Donor ginjal !!

" Pak Roman. "

" Kamu ? Ngapain kamu di sini ? " Tanya Roman heran.

" Apa Bunda benaran sakit ? " Tanya Asha tanpa menjawab pertanyaan Roman.

" Iya. " Jawab Roman singkat.

" Dimana Bunda ,Mbak Anik. " Tanya Asha pada Mbak Anik. Melihat juteknya wajah Roman, Asha jadi takut bertanya padanya.

" Masih di UGD, Neng Asha ." Jawab Mbak Anik.

" Ada apa dengan Bunda, kenapa tiba tiba pingsan ? " Tanya Asha dengan cemas.

" Tidak tahu, Neng. Ketika saya ke kamar , Ibuk udah tergeletak di lantai." ucap Mbak Anik dengan rasa bersalah.

" Boleh saya masuk, Pak " Asha minta izin pada Roman.

" Tidak boleh, Bunda lagi bicara sama Dokter Wira. " Roman masih dalam mood datar dan ketus.

Asha hanya bisa menarik napas dalam. Jujur hati Asha juga gelisah, memikirkan Ibu Farida. Kedekatan mereka sudah seperti Ibu dan anak. Tidak salah kalau Asha sangat mengkhawatirkan Ibu Farida.

Lama menunggu akhirnya pintu ruang UGD itu terbuka juga. Dokter Wira keluar dengan mimik wajah yang susah untuk ditebak. Roman langsung berdiri menyusul dengan raut wajah cemas.

" Om ! "

" Asha ,kamu disini ? Masuklah pasti Mbak Rida senang melihat kamu datang. " Ucapan Roman langsung terpotong oleh Dokter Wira.

" Baik Om, terimakasih. Ayo Mbak, kita masuk. " Ajak Asha ke Mbak Anik.

Asha dan Mbak Anik masuk ke ruang UGD, sedangkan Roman ditarik oleh Dokter Wira keluar dari rumah sakit menuju sebuah Cafe kecil di samping taman rumah sakit.

" Ada apa, Om. Bunda baik baik saja, kan ? " Roman tidak sabar menunggu penjelasan Dokter Wira. Firasatnya sudah tidak enak ketika sang Bunda memintanya memanggil Dokter Wira.

" Bundamu harus segera mendapatkan donor. Kondisinya sudah sangat parah dan waktu kita hanya dua minggu dari sekarang. " Dokter Wira langsung menjelaskan kondisi sebenarnya.

" Ya, Allah. Dimana kita bisa mendapatkannya, Om. Tolong aku, Om. Walau harus menggantinya dengan Perusahaan aku rela. Cari di pasar gelap juga boleh. Asalkan Bunda tertolong. " Roman spontan terisak mengungkapkan kegundahannya .

Sementara Dokter Wira hanya diam seribu bahasa sembari memijit pangkal hidungnya. Dia telah melakukan berbagai cara, namun hasilnya nihil .

" Om, apa yang harus aku lakukan ? "

" Berdoa, hanya itu. Aku sudah berusaha Roman dan kini hanya bisa menunggu kabar dari orang orangku. " Dokter Wira terdengar pasrah.

Kini keduanya terdiam dengan pikiran masing masing. Roman sesekali mengusap sudut matanya. Menyesali beberapa tahun terbuang sia sia karena mengabaikan Bundanya.

Jika saja waktu bisa diputar Roman tidak ingin mengulang kesalahannya. Tapi kata andai itu tidak mungkin terjadi, saat ini hanya penyesalan saja yang Roman rasakan.

Yaah...sesal yang tidak ada gunanya.

*****

Setelah berkendara selama satu jam, kini Asha baru saja tiba di depan rumahnya. Setelah memarkirkan motornya dengan baik, Asha pun langsung masuk.

Jam di dinding menunjukkan pukul delapan malam. Asha telah sangat terlambat sampai di rumah, sehingga Resha telah terlelap dan tidurnya. Tapi Asha sudah mengabari Umi Aminah sore tadi.

Tepat jam lima sore tadi Asha mengantarkan ketring Ibu Farida. Tapi baru sampai pagar, Mang Suryo menyampaikan kalau Ibu Farida sedang dalam perjalanan ke rumah sakit. Tanpa berpikir panjang Asha langsung menyusul ke rumah sakit, tanpa tahu nama rumah sakitnya

Alhasil Asha akhirnya berputar putar mencari rumah sakitnya. Beruntung Asha ingat jika Mbak Anik juga ikut . Asha segera menghubungi Mbak Anik dan berakhir di rumah sakit tempat Ibu Farida dirawat.

Saat ini Asha tengah berbaring telentang di ruang tamu beralaskan karpet merah. Pikiran Asha kembali saat tadi berada di ruang UGD. Tanpa sengaja Asha mendengar pembicaraan antara Ibu Farida dan Mbak Anik.

Flashback on

Ketika Asha masuk ke ruang UGD, terlihat Ibu Farida terbaring lemah. Asha sangat sedih melihat wanita paruh baya yang selalu bergerak gesit kini terbaring lemah.

Tidak lama kemudian Ibu Farida di pindahkan ke ruang rawat. Ruangan yang cukup besar dan dilengkapi fasilitas cukup mewah.

Di tengah perbincangan antara dengan Ibu Farida , Asha minta izin ke kamar mandi. Namun sekembalinya dari kamar mandi Asha tidak sengaja mendengar pembicaraan antara Ibu Farida dan Mbak Anik.

" Ibuk yang sabar, ya. Pasti Allah akan menolong hamba-Nya yang baik kayak Ibuk. " Terdengar suara Mbak Anik.

" Waktuku tidak banyak lagi, Nik .Hanya satu yang aku cemaskan yaitu kebahagiaan Roman. Aku belum sempat melihatnya bahagia. " Suara Ibu Farida sedikit bergetar.

" Ibuk jangan banyak berpikir dulu masih ada waktu. Jangan putus asa, Buk ." Balas Mbak Anik.

" Aku sudah pasrah, Nik .Jika ini memang waktunya aku sudah ikhlas. " Ibu Farida membalas.

" Jika saja ginjal saya cocok, saya pasti akan memberikannya pada Ibuk, tapi sayang Dokter mengatakan tidak cocok. " Asha yang mendengar langsung menutup mulut karena kaget.

Asha baru menyadari jika ternyata Ibu Farida sakit ginjal dan butuh donor . Asha tidak menyangka jika orang yang selama ini terlihat kuat itu sedang menahan penyakit berat ditubuhnya.

Setetes air bening jatuh di sudut matanya. Orang yang selama ini baik padanya ternyata butuh pertolongan. Asha yang pernah merasakannya menunggui Resha antara hidup dan mati kembali merasakan hal yang sama saat ini.

Akhirnya Asha keluar dari persembunyiannya seperti tidak mendengar apa apa.

Flashback off

Asha menarik napas dalam kemudian bangkit dari tidurnya. Kini Asha duduk menyandar ke dinding sambil memijit betisnya yang terasa agak pegal.

Umi Aminah datang mendekati Asha dengan membawa nampan berisikan secangkir teh hangat dan beberapa potong bolu.

" Lelah, Nak ? " Sapa Umi Aminah dengan senyuman khasnya.

"Sedikit, Umi. " Jawab Asha.

" Minumlah dulu, habis itu mandi biar Umi siapkan makan malam. " Lanjut Umi Aminah.

Asha meraih cangkir teh yang masih hangat dan menyesapnya beberapa kali.

" Ada apa ? Kamu memikirkan sesuatu. ? " Tanya Umi Aminah yang melihat sesuatu yang ganjil dengan Asha. Dan Asha menjawab dengan helaan napas kasar nya.

" Umi, Bunda Farida masuk rumah sakit. " Ucap Asha dengan lirih.

" Ya, ampun. Kapan , dan bagaimana keadaannya ? " Pekik Umi Aminah terkejut.

" Sore tadi, Umi. Umi ...Bunda sakit parah dan waktunya tidak lama. " Asha terisak dan langsung merangkul Umi Aminah.

" Umi sebenarnya tahu jika Ibu Farida gagal ginjal, Sha. " Ungkap Umi Aminah sambil mengelus punggung Asha dengan pelan .Asha langsung mendongak menatap Umi Aminah.

" Umi sudah tahu ? " Umi Aminah mengangguk. " Umi bolehkah Asha mendonorkan ginjal Asha seandainya cocok. Kasihan Bunda ,Umi. Dia benar benar sudah putus asa. "

" Jangan sayang, kamu masih butuh bekerja keras untuk Resha . Orang yang punya satu ginjal tidak boleh bekerja terlalu berat, Nak." Umi Aminah berkata sembari mengelus kepala Asha.

Asha akhirnya hanya bisa kembali terisak di dekapan Umi Aminah . Asha tidak bisa berkata apa apa lagi. Kenyataannya memang Resha masih butuh Asha saat ini.

Sementara Umi Aminah hanya terdiam seperti memikirkan sesuatu. Kemudian dia berkata...

" Umi besok tidak jualan , Umi mau menjenguk Ibu Farida. Kamu jaga Resha sampai Umi kembali ya ? "

" Tapi jangan lama ya, Umi. Asha tidak mau terlambat ke kantor, Big Boss Asha galak. " Ucap Asha .

" Baiklah. "

*****

Keesokan harinya pagi pagi sekali Umi Aminah telah berangkat ke rumah sakit. Resha sangat senang melihat Maminya masih di rumah saat dia bangun. Hal yang langka terjadi jika dihari hari biasa.

Sambil memasak makan siang Asha bisa bermain main sebentar dengan Resha . Kerinduan ibu dan anak itu terobati meski tidak cukup waktu yang mereka rasakan.

Asha telah bersiap untuk berangkat ke kantor. Dia sedang menunggu Umi Aminah sambil bermain Lego dengan Resha di ruang tamu. Tapi sampai jam menunjukkan pukul setengah sepuluh Umi Aminah belum muncul juga.

Namun tiba tiba ponsel Asha berdering. Ternyata dari Umi Aminah .

" Waalaikumussalam, Umi. " Asha menjawab panggilannya.

"....."

" Asha coba dulu, Umi. Mudah mudahan boleh. "

"....."

" Ya udah Umi jangan khawatir, Umi hati hati ya.Pulangnya naik taksi aja jangan pakek ojek , takutnya Umi pusing. " Jawab Asha dengan nada khawatir.

Akhirnya panggilan pun terputus. Asha langsung mencari kontak Yuda dan membuat panggilan.

" Halo Pak Yuda, sebelumnya Asha mohon maaf. Bolehkah Asha izin hari ini ? "

" Kenapa, Sha? Kamu sakit ? " Jawab Yuda di seberang sana.

" Bukan Asha ,Pak tapi Umi. Dan sekarang Umi lagi periksa di rumah sakit. Jadi Resha tidak ada yang jaga. " Ungkap Asha .

" Baiklah, Sha. Semoga Umi cepat sembuh ya. "

" Terimakasih, Pak Yuda. Besok Asha bawain sogokan ya, nasi urap, kan ? Seloroh Asha.

" Harus itu. "Yuda pun terkekeh dari seberang telepon.

Asha bisa bernapas dengan lega, setidaknya satu masalah teratasi. Tinggal masalah Umi Aminah yang Asha cemaskan. Padahal tadi Umi Aminah terlihat baik baik saja, kenapa tiba tiba pusing.

" Mungkin Umi kelelahan ." Pikir Asha.

Kemudian Asha mengganti pakaiannya kembali. Hari ini dia akan menghabiskan waktu bersama anak kesayangannya. Jarang jarang Asha punya waktu luang seperti saat ini, maka akan dia manfaatkan sebaik baiknya.

Di ruang rawat

Umi Aminah duduk di samping brankar Ibu Farida. Mereka terlibat pembicaraan serius. Terlihat sebelah tangan Ibu Farida digenggam oleh Umi Aminah.

" Hasilnya akan keluar besok, Mbak. Mudah mudahan cocok. " Umi Aminah bersuara.

" Kamu tidak usah mengorbankan diri, Min. Aku sudah pasrah, mungkin ini sudah waktunya. " Jawab Ibu Farida lemah.

" Mbak, jangan bicara begitu. Aku ikhlas , seandainya bukan Mbak Rida pun jika ada yang membutuhkan aku pasti akan memberikannya. " Tukas Umi Aminah.

" Kamu baik sekali, pantas Asha begitu baik dan tulus karena kamu ibu yang baik dan Asha tumbuh dengan didikan yang baik. Andai umurku panjang aku ingin Asha jadi menantuku. " Ibu Farida berkata dengan wajah sendu.

" Semangatlah untuk sembuh. Masalah jodoh kita serahkan sama yang punya hidup. Sekarang yang perlu Mbak Rida lakukan adalah istirahat dan berdoa semoga masih ada keajaiban esok hari. " Umi Aminah mengelus jemari rapuh yang ada ditangannya itu.

Semoga.....

...****************...

💖Jangan lupa dukungannya Readers kuh...

Love you all 💖

Terpopuler

Comments

SRY WAHYUNI

SRY WAHYUNI

s Aminah yg donor ginjal

2024-09-16

0

Lukluk Yah

Lukluk Yah

Semoga nyocok dengan ginjalnya uminya asha, Aamiin 🤲

2024-08-21

1

Soraya

Soraya

muda mudahan cocok ya ginjal nya Umi

2024-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 Retak seribu
2 Pergi
3 Meninggalkan luka
4 Sakit yang berbalas
5 Awal pengkhianatan Rey
6 Asha Dimana...?
7 Setengah dari kebenaran
8 Bertemu kembali
9 kisah yang serupa
10 Kecewa
11 Penyesalan Roman
12 Bertemu ( Asha & Roman )
13 Perdebatan pertama
14 Jangan menyakitinya
15 Gagal ginjal ?
16 Pergilah Nia...
17 Bertemu masa lalu
18 Galaunya Roman
19 Donor ginjal !!
20 Hasil test Umi Aminah
21 Pengorbanan dan balasan
22 Butik Bunda
23 Entahlah.....
24 Jadilah istrinya...
25 Hari yang mendebarkan
26 Tiga lelaki galau
27 Resha sadar
28 Menikah lagi ??
29 Kebersamaan
30 Harga diri yang terluka
31 Mengambil keputusan
32 Pilihan untuk Nia
33 Komitmen dan chemistry
34 Kedatangan Nia
35 Suara Suara Sumbang
36 Salah paham
37 Kata penuh duri
38 Malam panjang
39 Resepsi
40 Bertemu masa lalu
41 Malam yang menegangkan
42 Cerita tentang Asha
43 Terlambat Rey
44 Keputusan
45 Dua wanita kesepian
46 Cemburu
47 Tentang rasa
48 Kata cinta
49 Asha kenapa...?
50 Asha kenapa 2
51 Kemarahan
52 Tiga hati yang terluka
53 Melukainya
54 Asha yang malang
55 Penyesalan
56 Tak ingin melihatnya
57 Menanti jalan kembali
58 Ingin melupakannya
59 Rindu yang tersisa
60 Selalu ada untukmu
61 Semangat
62 Mobil untuk Asha
63 Mertua vs Menantu
64 Supir jahil
65 Beri satu kesempatan
66 Lepaskanlah...
67 Masih menunggumu
68 Merindukanmu
69 Rencana Babymoon
70 Antara Asha dan Nia
71 Kisah Budi dan Farida
72 Berakhir sudah
73 Nasehat untuk Rey
74 Kesalahan Roman
75 Cantika yang malang
76 Kekesalan Cantika
77 Hari terakhir di Jepang
78 Rasa Rey untuk Resha
79 Cinta yang tak bisa dimiliki
80 ROMANSHA CORP
81 Salah alamat
82 Kehilangan sesuatu yang berharga
83 Menolak tanggung jawab
84 Papa untuk Resha
85 Kamila dan Serly...???
86 Cerita Serly
87 Jebakan Rey
88 Kamila oh Kamila
89 Menikah...?
90 Titik terang
91 Baby twins
92 Awal langkah Yuda
93 Sang Pengagum Rahasia
94 Bertemu Yuda
95 Kesal tapi Nyaman
96 Perasaan Yuda
97 Lamaran Dadakan
98 Akhirnya... menikah !!
99 From Author
100 Making love...?
101 Sisi lain Cantika
102 Rahasia Hati
103 Papa Yuda
104 Surat dari Author
105 Drama Asha
106 Insecure
107 Saling bicara
108 I love You so much
109 Yuda yang malang
110 Akhirnya...
111 Yuda untuk Cantika
112 Akhir yang bahagia
113 Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114 Promosi...!!
115 Promo novel baru !!!
116 Promo novel baru
117 Kabar penting!!!
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Retak seribu
2
Pergi
3
Meninggalkan luka
4
Sakit yang berbalas
5
Awal pengkhianatan Rey
6
Asha Dimana...?
7
Setengah dari kebenaran
8
Bertemu kembali
9
kisah yang serupa
10
Kecewa
11
Penyesalan Roman
12
Bertemu ( Asha & Roman )
13
Perdebatan pertama
14
Jangan menyakitinya
15
Gagal ginjal ?
16
Pergilah Nia...
17
Bertemu masa lalu
18
Galaunya Roman
19
Donor ginjal !!
20
Hasil test Umi Aminah
21
Pengorbanan dan balasan
22
Butik Bunda
23
Entahlah.....
24
Jadilah istrinya...
25
Hari yang mendebarkan
26
Tiga lelaki galau
27
Resha sadar
28
Menikah lagi ??
29
Kebersamaan
30
Harga diri yang terluka
31
Mengambil keputusan
32
Pilihan untuk Nia
33
Komitmen dan chemistry
34
Kedatangan Nia
35
Suara Suara Sumbang
36
Salah paham
37
Kata penuh duri
38
Malam panjang
39
Resepsi
40
Bertemu masa lalu
41
Malam yang menegangkan
42
Cerita tentang Asha
43
Terlambat Rey
44
Keputusan
45
Dua wanita kesepian
46
Cemburu
47
Tentang rasa
48
Kata cinta
49
Asha kenapa...?
50
Asha kenapa 2
51
Kemarahan
52
Tiga hati yang terluka
53
Melukainya
54
Asha yang malang
55
Penyesalan
56
Tak ingin melihatnya
57
Menanti jalan kembali
58
Ingin melupakannya
59
Rindu yang tersisa
60
Selalu ada untukmu
61
Semangat
62
Mobil untuk Asha
63
Mertua vs Menantu
64
Supir jahil
65
Beri satu kesempatan
66
Lepaskanlah...
67
Masih menunggumu
68
Merindukanmu
69
Rencana Babymoon
70
Antara Asha dan Nia
71
Kisah Budi dan Farida
72
Berakhir sudah
73
Nasehat untuk Rey
74
Kesalahan Roman
75
Cantika yang malang
76
Kekesalan Cantika
77
Hari terakhir di Jepang
78
Rasa Rey untuk Resha
79
Cinta yang tak bisa dimiliki
80
ROMANSHA CORP
81
Salah alamat
82
Kehilangan sesuatu yang berharga
83
Menolak tanggung jawab
84
Papa untuk Resha
85
Kamila dan Serly...???
86
Cerita Serly
87
Jebakan Rey
88
Kamila oh Kamila
89
Menikah...?
90
Titik terang
91
Baby twins
92
Awal langkah Yuda
93
Sang Pengagum Rahasia
94
Bertemu Yuda
95
Kesal tapi Nyaman
96
Perasaan Yuda
97
Lamaran Dadakan
98
Akhirnya... menikah !!
99
From Author
100
Making love...?
101
Sisi lain Cantika
102
Rahasia Hati
103
Papa Yuda
104
Surat dari Author
105
Drama Asha
106
Insecure
107
Saling bicara
108
I love You so much
109
Yuda yang malang
110
Akhirnya...
111
Yuda untuk Cantika
112
Akhir yang bahagia
113
Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114
Promosi...!!
115
Promo novel baru !!!
116
Promo novel baru
117
Kabar penting!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!