A New Shelter 6-2

“Hmm, siapa kau?” tanya Kapten Rin.

“Namaku Dani, aku adalah anggota Tim yang dipimpin oleh dia” ucap Dani sambil menunjuk ke arah Wahyu. “Kau pikir bisa menentukan kualitas prajurit hanya dengan pengendalian emosi atau apalah itu hah? Kau tidak tahu apa yang sudah kami semua jalani dan terkadang melepaskan emosi bisa membuat sesorang lebih kuat!” ucap Dani dengan lantang. Mendengar ada orang yang menentang Kaptennya, salah satu pengawal Kapten Rin yang perempuan langsung menghadang Dani agar tidak mendekat lagi.

“Cukup, kau tidak diperbolehkan untuk mendekati Kapten lagi” ucap perempuan itu.

“Hah, apa maksudmu? Eh tunggu sebentar, hey lihat sendiri, bahkan pengawalmu sendiri juga emosi saat aku menentangmu” ejek Dani memprovokasi Kapten Rin. “Jika pengawalmu saja tidak bisa mengendalikan emosinya, kenapa dia tidak dibebastugaskan saja? Jangan menganggap kalau kastamu itu lebih tinggi dari kam-“ kalimat Dani terhenti karena tiba-tiba tubuhnya sudah terjatuh di lantai dan lengannya dikunci oleh tangan pengawal perempuan yang tadi ada di depannya.

“Kau sudah keterlaluan, tolong jangan katakan apapun lagi jika ingin nyawamu selamat” ucap pengawal perempuan yang menindih tubuh dani dan mengunci tangannya.

“Hei lihat ini, apa kau kira ini yang dinamakan pengendalian emosi, kalian tidak pantas mengambil Ketua Timku” ucap Dani dengan suara yang sedikit berat karena menahan sakit dari kuncian pengawal Kapten Rin.

“Sudah kubilang diam atau kupatahkan tanganmu!” ucap pengawal perempuan itu yang kemudian terdiam karena mendengar suara pengaman pistol yang dilepaskan di belakang kepalanya.

“Maaf nona, tapi aku membutuhkan tangannya untuk membantuku bekerja dengan baik” ucap Wahyu yang sudah menodongkan pistolnya ke kepala pegawal Kapten Rin yang sedang mengunci Dani.

“Heh, memangnya kau berani? Kau akan membuang kesempatanmu untuk menjadi pasukan khusus yang dilatih oleh Kapten kami sendir-”

“Dor!” suara tembakan dari pistol Wahyu yang melewati telinga pengawal Kapten RIn.

“Itu adalah tembakan peringatan nona. . . aku mencoba untuk menjadi orang baik disini” ucap Wahyu yang kembali menodongkan pistolnya ke arah kepala pengawal Kapten Rin.

“Mei, lepaskan dia” suruh Kapten Rin dengan tegas.

Kaget mendengar perintah dari Kaptennya, pengawal yang sedang mengunci tangan Dani itu langsung melepaskan Dani dan kembali ke sisi Kapten Rin.

“Kau ini, padahal aku hampir mendapatkan jabatan yang bagus” ucap Wahyu sambil mengulurkan tangannya kepada Dani.

“Jabatan apanya, walaupun aku tidak melakukanya, kau juga pasti akan menolaknya” balas Dani sambil meraih tangan Wahyu untuk berdiri.

“Kau benar juga sih” balas Wahyu tertawa kecil.

“Jadi seperti itulah, sepertinya Ketua Timku tidak akan ikut denganmu” Ucap Dani sambil menatap ke arah Kapten Rin.

Kapten Rin diam sejenak mendengar ucapan Dani“. . . Tidak" jawaban singkat Kapten Rin membuat Dani terkejut "Mau atau tidak, Wahyu akan masuk ke dalam pasukan yang kulatih sendiri, membuang potensi seperti dirinya karena anggotanya yang terlalu terikat dengannya adalah perbuatan yang sangatlah sia-sia” ucap Kapten Rin masih teguh dengan keputusannya.

“Apa maksudmu?! Sudah kubilang kan kalau-“ sebelum Dani menyelesaikan kalimatnya, Kapten Rin memotong ucapan Dani.

“Namun jika kau bisa mengembangkan dirimu sendiri dan bisa menunjukkannya kepadaku, aku akan membiarkanmu melakukan apapun yang kau mau dan untuk tambahan aku akan memberikan jabatanku sebagai Kapten Negarai” ucapnya.

“Jadi artinya kau melepaskannya?” Tanya Dani.

“Aku tidak berbicara padamu, aku ingin melihat apakah Ketuamu mampu mempertanggungjawabkan Tindakan anggotanya”. Jawab Kapten Rin. “Aku beri kalian waktu satu bulan untuk membiasakan diri dan mengembangkan diri kalian, pada akhir bulan itu, cobalah untuk mengalahkanku dan tim khususku, jika kalian bisa melakukannya, kalian bebas melakukan apapun” sambung Kapten Rin dengan tegas.

Mendengar ucapan Kapten Rin membuat Dani merasa lega, sama juga dengan Septian dan Wahidyn yang masih ada di barisan anggota Zombie Resistance Indonesia.

“Dan juga. . . kau” ucap Kapten Rin sambil menatap Dani dengan tajam. “Kau yang membuat masalah ini menjadi besar, jadi yang akan menjadi lawanmu nanti adalah aku sendiri, Kapten dari Zombie Resistance Negara ini” sambung Kapten Rin yang kemudian langsung meninggalkan lobi dan juga Dani yang masih mencoba mencerna kalimat yang diucapkan Kapten Rin barusan.

Setelah Kapten Rin membebastugaskan pasukan Zombie Resistance Indonesia, Wahyu menjelaskan kepada semuanya kalau lebih baik menuruti semua perintah Kapten Rin saat ini. Mendengar penjelasan dari Wahyu, semua anggota Zombie Resistance Indonesia mengikuti apa yang diusulkan oleh Wahyu dan memutuskan untuk beristirahat bersama dengan survivor dari Indonesia.

Saat mereka sampai di Markas Negara Cina, hari sudah larut malam, jadi setelah bertemu dengan Kapten Rin, semua orang menuju tempat mereka masing-masing yang sudah disediakan oleh pihak Cina, para survivor akan ditempatkan di distrik rakyat biasa, sedangkan para prajurit ditempatkan di sebuah gedung yang isinya hanya prajurit semua. Pada saat itu, ruang tempat Tim Elang beristirahat kebetulan adalah kamar yang cukup untuk empat orang, jadi mereka berempat langsung lega, karena mereka perlu sebuah rencana mengenai apa yang dikatakan oleh Kapten Rin tadi, tapi bukannya langsung berdiskusi tentang apa yang harus dilakukan, Wahyu malah menyuruh semua anggota Tim Elang untuk beristirahat. Wahidyn dan Septian setuju-setuju saja, namun Dani berpikir kalau ketuanya itu tidak serius menanggapi apa yang baru saja terjadi.

“Tunggu sebentar, apa kau tidak mendengar apa yang di katakannya barusan? Kita harus mengalahkan pasukan khususnya pada akhir bulan ini kau tahu dan itu hanya kurang 3 minggu lagi” ucap Dani kepada Wahyu dengan nada sedikit kesal.

“Kau tahu, aku ini masih manusia lho, aku juga butuh istirahat” jawab Wahyu yang sudah bersiap untuk tidur, “Dan juga, Septian dan Wahidyn juga tidak masalah, lebih baik kita istirahat dulu, besok baru kita pikirkan apa yang harus kita lakukan” sambung Wahyu yang kemudian mencoba untuk tidur.

Mendengar jawaban dari Wahyu, Dani masih tidak bisa menerimanya, tapi pada akhirnya dia tertidur dengan lelapnya.

“Hah… pada akhirnya kau juga kelelahan kan” ucap Wahyu pelan yang kemudian bangun dari tidurnya dan mencoba untuk keluar dari kamar tanpa membangunkan anggota Timnya.

Di saat Wahyu sudah hampir sampai ke pintu kamarnya tanpa membangunkan anggotanya yang sedang tidur, sebuah suara mengagetkannya.

“Yu, kau mau kemana?” tanya Wahidyn yang mengagetkan Wahyu yang sedang mencoba untuk keluar.

“Ah itu. . . aku mau ke toilet sebentar” jawab Wahyu yang mencoba untuk mencari alasan lain yang lebih baik.

“Kalau begitu kebetulan, aku juga ingin keluar sebentar, biarkan aku ikut denganmu” ucap Wahidyn yang sudah bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menghampiri Wahyu.

Wahyu yang tidak memiliki alasan yang bagus untuk membuat Wahidyn tidak mengikutinya hanya bisa pasrah dan membiarkannya ikut. Setelah keluar dari kamar Tim Elang, Wahyu dan Wahidyn berjalan menuju toilet.

“Jadi, apa yang sebenarnya ingin kau lakukan?” tanya Wahidyn secara tiba-tiba.

“Heh? Apa maksudmu? Aku hanya ingin ke toilet saja” jawab Wahyu masih menggunakan alasan yang sama.

Mendengar jawaban dari Wahyu, Wahidyn berhenti dan mulai menatap tajam ke arah Wahyu untuk memojokkannya. Wahyu yang melihat tatapan tajam dari Wahidyn itu pun langsung menyerah dan memberitahu semua rencananya pada Wahidyn.

“Jadi kau mau mencoba untuk mencari informasi tentang apa saja yang bisa dilakukan pasukan khusus Kapten Rin sendirian?” tanya Wahidyn yang sudah mengerti rencana Wahyu.

“Ya begitulah” jawab Wahyu.

“Kau benar-benar sudah gila ya . . .” ucap Wahidyn mengeluh.

“Eh, kenapa kau berpikir seperti itu?” tanya Wahyu yang kaget dengan ucapan Wahidyn.

“Kau harusnya melihat kondisimu sendiri sebelum memikirkan orang lain, beberapa hari lalu kakimu cedera dan membuatmu tidak bisa berlari dan juga kau harus menggunakan otakmu untuk 2-3 hari berturut-turut untuk mencari jalan ke markas ini dan sekarang kau mau memaksakan dirimu untuk mencari informasi sendiri, tidak salah jika aku mengataimu gila” ucap Wahidyn dengan nada sedikit marah. Wahyu yang mendengar ceramah dari Wahidyn hanya bisa diam dan menerima semua perkataannya.

“Lagipula yang membuat masalah itu Dani, kau harusnya menyuruh dia untuk mencari informasi dan juga seharusnya yang bertugas mencari informasi itu aku kau tahu, apa kau mau membuatku merasa tidak berguna?” ucap Wahidyn kesal.

“Bukan begitu, hanya saja. . . sepertinya lebih baik aku melakukannya sendiri, itu saja” jawab Wahyu mencoba menenangkan Wahidyn.

“Aku tidak peduli apapun yang kau katakan, aku akan memberitahu misi ini kepada Dani dan Septian” ucap Wahidyn yang mau meninggalkan Wahyu untuk kembali ke kamar Tim Elang.

“Eh, tung-, iya-iya aku akan menjelaskannya pada kalian semua besok!  kau tidak harus mengancamku seperti itu kau tahu. . .” ucap Wahyu sambil mengeluh.

Pada akhirnya Wahyu pergi ke toilet sebentar lalu kembali istirahat di kamar Tim Elang dan besoknya Wahyu memberi tahu semua anggotanya untuk mencari informasi yang bisa mereka dapatkan tentang pasukan khusus Kapten Rin dan melaporkannya kembali dalam waktu satu minggu.

Episodes
1 The First Mutation 1-1
2 The First Mutation 1-2
3 The First Mutation 1-3
4 Preparation for Departure 2-1
5 Preparation for Departure 2-2
6 Preparation for Departure 2-3
7 Crisis on Departure 3-1
8 Crisis on Departure 3-2
9 Mission at New Land 4-1
10 Mission at New Land 4-2
11 Mission at New Land 4-3
12 Another Mutation 5-1
13 Another Mutation 5-2
14 Another Mutation 5-3
15 Another Mutation 5-4
16 The Team's Bond 5.5
17 A New Shelter 6-1
18 A New Shelter 6-2
19 The Development of The Sniper 7-1
20 The Development of The Sniper 7-2
21 Mission Under Another Command 8-1
22 Mission Under Another Command 8-2
23 Mission Under Another Command 8-3
24 A Farewell Gift From a Captain 8.5
25 The Experience of Fear 9-1
26 The Experience of Fear 9-2
27 The Experience of Fear 9-3
28 The Match 10-1
29 The Match 10-2
30 The Match 10-3
31 The Duel 11-1
32 The Duel 11-2
33 Incoming Danger 12-1
34 Incoming Danger 12-2
35 Incoming Danger 12-3
36 Incoming Danger 12-4
37 The Hawk Take The Shot 13-1
38 The Hawk Take The Shot 13-2
39 The Hawk Take The Shot 13-3
40 The Hawk Take The Shot 13-4
41 The Hawk Take The Shot 13-5
42 The Hawk Take The Shot 13-6
43 The Hawk Take The Shot 13-7
44 The Hawk Take The Shot 13-8
45 The Hawk Take The Shot 13-9
46 Happy Time After The Battle 14-1
47 Happy Time After The Battle 14-2
48 Happy Time After The Battle 14-3
49 Happy Time After The Battle 14-4
50 Another Task To Fulfill 15-1
51 Another Task To Fulfill 15-2
52 Another Task To Fulfill 15-3
53 Another Task To Fulfill 15-4
54 A Glimpse Of The Past 16-1
55 A Glimpse Of The Past 16-2
56 New Mission, New Member 17-1
57 New Mission, New Member 17-2
58 New Mission, New Member 17-3
59 New Mission, New Member 17-4
60 Airport Cleaning 18-1
61 Airport Cleaning 18-2
62 Airport Cleaning 18-3
63 Airport Cleaning 18-4
64 Airport Cleaning 18-5
65 Airport Cleaning 18-6
66 A Promise That Need To Be Kept 19
67 A Truth Or A Lie 20-1
68 A Truth Or A Lie 20-2
69 A Truth Or A Lie 20-3
70 A Truth Or A Lie 20-4
71 The Snow That Kills 21-1
72 The Snow That Kills 21-2
73 The Snow That Kills 21-3
74 The Snow That Kills 21-4
75 The Snow That Kills 21-5
76 The Snow That Kills 21-6
77 The Snow That Kills 21-7
78 The Deal 22-1
79 The Deal 22-2
80 The Deal 22-3
81 The Rogue 23-1
82 The Rogue 23-2
83 The Rogue 23-3
Episodes

Updated 83 Episodes

1
The First Mutation 1-1
2
The First Mutation 1-2
3
The First Mutation 1-3
4
Preparation for Departure 2-1
5
Preparation for Departure 2-2
6
Preparation for Departure 2-3
7
Crisis on Departure 3-1
8
Crisis on Departure 3-2
9
Mission at New Land 4-1
10
Mission at New Land 4-2
11
Mission at New Land 4-3
12
Another Mutation 5-1
13
Another Mutation 5-2
14
Another Mutation 5-3
15
Another Mutation 5-4
16
The Team's Bond 5.5
17
A New Shelter 6-1
18
A New Shelter 6-2
19
The Development of The Sniper 7-1
20
The Development of The Sniper 7-2
21
Mission Under Another Command 8-1
22
Mission Under Another Command 8-2
23
Mission Under Another Command 8-3
24
A Farewell Gift From a Captain 8.5
25
The Experience of Fear 9-1
26
The Experience of Fear 9-2
27
The Experience of Fear 9-3
28
The Match 10-1
29
The Match 10-2
30
The Match 10-3
31
The Duel 11-1
32
The Duel 11-2
33
Incoming Danger 12-1
34
Incoming Danger 12-2
35
Incoming Danger 12-3
36
Incoming Danger 12-4
37
The Hawk Take The Shot 13-1
38
The Hawk Take The Shot 13-2
39
The Hawk Take The Shot 13-3
40
The Hawk Take The Shot 13-4
41
The Hawk Take The Shot 13-5
42
The Hawk Take The Shot 13-6
43
The Hawk Take The Shot 13-7
44
The Hawk Take The Shot 13-8
45
The Hawk Take The Shot 13-9
46
Happy Time After The Battle 14-1
47
Happy Time After The Battle 14-2
48
Happy Time After The Battle 14-3
49
Happy Time After The Battle 14-4
50
Another Task To Fulfill 15-1
51
Another Task To Fulfill 15-2
52
Another Task To Fulfill 15-3
53
Another Task To Fulfill 15-4
54
A Glimpse Of The Past 16-1
55
A Glimpse Of The Past 16-2
56
New Mission, New Member 17-1
57
New Mission, New Member 17-2
58
New Mission, New Member 17-3
59
New Mission, New Member 17-4
60
Airport Cleaning 18-1
61
Airport Cleaning 18-2
62
Airport Cleaning 18-3
63
Airport Cleaning 18-4
64
Airport Cleaning 18-5
65
Airport Cleaning 18-6
66
A Promise That Need To Be Kept 19
67
A Truth Or A Lie 20-1
68
A Truth Or A Lie 20-2
69
A Truth Or A Lie 20-3
70
A Truth Or A Lie 20-4
71
The Snow That Kills 21-1
72
The Snow That Kills 21-2
73
The Snow That Kills 21-3
74
The Snow That Kills 21-4
75
The Snow That Kills 21-5
76
The Snow That Kills 21-6
77
The Snow That Kills 21-7
78
The Deal 22-1
79
The Deal 22-2
80
The Deal 22-3
81
The Rogue 23-1
82
The Rogue 23-2
83
The Rogue 23-3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!