Crisis on Departure 3-1

Hari dimana Zombie Resistance Indonesia berangkat ke Cina telah tiba, Tim Elang memberitahukan kepada semua orang untuk tidak membuat suara yang keras agar tidak menarik perhatian zombie terlalu banyak dan para anggota Zombie Resistance dilarang menembakkan senjata mereka, kecuali senjata mereka dilengkapi peredam. Tinggal menunggu beberapa jam sebelum matahari berada di atas kepala, semua orang tidak bersenjata dinaikkan kedalam truk besar, sedangkan yang bersenjata akan naik truk militer yang sedikit lebih kecil daripada truk biasanya. Wahidyn sebagai orang yang membuat pagar sinar, berada di truk paling depan untuk membuka pagarnya nanti, Dani berada di posisi tengah untuk mengamati sekitar, Wahyu dan Septian berada dibelakang untuk menghabisi zombie yang mendekat dengan senjata yang dipasangi peredam.

Siang hari sudah tiba, matahari sudah diatas kepala, waktunya survivor dari negara Indonesia pergi menuju negara China untuk mendapatkan bantuan dan tempat istirahat yang aman. Semuanya berjalan sesuai rencana dan hanya sedikit zombie yang tertarik suara truk. Sudah setengah jalan dan tidak ada gangguan, namun tiba-tiba langit mulai jadi gelap, ada awan hitam yang cukup besar menghalangi sinar matahari dan saat itulah keadaan mereka langsung berubah. Zombie yang tadinya takut keluar karena sinar matahari, sekarang langsung mulai keluar dari semua tempat dan mulai mendekati barisan truk Zombie Resistance yang menuju ke pelabuhan. Wahyu dan Septian berusaha sekuat tenaga untuk mengurangi jumlah zombie yang mendekat dan juga para anggota Zombie Resistance yang membawa senjata peredam juga ikut membantu, Dani juga ikut membantu dengan sniper yang sudah dipasang peredam, sehingga tidak mengeluarkan suara tembakan yang keras. Walaupun sempat terdesak, para Zombie Resistance terus berusaha mati-matian. Tinggal beberapa kilo meter sebelum sampai pada pagar sinar buatan Wahidyn, semua anggota Zombie Resistance terus mengurangi jumlah zombie yang mendekat sampai ada suara tembakan yang keras dari seorang anggota Zombie Resistance yang panik. Suara tembakan itu memancing zombie yang lainnya keluar dan hasilnya, makin banyak zombie yang berdatangan. Agggota Zombie Resistance yang satu truk dengan anggota yang menembakkan senjatanya tanpa peredam tadi memarahi anggota tersebut dan makin gaduh, mendengar kegaduhan itu Wahyu langsung bertindak. Wahyu langsung memarahi anggota Zombie Resistance yang sedang ricuh itu, dimana truk mereka tepat di depan truk yang dinaiki Wahyu dan Septian.

“Kalian! Bukan waktunya untuk saling memarahi! Kita harus bekerja sama untuk selamat dari semua ini!” teriak Wahyu sebelum kembali menembaki zombie yang mendekat.

“Tapi kau bilang tidak boleh menembak?” ucap salah satu anggota Zombie Resistance.

“Tidak ada pilihan lagi! Jika satu dari kita melakukan kesalahan, maka semua juga harus ikut menanggungnya! Sekarang siapkan senjata kalian dan ikutlah membantu!” teriak Wahyu sekali lagi dan kembali menembaki zombie yang berdatangan.

“Siap! Pak!” ucap seluruh anggota Zombie Resistance yang mendengar perintah Wahyu.

“Padahal aku masih muda” gumam Wahyu.

Dengan semua anggota Zombie Resistance yang ikut membantu mengurangi jumlah zombie yang datang, akhirnya semua truk itu sudah sampai dan masuk dengan selamat ke pelabuhan. Namun Wahyu masih tidak tenang dan segera ke truk paling depan dan mengambil sebuah speaker.

“Semuanya! Kita tidak boleh tenang sekarang, kita harus segera ke kapal dan berangkat!” teriak Wahyu melalui speaker.

“Bukankah kau bilang daerah ini aman?” tanya seorang survivor

“Iya, aku tadi mengatakannya, tapi dengan awan yang menutupi matahari dan suara tembakan tadi, akan lebih banyak zombie yang datang dan yang paling kukhawatirkan adalah. . .” sebelum Wahyu menyelesaikan kalimatnya, terdengar suara raungan keras yang tidak asing. “Inilah yang kutakutkan” ucap Wahyu lemas melalui speaker.

Orang-orang mulai panik, mereka mulai berlarian kesana kemari sambil berteriak ketakutan.

“Tenanglah, kita masih punya beberapa jam untuk segera berangkat sebelum Scratcher datang kesini dan jika kalian bisa tenang dan meminimalkan suara, kita bisa dapat tambahan waktu” ucap Wahyu menenangkan keramaian di depannya melalui speaker.

“Bukannya kau sudah merencanakannya? Kenapa bisa jadi begini?” keluh salah satu orang dari kerumunan, karena provokasi dari satu orang itu, survivor yang lainnya ikut mengeluh dan menyalahkan Wahyu.

Dengan ucapan orang-orang yang menyudutkan Wahyu, tentu saja Wahyu merasa bersalah dan diam sambil menundukkan kepalanya merasa menyesal, namun tetap memikirkan solusi yang bisa dia gunakan. Teman-teman Wahyu kesal melihat perlakuan orang-orang kepadanya, Wahyu yang sudah merencanakan semuanya dan menjalankan semuanya agar tetap sesuai rencana itu malah disalahkan oleh orang-orang yang bahkan tidak ikut membantu memikirkan ide. Septian yang tidak bisa menahan emosinya langsung pergi ke sebelah Wahyu dan mulai berteriak.

“Oy kalian! dasar pengecut! Jika kalian mempunyai tenaga untuk menyalahkan Ketua kami, kenapa kalian tidak langsung mengemasi barang kalian dan pergi ke kapal?! Kalian pikir ini hanya nyawa kalian saja yang terancam?! Kami yang membersihkan tempat ini dan mengamankannya sudah mempertaruhkan keselamatan kami tahu!”teriak Septian melepaskan semua emosinya.

“Tapi kan itu sudah tugas kalian, kalian yang bertugas untuk mengamankan kami semua” ucap salah satu orang di kerumunan itu.

“Kalau begitu kenapa kalian tidak mau menuruti ucapan Ketua kami?” ucap Wahidyn dengan nada santai namun dari suaranya terasa sedikit mengintimidasi. Mendengar ucapan Wahidyn yang singkat itu membuat seluruh orang yang ricuh tadi diam.

“Jujur saja, aku sangat kesal dengan perbuatan kalian pada Ketua kami, tapi aku mencoba tenang, aku tidak akan menegur temanku yang sudah menambah emosi kalian meninggi, tapi aku juga tidak berpikir kalau memarahi kalian akan jadi pilihan yang lebih baik, jadi aku hanya akan mengucapkan beberapa kalimat saja, jika kalian mengatakan kamilah yang bertugas mengamankan kalian semua, kenapa kalian tidak menuruti ucapan Ketua kami? Dia adalah orang yang paling bekerja keras memikirkan caranya kalian bisa selamat” ucap Wahidyn mengakhiri kalimatnya dan berjalan meninggalkan kerumunan itu, Septian juga ikut meninggalkan kerumunan itu.

Setelah mendengar ucapan Wahidyn, semua orang terdiam dan menyadari perbuatan mereka, akhirnya mereka semua mulai mengemasi barang-barang mereka dan segera menuju kapal yang sudah bersiap untuk berangkat. Wahyu yang melihat usaha kedua temannya itu tersentuh dan menghampiri mereka berdua.

“Terima kasih ya, kalian berdua” ucap Wahyu sambil bersandar pada sebuah kotak kayu di dekatnya.

“Kenapa kau berterima kasih? Kami tidak melakukan apa-apa” ucap Wahidyn yang sedang melihat-lihat pagar sinar yang dibuatnya.

“Iya, aku hanya melepaskan emosiku saja tadi” ucap Septian sambil mengambil senjata.

“Aku senang menjadi Ketua dari Tim ini” ucap Wahyu tersenyum.

“Wah, kalian bertiga tadi hebat sekali, aku hanya bisa diam melihat kalian bertiga di depan tadi” ucap Dani yang berjalan ke arah Wahyu, Wahidyn, dan Septian.

“Jadi kau daritadi hanya melihat ya” ucap Septian kesal.

“Yah. . . karena kalau aku ikut kesana, aku pasti akan langsung menghina orang-orang tadi dan memaksa mereka langsung ke kapal” ucap Dani lalu tertawa.

“Kau malah akan membuat mereka tambah ricuh tahu” ucap Wahidyn mulai merasa santai.

“Maka dari itu aku hanya diam, ha ha ha” ucap Dani tertawa lagi.

“Kau ini. . .” Septian mengeluh.

“Sudahlah, kita masih ada pekerjaan sebelum meninggalkan pelabuhan ini, Wahidyn, kau sudah menyiapkan kapal kecil untuk kita kan?” tanya Wahyu memastikan.

“Iya” jawab Wahidyn singkat.

“Kalau begitu, mari kita habisi semua zombie yang datang sampai semua orang sudah pergi meninggalkan pelabuhan” ucap Wahyu bersemangat.

Anggota Tim Elang itu tersenyum sebentar sebelum berteriak “Wooh!!!” secara bersamaan. Wahyu menginformasikan kepada Wakil Kapten untuk segera berangkat jika sudah siap, sementara Tim Elang akan menahan zombie yang berhasil melewati pagar sinar Wahidyn, sampai semua kapal sudah berangkat. Wakil Kapten mengerti dan mengucapkan semoga berhasil kepada Tim Elang.

Episodes
1 The First Mutation 1-1
2 The First Mutation 1-2
3 The First Mutation 1-3
4 Preparation for Departure 2-1
5 Preparation for Departure 2-2
6 Preparation for Departure 2-3
7 Crisis on Departure 3-1
8 Crisis on Departure 3-2
9 Mission at New Land 4-1
10 Mission at New Land 4-2
11 Mission at New Land 4-3
12 Another Mutation 5-1
13 Another Mutation 5-2
14 Another Mutation 5-3
15 Another Mutation 5-4
16 The Team's Bond 5.5
17 A New Shelter 6-1
18 A New Shelter 6-2
19 The Development of The Sniper 7-1
20 The Development of The Sniper 7-2
21 Mission Under Another Command 8-1
22 Mission Under Another Command 8-2
23 Mission Under Another Command 8-3
24 A Farewell Gift From a Captain 8.5
25 The Experience of Fear 9-1
26 The Experience of Fear 9-2
27 The Experience of Fear 9-3
28 The Match 10-1
29 The Match 10-2
30 The Match 10-3
31 The Duel 11-1
32 The Duel 11-2
33 Incoming Danger 12-1
34 Incoming Danger 12-2
35 Incoming Danger 12-3
36 Incoming Danger 12-4
37 The Hawk Take The Shot 13-1
38 The Hawk Take The Shot 13-2
39 The Hawk Take The Shot 13-3
40 The Hawk Take The Shot 13-4
41 The Hawk Take The Shot 13-5
42 The Hawk Take The Shot 13-6
43 The Hawk Take The Shot 13-7
44 The Hawk Take The Shot 13-8
45 The Hawk Take The Shot 13-9
46 Happy Time After The Battle 14-1
47 Happy Time After The Battle 14-2
48 Happy Time After The Battle 14-3
49 Happy Time After The Battle 14-4
50 Another Task To Fulfill 15-1
51 Another Task To Fulfill 15-2
52 Another Task To Fulfill 15-3
53 Another Task To Fulfill 15-4
54 A Glimpse Of The Past 16-1
55 A Glimpse Of The Past 16-2
56 New Mission, New Member 17-1
57 New Mission, New Member 17-2
58 New Mission, New Member 17-3
59 New Mission, New Member 17-4
60 Airport Cleaning 18-1
61 Airport Cleaning 18-2
62 Airport Cleaning 18-3
63 Airport Cleaning 18-4
64 Airport Cleaning 18-5
65 Airport Cleaning 18-6
66 A Promise That Need To Be Kept 19
67 A Truth Or A Lie 20-1
68 A Truth Or A Lie 20-2
69 A Truth Or A Lie 20-3
70 A Truth Or A Lie 20-4
71 The Snow That Kills 21-1
72 The Snow That Kills 21-2
73 The Snow That Kills 21-3
74 The Snow That Kills 21-4
75 The Snow That Kills 21-5
76 The Snow That Kills 21-6
77 The Snow That Kills 21-7
78 The Deal 22-1
79 The Deal 22-2
80 The Deal 22-3
81 The Rogue 23-1
82 The Rogue 23-2
83 The Rogue 23-3
Episodes

Updated 83 Episodes

1
The First Mutation 1-1
2
The First Mutation 1-2
3
The First Mutation 1-3
4
Preparation for Departure 2-1
5
Preparation for Departure 2-2
6
Preparation for Departure 2-3
7
Crisis on Departure 3-1
8
Crisis on Departure 3-2
9
Mission at New Land 4-1
10
Mission at New Land 4-2
11
Mission at New Land 4-3
12
Another Mutation 5-1
13
Another Mutation 5-2
14
Another Mutation 5-3
15
Another Mutation 5-4
16
The Team's Bond 5.5
17
A New Shelter 6-1
18
A New Shelter 6-2
19
The Development of The Sniper 7-1
20
The Development of The Sniper 7-2
21
Mission Under Another Command 8-1
22
Mission Under Another Command 8-2
23
Mission Under Another Command 8-3
24
A Farewell Gift From a Captain 8.5
25
The Experience of Fear 9-1
26
The Experience of Fear 9-2
27
The Experience of Fear 9-3
28
The Match 10-1
29
The Match 10-2
30
The Match 10-3
31
The Duel 11-1
32
The Duel 11-2
33
Incoming Danger 12-1
34
Incoming Danger 12-2
35
Incoming Danger 12-3
36
Incoming Danger 12-4
37
The Hawk Take The Shot 13-1
38
The Hawk Take The Shot 13-2
39
The Hawk Take The Shot 13-3
40
The Hawk Take The Shot 13-4
41
The Hawk Take The Shot 13-5
42
The Hawk Take The Shot 13-6
43
The Hawk Take The Shot 13-7
44
The Hawk Take The Shot 13-8
45
The Hawk Take The Shot 13-9
46
Happy Time After The Battle 14-1
47
Happy Time After The Battle 14-2
48
Happy Time After The Battle 14-3
49
Happy Time After The Battle 14-4
50
Another Task To Fulfill 15-1
51
Another Task To Fulfill 15-2
52
Another Task To Fulfill 15-3
53
Another Task To Fulfill 15-4
54
A Glimpse Of The Past 16-1
55
A Glimpse Of The Past 16-2
56
New Mission, New Member 17-1
57
New Mission, New Member 17-2
58
New Mission, New Member 17-3
59
New Mission, New Member 17-4
60
Airport Cleaning 18-1
61
Airport Cleaning 18-2
62
Airport Cleaning 18-3
63
Airport Cleaning 18-4
64
Airport Cleaning 18-5
65
Airport Cleaning 18-6
66
A Promise That Need To Be Kept 19
67
A Truth Or A Lie 20-1
68
A Truth Or A Lie 20-2
69
A Truth Or A Lie 20-3
70
A Truth Or A Lie 20-4
71
The Snow That Kills 21-1
72
The Snow That Kills 21-2
73
The Snow That Kills 21-3
74
The Snow That Kills 21-4
75
The Snow That Kills 21-5
76
The Snow That Kills 21-6
77
The Snow That Kills 21-7
78
The Deal 22-1
79
The Deal 22-2
80
The Deal 22-3
81
The Rogue 23-1
82
The Rogue 23-2
83
The Rogue 23-3

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!