Setelah beberapa jam telah berlalu semenjak Survivor Negara Indonesia berlayar ,akhirnya pelabuhan Negara Cina sudah mulai terlihat, semua Survivor Indonesia mulai mengemasi semua barang-barang yang mereka bawa dan memasukkannya ke kendaraan yang akan digunakan sebagai transportasi ke shelter Negara Cina. Kapal utama Zombie Resistance sudah berlabuh dan menurunkan semua orang, barang , serta kendaraan ke pelabuhan, walaupun terlihat sudah ditinggalkan, namun gerbang masuk ke pelabuhan itu masih berfungsi sehingga zombie yang berkeliaran di pelabuhan itu bisa dihitung dengan jari. Setelah semuanya sudah turun dari kapal, kapal Tim Elang berlabuh dan semua anggota Tim Elang berkumpul dengan pasukan Zombie Resistance dan melakukan Briefing mengenai apa yang akan dilakukan selanjutnya.
“Apa semuanya sudah lengkap?” Tanya Wakil Kapten kepada seluruh pasukan.
“Sudah Pak!” jawab semua pasukan serentak dan mengambil posisi istirahat.
“Kita sekarang sudah berada di Negara Cina, yang dimana kita belum pernah mengunjunginya dan data kita mengenai Negara ini juga kurang, jadi sebelum kita mulai berangkat menuju shelter Negara ini, aku akan mengirim beberapa pasukan pengintai untuk mengamankan jalur menuju shelter dan yang akan menjalankan misi ini yaitu, Tim Anoman, Gatot Kaca, Pandawa, dan Tim Elang, empat tim ini akan mengamankan jalur perjalanan kita, sedangkan sisanya akan mempertebal keamanan disini dan menjadikan pelabuhan sebagai markas sementara, apa semuanya mengerti tugas kalian masing-masing?” ucap Wakil Kapten memastikan.
“Mengerti Pak!” jawab semua pasukan serentak dan kembali mengambil posisi istirahat.
“Baiklah, untuk empat tim pengintai yang kusebutkan, tadi jangan meninggalkan tempat ini, untuk yang lainnya langsung kerjakan tugas kalian” ucap Wakil Kapten.
“Baik Pak!” jawab semua pasukan lalu mengambil posisi hormat dan setelah Wakil Kapten membalas hormat, semua orang kecuali empat tim yang dipanggil, membubarkan barisan mereka.
“Baiklah, akan kujelaskan lagi tugas kalian masing-masing, Tim Anoman, kalian akan mengawasi dan melaporkan semua keadaan di jarak 2 km dari pelabuhan ini” ucap Wakil Kapten menjelaskan.
“Siap Pak!” jawab semua anggota Tim Anoman.
“Selanjutnya Tim Gatot Kaca, tugas kalian adalah untuk mengawasi dan kalau bisa kurangi jumlah zombie yang berkeliaran di area yang diawasi Tim Anoman” ucap Wakil Kapten menjelaskan.
“Siap Pak!” jawab semua anggota Tim Gatot Kaca.
“Tim Pandawa, kalian bertugas untuk membantu Tim yang membutuhkan bantuan lebih, kalau tidak ada, kalian bisa membantu untuk mengamankan daerah sekitar markas dan mengurangi jumlah zombie yang berkeliaran” ucap Wakil Kapten menjelaskan.
“Siap Pak!” jawab semua anggota Tim Pandawa.
“Baiklah, kalian yang sudah mendapatkan tugas, segera berangkat!” ucap Wakil Kapten.
“Baik Pak!” jawab Anoman, Gatot Kaca, dan Tim Pandawa sambil hormat, Wakil Kapten membalas hormat mereka, kemudian ketiga tim itu langsung menjalankan tugas mereka masing-masing.
“Boleh bicara pak?!” ucap Septian sambil mengangkat tangannya.
“Silahkan” jawab Wakil Kapten.
“Tugas untuk kami apa pak?!” tanya Septian.
“Oh itu ya, kalian kuberangkatkan terakhir karena ini tugas khusus untuk kalian” jawab Wakil Kapten.
“Boleh kami mendengar tugas apa itu?” tanya Dani sambil mengangkat tangannya.
“Ya tentu saja, karena ini tugas untuk kalian” ucap Wakil Kapten sambil berjalan mendekati Tim Elang. “Baklah, ini tugas khusus untuk Tim Elang, kalian kutugaskan untuk mencari data tentang dimana shelter Negara ini berada dan mengamankan jalurnya, tugas ini kuberikan hanya pada kalian, karena kalian mempunyai anggota dengan keahlian menggunakan teknologi yang luar biasa” ucap Wakil Kapten.
“Apa itu maksdunya saya pak?” tanya Wahidyn.
“Ya itu benar, kemampuanmu untuk dapat berkomunikasi hanya dengan mencari tahu frekuensi yang ada dan mengenalinya adalah hal penting untuk misi kalian, gunakan keahlianmu itu dan mintalah peta yang menunjukkan lokasi shelter Negara ini, setelah kalian mendapatkannya, aku menyerahkan tugas mengamankan jalurnya kepada kalian lagi” Wakil Kapten berhenti sejenak, kemudian melanjutkan kalimatnya “Aku tahu misi ini terlalu memaksa, mengetahui kalian sudah memberikan jalan yang aman untuk kami semua sampai kesini, tapi tugas ini hanya kalian yang bisa melakukannya” ucap Wakil Kapten. “Jadi apa kalian menerima misi yang berat ini?”
“Dengan senang hati kami menerimanya Pak!” jawab Wahyu dengan tegas.
“Kau tidak mau mendengarkan pendapat anggotamu?” tanya Wakil Kapten.
“Tanpa bertanya kepada merekapun saya tahu kalau mereka pasti sangat bersemangat karena menerima misi yang hanya bisa dilakukan mereka, jadi saya tahu kalau mereka pasti juga setuju” jawab Wahyu. “Benarkan? Semuanya?” ucap Wahyu sambil menoleh ke arah anggota timnya. Septian, Dani, dan Wahidyn melihat satu sama lain sebentar dan langsung menjawab dengan serentak ”Kami akan pastikan misi ini berhasil dengan sempurna” jawab mereka bertiga dengan tegas.
“Kalian memang Tim yang hebat, kalau begitu kuserahkan keselamatan survivor Indonesia di tangan kalian” ucap Wakil Kapten.
“Siap Pak!” jawab semua anggota Tim Elang lalu memberikan hormat, setelah Wakil Kapten membalas hormat mereka, Tim Elangpun berangkat untuk menjalankan misi mereka.
Setelah menerima misi dari Wakil Kapten, Tim Elang mempersiapkan peralatan yang akan mereka bawa.
“Baiklah semuanya, ambil semua barang yang kalian kira butuhkan dan kita berkumpul di gerbang depan pelabuhan dalam waktu 20 menit, samakan jam kalian, sekarang jam 08.00” ucap Wahyu kepada Timnya. Semua anggota Tim Elang segera menyamakan jam mereka dan mulai mengambil peralatan mereka masing-masing.
20 menit telah berlalu dan semua anggota Tim Elang sudah berkumpul di depan gerbang pelabuhan. Wahyu membawa 4 pistol, 1 rifle yang memiliki peredam, dan tas yang berisi 10 magazine untuk pistol dan 5 magazine untuk riflenya. Dani membawa snipernya dan satu tas penuh magazine untuk snipernya serta beberapa smoke grenade dan flashbang. Septian membawa 2 rifle yang berbeda dan di kalungkan di badannya, satu tas berisi magazine untuk kedua riflenya dan 1 Shotgun. Wahidyn membawa tas yang berisikan peralatannya dan sebuah pistol untuk pertahanan diri.
“Baik, sepertinya semuanya sudah membawa perlengkapan yang cukup, tapi. . .” ucap Wahyu sambil menatap ke arah Septian. “Kau benar-benar kuat ya. . .” ucap Wahyu heran.
“Kau bicara padaku ya?” tanya Septian.
“Tentu saja dia bicara padamu, kau terlalu berlebihan tahu” jawab Dani kesal.
“Berlebihan apanya? Ini untuk berjaga-jaga tahu, aku bahkan sempat berfikir untuk membawa satu bazooka juga, tapi Wahidyn melarangku tadi” jawab Septian kepada Dani dengan sedikit kesal juga.
“Kerja bagus Wahidyn” ucap Wahyu kepada Wahidyn dengan suara lemas. Mendengar ucapan Wahyu, Wahidyn membalasnya dengan mengacungkan jempolnya.
“Baiklah kita hiraukan saja perlengkapan Septian yang sedikit berlebihan, mari kita mulai mencari menara sinyal agar Wahidyn bisa mendapatkan sinyal yang bagus dan setelah itu kita bisa minta lokasi shelter kepada Zombie Resistance Negara ini” ucap Wahyu.
Seperti yang direncanakan Wahyu, Tim Elang mulai mencari menara sinyal untuk mendapatkan sinyal dan tentu saja mereka dihadang beberapa zombie dan mereka juga membunuh zombie yang menghadang itu dengan mudah. Setelah beberapa menit berlalu, Tim Elang melihat sebuah menara yang sangat tinggi yang kelihatannya itu adalah menara sinyal di daerah ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 83 Episodes
Comments