Keesokan harinya Wahyu sudah pulih dan entah bagaimana kakinya sudah berfungsi seperti normal, namun mengesampingkan hal itu, Wahyu berdiskusi sejenak dengan Timnya kalau Wahyu memutuskan untuk memilih jalur yang sedikit memutar untuk menghindari serangan dari The Butcher, zombie yang bisa menarik mangsanya dengan bagian tubuhnya, atau lebih tepatnya ususnya. Setelah itu Wahyu membicarakan rencananya kepada Wakil Kapten dan akhirnya semua survivor dan anggota Zombie Resistance Indonesia mulai berangkat menuju markas Zombie Resistance Negara Cina.
Dalam perjalanan, Zombie Resistance Indonesia tidak mengalami masalah apapun, walaupun kemarin Tim Elang hanya bermain-main, namun Wahyu juga melihat keadaan jalur yang dia usulkan, jadi mereka tidak akan mengalami masalah yang besar dalam perjalanan.
Setelah 2 – 3 jam berlalu, akhirnya gerbang markas Zombie Resistance Cina sudah terlihat, gerbangnya tidak berbeda dengan markas di Indonesia, gerbang yang terbuat dari baja yang tebal dan sangat tinggi dengan dua buah pos pantau yang ada di masing-masing sisi gerbang. Wakil Kapten Zombie Resistance Indonesia, didampingi Wahyu, langsung menghampiri salah satu pos tersebut dan meminta izin agar diperbolehkan masuk, anggota Zombie Resistance Cina yang menjaga pos itu langsung membukakan gerbang dan mengatakan kalau mereka sudah menunggu kedatangan orang-orang dari Indonesia.
Semua survivor dan anggota Zombie Resistance Indonesia langsung memasuki markas Zombie Resistance Cina dan setelah mereka melewati gerbang, langsung terlihat kota yang sangat luas yang dipenuhi bangungan-bangunan seperti perumahan, pasar, toko peralatan, dan bangunan-bangunan yang lebih berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, tidak seperti di Indonesia yang memakai tempat latihan militer, di markas Zombie Resistance Cina, lebih mengutamakan kehidupan rakyat biasa daripada anggota Zombie Resistance, atau itu yang pertama kali dipikirkan semua orang. Setelah para survivor dari Indonesia sudah diantar ke tempat dimana mereka bisa beristirahat, semua anggota Zombie Resistance Indonesia di panggil untuk ke markas utama, ternyata markas Zombie Resistance Cina dibagi menjadi 2 bagian, bagian penduduk dan bagian militer, dua bagian ini dipisah dengan tembok yang terbuat dari baja yang sangat tinggi seperti bertujuan agar orang-orang biasa tidak bisa melihat apa yang terjadi di bagian militer. Setelah anggota Zombie Resistance Indonesia melewati gerbang pembatas dua bagian itu, pemandangan yang berbeda langsung terlihat, bagian sebelumnya yang terlihat sangat damai, sekarang menjadi sangat menegangkan, banyak sekali orang-orang yang melakukan latihan militer, ada 6 lapangan besar yang digunakan untuk latihan, 2 bangunan untuk simulasi medan, 4 gudang persenjataan, sebuah bangunan yang terlihat seperti coliseum, serta 1 bangunan besar sebagai markas pusat.
Semua anggota Zombie Resistance Indonesia memasuki markas pusat dan pada saat di lobi, Kapten dari Zombie Resistance Cina sudah menanti mereka dengan seorang laki-laki dan seorang perempuan yang mendampinginya. Kapten Zombie Resistance Cina itu memiliki penampilan yang sangat tegas dan berkharisma, seorang perempuan berumur 26 tahun dengan rambut merah panjang yang terlihat kasar, topi Kapten yang menunjukkan kedudukannya, tubuh yang tinggi serta memiliki postur yang sangat bagus, pose menyilangkan kedua tangannya di bagian dadanya itu juga menambah kharismanya.
“Selamat datang di Markas Pusat Zombie Resistance Negara Cina” sambut Kapten Zombie Resistance Cina dengan tegas. “Namaku Rin Shenlong, aku adalah Kapten dari Zombie Resistance Cina, aku ingin berbicara dengan Kapten kalian” ucapnya tegas.
Sikap Kapten Zombie Resistance Cina sangat tegas namun di setiap ucapannya, orang hanya akan merasakan tekanan, nada suara yang terasa merendahkan itu juga bisa membuat lawan bicaranya terintimidasi dan terendahkan, tapi mau bagaimana lagi, Zombie Resistance Indonesia adalah tamu, jadi mereka harus menahan semua emosi mereka.
Wakil Kapten menepuk pundak Wahyu sebagai tanda untuk menemaninya maju menghampiri Kapten Rin. Wahyu dan Wakil Kapten menghampiri Kapten Zombie Resistance Cina itu dan Wakil Kapten langsung mulai berbicara.
“Saya Wakil Kapten dari Zombie Resistance Indonesia, Kapten kami gugur pada peperangan melawan zombie mutasi yang kami sebut Scratcher berukuran raksasa, jadi dia tidak bisa datang” ucap Wakil Kapten dengan sopan, tentu saja juga dengan menggunakan Bahasa Cina, namun karena fungsi translasi yang ada di communicator Wahyu, Wahyu bisa mengerti ucapan Kapten Rin dan Wakil Kapten.
“Begitu ya . ., kalau begitu apakah sudah ada penggantinya?” tanya Kapten Rin.
“Ya, pemuda disamping saya ini bernama Wahyu, dia dan timnyalah yang mengalahkan Scratcher raksasa yang menyerang markas kami, jika anda ingin menanyakan apapun, silahkan tanyakan padanya” ucap Wakil Kapten sambil mendorong Wahyu mendekati Kapten Zombie Resistance Cina.
“Eh, tunggu sebentar Wakil Kapten” ucap Wahyu yang melihat ke arah Wakil Kapten dan melihat kaki Wakil Kapten yang sempat gemetar sesaat. “Heehh, jadi karena dia takut, aku yang dikorbankan” ucap Wahyu di pikirannya yang kemudian kembali menghadap Kapten Rin. Wahyu langsung memberi hormat kepada Kapten Rin dan dia membalas hormatnya, Wahyu menurunkan tangannya lalu mulai berbicara.
“Saya Wahyu, Ketua dari Tim Elang dan karena beberapa alasan, saya menjadi perwakilan untuk semua anggota Zombie Resistance Indonesia” ucap Wahyu dengan tegas. Ucapan Wahyu langsung di terjemahkan oleh communicatornya.
“Hmm? Aku mendengar suaramu dua kali? Bisa kau jelaskan kenapa itu?” tanya Kapten Rin penasaran.
“Baik! Ini adalah salah satu penemuan dari anggota timku, communicator yang saya pakai dapat menerjemahkan ucapan saya menjadi Bahasa yang saya inginkan” ucap Wahyu menjelaskan dengan nada tegas.
“Hmm begitu ya” Kapten Rin melihat Wahyu seperti sedang menganalisa seluruh tubuh Wahyu “Kau memiliki sikap yang bagus sebagai seorang anggota militer, tapi bukannya Wakilmu tadi mengatakan kalau kau adalah Kapten dari Zombie Resistance Indonesia? Kenapa kau mengatakan kalau kau hanya perwakilan?” tanya Kapten Rin pada Wahyu.
“Karna saya berpikir kalau saya masih perlu latihan lagi sebelum dapat menerima posisi tersebut” jawab Wahyu dengan tegas.
“Oh begitu ya, jadi kau berpikir kalau dirimu lemah ya” ucap Kapten Rin merendahkan Wahyu.
Mendengar Kapten Zombie Resistance Cina mengatakan kalau orang yang memimpin tim yang beranggotakan 4 orang untuk emmbunuh zombie mutasi yang baru mereka temui sebagai tugas pertama mereka itu lemah, membuat semua anggota Zombie Resistance Indonesia kaget.
“Kau memiliki sikap yang bagus dan aku mengira kau memang pantas untuk menjadi Kapten, tapi mendengar kau berpikiran seperti itu, ternyata anggota Zombie Resistance yang berhasil mengalahkan zombie mutase pertama tidak sehebat yang kukira” ucap Kapten Rin sekali lagi meremehkan Wahyu yang berada di depannya. “Jika orang yang berhasil mengalahkan zombie Scratcher seperti ini, sepertinya kami tidak akan mendapat masalah berurusan dengan zombie itu” sambung Kapten Rin yang terus merendahkan Wahyu.
Semua anggota Zombie Resistance Indonesia mulai merasa kesal mendengar perkataan Kapten Zombie Resistance Cina itu, namun Wahyu yang berada didepannya tetap focus menatap Kapten Rin tanpa bergeming sedikitpun.
Kapten Rin menunggu sesaat untuk melihat reaksi Wahyu dan akhirnya mulai berbicara lagi.
“Aku takjub” ucapnya singkat yang membuat semua orang disana terdiam ”Itu tadi adalah salah satu pelatihan kami untuk melatih emosi dan mental prajurit disini dan juga itu adalah ujian untuk menjadi Komandan dan Jendral disini” ucap Kapten Rin menjelaskan.
“Aku bisa melihat semua anggota dari negaramu memiliki perasaan kesal terhadapku karena aku mengejek penyelamat mereka, bahkan anggota timmu sendiri juga sangat kesal terhadapku, tapi kau. . . kau bisa menahan semua itu, sepertinya hanya kau yang pantas untuk berjuang dengan pasukanku untuk melindungi markas Negara ini” sambungnya. Kapten Rin berikir sejenak untuk memutuskan apa yang akan dilakukan Zombie Resistance dari Negara Indonesia di sana “Untuk kalian semua anggota Zombie Resistance dari Indonesia, kalian dibebastugaskan dari tugas kalian sebagai prajurit dan bisa kembali ke bagian rakyat biasa!” ucap Kapten Rin setelah mendapatkan keputusan yang dikiranya tepat. “Dan kau Wahyu, aku mengundangmu untuk masuk ke pasukan khusus yang kulatih sendiri” setelah mengatakan semua itu tanpa memperdulikan pendapat yang lain, Kapten Rin sudah bersiap untuk meninggalkan lobi.
Semua pasukan Zombie Resistance Indonesia terdiam dan bingung mendengar ucapan Kapten Rin, namun mendengar kalau mereka dibebastugaskan membuat anggota Zombie Resistance Indonesia merasa kecewa. Namun di saat seperti itu, Wahyu yang dari tadi memasang sikap siap, menunjukkan senyuman kecil yang sulit terlihat, Kapten Rin menyadarinya, hanya saja dia tidak peduli. Di saat Kapten Rin dan 2 pengawalnya mau pergi, ada satu orang yang tiba-tiba maju menghampiri Kapten Zombie Resistance Cina. Mendengar suara kaki yang mendekat, Kapten Rin langsung menoleh ke belakang dan melihat seorang prajurit dengan sebuah sniper di punggungnya sedang mendekatinya.
“Tarik kembali ucapanmu” ucap prajurit itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments