rey

2024-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Retak seribu
2 Pergi
3 Meninggalkan luka
4 Sakit yang berbalas
5 Awal pengkhianatan Rey
6 Asha Dimana...?
7 Setengah dari kebenaran
8 Bertemu kembali
9 kisah yang serupa
10 Kecewa
11 Penyesalan Roman
12 Bertemu ( Asha & Roman )
13 Perdebatan pertama
14 Jangan menyakitinya
15 Gagal ginjal ?
16 Pergilah Nia...
17 Bertemu masa lalu
18 Galaunya Roman
19 Donor ginjal !!
20 Hasil test Umi Aminah
21 Pengorbanan dan balasan
22 Butik Bunda
23 Entahlah.....
24 Jadilah istrinya...
25 Hari yang mendebarkan
26 Tiga lelaki galau
27 Resha sadar
28 Menikah lagi ??
29 Kebersamaan
30 Harga diri yang terluka
31 Mengambil keputusan
32 Pilihan untuk Nia
33 Komitmen dan chemistry
34 Kedatangan Nia
35 Suara Suara Sumbang
36 Salah paham
37 Kata penuh duri
38 Malam panjang
39 Resepsi
40 Bertemu masa lalu
41 Malam yang menegangkan
42 Cerita tentang Asha
43 Terlambat Rey
44 Keputusan
45 Dua wanita kesepian
46 Cemburu
47 Tentang rasa
48 Kata cinta
49 Asha kenapa...?
50 Asha kenapa 2
51 Kemarahan
52 Tiga hati yang terluka
53 Melukainya
54 Asha yang malang
55 Penyesalan
56 Tak ingin melihatnya
57 Menanti jalan kembali
58 Ingin melupakannya
59 Rindu yang tersisa
60 Selalu ada untukmu
61 Semangat
62 Mobil untuk Asha
63 Mertua vs Menantu
64 Supir jahil
65 Beri satu kesempatan
66 Lepaskanlah...
67 Masih menunggumu
68 Merindukanmu
69 Rencana Babymoon
70 Antara Asha dan Nia
71 Kisah Budi dan Farida
72 Berakhir sudah
73 Nasehat untuk Rey
74 Kesalahan Roman
75 Cantika yang malang
76 Kekesalan Cantika
77 Hari terakhir di Jepang
78 Rasa Rey untuk Resha
79 Cinta yang tak bisa dimiliki
80 ROMANSHA CORP
81 Salah alamat
82 Kehilangan sesuatu yang berharga
83 Menolak tanggung jawab
84 Papa untuk Resha
85 Kamila dan Serly...???
86 Cerita Serly
87 Jebakan Rey
88 Kamila oh Kamila
89 Menikah...?
90 Titik terang
91 Baby twins
92 Awal langkah Yuda
93 Sang Pengagum Rahasia
94 Bertemu Yuda
95 Kesal tapi Nyaman
96 Perasaan Yuda
97 Lamaran Dadakan
98 Akhirnya... menikah !!
99 From Author
100 Making love...?
101 Sisi lain Cantika
102 Rahasia Hati
103 Papa Yuda
104 Surat dari Author
105 Drama Asha
106 Insecure
107 Saling bicara
108 I love You so much
109 Yuda yang malang
110 Akhirnya...
111 Yuda untuk Cantika
112 Akhir yang bahagia
113 Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114 Promosi...!!
115 Promo novel baru !!!
116 Promo novel baru
117 Kabar penting!!!
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Retak seribu
2
Pergi
3
Meninggalkan luka
4
Sakit yang berbalas
5
Awal pengkhianatan Rey
6
Asha Dimana...?
7
Setengah dari kebenaran
8
Bertemu kembali
9
kisah yang serupa
10
Kecewa
11
Penyesalan Roman
12
Bertemu ( Asha & Roman )
13
Perdebatan pertama
14
Jangan menyakitinya
15
Gagal ginjal ?
16
Pergilah Nia...
17
Bertemu masa lalu
18
Galaunya Roman
19
Donor ginjal !!
20
Hasil test Umi Aminah
21
Pengorbanan dan balasan
22
Butik Bunda
23
Entahlah.....
24
Jadilah istrinya...
25
Hari yang mendebarkan
26
Tiga lelaki galau
27
Resha sadar
28
Menikah lagi ??
29
Kebersamaan
30
Harga diri yang terluka
31
Mengambil keputusan
32
Pilihan untuk Nia
33
Komitmen dan chemistry
34
Kedatangan Nia
35
Suara Suara Sumbang
36
Salah paham
37
Kata penuh duri
38
Malam panjang
39
Resepsi
40
Bertemu masa lalu
41
Malam yang menegangkan
42
Cerita tentang Asha
43
Terlambat Rey
44
Keputusan
45
Dua wanita kesepian
46
Cemburu
47
Tentang rasa
48
Kata cinta
49
Asha kenapa...?
50
Asha kenapa 2
51
Kemarahan
52
Tiga hati yang terluka
53
Melukainya
54
Asha yang malang
55
Penyesalan
56
Tak ingin melihatnya
57
Menanti jalan kembali
58
Ingin melupakannya
59
Rindu yang tersisa
60
Selalu ada untukmu
61
Semangat
62
Mobil untuk Asha
63
Mertua vs Menantu
64
Supir jahil
65
Beri satu kesempatan
66
Lepaskanlah...
67
Masih menunggumu
68
Merindukanmu
69
Rencana Babymoon
70
Antara Asha dan Nia
71
Kisah Budi dan Farida
72
Berakhir sudah
73
Nasehat untuk Rey
74
Kesalahan Roman
75
Cantika yang malang
76
Kekesalan Cantika
77
Hari terakhir di Jepang
78
Rasa Rey untuk Resha
79
Cinta yang tak bisa dimiliki
80
ROMANSHA CORP
81
Salah alamat
82
Kehilangan sesuatu yang berharga
83
Menolak tanggung jawab
84
Papa untuk Resha
85
Kamila dan Serly...???
86
Cerita Serly
87
Jebakan Rey
88
Kamila oh Kamila
89
Menikah...?
90
Titik terang
91
Baby twins
92
Awal langkah Yuda
93
Sang Pengagum Rahasia
94
Bertemu Yuda
95
Kesal tapi Nyaman
96
Perasaan Yuda
97
Lamaran Dadakan
98
Akhirnya... menikah !!
99
From Author
100
Making love...?
101
Sisi lain Cantika
102
Rahasia Hati
103
Papa Yuda
104
Surat dari Author
105
Drama Asha
106
Insecure
107
Saling bicara
108
I love You so much
109
Yuda yang malang
110
Akhirnya...
111
Yuda untuk Cantika
112
Akhir yang bahagia
113
Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114
Promosi...!!
115
Promo novel baru !!!
116
Promo novel baru
117
Kabar penting!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!