NASIHAT UMI

Seharian Arsyila hanya dirumah saja. Sendirian tanpa ada yang menemaninya di rumah yang begitu besar ini. Arsyila sungguh merasa kesepian. Semua hal indah yang ada dalam pikirannya setelah menikah seakan sirna. Padahal sebelumnya ia berharap akan menemukan kebahagiaan yang baru bersama suaminya. Kebahagiaan dalam bingkai rumah tangga yang diridhoi oleh Allah SWT.

Namun, lagi-lagi.. itu semua hanya ada dalam angan-angannya saja. Arsyila lantas berpikir didalam hatinya. Apakah selama ini masih kurang yang dilakukannya dalam memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik? Bukankah Allah telah menjanjikan wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang baik juga? Apakah dirinya kurang baik sehingga jodohnya yang ia dapatkan tidak seperti yang diharapkan. Jauh sekali dari kriteria dan yang diidam-idamkannya sejak dulu. Jadi, Apakah percuma saja ia berusaha selama ini menjadi wanita yang baik tapi ujung-ujungnya ia malah menikah dengan lelaki yang tidak baik?

"Astaghfirullah.." Asryila beristighfar berkali-kali. Pikiran negatif yang entah dari mana malah menguasai pikirannya. Seharusnya ia tidak boleh punya pikiran seperti itu. Sebagai seorang wanita Muslimah yang selalu ikut kajian, seharusnya Arsyila bisa memetik hikmah dari ini semua. Ini ujian dari Allah untuk menguji kesabarannya. Yah.. Arsyila menyakinkan dirinya sendiri. Ia harus kuat dan bertahan dalam pernikahannya bersama Raihan. Hanya doa yang bisa ia lakukan saat ini. Arsyila yakin dengan kekuatan doa. Semoga Raihan berubah, seperti yang diharapkannya. Doa Arsyila didalam hatinya.

Sore itu Arsyila sedang duduk di ruang tengah sambil menonton TV. Sebenarnya tidak ada sesuatu yang menarik yang bisa ia tonton tapi tetap dihidupkannya TV tersebut untuk memecah keheningan dirumah yang besar ini.

"Assalamu'laikum, Arsyila.." Tiba-tiba sebuah ucapan salam yang lembut terdengar olehnya dari arah ruang tamu. Ternyata Umi Lika yang datang dan masuk kedalam rumah sambil membawa tentengan yang lumayan banyak. Sepertinya mertuanya itu habis berbelanja. Melihat Zalika agak kesusahan membawa barang belanjaannya, Arsyila langsung berdiri dan menghampiri mertuanya untuk membantu membawa barangnya dengan sebelumnya ia menjawab salam dari Zalika.

"Walaikumusalam, Umi.." Jawab Arsyila.

"Umi dari mana? Banyak sekali belanjaannya?" Tanya Arsyila.

"Iya, Arsyila.. Umi dari supermaket. Ini semua belanjaan untuk kebutuhan rumah selama sebulan..." Jawab Zalika.

"Oh ya, Kamu sendirian? Raihan mana? Raina juga?" Tanya Zalika setelah meletakkan semua barang belanjaannya di meja dapur.

"Belum pulang umi.." Jawab Arsyila sambil tersenyum.

"Belum pulang? Sudah sore begini kok belum pulang. Kamu sudah hubungi Raihan belum Arsyila?"

"Ee.. belum umi.." Jawab Arsyila dengan gugup.

"Kok belum?"

"Hhmm.. Arsyila Ngak tau nomor Hpnya Bang Raihan, Umi.." Jawab Arsyila datar.

Zalika tertegun beberapa detik, setelah itu berjalan mendekati Arsyila yang sudah duduk di meja makan. Zalika menyentuh lembut pundak Arsyila dan menatapnya dengan tatapan kasih sayang.

"Kamu.. sedang tidak baik-baik aja kan Arsyila?" Tanyanya yang seakan bisa membaca apa yang ada dipikiran Arsyila. Arsyila hanya bisa menunduk tanpa menjawab pertanyaan dari mertuanya.

"Kamu yang sabar ya. Umi bisa lihat dari sinar matamu kalau hatimu saat ini tengah terluka. Dan, Itu Pasti karena Raihan kan..?" Ujar Zalika.

Arsyila tidak menjawab pertanyaan Zalika. Ia masih bungkam.

"Jujur.. Umi juga tidak bisa banyak membantu mengatasi permasalahan kamu sama Raihan. Apapun itu masalah yang sedang terjadi diantara kalian berdua, Umi hanya berharap Arsyila jangan tinggalkan Raihan ya.. Umi paham bagaimana sifatnya Raihan yang begitu keras dan juga terlalu cuek. Dan umi tau juga bagaimana sifat Arsyila yang lembut dan peduli terhadap sesama. Jadi, Umi harap suatu saat nantik Arsyila bisa menjadi jembatan bagi Raihan untuk berubah menjadi seorang suami yang baik. Seperti yang kita semua harapkan. Makanya, Umi dan papanya Raihan menjodohkan Raihan dengan kamu Arsyila.. karena kami yakin, seorang wanita muslimah yang hatinya selalu terpaut kepada RabbNya akan menjadi benteng yang kuat untuk merubah seseorang. Kami yakin akan itu semua Arsyila..Kamu tetap semangat ya, yang sabar dan kuat.." Jelas Zalika panjang lebar.

Arsyila tertegun sesat setelah mendengar Perkataan Mertuanya yang begitu menyentuh itu.

"Iya Umi, Terimakasih atas dukungan dan nasihatnya. Mudah-mudahan saja Arsyila selalu diberi kekuatan dan kesempatan juga menjadi istri yang baik untuk bang Raihan.. " Ucap Arsyila sambil tersenyum lebar.

Setelah Arsyila mengucapkan kalimat terakhir tersebut, Umi Zalika tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya tersenyum sambil mengelus-elus kepala Arsyila dengan lembut. Mendapat perlakuan seperti itu membuat perasaan Arsyila menjadi lega karena setidaknya ada sosok wanita baik yang begitu peduli terhadap dirinya dirumah ini.

Meskipun timbul juga tanda tanya besar dibenaknya atas penjelasan Zalika tadi.

Arsyila dapat menarik kesimpulan bahwa Kedua mertuanya itu sebenarnya sudah tahu akan watak keras anaknya tersebut, dan untuk merubah kekerasan hatinya Raihan mereka menggunakan Arsyila sebagai tombak untuk membuat Raihan bisa berubah. Benarkah demikian??Tapi, seperti ada yang janggal bagi Arsyila. Raihan yang katanya keras itu tapi.. kenapa bisa menjadi luluh ketika orang tuanya menjodohkan dirinya dengan Arsyila? Kenapa ia tidak menolaknya saat itu? Kenapa di hari pernikahan mereka, Raihan malah bersikap manis didepan semua orang termasuk dirinya.

Sedikitpun Arsyila tidak melihat keterpaksaan didalam raut wajahnya. Entahlah.. Ini semua masih misteri bagi Arsyila. Hanya Raihanlah yang bisa memberi jawaban atas semua pertanyaan Ini. Tapi, sampai detik ini Raihan belum memberi penjelasan apa-apa ke Arsyila. Arsyilapun seakan takut untuk berhadapan dengan suaminya itu.

Ketika malam tiba, Arsyila yang sudah berada di kamarnya dan siap-siap untuk tidur, tiba-tiba saja dikagetkan dengan suara pintu kamarnya yang dibuka dari luar. Sayup-sayup suara seorang lelaki tertangkap oleh telinganya.

"Hallo, Sayang... "

Deg...

Arsyila terperanjat ketika mendengar suara Raihan yang terdengar begitu manis mengucapkan kata sayang. Hatinya seakan bergetar karena saking bahagianya mendengar sapaan Raihan tersebut. Sebab diluar dugaan Arsyila, Raihan bisa berubah secepat ini. Lalu Arsyila membalikakan tubuhnya yang membelakangi pintu masuk. Sebuah senyuman manis sudah terpasang diwajahnya untuk menyambut sapaan dari suaminya itu.

Namun, Senyuman manis Arsyila langsung hilang ketika ia mendapati suaminya itu sedang berbicara dengan seseorang lewat Telpon. Kata sayang barusan bukanlah untuk dirinya.

"Iya, ini baru sampai dirumah.. Kamu lagi ngapain sayang??" Ucap Raihan lagi yang mampu membuat hati dan perasaan Arsyila teriris-iris.

"Oke, Sayangku.. Sampai ketemu besok. I Love You, Mmuaachh.." Kata Raihan mengakhiri pembicaraan dengan seseorang tersebut yang Arsyila yakini pasti dengan seorang wanita. Tapi, siapa? Apa hubungan wanita itu dengan Raihan?

Arsyila terduduk lemas diatas ranjangnya, sedangkan Raihan tanpa rasa bersalah malah lewat di depan Arsyila dan masuk kekamar mandi. Arsyila menatap punggung suaminya itu dengan hati yang perih dan air mata yang sudah mengalir deras dipipinya..

Bersambung..

Terpopuler

Comments

Kod Driyah

Kod Driyah

Arsyila km jngan diam sj jngan lemah km hrs brni menghadapi Raehan

2023-03-02

1

Fatma Kodja

Fatma Kodja

Rayhan meskipun kamu tidak mencintai Arsyla tapi setidaknya hargailah sebagai seorang istri, janganlah terang"an mengucapkan cinta pada pacarmu, karena dalam hal ini Arsyla hanyalah membalas jasa mamamu hingga mau menerima perjodohan

2022-09-05

1

Nayra Syafira Ahzahra

Nayra Syafira Ahzahra

😥😥😥😥

2022-08-05

1

lihat semua
Episodes
1 MALAM PERNIKAHAN YANG MENYEDIHKAN
2 SEBUAH TUDUHAN
3 TIDAK DIANGGAP
4 NASIHAT UMI
5 PENGUMUMAN
6 MENEMUI AYAH
7 MENCINTAI WANITA LAIN
8 PURA-PURA BAHAGIA
9 KETAHUAN SELINGKUH
10 PERTEMUAN TIGA SAHABAT
11 KEMARAHAN
12 PENGHINAAN
13 KATA DENDAM
14 MENYELIDIKI
15 PERUBAHAN SIKAP
16 JALANAN YANG SEPI
17 SAKIT
18 DITINGGAL PERGI
19 KRITIS
20 HUKUMAN
21 BERKELAHI
22 KEBERINGASAN RAIHAN
23 PERGI UNTUK SELAMANYA
24 PESAN TERAKHIR AYAH
25 PEMAKAMAN
26 MEMOHON
27 SURAT PERJANJIAN
28 TELPONAN DENGAN ARDAN
29 TULISAN TANGAN RAIHAN
30 MENEMUI ARSYILA
31 PEMERASAN
32 MENGINTROGASI
33 MEMBACA CATATAN RAIHAN
34 MEMPERTAHANKAN DIRI
35 TERSELAMATKAN
36 TERSULUT EMOSI
37 KEMARAHAN
38 SEBUAH JEBAKAN
39 BERUSAH KABUR
40 KECURIGAAN
41 KEJADIAN MASA LALU
42 TUNTUTAN HIDUP
43 PENYEKAPAN
44 CERITA VERSI RAIHAN
45 NYAWA YANG TERANCAM
46 MENOLONG ARSYILA
47 PENGUNGKAPAN
48 TETAP TIDAK PERCAYA
49 LUAPAN EMOSI
50 MASA KECIL
51 TRAUMA
52 PERMOHONAN ADITIA
53 PENYESALAN
54 TERUSIR
55 NASIHAT INDAH
56 PERMINTAAN MAAF
57 TIDAK INGIN BERPISAH
58 KECELAKAAN
59 HAMPIR TERTABRAK
60 UTANG AYAH
61 MEMBUJUK
62 LELAKI MISTERIUS
63 MENOLAK
64 USAHA RAIHAN
65 MEMINTA PETUNJUK
66 MEMBERI KESEMPATAN
67 SEBUAH PUKULAN
68 AJAKAN KERJA SAMA
69 KEMBALI KERUMAH RAIHAN
70 KEKHAWATIRAN DAN PERHATIAN
71 PROMO KARYA BARU
72 RASA KASIH SAYANG
73 VIDEO YANG TERSEBAR
74 SEBUAH TUDUHAN
75 MENJEMPUT ARSYILA
76 ARSYILA PERDARAHAN?
77 HAL YANG MENGEJUTKAN
78 HISTERIS
79 HILANGNYA KEPERCAYAAN
80 TAMU TAK DIUNDANG
81 TAK DIINGINKAN
82 TAHU AKAN SESUATU
83 SEBUAH TAWARAN
84 BEBAN PIKIRAN
85 HASUTAN
86 RAHASIA RAINA
87 KEJADIAN YANG SEBENARNYA
88 TAWARAN YANG DITERIMA
89 PENJELASAN RAIHAN
90 PENJELASAN (2)
91 HILANGNYA KEPERCAYAAN
92 PENGAKUAN RANDI
93 PENUTURAN HASBI
94 KEPASRAHAN RAIHAN
95 MENERIMA KEMBALI
96 GEJOLAK CINTA RAIHAN DAN ARSYILA
97 PROMO KARYA BARU
98 PROMO KARYA BARU
99 PROMO KARYA BARU
Episodes

Updated 99 Episodes

1
MALAM PERNIKAHAN YANG MENYEDIHKAN
2
SEBUAH TUDUHAN
3
TIDAK DIANGGAP
4
NASIHAT UMI
5
PENGUMUMAN
6
MENEMUI AYAH
7
MENCINTAI WANITA LAIN
8
PURA-PURA BAHAGIA
9
KETAHUAN SELINGKUH
10
PERTEMUAN TIGA SAHABAT
11
KEMARAHAN
12
PENGHINAAN
13
KATA DENDAM
14
MENYELIDIKI
15
PERUBAHAN SIKAP
16
JALANAN YANG SEPI
17
SAKIT
18
DITINGGAL PERGI
19
KRITIS
20
HUKUMAN
21
BERKELAHI
22
KEBERINGASAN RAIHAN
23
PERGI UNTUK SELAMANYA
24
PESAN TERAKHIR AYAH
25
PEMAKAMAN
26
MEMOHON
27
SURAT PERJANJIAN
28
TELPONAN DENGAN ARDAN
29
TULISAN TANGAN RAIHAN
30
MENEMUI ARSYILA
31
PEMERASAN
32
MENGINTROGASI
33
MEMBACA CATATAN RAIHAN
34
MEMPERTAHANKAN DIRI
35
TERSELAMATKAN
36
TERSULUT EMOSI
37
KEMARAHAN
38
SEBUAH JEBAKAN
39
BERUSAH KABUR
40
KECURIGAAN
41
KEJADIAN MASA LALU
42
TUNTUTAN HIDUP
43
PENYEKAPAN
44
CERITA VERSI RAIHAN
45
NYAWA YANG TERANCAM
46
MENOLONG ARSYILA
47
PENGUNGKAPAN
48
TETAP TIDAK PERCAYA
49
LUAPAN EMOSI
50
MASA KECIL
51
TRAUMA
52
PERMOHONAN ADITIA
53
PENYESALAN
54
TERUSIR
55
NASIHAT INDAH
56
PERMINTAAN MAAF
57
TIDAK INGIN BERPISAH
58
KECELAKAAN
59
HAMPIR TERTABRAK
60
UTANG AYAH
61
MEMBUJUK
62
LELAKI MISTERIUS
63
MENOLAK
64
USAHA RAIHAN
65
MEMINTA PETUNJUK
66
MEMBERI KESEMPATAN
67
SEBUAH PUKULAN
68
AJAKAN KERJA SAMA
69
KEMBALI KERUMAH RAIHAN
70
KEKHAWATIRAN DAN PERHATIAN
71
PROMO KARYA BARU
72
RASA KASIH SAYANG
73
VIDEO YANG TERSEBAR
74
SEBUAH TUDUHAN
75
MENJEMPUT ARSYILA
76
ARSYILA PERDARAHAN?
77
HAL YANG MENGEJUTKAN
78
HISTERIS
79
HILANGNYA KEPERCAYAAN
80
TAMU TAK DIUNDANG
81
TAK DIINGINKAN
82
TAHU AKAN SESUATU
83
SEBUAH TAWARAN
84
BEBAN PIKIRAN
85
HASUTAN
86
RAHASIA RAINA
87
KEJADIAN YANG SEBENARNYA
88
TAWARAN YANG DITERIMA
89
PENJELASAN RAIHAN
90
PENJELASAN (2)
91
HILANGNYA KEPERCAYAAN
92
PENGAKUAN RANDI
93
PENUTURAN HASBI
94
KEPASRAHAN RAIHAN
95
MENERIMA KEMBALI
96
GEJOLAK CINTA RAIHAN DAN ARSYILA
97
PROMO KARYA BARU
98
PROMO KARYA BARU
99
PROMO KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!