"Maaf Bang Raihan, Saya.. Lagi dirumah sakit. Ayah masuk rumah sakit, bang." Ucap Arsyila dengan suara yang terdengar sedih.
"Ooh.. Jadi cuman karena Ayahmu sakit jadi kamu keluar rumah tanpa seizin saya? Tanpa memberitahu saya, Ha?" Ucap Raihan dengan marah.
"Maaf, bang. Tadi saya panik.. Saya.. ngak kepikiran untuk memberitahu bang Raihan.. Lagi pula dari semalam saya coba menghubungi bang Raihan, Tapi.. Bang Raihan tidak sekalipun menerima telepon dari saya.." Kata Arsyila berusaha membela dirinya.
"Apa kamu bilang?? Beraninya kamu malah menyalahkan saya, Dasar wanita tidak punya adab!" Bentak Raihan diujung telepon sana.
Hasbi yang masih berada disana tentu mendengar jelas setiap kata kasar yang keluar dari mulut Raihan. Sehingga membuat dirinya sangat geram karena Arsyila diperlakukan kasar seperti itu.
"Maaf, Bang.. Bukan gitu maksud saya.. Saya.."
"Stop..! Aku mau kamu pulang sekarang!!" Perintah Raihan dengan nada membentak.
"Tapi, bang.. Ayah masih belum sadar. Ayah sekarng di ICU. Izinkan saya untuk temanin ayah sampai ia sadar, bang.." Kata Arsyila setengah memohon.
"Tidak ada izin. Tidak ada Kompromi. Kalau aku suruh pulang, ya Pulang Arsyila..!" Tegas Raihan lagi.
"Bang, Saya Mohon.. Biar saya disini dulu.. Ayah kritis bang.." Ucap Arsyila kini mulai terisak-isak.
"Kamu berani membantah saya, Arsyila. Aku tidak mau tahu. Dalam setengah jam kalau kamu tidak pulang juga, lihat saja apa yang akan aku perbuat sama kamu" Ancam Raihan.
Klik. Telepon terputus.
Arsyila menghapus air mata yang mulai menggenang di pelupuk matanya. Hasbi yang menyaksikan itu semua lantas mendekati Arsyila.
"Arsy..Kamu gak apa-apa?" Tanya Hasbi dengan merasa prihatin. Arsyila hanya menggelengkan kepalanya.
"Ngak papa. Aku.. Pulang dulu Bi, nantik kalau Ardan datang kamu kasih tau ya kalau aku pulang temuin Raihan dulu. Kamu gak apakan tunggu sebentar disini sampai Ardan datang?" Tanya Arsyila.
"Aku ngak masalah Arsy, cuman.. Kamu kenapa mengikuti kata si Raihan brengsek itu.. Seharusnya dia yang kesini menyusul kamu, bukan kamu yang kesana. Sudah jelas mertuanya sakit. Bukannya prihatin tapi malah berkata kasar seenaknya saja sama kamu" Kata Hasbi dengan kesal.
"Ya.. Mau gimana lagi, Bi. Raihan itu suami aku. Dan aku wajib menuruti dia." Jawab Arsyila.
"Suami macam apa seperti itu.." Geram Hasbi.
Arsyila tidak menanggapi rasa kesal yang diperlihatkan Hasbi kepada suaminya itu. Ia malah terlihat sedang mempersiapkan diri untuk segera pergi.
"Sudah Ya Bi, aku jalan dulu ya.." Pamit Arsyila kemudian iapun bergegas pergi meninggalkan Hasbi.
"Hati-hati, Arsyila.." Ujar Hasbi sedikit berteriak karena Arsyila sudah jauh dari pandangannya.
Arsyila pergi kerumah Suaminya dengan menggunakan Taksi. Tidak sampai setengah jam, akhirnya ia sampai dirumah dan ia langsung masuk dan menuju kekamarnya dilantai dua.
Sesampainya dikamar, Arsyila masuk dengan mengucapkan salam namun tidak terdengar Raihan menyahut salam darinya. Setelah ia berada dikamar, Arsyila tidak melihat ada Raihan disana, namun...ia mendengar bunyi percikan air dari dalam kamar mandi. Arsyila yakin pasti Raihan sedang dikamar mandi. Maka Arsyila memutuskan duduk di sofa menunggu suaminya keluar dari kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Raihan keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan handuk menutupi bagian bawahnya. Arsyila sedikit terkesima melihat pemandangan yang ada dihadapannya karena selama ia menikah dengan Raihan belum pernah ia melihat Raihan keluar dengan seperti itu. Karena merasa diperhatikan, Raihan langsung melototi Arsyila dengan kedua tangannya di pinggang.
"LIHAT APA KAMU?" Tanya Raihan setengah membentak. Dibentak seperti itu membuat Arsyila langsung mengalihkan pandangannya dengan menunduk.
Raihan tampak tersenyum sinis melihat tingkah istrinya itu, tiba-tiba muncul ide jahil dipikirannya. Masih dengan bertelanjang dada ia lalu berjalan ke sofa tempat Arsyila duduk.
"Kamu sudah buat kesalahan Arsyila. Kamu harus dihukum!" Ucap Raihan setelah sampai didepan Arsyila. Arsyila yang kaget dengan keberadaan Raihan didepannya langsung berdiri, menatap Raihan dengan takut-takut.
"Maksudnya apa Bang?" Tanya Arsyila.
"Kamu sudah keluar rumah tanpa sepengetahuan aku. Itu sebuah kesalahan Arsyila..!!" Kata Raihan sambil mengarahkan jari telunjuknya kewajah Arsyila yang membuat Arsyila mundur beberapa langkah.
"Dan.. Orang yang bersalah harus diberi hukuman!" Lanjut Raihan lagi dengan menyunggingkan senyum sinisnya.
"S-saya kan.. sudah bilang tadi lewat telpon kalau saya pergi keluar rumah karena Ayah saya sakit dan sekarang sedang dirawat, bang." Ucap Arsyila membela dirinya.
"Bang.. Maaf, Saya mohon..Saya sudah pulang seperti yang bang Raihan suruh. Sekarang saya mau minta izin untuk kerumah sakit lagi. Saya mau temanin Ayah. Boleh ya Bang??" Ucap Arsyila dengan suara mengiba, ia sungguh berharap agar Raihan bisa mengerti dan memberinya izin.
"Tidak..!! Aku tidak izinkan." Jawab Raihan dengan tegas.
Arsyila menarik nafas panjang setelah mendengar jawaban suaminya itu. Bagaimanapun dia harus kembali kerumah sakit. Tapi, gimana caranya agar dia bisa mendapatkan izin dari suaminya?
"Kamu tidak boleh pergi, sebelum kamu menjalankan hukuman kamu dari aku!" Kata Raihan.
"Baiklah. Kalau begitu hukumlah saya sekarang Bang. Biar setelah itu saya bisa kerumah sakit" Kata Arsyila seakan pasrah menerima hukuman dari Raihan. Meskipun dia tidak tahu hukuman apa yang hendak diberikan oleh suaminya itu.
"Mana Hp kamu?" Tanya Raihan.
Arsyila menatap Raihan bingung. Namun, tangannya tetap mengeluarkan hp dari saku gamisnya.
"Ini.. Kenapa dengan Hp saya bang?" Tanya Arsyila bingung.
Raihan tidak menjawab pertanyaan Arsyila. Ia dengan sigap mengambil Hp itu dari tangan Arsyila.
Kemudian Raihan memakai baju serta celananya didepan Arsyila tanpa mengucapkan apapun. Arsyila masih menunggu dengan hati yang was-was, hukuman apakah yang akan diberikan Raihan kepadanya?
"Hukuman pertama. Hp kamu aku sita." Ucap Raihan dengan menunjukkan hp Arsyila yang kini ada di dalam genggamannya.
"Hukuman yang kedua.." Raihan seakan sengaja menggantungkan kalimatnya barusan agar Arsyila semakin penasaran. Dan dengan jelingan mata yang tajam serta dengan senyum sinisnya itu, Raihan kembali mengeluarkan suaranya..
"Kamu aku kurung dikamar ini.. Sampai waktu yang tidak aku tentukan, hahaha..." Katanya dengan diselingi tawa besar yang membuat suasana dikamar itu semakin mencekam.
"Apaa???" Teriak Arsyila seakan tidak percaya atas apa yang baru saja ia dengar.
Sungguh hati Arsyila seakan tersayat-sayat mendengar hukuman yang diberikan Raihan untuknya. Dengan mengurungnya dikamar ini, sama saja dirinya tidak bisa pergi kerumah sakit untuk menemani Ayahnya.
Raihan sungguh kejam dan licik. Arsyila tidak mampu berkata apa-apa lagi, mau memohon pun rasanya percuma. Suaminya itu benar-benar tidak ada rasa simpati sedikitpun terhadap dia dan juga Ayahnya yang sedang sakit. Sungguh miris...
Bersambung...
Terimakasih bagi pembaca setia yang telah membaca sampai Bab ini. Mohon dukungannya selalu dengan like dan komen ya..😊🙏🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Nina Susanti
Males ga ada perlawanan dikitpun jadi bacanya banyak skip
2024-02-17
0
Nayra Syafira Ahzahra
suami gak punya hati 😠😠😠 entar dendamnya cuma salah paham 😥😥😥 lnjut thor dan tetap semangat 💪💪💪
2022-08-29
1
Siti Zuriah
ach... arsyla terlalu nurut banget ama suami nya, si raihan aja semau nya aja melakukan apapun tanpa izin istri nya skrg si raihan mlh semena" ama arsyla membangkang dikit knapa arsyla untuk membela diri jangan mw nya mengikuti kemauan si raihan suami laknat itu nyebelin banget deh
2022-08-29
2