20. Adrian

Toke (boss) kedai obat hari ini tidak berniaga. Sedang merayakan kegembiraan di rumah kawan karibnya di Batu Berendam.

Dan sekarang tengah merebah cantik bersama sang karib di kamar dengan tenang. Ponselnya baru mendapat pesan berupa laporan dari bank telah ada transfer masuk. Dan itu dari rekening Shin sendiri. Membaca itu, seperti tak percaya saja rasanya!

Gadis itu akui, andai pun harga yang Shin beri hanyalah dua ribu, itu sudah sangatlah tinggi. Sebab jika di Indonesia, sebagus mana karya.., tapi jika pemula, tentu akan dihargai hanya beberapa ratus ribu rupiah, atau sama dengan ratusan ringgit saja. Dan tentang ini, pasti Shin pun juga tahu. Ah, baiknya encik Shin!

Apa alasannya... Apa diam-diam Shin telah iba dan kasihan sebab merasa bersalah atas kelakuan Hazrul..? Atau Shin telah tahu, jika dirinyalah pembuat dan pemilik desain baju itu?

🍒

Yuaneta baring miring menghadap kawan karib di sampingnya.

"Ra...., om tirimu Raaaa....Mirip GPU oles, sriwing-sriwing kayak angin, dingin semilir tapi anget....!" mata Yuaneta melebar sambil gerak terlentang, menatap langit-langit kamarnya. Saat itu lepas ashar.

Dhiarra terheran "Dia sudah tua.. Masak kau selera juga?" gadis gelung rambut, yang gelungannya telah ambyar di bantal itu bergumam.

"Mau deh jadi simpanan om-om tampan, kaya raya seperti dia..," Yuaneta menepuk-nepuk dahinya.

" Ingat bang Denis,,Nett...Nanti kamu dosa."

"Lagian orang kayak uncle Shin tuh maunya juga yang sekelas Luna Maya..,Raline Shah.., Hannah Rasyid.., atau Velove Lexia.. Kita mah ngintip aja di pojokan...," Dhiarra menimpali sambil terus tidur-tiduran gaya meoww.

"Yelah..yelah..betul jugaaaa.. Aku dah ada bang Denis, yang bagiku jauh lebih cakep dari om tirimu..! Kasihan jika sampai kuduakan.. So..,kau sajalah yang pepet dia, Ra.." Yuaneta mencolek pipi Dhiarra yang masih juga memejam.

"Adrian masih kekasihku..." Dhiarra bicara mendesah melawan rasa kantuk.

"Bukalah matamu, kau itu sudah bukan kekasihnya. Dia belum juga menjengukmu.." Yuaneta mengeluh dan heran.

"Tapi kan masih sebulan.. Bisa jadi minggu depan dia datang..," mata itu telah membuka tiba-tiba.

"Tapi, Nett... Adrian memang seperti membuangku. Tidak membalas pesanku..,juga tidak berusaha meneleponku. Apa kami ini sudah putus..?"

"Jelas kalian ini sudah tak ada hubungan.. El-de-er an aja enggak... Kau udah ngerasa nggak kangen..,nggak sedih..,dan nggak mimpi-mimpi kan..?" wajah Yuaneta menoleh ke samping.

" Enggak...Memang enggak lagi.. Cuma pas awal nyampek sini aja sedihnya. Tapi kadang kan kangen, Nett..."

Dhiarra membalik badan, menyamping menghadap Yuaneta.

"Ah, sebentar lagi kalian itu pasti saling melupakan. Tapi.., kalian belum berbuat hal yang terlarang kan?" Yuaneta senyum-senyum penuh arti.

"Saling genggam tangan..," Dhiarra merubah posisi jadi terlentang, serupa sang karib. Lalu senyum-senyum mengingat Adrian. Tapi berubah masam kemudian.

"Kenapa senyum masam?" Yuaneta heran.

"Iya...Sebab, saat di bandara penerbanganku ke sini.. Dia ingin memeluk menciumku. Tapi kan tempat umum.." Dhiarra seperti mengeluh.

"Nyesel...?" sedikit iba dirasakan Yuaneta.

"Kangen...," jawaban ragu-ragu Dhiarra.

"Ash sudahlah, Ra...Dia tak merindumu pun..! Campak saja sudah! Fokus, fokus pada pamanmu.. Tajiiirr melintirr, Raa.. Sayang dilepasss... Kesempatan di depan matamu! Sambar..!" Yuaneta sangat berapi menyemangati sang karib.

"Ah, Nett..Dibandingku, dia itu sangat tua..,aku tak selera.. Lagipula, aku hanya ingin berjodoh dengan lelaki Indonesia. Aku tak nak jadi orang Malaysia. Aku tak nak macam kau, jauh dari kerabat.." Dhiarra tidak lagi mengantuk sama sekali.

Yuaneta mencolek pipinya sekali lagi.

"Tuan Shin itu tidak tua... Masih tiga tiga.. Luar biasa mempesona dan muda. Bahkan masih serasi jalan sama anak es-em-aaa... Ayolah, Ra.. Siapa tau jodoh.. Kita bisa tetanggaan selamanya.. Nggak usah kembali ke Indonesia... Lagipula ibundamu di sini kan?" Yuaneta menendang- nendangkan kakinya pada betis indah mulus sang karib dengan pelan.

" Kau ini, Nett.. Gampang banget ngomong.. Memang encik Shin itu barang. Mau nempel jika diinginkan. Dia itu tinggi menjulang. Ibarat gunung Merapi... Suka menyembur-nyembur lahar panas. Semua orang segan padanya.." Dhiarra kembali baring menyamping. Menghadap Yuaneta.

"Eits..Raa...Kau lupa, kalian itu sepadan. Kau pun pernah sukses dan kaya. Siapa yang membuatmu seperti ini? Kurasa tuan Shin pun diam-diam merasa tidak enak padamu. Kau harus duduk sama rendah berdiri sama tinggi jika bersikap di depannya..!" protes Yuaneta cukup panjang.

"Masalahnya uncle Shin itu jauh berumur di atasku. Aku harus bersopan dan menjaga sikapku.. Memangnya gampang, memepet lelaki sepertinya...." Dhiarra kembali membalik badannya terlentang.

"Jika jodoh, tak ada yang susah. Segalanya akan mudah. Buktinya aku dan Dennis. Seperti bumi dan langit. Bahkan kami pun sempat beda keyakinan. Alhamdulillah, Ra... Perjalanan kami ini dipermudahNya.."

Petuah Yuaneta ini bukannya mengada. Tapi memang beginilah kisah takdir dan jodohnya. Dennis Tan rela meninggalkan segala status gemilang keluarga demi dirinya. Sungguh, jodoh dan rizqi itu memang tak pernah bisa disangka! Hanya satu..,jangan pernah putus asa...Pepett!!

"Tapi jarak usia kalian itu tidak banyak.. Jadi tidak segan saling pepet.... Ish, apaan... Sudahlah Nett. Aku penat. Ayo kita tidur saja!"

Dhiarra langsung berbalik badan sehabis bicaranya. Memunggungi Yuaneta.

Sedang Yuaneta juga bersikap begitu, berbalik cepat memunggungi Dhiarra dengan bibir mencibir.

Mereka tertidur sangat lelap melewati waktu maghrib. Suara Adzan yang keras dari masjid Batu Berendam pun, bahkan telah terpental dan gagal menembusi gendang di telinga mereka.

🍒🍒🍒

Pelataran parkir di sebuah kilang (pabrik/perusahaan) garment sudah lengang. Dua lelaki tampan yang sedang berdiri, nampak bercakap-cakap sejenak agak pelan.

"Jangan lupa tugasmu itu, Iz... Dapatkan secepatnya!" dua lelaki itu berhadapan saling pandang.

"Siap tuan. Akan berusaha kudapat secepat mungkin!" lelaki yang dipanggil Iz itu mengangguk dan menjawab.

" Terutama macam mana gadis itu boleh pegang uang sangat banyak, sampai Hazrul pun meminjam kat dia..." lelaki itu mulai bergerak pergi dari Iz.

"Siap tuan, tak payah risau...!" Iz sedikit berseru rendah pada sang tuan.

Kedua lelaki itu telah bergerak saling menjauhi, mendekati mobil mereka di tempat masing-masing. Iz dengan mobil yang dikendarainya sendiri, dan sang tuan akan meluncur laju bersama sang sopir setianya.

🍒🍒🍒

Shin Adnan berjalan tergesa melewati setapak jalan di halaman rumahnya yang lengang dan remang. Pelayan lelaki yang terbiasa menyambut, terlihat mendekat dengan sama tergesanya.

"Selamat malam tuan.." pelayan lelaki mengangguk hormat sambil membungkuk sedikit pada Shin.

"Apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?" Shin diam berdiri sambil memperhatikan pelayan itu.

"Tidak ada tuan.. Hanya saja, cik Dhiarra tidak ikut makan malam."

Mendengar laporan pelayannya, Shin terdiam. Alis golok hitamnya sedikit bergerak saling mendekat.

"Gadis Indonesia itu belum pulang?" pertanyaan Shin terdengar datar dan lirih.

"Saya belum nampak, tuan," pelayan itu sembari mengangguk.

"Bersiagalah menunggunya. Katakan untuk datang ke meja makan, jam berapa pun. Setelah itu, segera beri tahu aku. Kau paham?" Shin menatap pelayan lelaki itu dengan mata tajamnya. Meski sebenarnya pun tidak sedang marah pada si pelayan.

Pelayan lelaki yang masih muda itu pun mengangguk. Dia tidak tidak cemas atau was-was. Baginya, sang tuan adalah majikan yang memang senantiasa tegas, namun juga baik. Hanya satu sayangnya, sang majikan tampan yang kelewat mapan dan matang itu belum juga memiliki kekasih pujaan hati yang permanen!

🍒🍒🍒

Dhiarra sudah pasrah lambat pulang..

Bangun selepas isya' dan mendekati pukul delapan. Itu pun sebab dibangunkan oleh Dennis Tan, suami Yuaneta yang pulang dari kerja.

Gelagat ingin cepat pulang ke rumah besar, ditahan keras oleh Yuaneta dan sang suami. Keduanya memaksa Dhiarra untuk menunggu datangnya pizza jumbo yang terlanjur dipesan oleh Denis Tan untuk mereka habiskan bertiga di rumahnya.

Dan kinilah sekarang...

Gadis pendatang itu mempercepat langkah saat merasa seseorang berjalan mendekat ke arahnya. Merasa seperti saling berkejaran, menghindar namun terus dikejar.

"Cik... Cik ...!" langkah kaki yang cepat diperlambat. Cara panggil yang bukan seperti biasanya.

"Eh... Panggil saya kee..?!" Dhiarra sedikit rasa lega.Rupanya pekerja rumah ini.

"Betul.. Hanya nak sampaikan pesan tuan, cik Dhiarra ditunggu kat meja makan. Secepatnya..," pelayan itu terdiam menunggu.

Meski heran sebab sudah terlewat jam makan malam, tapi Dhiarra mengangguk menjanjanjikan.

Pelayan muda itu pun berlalu. Berjalan lebih tergesa lagi mendahului Dhiarra. Hanya kamar besar Shin sajalah tujuannya. Hendak melapor, bahwa gadis Indonesia itu telah datang...

Terpopuler

Comments

UTIEE

UTIEE

wes ewes ewes.. wakakakakakakak
analogi baru nih.. 👍👍

2022-10-23

1

Katmia San

Katmia San

kalo di novel bukan kacung kaleng kaleng ada bang garick garangan singo edan, kalo yang ini uncle Shin gunung merapi suka nyembur 🤣🤣🤣 suka Thor, semangat terus berkarya...

2022-10-14

2

Siti aulia syifa Az_zahra

Siti aulia syifa Az_zahra

baru baca dah buat ngakak 😂😂😂😂, authornya hapal bener artis yg bening bening.

walaupun mereka bening bening gk usah mojok juga Ra, la wong uncle Shin on nya sama kamu😅😅😅😅😅

2022-08-26

1

lihat semua
Episodes
1 1. Encik Shin Adnan
2 2. Berbincang
3 3. Flashback
4 4. Berjumpa Kawan
5 5. Benalu
6 6. MP-Mahkota Parade
7 7. Gangguan Pagi Hari
8 8. Kedai Obat
9 9. Teguran Shin
10 10. Zubaidah
11 11. Mengalahlah
12 12. Kedai Obat Baru
13 13. Keponakan Liar
14 14. Berburu Kancing Baju
15 15. Teguran Shin
16 116. Join Lunch
17 17. Perang di Meja Makan
18 18. Janji Berjumpa
19 19. Mufakat
20 20. Adrian
21 21. Peluang Kerja
22 22. Hazrul
23 23. Saling Maaf
24 24. Sekretaris!
25 25. First Day
26 26. Adrian..?
27 27. Dilema
28 28. Ingin Bertemu
29 29. Bertemu Adrian
30 30. Teguran Shin
31 31. Sang Designer
32 32. Bertemu Shin Adnan
33 33. Kubeli Bajumu
34 34. Banyak Imbalan
35 35. Driver Aneh
36 36. Lamaran Adrian
37 37. Shin Banyak Tanya
38 38. Sazlina
39 39. Klien dari Kuwait
40 40. Pergi KL
41 41. Makan Larut
42 42. Menumpang Kamar Mandi
43 43. Sekoper Hadiah
44 44. Berenang Pagi
45 45. Baju Kusut
46 46. KLCC Park
47 47. Datin Azizah
48 48. Kecewa
49 49. Pergi ke Penang
50 50. Penang On the Way
51 51. Memang Shin
52 52. Merapat Tegang di Feri
53 53. Di Mana Ibuku?
54 54. Calon Kakak
55 55. Kamar Dhiarra
56 56. Chew Jetty
57 57. Banyak Buntalan
58 58. Cupang Merah
59 59. Go Back On the Way
60 60. Aib Terindah
61 61. JAIS Terengganu
62 62. Pilihan
63 63. Menghempas Kikuk
64 64. Hasrat
65 65. Kabar Bocor dari Fara
66 65. Dagu Gentle
67 67. Tidak Kurus
68 68. Shin's Kiss
69 69. First Kiss
70 70. Pergi ke K L
71 71. Stamp Merah
72 72. Tak Peduli Skandal
73 73. Jujur Pada Fara
74 74. Mesra di Depan Mata
75 75. Bincang Antara Mama dan Fara
76 76. Rumah Hijau Stroberi
77 77. Pesan dari Adrian
78 78. Saling Tunggu (18+)
79 79. Masih Dingin (18+)
80 80. Dipercepat Segalanya
81 81. Perjalanan Suram
82 82. Kabar Tunang Dhiarra
83 83. Tak Disangka Datangnya
84 84. Bye, Encik Shin..
85 85. Collapse
86 86. Petuah Datuk
87 87. Encik Shin...
88 88. Encik Shin...
89 89. Adrian...
90 90. Di Mana, Dhiarra?
91 91 Baju Rancang Terakhir
92 92. Informasi Yuaneta
93 93. Hubungan Yang Rumit
94 94. Berjumpa Petang Nanti
95 95. Akan Ada Tamu
96 96. Berjumpa
97 97. Bincang Terbuka
98 98. Bangun di Pagi Buta
99 99. Kamar no. 21
100 100. Bermanja
101 101. Ungkapan Azlan
102 102. Tahan Sementara
103 103. Diskusi
104 104. Backstreet
105 105. Berkencan
106 106. Love You, Encik Shin !!
107 107. Kembali
108 108. Siksa Rindu
109 109. Video Call
110 110. Debar Calon Pengantin
111 111. Jumpa Karib
112 112. Pesta Kawin
113 113. Pengantin
114 114. Malam Pengantin
115 115. Sazlina
116 116. Melaka River Cruise
117 117. Langkawi
118 118. Bumil Bareng
119 119. Posisi Sementara
120 120. Happy Ending
Episodes

Updated 120 Episodes

1
1. Encik Shin Adnan
2
2. Berbincang
3
3. Flashback
4
4. Berjumpa Kawan
5
5. Benalu
6
6. MP-Mahkota Parade
7
7. Gangguan Pagi Hari
8
8. Kedai Obat
9
9. Teguran Shin
10
10. Zubaidah
11
11. Mengalahlah
12
12. Kedai Obat Baru
13
13. Keponakan Liar
14
14. Berburu Kancing Baju
15
15. Teguran Shin
16
116. Join Lunch
17
17. Perang di Meja Makan
18
18. Janji Berjumpa
19
19. Mufakat
20
20. Adrian
21
21. Peluang Kerja
22
22. Hazrul
23
23. Saling Maaf
24
24. Sekretaris!
25
25. First Day
26
26. Adrian..?
27
27. Dilema
28
28. Ingin Bertemu
29
29. Bertemu Adrian
30
30. Teguran Shin
31
31. Sang Designer
32
32. Bertemu Shin Adnan
33
33. Kubeli Bajumu
34
34. Banyak Imbalan
35
35. Driver Aneh
36
36. Lamaran Adrian
37
37. Shin Banyak Tanya
38
38. Sazlina
39
39. Klien dari Kuwait
40
40. Pergi KL
41
41. Makan Larut
42
42. Menumpang Kamar Mandi
43
43. Sekoper Hadiah
44
44. Berenang Pagi
45
45. Baju Kusut
46
46. KLCC Park
47
47. Datin Azizah
48
48. Kecewa
49
49. Pergi ke Penang
50
50. Penang On the Way
51
51. Memang Shin
52
52. Merapat Tegang di Feri
53
53. Di Mana Ibuku?
54
54. Calon Kakak
55
55. Kamar Dhiarra
56
56. Chew Jetty
57
57. Banyak Buntalan
58
58. Cupang Merah
59
59. Go Back On the Way
60
60. Aib Terindah
61
61. JAIS Terengganu
62
62. Pilihan
63
63. Menghempas Kikuk
64
64. Hasrat
65
65. Kabar Bocor dari Fara
66
65. Dagu Gentle
67
67. Tidak Kurus
68
68. Shin's Kiss
69
69. First Kiss
70
70. Pergi ke K L
71
71. Stamp Merah
72
72. Tak Peduli Skandal
73
73. Jujur Pada Fara
74
74. Mesra di Depan Mata
75
75. Bincang Antara Mama dan Fara
76
76. Rumah Hijau Stroberi
77
77. Pesan dari Adrian
78
78. Saling Tunggu (18+)
79
79. Masih Dingin (18+)
80
80. Dipercepat Segalanya
81
81. Perjalanan Suram
82
82. Kabar Tunang Dhiarra
83
83. Tak Disangka Datangnya
84
84. Bye, Encik Shin..
85
85. Collapse
86
86. Petuah Datuk
87
87. Encik Shin...
88
88. Encik Shin...
89
89. Adrian...
90
90. Di Mana, Dhiarra?
91
91 Baju Rancang Terakhir
92
92. Informasi Yuaneta
93
93. Hubungan Yang Rumit
94
94. Berjumpa Petang Nanti
95
95. Akan Ada Tamu
96
96. Berjumpa
97
97. Bincang Terbuka
98
98. Bangun di Pagi Buta
99
99. Kamar no. 21
100
100. Bermanja
101
101. Ungkapan Azlan
102
102. Tahan Sementara
103
103. Diskusi
104
104. Backstreet
105
105. Berkencan
106
106. Love You, Encik Shin !!
107
107. Kembali
108
108. Siksa Rindu
109
109. Video Call
110
110. Debar Calon Pengantin
111
111. Jumpa Karib
112
112. Pesta Kawin
113
113. Pengantin
114
114. Malam Pengantin
115
115. Sazlina
116
116. Melaka River Cruise
117
117. Langkawi
118
118. Bumil Bareng
119
119. Posisi Sementara
120
120. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!