Mission at New Land 4-3

“Aku akan menyelamatkan anggota Tim Anoman! Dan! Siapkan snipermu dan bidik usus ini, setelah mendengar aba-abaku tembak sampai pelurumu habis!” ucap Wahyu dengan suara keras, Dani langsung menyiapkan snipernya sambil berbaring di tanah dan menunggu aba-aba dari Wahyu. Wahyu terus memperhatikan ke arah usus itu membentang dan menunggu sampai dia melihat anggota Tim Anoman. Sudah  1 menit berlalu dan Wahyu melihat ujung usus yang membawa anggota Tim Anoman dan langsung memberi tanda ke Dani.

“Sekarang! Tembak!” ucap Wahyu dan setelah memberi tanda ke Dani, Wahyu langsung menancapkan pisaunya ke usus itu dan merobek sedikit bagian usus itu terus dan Dani yang dibelakangnya mulai menembaki usus itu. Tubuh angota Tim Anoman itu mendekat dengan cepat dan Wahyu terus berusaha untuk menancapkan pisaunya lebih dalam dan memperlambat laju usus itu dan Dani yang terus menembaki usus itu dibelakang Wahyu. Wahyu sudah mulai tidak kuat menahan pisaunya dan pisaunya sudah menusuk usus itu sedalam mungkin dan saat Dani menembakkan peluru terakhirnya, untungnya usus itu terputus dan tubuh anggota Tim Anoman yang tertarik tadi menabrak Wahyu dan membuat mereka berdua terjatuh ke tanah.

“Wahyu! Kau tidak apa-apa?!” tanya Dani dan mencoba untuk berdiri.

“Jangan berdiri!” teriak Wahyu yang membuat kaget Dani.

“Kita tidak tahu. . hah . . kapan usus itu. . hah . . akan kembali menyerang. . .” ucap Wahyu sambil menahan sakit dari tabrakan tadi. “Hey. . . kau masih hidup kan? Jelaskan statusmu” tanya Wahyu.

Anggota Tim Anoman itu batuk-batuk sebentar lalu menjawab Wahyu. “Aku Tono. . . anggota Tim Anoman. . . aku baik-baik saja. . . hanya luka kecil” jawab Tono yang juga menahan rasa sakit dari tabrakan tadi.

“Baiklah kalau begitu, tetaplah berbaring, Wahidyn, apa tim Gatot Kaca sudah menjawab?” ucap Wahyu yang sudah mulai membaik.

“Sudah, mereka masih bertanya-tanya kenapa mereka harus tiarap” jawab Wahidyn.

“Baiklah, jawab mereka kalau ada serangan dari zombie tipe baru yang belum kita ketahui dan suruh semua tim pengintai kembali ke markas dan menunggu kabar selanjutnya dari kita” suruh Wahyu.

“Baik” jawab Wahidyn dan mulai memberikan instruksi.

Wahidyn sudah memberikan instruksi kepada semua tim pengintai dan mereka semua mematuhinya. Dan setelah itu, beberapa menit berlalu dan tidak ada usus yang melewati Tim Elang lagi dan luka yang dialami Wahyu dan Tono anggota dari Tim Anoman sudah membaik, akhirnya Wahyu mulai mengungkapkan semua yang dia perhatikan dan ketahui dari serangan tadi sambil berbaring di tanah.

“Baiklah akan kuberitahu semua asumsiku, pertama, sepertinya usus yang menyerang kita tadi sepertinya hanya bereaksi kalau ada makhluk yang masih hidup dalam jarak tertentu, kedua, usus itu tidak bisa berbelok ke bawah atau ke atas, namun bisa ke kanan dan ke kiri, ketiga, karena sudah beberapa menit berlalu dan usus itu tidak menyerang lagi, sepertinya usus itu memiliki kriteria untuk sesuatu yang bisa diambillnya dan karena dari tadi kita yang berbaring tidak diserang, maka pastinya usus itu menganggap kita dan tanah yang kita tempati adalah satu, jadi usus itu tidak bisa menyerang dan menangkap kita, kalau begitu cara kita kembali hanyalah dengan menempelkan tubuh kita ke bangunan-bangunan dan bergarak dengan terus menempelkan tubuh kita” ucap Wahyu menjelaskan semua asumsinya.

“Kalau begitu ayo cepat kita kembali!” ucap Septian panik.

“Kalian lupa ya? Kita punya misi yang penting” ucap Wahyu sambil memeriksa tubuhnya apakah ada luka internal atau tidak. Septian langsung mengingat tugasnya yang dia lupakan karena serangan tadi. “Kita masih harus mengantar Wahidyn ke menara sinyal itu dan meminta lokasi shelter, setelah itu baru kita bisa kembali” ucap Wahyu yang sudah memastikan kalau dirinya baik-baik saja.

“Kalau begitu biar aku pergi sendiri, kalian bisa kembali ke markas, saat lokasinya sudah kudapatkan akan kurkirimkan ke ponsel kalian” saran Wahidyn.

“Apa yang kau katakan? kami tidak akan membiarkanmu pergi sendiri setelah tahu ada ancaman baru yang masih belum kita ketahui sepenuhnya” ucap Septian menolak ide Wahidyn.

“Tapi jika kita pergi bersama-sama, ada kemungkinan kita tidak bisa kembali dengan selamat” ucap Wahidyn dengan nada rendah.

“Diamlah! Pasti ada caranya” ucap Septian kesal.

“Septian benar, ada cara lain” ucap Wahyu.

“Jangan bilang kau sudah menemukan caranya?” tanya Dani memastikan.

“Tentu saja, kalian pikir aku ini siapa” ucap Wahyu sedikit sombong.

“Hebat sekali, walaupun kau terluka seperti itu, kau masih bisa merencanakan sesuatu” ucap Tono yang mengagetkan semua anggota Tim Elang.

“Lihat, bahkan anggota Tim lain saja kagum dengan kehebatanku” ucap Wahyu masih menyombongkan dirinya.

“Iya iya, sudah cukup menyombongkan dirinya, sekarang beritahu rencanamu” ucap Dani sedikit kesal melihat perilaku Wahyu.

“Baiklah, kali ini kita akan berpencar, aku juga perlu mencari data lagi, Wahidyn dan Septian, kaian berdua pergi ke menara itu, ingat jangan lupa untuk menempelkan tubuh kalian selagi kalian bergerak dan juga ajak Tono bersama kalian, setidaknya dia bisa membantu mengamankan jalan kalian” ucap Wahyu menjelaskan.

“Aku?” ucap Tono bingung

“Iya, maaf memintamu dengan tiba-tiba, tapi kami juga perlu bantuan tambahan untuk misi penting kami, jadi bisakah kau membantu kedua anggota timku itu” ucap Wahyu.

“B-baik, itu kehormatan bagiku bisa membantu Tim yang telah mengalahkan zombie mutasi pertama yang ada di dunia” ucap Tono gugup.

“Baiklah kalau begitu, kalian bertiga berangkatlah, sementara aku dan Dani akan melakukan pengamatan” ucap Wahyu.

“Apa yang ingin kau amati?” tanya Dani merasakan firasat buruk. “Dan kenapa kau mengajakku?” tanya Dani lagi yang mulai panik.

“Sudahlah kau diam saja, kalian bertiga cepat pergi dan selesaikan misinya” suruh Wahyu.

“Baiklah, kami akan pergi, kalian berdua jaga diri kalian ya” ucap Wahidyn. Wahidyn, Septian dan Tono anggota dari Tim Anoman mulai berdiri dan berjalan menuju menara sinyal dan tidak lupa mereka menempelkan tubuh mereka ke dinding bangunan yang mereka temui.

“Baiklah, sekarang kita akan mencari tahu sumber dari serangan tadi” ucap Wahyu dengan serius.

“Tunggu sebentar, jangan bilang kau mau mengajakku untuk mencari tahu zombie yang bisa mengeluarkan usus itu” ucap Dani sedikit takut.

“Tentu saja, setidaknya kita harus tahu bagaimana rupanya, serangannya, bagaimana dia bermutasi, dan kalau bisa cari kelemahannya juga” ucap Wahyu sambil memeriksa perlengkapannya.

“Kenapa kau suka sekali membahayakan nyawa sih? Dan lebih parahnya mengajak orang lain untuk menemanimu” ucap Dani kesal.

“Mungkin aku punya sedikit sifat M” ucap Wahyu yang mencoba untuk bercanda, namun Dani hanya diam dan tidak membalasnya, akhirnya Wahyu berdiri dan menempelkan punggungnya ke tembok didekatnya. “Sudahlah cepat bangun dan ikuti aku” ucap Wahyu menyembunyikan rasa malunya.

“Terkadang aku tidak paham dengan apa yang kau pikirkan” ucap Dani mengeluh.

Episodes
1 The First Mutation 1-1
2 The First Mutation 1-2
3 The First Mutation 1-3
4 Preparation for Departure 2-1
5 Preparation for Departure 2-2
6 Preparation for Departure 2-3
7 Crisis on Departure 3-1
8 Crisis on Departure 3-2
9 Mission at New Land 4-1
10 Mission at New Land 4-2
11 Mission at New Land 4-3
12 Another Mutation 5-1
13 Another Mutation 5-2
14 Another Mutation 5-3
15 Another Mutation 5-4
16 The Team's Bond 5.5
17 A New Shelter 6-1
18 A New Shelter 6-2
19 The Development of The Sniper 7-1
20 The Development of The Sniper 7-2
21 Mission Under Another Command 8-1
22 Mission Under Another Command 8-2
23 Mission Under Another Command 8-3
24 A Farewell Gift From a Captain 8.5
25 The Experience of Fear 9-1
26 The Experience of Fear 9-2
27 The Experience of Fear 9-3
28 The Match 10-1
29 The Match 10-2
30 The Match 10-3
31 The Duel 11-1
32 The Duel 11-2
33 Incoming Danger 12-1
34 Incoming Danger 12-2
35 Incoming Danger 12-3
36 Incoming Danger 12-4
37 The Hawk Take The Shot 13-1
38 The Hawk Take The Shot 13-2
39 The Hawk Take The Shot 13-3
40 The Hawk Take The Shot 13-4
41 The Hawk Take The Shot 13-5
42 The Hawk Take The Shot 13-6
43 The Hawk Take The Shot 13-7
44 The Hawk Take The Shot 13-8
45 The Hawk Take The Shot 13-9
46 Happy Time After The Battle 14-1
47 Happy Time After The Battle 14-2
48 Happy Time After The Battle 14-3
49 Happy Time After The Battle 14-4
50 Another Task To Fulfill 15-1
51 Another Task To Fulfill 15-2
52 Another Task To Fulfill 15-3
53 Another Task To Fulfill 15-4
54 A Glimpse Of The Past 16-1
55 A Glimpse Of The Past 16-2
56 New Mission, New Member 17-1
57 New Mission, New Member 17-2
58 New Mission, New Member 17-3
59 New Mission, New Member 17-4
60 Airport Cleaning 18-1
61 Airport Cleaning 18-2
62 Airport Cleaning 18-3
63 Airport Cleaning 18-4
64 Airport Cleaning 18-5
65 Airport Cleaning 18-6
66 A Promise That Need To Be Kept 19
67 A Truth Or A Lie 20-1
68 A Truth Or A Lie 20-2
69 A Truth Or A Lie 20-3
70 A Truth Or A Lie 20-4
71 The Snow That Kills 21-1
72 The Snow That Kills 21-2
73 The Snow That Kills 21-3
74 The Snow That Kills 21-4
75 The Snow That Kills 21-5
76 The Snow That Kills 21-6
77 The Snow That Kills 21-7
78 The Deal 22-1
79 The Deal 22-2
80 The Deal 22-3
81 The Rogue 23-1
82 The Rogue 23-2
83 The Rogue 23-3
Episodes

Updated 83 Episodes

1
The First Mutation 1-1
2
The First Mutation 1-2
3
The First Mutation 1-3
4
Preparation for Departure 2-1
5
Preparation for Departure 2-2
6
Preparation for Departure 2-3
7
Crisis on Departure 3-1
8
Crisis on Departure 3-2
9
Mission at New Land 4-1
10
Mission at New Land 4-2
11
Mission at New Land 4-3
12
Another Mutation 5-1
13
Another Mutation 5-2
14
Another Mutation 5-3
15
Another Mutation 5-4
16
The Team's Bond 5.5
17
A New Shelter 6-1
18
A New Shelter 6-2
19
The Development of The Sniper 7-1
20
The Development of The Sniper 7-2
21
Mission Under Another Command 8-1
22
Mission Under Another Command 8-2
23
Mission Under Another Command 8-3
24
A Farewell Gift From a Captain 8.5
25
The Experience of Fear 9-1
26
The Experience of Fear 9-2
27
The Experience of Fear 9-3
28
The Match 10-1
29
The Match 10-2
30
The Match 10-3
31
The Duel 11-1
32
The Duel 11-2
33
Incoming Danger 12-1
34
Incoming Danger 12-2
35
Incoming Danger 12-3
36
Incoming Danger 12-4
37
The Hawk Take The Shot 13-1
38
The Hawk Take The Shot 13-2
39
The Hawk Take The Shot 13-3
40
The Hawk Take The Shot 13-4
41
The Hawk Take The Shot 13-5
42
The Hawk Take The Shot 13-6
43
The Hawk Take The Shot 13-7
44
The Hawk Take The Shot 13-8
45
The Hawk Take The Shot 13-9
46
Happy Time After The Battle 14-1
47
Happy Time After The Battle 14-2
48
Happy Time After The Battle 14-3
49
Happy Time After The Battle 14-4
50
Another Task To Fulfill 15-1
51
Another Task To Fulfill 15-2
52
Another Task To Fulfill 15-3
53
Another Task To Fulfill 15-4
54
A Glimpse Of The Past 16-1
55
A Glimpse Of The Past 16-2
56
New Mission, New Member 17-1
57
New Mission, New Member 17-2
58
New Mission, New Member 17-3
59
New Mission, New Member 17-4
60
Airport Cleaning 18-1
61
Airport Cleaning 18-2
62
Airport Cleaning 18-3
63
Airport Cleaning 18-4
64
Airport Cleaning 18-5
65
Airport Cleaning 18-6
66
A Promise That Need To Be Kept 19
67
A Truth Or A Lie 20-1
68
A Truth Or A Lie 20-2
69
A Truth Or A Lie 20-3
70
A Truth Or A Lie 20-4
71
The Snow That Kills 21-1
72
The Snow That Kills 21-2
73
The Snow That Kills 21-3
74
The Snow That Kills 21-4
75
The Snow That Kills 21-5
76
The Snow That Kills 21-6
77
The Snow That Kills 21-7
78
The Deal 22-1
79
The Deal 22-2
80
The Deal 22-3
81
The Rogue 23-1
82
The Rogue 23-2
83
The Rogue 23-3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!