Asha sedang berada di ruang tunggu Klinik Jantung Dokter Wira. Hari ini jadwal kontrol Resha. Resha terlihat lebih sehat dan tubuhnya agak berisi dari beberapa bulan lalu. Wajah Resha lebih segar dengan pipi yang mulai tembam dan menggemaskan.
Tanpa Asha sadari seorang wanita paruh baya di depannya tersenyum sembari menatap wajah Resha. Dari tadi wanita itu memperhatikan interaksi kedua ibu dan anak itu.
" Apakah dia anak mu ? " Sapa wanita paruh baya itu.
" Iya, Bu. Dia putriku " Jawab Asha sambil tersenyum.
" Cantik, persis ibunya. Apakah kamu disini karena gadis cantik ini ?" Ibu itu mendekat kemudian mencubit lembut pipi Resha.
" Benar Bu, dia mengidap kelainan jantung. " Ucap Asha dengan sendu.
"Kenalkan , saya Farida .Saya sepupu Dokter Wira. " Ibu itu memperkenalkan diri.
" Oh, saya Asha Bu, dan ini Resha putri saya. " Asha pun memperkenalkan dirinya.
Tak lama kemudian Dokter Wira muncul dari lobi Kliniknya. Melihat Ibu Farida di ruang tunggu Dokter Wira pun mendekatinya.
" Hai Mbak, sudah lama ? Tegurnya.
"Lumayan untuk sekedar membuatku kesal ." Jawab Ibu Farida dengan wajah cemberut. " Untung ada gadis cantik ini, jadi aku tidak jadi kesalnya ." Lanjutnya sambil tersenyum ke arah Resha sembari mengusap kepalanya.
" Eh, siapa ini yang cantik ini. Apa cucu kesayanganku sudah lama menunggu ? Ucap Dokter Wira ketika menyadari ada Asha dan Resha juga disana.
" Belum lama Opa ." Jawab Asha dengan menirukan suara anak kecil.
" Kalau begitu Resha cantik tunggu Opa sebentar ya, Opa ada perlu sama nenek cerewet ini. " Ucapnya sambil terkekeh karena mendapat pukulan dari Ibu Farida.
Asha juga ikut terkekeh melihat tingkah kedua orang tua itu. Bahagianya memiliki saudara, ada teman bercanda ataupun berkelahi pikir Asha.
Sementara Asha masih di ruang tunggu, kedua orang bersaudara sepupu itu melangkah menuju ruangan tempat Dokter Wira.
" Kasihan sekali gadis kecil itu, masih kecil sudah sangat menderita dengan penyakit yang sangat berat. " Ucap Ibu Farida saat sudah sampai di ruangan Dokter Wira.
"Lebih kasihan lagi, dia ditinggal ayahnya menikah disaat dia butuh dukungan seorang ayah. " Sambung Dokter Wira.
Asha memang telah menceritakan kisah hidupnya kepada Dokter Wira walaupun hanya garis besarnya saja. Asha juga merahasiakan siapa ayah Resha karena Asha tahu keluarga Amris cukup terkenal.
"Ayah macam apa dia, pandainya hanya membuat anak saja. Waktu dibutuhkan malah mencari kesenangan sendiri tanpa memikirkan anak dan istrinya. " Ibu Farida sangat emosi mendengar penjelasan Dokter Wira tentang Resha.
" Persis Mas Budi, hanya saja Mbak masih beruntung saat ditinggal Roman dalam keadaan sehat. " Ucapan Dokter Wira mendapat pelototan dari Ibu Farida.
"Kok malah menyinggung masa lalu aku. " Ucap Ibu Farida dengan wajah sewot.
" Kan memang benar. Aku benar benar salut dengan ibunya ,Mbak. Usianya masih terlalu muda tapi dia sangat dewasa. Ujian hidupnya sangat berat ." Ucap Dokter Wira.
" Andai saja dia menantuku, pasti aku bahagia sekali karena sudah punya cucu. " Ibu Farida tersenyum membayangkan wajah Resha.
"Apa istri Roman belum ada tanda tanda hamil ? " Tanya Dokter Wira.
"Huuft, gimana mau hamil kalau rahim saja dia tidak punya. " Cicit Ibu Farida.
"Apa maksud Mbak Rida ? " Dokter Wira terperanjat mendengar ucapan Ibu Farida.
"Ya, seperti yang kamu dengar. Nia tidak bisa hamil karena rahimnya sudah diangkat. " Jawab Ibu Farida.
"Apa Roman tahu ?"
" Itulah penyebab dia pindah ke Jakarta meninggalkan aku sendiri. Saat aku memberitahunya, dia malah menuduhku memfitnah istrinya. Akhirnya untuk melindungi istrinya dari mertua jahat ini, dia memilih pindah ke Jakarta .Entah apa yang Nia katakan tentang aku. " Wajah tua yang masih kelihatan cantik itu terlihat sendu.
" Sabar Mbak, suatu saat dia pasti menyadari kebodohannya. Ya sudah, jangan sedih sedih. Sekarang Mbak ada tujuan apa menemui aku. " Ucap Dokter Wira mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya, jadi lupa. Ini rekam medis milik ku dan ini daftar bagan diet serta pantangannya ." Sambil mengeluarkan beberapa berkas dari tas mewahnya.
" Jadi Mbak memilih ketering sehat dengan Diah juga ? Tanya Dokter Wira sambil membaca sekilas berkas ditangannya.
"Iya, aku lebih percaya sama Diah dari pada pembantu di rumah. Takut mereka tidak paham dan berakibat fatal. Kamu tahukan penyakit ku ? "
"Ya, baiklah. Nanti aku sampaikan dan mulai besok Mbak sudah mulai mendapatkan kiriman lewat kurir tiga kali sehari. Mulai dari sarapan, makan siang, dan makan malam. " Terang Dokter Wira.
" Oke , kalau begitu aku pamit dulu. Kasihan gadis kecil tadi terlalu lama menunggu ." Ibu Farida berbicara sambil berdiri.
" Baik Mbak, sampai ketemu lagi nanti."
" Oke, salam untuk Diah, maaf aku belum sempat menemuinya ."
" Nanti aku sampaikan. "
Ibu Farida akhirnya keluar dari ruangan Dokter Wira.
Di belakang Klinik Jantung Dokter Wira terdapat sebuah rumah yang menjadi pusat ketring khusus .Istri Dokter Wira bernama Dokter Diah adalah seorang Dokter Ahli Gizi.
Dokter Diah memiliki sebuah usaha ketring khusus pasien, yang memiliki penyakit dengan pantangan dan diet tertentu .
*****
Sementara di Jakarta Rey sedang menuju kantor Kamila. Dia ingin menyelidiki keterlibatan Kamila sehubungan dengan kepergian Asha. Kebetulan selama dua hari ini Kamila berada di luar pulau Jawa.
Kesempatan ini Rey gunakan untuk mencari tahu apa yang Kamila sembunyikan .Dengan langkah tegap dia memasuki lobi Hotel milik keluarga Kamila .Dan berjalan menuju lift khusus untuk sampai ke kantor Kamila yang berada di lantai tertinggi Hotel tersebut.
Kedatangan Rey disambut oleh sekretaris Kamila yang kaget melihat suami bosnya ada disini sementara Kamila tidak ada di kantor.
" Selamat siang Pak Rey, maaf Ibu Kamila tidak ada di tempat , Pak " Sapa sekretaris Kamila.
" Saya tahu, tadi saya agak sedikit pusing jadi saya memutuskan untuk istirahat sebentar disini. Apa boleh saya istirahat di ruangan istri saya. "
" Boleh Pak, silakan. Atau Bapak mau saya bukakan kamar yang di Hotel saja ? " Tawar sekretaris itu.
" Tidak usah, disini saja. Saya hanya sebentar saja. "
"Baik Pak, silakan masuk. " Sekretaris Kamila membantu membukakan ruangan itu.
Setelah masuk Rey mengunci ruangan dari dalam. Kemudian Rey mengamati sekeliling ruangan. Terdapat beberapa CCTV di beberapa titik. Rey melangkah menuju meja kerja dan duduk di kursi yang biasa Kamila duduki.
Mata Rey terus mengawasi setiap sudut dan setiap apa yang ada di ruangan itu. Tak sengaja Rey melihat sebuah remot kontrol berbentuk unik. Rey mencoba menekan sambil mengamati sekitarnya.
Ternyata rumit itu mengatur kaca dua sisi antara ruangan itu keluar, juga antara ruangan itu ke kamar pribadi Kamila.
Kemudian Rey membuka laptop yang ada diatasi meja. Rey mencari file penyimpanan rekaman CCTV disana. Rey yakin Kamila pasti bisa mengakses dari laptopnya.
Dugaan Rey benar. Rey menemukan apa yang dia inginkan. Tinggal mencari tanggal dimana Rey dan Kamila memadu kasih di kantor ini. Rey ingat di bulan Asha pergi ada dua kali Rey dan Kamila melakukannya di kantor.
Tidak butuh waktu lama Rey menemukan apa yang dia cari. Belum sempat membuka file itu tiba tiba ketukan pintu mengagetkannya. Dengan cepat Rey menutup Laptop tanpa mematikannya. Kemudian Rey membuka pintu.
" Maaf Pak, saya mengantarkan teh untuk Bapak, apa ada yang Bapak butuhkan ? " Ucap sekretaris Kamila.
" Oh, tidak ada, ini saja sudah cukup. Terimakasih, kamu boleh keluar. " Ucap Rey sedikit tidak sabar.
"Baik Pak, permisi. " Akhirnya pintu ruangan itu kembali tertutup. Rey buru buru menguncinya kembali. Bergegas Rey membuka laptop dan file yang ditemukanya tadi.
Sesaat kemudian mata Rey terbelalak setelah melihat apa yang tersimpan di file itu. Rey terus mengamati dengan mimik wajah yang berubah ubah. Kadang marah, sedih, geram dan kadang memijit pangkal hidungnya ,terakhir Rey memukul mukul kepalanya dengan mata memerah menahan air mata.
Rey tidak hanya bisa melihat tapi juga mendengar pembicaraan antara Asha dan Kamila juga antara Rey dan Kamila. Rey juga melihat apa saja yang terjadi di ruang kantor ini dan di ruang pribadi Kamila.
Rey juga dapat melihat dengan jelas kehancuran yang dia ciptakan untuk Asha . Rey bisa melihat betapa sedih dan sakitnya Asha waktu itu . Ashanya terluka dalam. Baru sekarang Rey merasakan nyeri di dalam hatinya menyaksikan wajah cantik yang penuh air mata itu.
Benar kata Cantika mulai saat itu Rey akan hidup dalam penyesalan. Kehilangan Asha dan Resha karena kesalahan yang disengajanya.
Karena nafsu dunianya dia telah melupakan kondisi putri kandungnya sendiri. Disaat dia punya banyak uang ,jangankan bisa mengobati putrinya bisa saja putrinya sudah kehilangan nyawa saat ini karenanya.
Rey menelungkupkan kepalanya di meja kerja Kamila. Air mata kini telah menetesi permukaan meja mengkilap itu. Rey benar benar merasa sesak dan lemas seketika membayangkan sesuatu yang buruk tentang Asha dan Resha.
Bagaimana mereka hidup dengan segala keterbatasannya. Tiga wanita dengan kekurangannya masing masing. Umi Aminah yang sudah lanjut usia ,Asha yang masih sangat muda dan hanya tamatan sekolah menengah atas harus merawat seorang bayi dengan penyakit berat.
" Kenapa aku begitu tega, ya tuhan. Ternyata aku manusia paling kejam. Mengapa aku tidak memikirkan ini sebelum mengambil keputusan. " Rey menarik rambutnya kasar menahan kesal.
"Sha yang... jangan pernah maafkan aku, aku tidak pantas untuk itu. "
...****************...
🌺 Jangan lupa vote dan like nya ya🌺
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 117 Episodes
Comments
ir
siape yg mau maafin lu, pede banget lu
2024-09-30
0
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
Ngam d buang dot laut cina selatan kasi makan ikan jerung
2024-09-15
0
Sandisalbiah
kok rasanya muak banget dgn rengekan penyesalan Rey.. gak guna sama seperti org nya.. manusia gak berguna
2024-07-11
2