Jangan menyakitinya

Semua berkumpul di meja makan saat makan malam . Tak terkecuali Roman juga ada disana. Sementara Asha dan Mbak Anik sibuk menghidangkan santapan malam untuk semua orang.

Tatapan Resha terkunci pada sosok lekaki dewasa di depannya. Mungkin karena dia tidak pernah dekat dengan laki laki dewasa selain dengan Dokter wira. Entahlah... Bisa jadi karena tatapan dingin Roman yang tidak terlepas dari Maminya sedari tadi.

Setelah semua hidangan sudah tersedia, mereka pun mulai bersantap malam. Asha yang sibuk menyuap Resha yang ada disampingnya tidak memperhatikan arah pandang Roman. Tatapan dingin itu tak hentinya merekam setiap gerakan yang Asha lakukan.

Suasana makan malam kali ini begitu membahagiakan bagi Ibu Farida. Ibu Farida merasakan punya keluarga yang lengkap. Ada anak, menantu dan cucunya. Tapi itu hanya dalam angan angan Ibu Farida. Sesaat kemudian Ibu Farida mengeleng gelengkan kepalanya. Hingga menarik perhatian Asha.

" Bunda kenapa, pusing ya ? " Tanya Asha khawatir.

" Tidak, Sha. Bunda baik baik saja, kenapa kamu bertanya seperti itu ? " Tanya Ibu Farida balik .

" Tadi Asha lihat Bunda geleng geleng kepala, apa kepala Bunda sakit ? "

" Ah, tidak. Bunda sehat kok . Ayo lanjutkan makannya. " Kilah Ibu Farida.

Lagi lagi Roman tertampar oleh kenyataan. Wanita yang dia benci ini bukan siapa siapa, tetapi dia bisa memperhatikan hal kecil tentang Bundanya. Sementara Roman yang notabennya adalah anak kandung malah tidak mengetahui apapun tentang Bundanya belakangan ini.

Tidak salah jika wanita ini begitu disayangi oleh sang Bunda. Cara dia menjaga dan merawat anaknya terlihat jika dia ibu yang baik. Balita tiga tahun itu terlihat sehat dan terawat . Juga perhatiannya terhadap dua orang tua itu, terlihat tulus .

Roman tidak bisa mencari celah untuk menjatuhkan Asha. Sampai saat ini Roman masih melihat kehadiran Asha berefek positif untuk Bundanya. Wanita muda itu ringan tangan dan begitu telaten mengerjakan pekerjaan rumah.

Selesai makan keempat wanita beda usia itu plus Mbak Anik berkumpul di ruang tengah. Sambil menonton siaran televisi kesukaan Resha mereka terlibat obrolan seru. Kadang terdengar gelak tawa, kadang terdengar rengekkan manja Resha yang sedang dijahili .

Semua tidak luput dari pantauan Roman dari sudut ruangan itu sembari membaca beberapa buku. Namun mata dan telinganya tidak lepas dari keseruan kelima orang itu.

Tepat jam sembilan malam Asha membopong Resha ke kamar dikarenakan balita cantik itu sudah tertidur. Tidak lama kemudian para wanita tua itu pun beranjak dari sana. Mbak Anik membereskan bekas wadah camilan dan minuman mereka tadi.

Roman hanya menarik napas lelah. Bundanya sama sekali tidak menganggap dia ada. Sepertinya kehadiran Roman tidak berarti baginya. Tidak ada sapaan hangat atau sekedar bertanya. Kerinduannya dengan sikap Bundanya dulu terasa menyiksa.

Roman mulai merasakan apa yang Bundanya rasakan tiga tahun belakangan. Roman yang baru tiga hari merasakannya sudah begitu kesepian ,tersiksa dan tidak tahan. Apa kabar Bundanya yang merasakan tiga tahun.

Roman mengusap wajahnya kemudian meremas rambutnya. Entah apa yang ada dibenaknya selama tiga tahun ini. Hanya bekerja dan menghabiskan waktu bersama istri cantiknya .Terlena oleh rasa cinta bodoh yang memabukkan. Sehingga otaknya dan hatinya tidak lagi bekerja dengan semestinya.

Sentuhan tangan lembut di bahu menyadarkannya dari lamunan. Sang Bunda ternyata telah berdiri disampingnya tanpa dia sadari. Tersenyum padanya walaupun terlihat kaku dan terkesan dipaksakan.

" Eh, Bunda belum tidur ? " Tanyanya gugup.

" Belum. Ada yang ingin Bunda bicarakan denganmu. " Ucap Ibu Farida sembari duduk di kursi sebelah Roman.

" Ada apa, Bun. Sepertinya penting. " Roman pun menutup buku yang memang tak dibacanya .

" Bagi Bunda ini penting, entahlah menurutmu. " Ucap Ibu Farida datar.

" Jika itu penting bagi Bunda pasti penting juga buat Roman, Bun. " Roman meraih tangan Ibu Farida lalu menggenggam jemari tua itu.

" Baiklah , ini tentang Asha . Bagi Bunda Asha,Umi Aminah dan Resha adalah bagian terpenting dalam hidup Bunda saat ini. Bunda harap kamu tidak keberatan dan merasa terganggu karenanya. " Ibu Farida berkata langsung ke intinya dengan lugas dan santai.

Sementara Roman yang mendengar ucapan Ibu Farida hatinya terasa tercubit.

" Apa Roman tidak lagi penting lagi bagi Bunda. " Ucapnya lirih.

" Dari dulu sampai sekarang tempatmu tidak pernah bergeser disini. " Ibu Farida menunjuk dadanya. " Tapi kamulah yang bergeser sendiri dan memilih melupakan orang tua yang tidak berguna ini. " Setiap kata kata itu begitu lembut namun mampu membuat hati Roman terasa dihujam ribuan jarum.

" Maafkan Roman Bunda, Roman sadar telah terlalu menyakiti hati Bunda. Tapi jangan buang Roman dari sana, Bun. " Genggaman Roman pada tangan Ibu Farida mengerat.

" Bunda bukan tipe ibu yang tega membuang anak Roman. Kamu lihat sendirikan ,anak orang lain saja Bunda anggap anak kandung saat ini. Bagaimana mungkin Bunda membuang anak yang Bunda lahirkan sendiri. " Terlihat bibir Ibu Farida menyunggingkan senyuman tipis.

" Tapi kalau anak itu yang membuang ibunya, Bunda harus bilang apa kecuali pasrah menerima. Dan saat ini Bunda sudah ikhlas menerima semuanya, Nak . Kamu boleh pergi ataupun datang sesukamu seperti biasa, Bunda tidak lagi merasa sakit . " Ibu Farida menoleh ke arah Roman dengan senyuman penuh arti.

Sontak Roman bangkit dari duduknya dan bersimpuh di depan Ibu Farida. Meraih kedua tangan yang telah membesarkannya dengan penuh cinta.

" Maaf, Bun. Maaf !! Roman sudah durhaka. Melupakan Bunda yang membesarkan Roman hingga mampu tegak seperti ini. Hukumlah Roman Bunda, apapun itu Roman akan terima." Air mata penyesalan itu tak mampu lagi Roman tahankan.

" Tak perlu sampai begini , Bunda tidak marah apalagi ingin menghukummu . Hanya saja Bunda takut terlalu banyak berharap padamu, dan berakhir dengan kekecewaan. Jadi Bunda mohon biarlah seperti ini agar kita tidak saling melukai. " Ibu Farida tampak tenang dan tidak terpengaruh.

Melihat reaksi sang Bunda yang datar dengan emosi yang stabil membuat Roman sadar jika dia telah menyakiti Bundanya terlalu dalam. Sehingga tidak lagi mampu mengeluarkan air mata dari kedua mata sendu Bundanya karena telah terbiasa dengan rasa sakitnya.

" Jangan diamkan Roman Bunda, Roman mohon. " Sang Bunda menanggapi dengan terkekeh saja.

" Kamu lucu, Nak. Kamulah yang mendiamkan Bunda sedangkan Bunda hanya mengikuti saja agar kamu tetap bahagia dengan semua pilihanmu. Dan Bunda tidak ingin menyulitkan mu."

Roman hanya menunduk. Dia harus lebih sabar lagi untuk saat ini. Pembicaraan ini tidak berpengaruh terhadap Bundanya. Karena apa yang Bunda katakan adalah kebenaran yang tidak dia sangkal.

" Kembali lagi ke topik yang tadi. Bunda tahu kamu tidak menyukai kedekatan Bunda dengan Asha. Bunda bisa melihat ketidak sukaanmu dari tatapanmu padanya. Tapi Bunda mohon jangan sakiti dia baik di sini maupun di kantor. "

" Roman hanya takut Bunda dimanfaatkan oleh kepolosannya. Bunda belum mengenalnya lebih jauh bukan ??

" Dia hanya ibu tunggal yang rela melakukan apapun demi memperjuangkan nyawa anaknya Roman. Tapi dia tidak mau mengemis maupun dikasihani. Dia rela bekerja siang malam demi anaknya. Jangan ragu ketulusannya ! " Terdengar suara Ibu Farida sedikit tinggi dan lantang.

" Jika dia mau Bunda mau menyerahkan setengah dari penghasilan Butik untuknya agar bisa mengobati anaknya tanpa bekerja terlalu keras. Tapi dia tidak mau. Dia malah menawarkan diri menjadi kurir ketring Bunda dengan upah yang sedikit . Tidak cukup segitu saja Roman, masih banyak lagi pekerjaan lain yang dia kerjakan. "

" Kamu lihat tubuh kecil itu ! Tapi dia melakukan hal yang luar biasa sebagai anak dan sebagai seorang ibu. Wajah yang selalu tersenyum itu penuh luka di dalamnya. Jadi Bunda mohon jangan usik dia dan biarkan dia disamping Bunda. " Suara lembut Ibu Farida semakin lirih

" Apapun yang bisa buat Bunda bahagia, Roman terima Bun. Roman janji tidak akan mengusiknya. " Ucap Roman sembari mencium kedua tangan Bunda Farida. " Emang anak kecil itu sakit apa Bunda .Terlihat sehat dan terawat. " Lanjutnya.

" Dia pasien Wira sejak dua tahun belakangan ini. Dan Bunda berjumpa pertama kali di sana. " Jawab Ibu Farida.

" Suaminya ? " Tanya Roman yang sudah penasaran dari tadi.

" Lelaki itu sama dengan Ayah mu. Terobsesi dengan harta dan kedudukan. Dia rela menukar keluarganya demi uang. Bahkan lebih parah lagi, mencampakkan anak yang butuh penanganan khusus dengan seorang ibu yang tidak berdaya. Sungguh menjijikkan. " Tiba tiba wajah Ibu Farida mengeras menahan amarah.

" Sudah Bunda jangan mengingat Ayah lagi kalau itu masih menyakiti Bunda. " Roman mengelus lengan Bundanya.

" Ya sudahlah, Bunda juga mau tidur. Bunda hanya mengingatkanmu saja tentang Asha agar kamu tidak menambah luka yang lain terhadapnya. " Ibu Farida bangkit dari duduknya diikuti Roman. Dan sebelum melangkah dia berkata lagi...

" Sudah tiga hari kamu disini, kapan kamu kembali ? Pulanglah... ! Bunda tidak ingin istrimu menyalahkan Bunda jika kamu terlalu lama disini. " Kemudian barulah Ibu Farida pergi meninggalkan Roman sendiri tanpa menunggu jawaban dari Roman.

" Rasanya tidak ingin kembali ." Keluh Roman dalam hati. Sambil menatap punggung rapuh Bundanya Roman tersenyum penuh arti. Sekarang dia paham apa yang harus dia lakukan agar Bunda mau menerimanya sepenuh hati.

" Mencintai apa yang dicintai oleh orang yang kau cintai adalah bentuk pengabdian cinta sesungguhnya "

( Author 💖 )

...****************...

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

emang Roman mau berbuat apa.. menerima dan pura² baik pd Asha dan Rasha agar bundanya luluh pd-nya.. bukankah itu munafik namanya..

2024-07-11

3

Tiasni Nellu

Tiasni Nellu

ingat bang roman..surga itu dibawa telapak kaki ibu.

2024-05-05

1

Sugiharti Rusli

Sugiharti Rusli

semarah- marahnya seorang ibu, dia akan selalu memaafkan anaknya

2024-05-02

1

lihat semua
Episodes
1 Retak seribu
2 Pergi
3 Meninggalkan luka
4 Sakit yang berbalas
5 Awal pengkhianatan Rey
6 Asha Dimana...?
7 Setengah dari kebenaran
8 Bertemu kembali
9 kisah yang serupa
10 Kecewa
11 Penyesalan Roman
12 Bertemu ( Asha & Roman )
13 Perdebatan pertama
14 Jangan menyakitinya
15 Gagal ginjal ?
16 Pergilah Nia...
17 Bertemu masa lalu
18 Galaunya Roman
19 Donor ginjal !!
20 Hasil test Umi Aminah
21 Pengorbanan dan balasan
22 Butik Bunda
23 Entahlah.....
24 Jadilah istrinya...
25 Hari yang mendebarkan
26 Tiga lelaki galau
27 Resha sadar
28 Menikah lagi ??
29 Kebersamaan
30 Harga diri yang terluka
31 Mengambil keputusan
32 Pilihan untuk Nia
33 Komitmen dan chemistry
34 Kedatangan Nia
35 Suara Suara Sumbang
36 Salah paham
37 Kata penuh duri
38 Malam panjang
39 Resepsi
40 Bertemu masa lalu
41 Malam yang menegangkan
42 Cerita tentang Asha
43 Terlambat Rey
44 Keputusan
45 Dua wanita kesepian
46 Cemburu
47 Tentang rasa
48 Kata cinta
49 Asha kenapa...?
50 Asha kenapa 2
51 Kemarahan
52 Tiga hati yang terluka
53 Melukainya
54 Asha yang malang
55 Penyesalan
56 Tak ingin melihatnya
57 Menanti jalan kembali
58 Ingin melupakannya
59 Rindu yang tersisa
60 Selalu ada untukmu
61 Semangat
62 Mobil untuk Asha
63 Mertua vs Menantu
64 Supir jahil
65 Beri satu kesempatan
66 Lepaskanlah...
67 Masih menunggumu
68 Merindukanmu
69 Rencana Babymoon
70 Antara Asha dan Nia
71 Kisah Budi dan Farida
72 Berakhir sudah
73 Nasehat untuk Rey
74 Kesalahan Roman
75 Cantika yang malang
76 Kekesalan Cantika
77 Hari terakhir di Jepang
78 Rasa Rey untuk Resha
79 Cinta yang tak bisa dimiliki
80 ROMANSHA CORP
81 Salah alamat
82 Kehilangan sesuatu yang berharga
83 Menolak tanggung jawab
84 Papa untuk Resha
85 Kamila dan Serly...???
86 Cerita Serly
87 Jebakan Rey
88 Kamila oh Kamila
89 Menikah...?
90 Titik terang
91 Baby twins
92 Awal langkah Yuda
93 Sang Pengagum Rahasia
94 Bertemu Yuda
95 Kesal tapi Nyaman
96 Perasaan Yuda
97 Lamaran Dadakan
98 Akhirnya... menikah !!
99 From Author
100 Making love...?
101 Sisi lain Cantika
102 Rahasia Hati
103 Papa Yuda
104 Surat dari Author
105 Drama Asha
106 Insecure
107 Saling bicara
108 I love You so much
109 Yuda yang malang
110 Akhirnya...
111 Yuda untuk Cantika
112 Akhir yang bahagia
113 Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114 Promosi...!!
115 Promo novel baru !!!
116 Promo novel baru
117 Kabar penting!!!
Episodes

Updated 117 Episodes

1
Retak seribu
2
Pergi
3
Meninggalkan luka
4
Sakit yang berbalas
5
Awal pengkhianatan Rey
6
Asha Dimana...?
7
Setengah dari kebenaran
8
Bertemu kembali
9
kisah yang serupa
10
Kecewa
11
Penyesalan Roman
12
Bertemu ( Asha & Roman )
13
Perdebatan pertama
14
Jangan menyakitinya
15
Gagal ginjal ?
16
Pergilah Nia...
17
Bertemu masa lalu
18
Galaunya Roman
19
Donor ginjal !!
20
Hasil test Umi Aminah
21
Pengorbanan dan balasan
22
Butik Bunda
23
Entahlah.....
24
Jadilah istrinya...
25
Hari yang mendebarkan
26
Tiga lelaki galau
27
Resha sadar
28
Menikah lagi ??
29
Kebersamaan
30
Harga diri yang terluka
31
Mengambil keputusan
32
Pilihan untuk Nia
33
Komitmen dan chemistry
34
Kedatangan Nia
35
Suara Suara Sumbang
36
Salah paham
37
Kata penuh duri
38
Malam panjang
39
Resepsi
40
Bertemu masa lalu
41
Malam yang menegangkan
42
Cerita tentang Asha
43
Terlambat Rey
44
Keputusan
45
Dua wanita kesepian
46
Cemburu
47
Tentang rasa
48
Kata cinta
49
Asha kenapa...?
50
Asha kenapa 2
51
Kemarahan
52
Tiga hati yang terluka
53
Melukainya
54
Asha yang malang
55
Penyesalan
56
Tak ingin melihatnya
57
Menanti jalan kembali
58
Ingin melupakannya
59
Rindu yang tersisa
60
Selalu ada untukmu
61
Semangat
62
Mobil untuk Asha
63
Mertua vs Menantu
64
Supir jahil
65
Beri satu kesempatan
66
Lepaskanlah...
67
Masih menunggumu
68
Merindukanmu
69
Rencana Babymoon
70
Antara Asha dan Nia
71
Kisah Budi dan Farida
72
Berakhir sudah
73
Nasehat untuk Rey
74
Kesalahan Roman
75
Cantika yang malang
76
Kekesalan Cantika
77
Hari terakhir di Jepang
78
Rasa Rey untuk Resha
79
Cinta yang tak bisa dimiliki
80
ROMANSHA CORP
81
Salah alamat
82
Kehilangan sesuatu yang berharga
83
Menolak tanggung jawab
84
Papa untuk Resha
85
Kamila dan Serly...???
86
Cerita Serly
87
Jebakan Rey
88
Kamila oh Kamila
89
Menikah...?
90
Titik terang
91
Baby twins
92
Awal langkah Yuda
93
Sang Pengagum Rahasia
94
Bertemu Yuda
95
Kesal tapi Nyaman
96
Perasaan Yuda
97
Lamaran Dadakan
98
Akhirnya... menikah !!
99
From Author
100
Making love...?
101
Sisi lain Cantika
102
Rahasia Hati
103
Papa Yuda
104
Surat dari Author
105
Drama Asha
106
Insecure
107
Saling bicara
108
I love You so much
109
Yuda yang malang
110
Akhirnya...
111
Yuda untuk Cantika
112
Akhir yang bahagia
113
Liontin ( Petaka Cinta Cantika)
114
Promosi...!!
115
Promo novel baru !!!
116
Promo novel baru
117
Kabar penting!!!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!