Another Mutation 5-1

Setelah berpisah dengan Septian, Wahidyn, dan Tono,  Wahyu dan Dani mengikuti arah usus yang menyerang tadi sambil terus menempelkan badan mereka ke tembok, mobil tak terpakai, dan benda-benda yang memiliki ukuran besar lainnya. Dan setelah beberapa menit berlalu, Wahyu dan Dani sampai ke tempat seperti pasar daging, di sana mereka melihat pemandangan yang sangat tidak mengenakkan, daging-daging hewan berserakan dimana-mana, daging sapi, ayam, babi, dan juga mayat zombie serta manusia yang membusuk, seketika pemandangan itu membuat Wahyu dan Dani hampir muntah.

“Ugh. . . apa-apaan ini? Kita ini sebenarnya ada di mana?” tanya Dani sambil menutupi hidung dan mulutnya agar tidak muntah dan mengurangi bau busuk di tempat itu.

“Sepertinya ini dulunya adalah sebuah pasar daging, dilihat dari semua daging yang digantung dan diletakkan dimeja, mungkin karena evakuasi mendadak saat zombie mulai menyerang membuat para pedagang panik dan menelantarkan barang dagangan mereka hingga seperti ini” ucap Wahyu juga sambil menutupi mulut dan hidungnya.

“Sepertinya begitu, tapi yang ingin kutanyakan, dari semua tempat yang ada di Cina kenapa kita kemari?” tanya Dani heran dan kesal.

“Waktu aku menancapkan pisauku pertama kali ke usus yang menyerang tadi, aku juga memasang pelacak ke usus itu dan pelacak itu menunjukkan kalau lokasinya ada disini” jawab Wahyu.

“Kau masih sempat memasang pelacak sambil menusukkan pisau ke usus yang melesat secepat itu?! Memangnya seberapa cepat tanganmu bergerak?” tanya Dani keheranan.

“Kau tidak memperhatikan ya, sejak awal aku sudah ingin memasang pelacak itu, tapi tidak sempat dan saat Tim Anoman bilang anggotanya tertangkap aku langsung kepikiran sekalian saja kupasang pelacak itu, dan saat tangan kananku menusukkan pisau, tangan kiriku langsung mennjatuhkan pelacak ke sela yang kubuat dengan pisauku dan setelah itu baru kugunakan kedua tanganku untuk memegangi pisauku” ucap Wahyu.

“Mana mungkin aku bisa melihatnya! Aku terbaring di tanah tahu!” ucap Dani kesal.

“Pelankan suaramu” ucap Wahyu tiba-tiba. “Apa kau mendengar sesuatu?” tanya Wahyu ke Dani. Mendengar pertanyaan Wahyu, Dani langsung mencoba untuk memfokuskan telinganya dan terdengar suara seperti benda yang terseret dan tiba-tiba Wahyu menarik Dani dan bersembunyi di gang di dekat mereka.

“Hey kalau kau mau menarikku bilang dulu dong” ucap Dani dengan suara pelan.

“Maaf, tapi lihat itu” ucap Wahyu dengan suara pelan sambil menunjuk ke arah deretan daging babi yang dipajang. Dani melihat ke arah yang ditunjukkan Wahyu dan Dani sangat terkejut melihat zombie berbadan besar sedang berjalan sambil menyeret mayat manusia, zombie itu memiliki perut yang sangat gemuk dan kalau dikira-kira satu tubuh manusia utuh bisa muat didalam perutnya itu. Zombie itu terus berjalan hingga sampai di tempat dimana banyak macam daging berserakan membentuk seperti gunung kecil. Zombie itu mengangkat mayat manusia yang diseretnya tadi dan memposisikannya di depan perutnya yang besar itu. Perut zombie itu terbuka dan memperlihatkan sesuatu yang mengerikan, barisan-barisan tulang rusuk yang sangat tajam bergerak-gerak seperti tidak sabar untuk mencabik-cabik apapun yang masuk ke dalam perutnya, di bagian paling tengah ada sebuah lubang, dari lubang itu keluar dengan cepat usus yang langsung melilit mayat manusia yang ada di depan perut zombie itu, usus itu menarik mayat itu perlahan-lahan, saat mayat itu mulai memasuki perut zombie itu, di bagian atas perut zombie itu mengalir asam yang membasahi mayat yang mulai masuk ke perut zombie itu, asam itu melelehkan kulit dan daging mayat itu dengan perlahan dan saat mayat itu masuk ke perutnya sepenuhnya, perut zombie itu langsung menutup dan membuka terus menerus seperti mulut yang sedang mengunyah makanan, selagi perutnya mengunyah makanan, zombie itu duduk bersandar di tumpukan daging yang ada dibelakangnya. Melihat pemandangan yang seperti itu Wahyu dan Dani langsung diam terpaku menatap hal mengerikan yang baru saja mereka lihat, mereka takut, panik, ingin segera lari, namun jika mereka salah langkah sedikit saja, mereka akan langsung berakhir seperti mayat yang baru saja mereka lihat, memikirkan hal itu membuat tubuh mereka tidak bisa bergerak dan mengeluarkan keringat dingin.

“K-kau pasti bercanda, i-ini semua hanya khayalanku saja kan? H-hey Wahyu, katakan padaku kalau ini hanya halusinasiku saja”  ucap Dani takut dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.

“Maaf Dan, tapi aku juga melihatnya” keringat dingin terus keluar membasahi dahi Wahyu “Jadi sayang sekali, semua ini benar-benar nyata” ucap Wahyu dengan merinding, melihat apa yang baru saja terjadi.

“Dan, aku tahu kau takut, apalagi aku” ucap Wahyu yang kemudian menarik nafas dan mencoba menenangkan diri. “ Tapi untuk saat ini ayo kita pelan-pelan duduk dan mengamatinya sedikit lebih lama, kita juga harus menenangkan dan menstabilkan diri kita” sambung Wahyu.

“Aku setuju. . . lebih baik kita tenangkan diri kita dulu sebelum kita melakukan hal yang aneh” jawab Dani. Wahyu dan Dani mencoba untuk duduk sepelan mungkin agar tidak membuat suara dan saat akhirnya mereka telah duduk nafas mereka langsung tidak karuan dan langsung merasa kelelahan.

“Gila ha.. ha.. ini benar-benar mengerikan hah. . .” ucap Dani terengah-engah karena lelah.

“hah. . .hah. .  kau benar, bulu kudukku berdiri semua. . .” ucap Wahyu yang juga terengah-engah.

“Ini lebih mengerikan daripada melihat Scratcher waktu itu bermutasi” ucap Dani yang mulai menstabilkan nafasnya.

“Kau benar, melihat zombie itu tadi memakan buruannya benar-benar membuatku tidak bisa tenang” ucap Wahyu yang juga sudah mulai menstabilkan keadaan tubuhnya. “Tapi aku mempelajari sesuatu dari melihat itu tadi”.

“Benarkah? Kau tidak bercanda kan? Sangat mustahil bisa mempelajari sesuatu dari pemandangan yang mengerikan itu tahu” jawab Dani tidak percaya.

“Mungkin sulit dipercaya, aku sendiri juga tidak mempercayainya, tapi sepertinya kebiasaanku yang mendahulukan prioritas musu daripada keadaanku sendiri itu membuatku masih bisa mempelajari sesuatu” ucap Wahyu yang juga sedikit tidak percaya.

“Kau benar-benar gila ya” ucap Dani lemas. Saat Wahyu dan Dani masih duduk dan menenangkan diri mereka, tiba-tiba suara dari communicator mereka mengagetkan mereka berdua.

“…yu, ap.. kau ..sa. ..dengarku?” suara Wahidyn yang keluar dari communicator.

“Aku mendengarmu ada apa?” jawab Wahyu sambil memposisikan communicatornya agar suara Wahidyn lebih terdengar dengan jelas.

“Kami sudah sampai di menara, saat ini aku sedang berusaha untuk berkomunikasi dengan Zombie Resistance Cina” ucap Wahidyn.

“Baguslah kalau begitu” jawab Wahyu dengan suara  sedikit bergetar.

“Kenapa suaramu seperti itu? apa terjadi sesuatu disitu?” tanya Wahidyn.

“Aku dan Dani sekarang berada di tempat dimana zombie yang menyerang kita tadi berada” jawab Wahyu namun kali ini suaranya sudah kembali normal.

“Maksudmu usus yang menyerang kita tadi itu berasal dari zombie?!” tanya Wahidyn kaget.

“Iya kau benar, jika kau melihat apa yang baru saja kulihat, kau pasti akan mengalami trauma berat, bahkan Dani yang sudah mengalami banyak trauma saja masih ketakutan” jawab Wahyu.

“Oy apa yang baru saja kau katakan” ucap Dani kesal.

“Itu pasti sangat menakutkan, jika Dani saja sampai ketakutan” ucap Wahidyn mulai mengerti betapa mengerikannya situasi Wahyu dan Dani.

“Berhenti mengejekk-“ kalimat Dani terhenti karena tangan Wahyu yang menutupinya.

“Jangan berteriak, aku kan cuma bercanda” ucap Wahyu dengan suara pelan sambil menutupi mulut Dani.

“Jadi kau benar-benar berada di tempat zombie itu ya?” ucap Wahidyn memastikan.

“Iya benar, aku akan menjelaskannya nanti, untuk sekarang jika kau bisa, percepatlah apa yang kau lakukan sekarang” jawab Wahyu.

“Baiklah kalau begitu, aku mengakhiri trasmisiku” ucap Wahidyn lalu saluran mereka tiba-tiba terpotong.

“Mengakhiri? Jadi kita bisa mengatur saat kita mau bicara dan tidak? Penjelasan Wahidyn kurang lengkap mengenai communicator ini” ucap Wahyu bingung.

“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?” Dani sudah merasa tenang dan ingin tahu apa yang akan mereka lakukan berikutnya.

“Aku punya rencana yang sedikit gila, kau mau ikut?”ucap Wahyu.

“Aku punya firasat buruk, tapi daripada tidak melakukan apapun, aku ikut” jawab Dani.

“Pertama, coba kau tarik mayat di sebelahmu itu” ucap Wahyu sambil menunjuk ke arah sebelah Dani.

“Sebelahku?” ucap Dani bingung dan langsung menoleh ke sampingnya dimana ada mayat yang hanya tinggal tulang belulangnya saja, serentak Dani langsung kaget dan hampir berteriak, namun karena teringat keadaannya, Dani langsung memelankan suaranya. “Kenapa kau tidak bilang dari tadi?” ucap Dani kesal dengan suara pelan.

“Sudahlah cepat, sebelum zombie itu selesai mencerna makanannya” ucap Wahyu yang bersiap untuk berdiri.

“Iya iya, sabar sebentar” jawab Dani dan mengambil tengkorak tadi dan memberikannya ke Wahyu. “Kau mau apakan itu?” tanya Dani.

“Untuk pengalihan” jawab Wahyu yang kemudian menegakkan tengkorak yang diberikan Dani. “Kau juga berdirilah dan pegang tangan satunya” suruh Wahyu.

“Oh iya sebentar” jawab Dani sambil berdiri dan memegang satu tangan tengkorak tadi. Di gang sempit dimana Wahyu dan Dani bersembunyi, Wahyu dan Dani sedang memposisikan sebuah tengkorak agar berada di tengah gang itu, dengan masing-masing memegang satu tangan tengkorak dan menstabilkannya agar berdiri dengan tegak.

“Baiklah, saat kubilang lepas langsung lepaskan oke” ucap Wahyu.

“Ok” jawab Dani.

“Kalau begitu . .. Woy!!! Zombie sialan!!!” ucap Wahyu yang tiba-tiba berteriak dengan keras, karena kerasnya suara Wahyu, zombie mutasi yang akhirnya telah mencerna makanannya tadi langsung berdiri dan mencari darimana suara yang zombie itu dengar.

“Woy, kau gila ya? Kau mau kita mati?” Ucap Dani marah.

“Bersiaplah!” ucap Wahyu dengan nada serius, sambil terus memperhatikan zombie mutasi tadi.

Episodes
1 The First Mutation 1-1
2 The First Mutation 1-2
3 The First Mutation 1-3
4 Preparation for Departure 2-1
5 Preparation for Departure 2-2
6 Preparation for Departure 2-3
7 Crisis on Departure 3-1
8 Crisis on Departure 3-2
9 Mission at New Land 4-1
10 Mission at New Land 4-2
11 Mission at New Land 4-3
12 Another Mutation 5-1
13 Another Mutation 5-2
14 Another Mutation 5-3
15 Another Mutation 5-4
16 The Team's Bond 5.5
17 A New Shelter 6-1
18 A New Shelter 6-2
19 The Development of The Sniper 7-1
20 The Development of The Sniper 7-2
21 Mission Under Another Command 8-1
22 Mission Under Another Command 8-2
23 Mission Under Another Command 8-3
24 A Farewell Gift From a Captain 8.5
25 The Experience of Fear 9-1
26 The Experience of Fear 9-2
27 The Experience of Fear 9-3
28 The Match 10-1
29 The Match 10-2
30 The Match 10-3
31 The Duel 11-1
32 The Duel 11-2
33 Incoming Danger 12-1
34 Incoming Danger 12-2
35 Incoming Danger 12-3
36 Incoming Danger 12-4
37 The Hawk Take The Shot 13-1
38 The Hawk Take The Shot 13-2
39 The Hawk Take The Shot 13-3
40 The Hawk Take The Shot 13-4
41 The Hawk Take The Shot 13-5
42 The Hawk Take The Shot 13-6
43 The Hawk Take The Shot 13-7
44 The Hawk Take The Shot 13-8
45 The Hawk Take The Shot 13-9
46 Happy Time After The Battle 14-1
47 Happy Time After The Battle 14-2
48 Happy Time After The Battle 14-3
49 Happy Time After The Battle 14-4
50 Another Task To Fulfill 15-1
51 Another Task To Fulfill 15-2
52 Another Task To Fulfill 15-3
53 Another Task To Fulfill 15-4
54 A Glimpse Of The Past 16-1
55 A Glimpse Of The Past 16-2
56 New Mission, New Member 17-1
57 New Mission, New Member 17-2
58 New Mission, New Member 17-3
59 New Mission, New Member 17-4
60 Airport Cleaning 18-1
61 Airport Cleaning 18-2
62 Airport Cleaning 18-3
63 Airport Cleaning 18-4
64 Airport Cleaning 18-5
65 Airport Cleaning 18-6
66 A Promise That Need To Be Kept 19
67 A Truth Or A Lie 20-1
68 A Truth Or A Lie 20-2
69 A Truth Or A Lie 20-3
70 A Truth Or A Lie 20-4
71 The Snow That Kills 21-1
72 The Snow That Kills 21-2
73 The Snow That Kills 21-3
74 The Snow That Kills 21-4
75 The Snow That Kills 21-5
76 The Snow That Kills 21-6
77 The Snow That Kills 21-7
78 The Deal 22-1
79 The Deal 22-2
80 The Deal 22-3
81 The Rogue 23-1
82 The Rogue 23-2
83 The Rogue 23-3
Episodes

Updated 83 Episodes

1
The First Mutation 1-1
2
The First Mutation 1-2
3
The First Mutation 1-3
4
Preparation for Departure 2-1
5
Preparation for Departure 2-2
6
Preparation for Departure 2-3
7
Crisis on Departure 3-1
8
Crisis on Departure 3-2
9
Mission at New Land 4-1
10
Mission at New Land 4-2
11
Mission at New Land 4-3
12
Another Mutation 5-1
13
Another Mutation 5-2
14
Another Mutation 5-3
15
Another Mutation 5-4
16
The Team's Bond 5.5
17
A New Shelter 6-1
18
A New Shelter 6-2
19
The Development of The Sniper 7-1
20
The Development of The Sniper 7-2
21
Mission Under Another Command 8-1
22
Mission Under Another Command 8-2
23
Mission Under Another Command 8-3
24
A Farewell Gift From a Captain 8.5
25
The Experience of Fear 9-1
26
The Experience of Fear 9-2
27
The Experience of Fear 9-3
28
The Match 10-1
29
The Match 10-2
30
The Match 10-3
31
The Duel 11-1
32
The Duel 11-2
33
Incoming Danger 12-1
34
Incoming Danger 12-2
35
Incoming Danger 12-3
36
Incoming Danger 12-4
37
The Hawk Take The Shot 13-1
38
The Hawk Take The Shot 13-2
39
The Hawk Take The Shot 13-3
40
The Hawk Take The Shot 13-4
41
The Hawk Take The Shot 13-5
42
The Hawk Take The Shot 13-6
43
The Hawk Take The Shot 13-7
44
The Hawk Take The Shot 13-8
45
The Hawk Take The Shot 13-9
46
Happy Time After The Battle 14-1
47
Happy Time After The Battle 14-2
48
Happy Time After The Battle 14-3
49
Happy Time After The Battle 14-4
50
Another Task To Fulfill 15-1
51
Another Task To Fulfill 15-2
52
Another Task To Fulfill 15-3
53
Another Task To Fulfill 15-4
54
A Glimpse Of The Past 16-1
55
A Glimpse Of The Past 16-2
56
New Mission, New Member 17-1
57
New Mission, New Member 17-2
58
New Mission, New Member 17-3
59
New Mission, New Member 17-4
60
Airport Cleaning 18-1
61
Airport Cleaning 18-2
62
Airport Cleaning 18-3
63
Airport Cleaning 18-4
64
Airport Cleaning 18-5
65
Airport Cleaning 18-6
66
A Promise That Need To Be Kept 19
67
A Truth Or A Lie 20-1
68
A Truth Or A Lie 20-2
69
A Truth Or A Lie 20-3
70
A Truth Or A Lie 20-4
71
The Snow That Kills 21-1
72
The Snow That Kills 21-2
73
The Snow That Kills 21-3
74
The Snow That Kills 21-4
75
The Snow That Kills 21-5
76
The Snow That Kills 21-6
77
The Snow That Kills 21-7
78
The Deal 22-1
79
The Deal 22-2
80
The Deal 22-3
81
The Rogue 23-1
82
The Rogue 23-2
83
The Rogue 23-3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!