2. Berbincang

Dhiarra menangkap sinyal ketidaknyamanan dari sikap encik Shin Adnan yang tiba-tiba berubah seketika. Encik Shin menjadi datar dan terkesan dingin setelah mengakui bahwa dirinyalah om Syafiq, om tiri yang ingin dijumpai di negara ini. Dhiarra tak habis pikir, kenapa pria yang tadinya cukup ramah dan hangat itu mendadak berubah sikap menjadi acuh padanya?

Tapi Dhiarra bukan lagi gadis kecil yang haus perhatian. Dirinya sudah cukup sangat dewasa untuk mengabaikan hal-hal remeh seperti itu. Dhiarra selalu bisa membawa diri dan mandiri di segala moment tanpa melihat siapa dan di mana dirinya. Gadis cantik itu telah terbiasa hidup kuat dan berdikari sedari dini.

"Encik Shin, saya ingin berbincang denganmu. Boleh tak, anda luangkan sedikit waktu?" Dhiarra merasa harus segera mengatakan tujuan kedatangannya ke negara ini. Tidak peduli dengan wajah-wajah masam di sampingnya. Dhiarra mendengar bisikan di hati, bahwa berjumpa dengan om Syafiq di kemudian hari, bisa jadi akan sangat sulit baginya.

"Katakan saja, Dhiarra. Kau ingin berbincang di sini atau di ruang kerjaku?" Encik Shin yang bersiap berdiri, kembali duduk dan bersiap menyimak apa yang akan dibincangkan gadis itu.

"Tidak perlu pribadi, saya rasa di sini sajalah, encik Shin. Saya juga ingin, tidak kita saja yang akan mendengar perbincangan ini . Tapi seluruh orang yang sedang duduk di meja. Tidak peduli siapa mereka bagi anda.., juga bagiku."

Gadis sangat cantik itu mulai berbicara dengan suara dan tatapan yang dingin. Di sapukan sekilas mata tajamnya ke sekeliling orang-orang di samping juga pada Shin Adnan.

"Begini, Encik Shin, anda tentunya sudah paham apa yang telah dilakukan abang anda, Hazrul bukan? Perbuatan yang dilakukannya telah terbukti menggelapkan uang di negara saya. Uang pengganti kerugian yang dituntutkan negara padanya cukup tinggi. Dan ku rasa anda pun telah paham, hanya seberapalah harta yang dimiliki abang anda."

Dhiara menutup bicaranya sejenak, kembali memandang tajam Shin Adnan. Mengambil nafas panjang dan meneruskan lagi bicaranya.

"Mengingat ibu dan abang anda begitu saling cinta, saya hanya mendukung saat ibu saya menjual seluruh aset yang dimiliki demi suaminya. Semua hasil penjualan harta benda ibuku telah diserahkan abang anda pada negara, sebagai jaminan tambahan kebebasan abang anda. Anda tahu bukan, harusnya aset yang ibuku jual itu milik siapa?"

Dhiarra kembali berhenti sejenak, menatap tajam Shin Adnan di depannya. Lelaki itu terus menyimak bicaranya dengan ekspresi tetap tenang dan diam.

"Lanjutkan, Dhiarra. ." Shin Adnan pun berbicara menatap Dhiarra tanpa gerak sedikitpun.

"Apakah anda tahu? Apakah abangmu tidak mengatakan bahwa uang jaminan yang sudah diserahkan masih jauh dari impas? Apakah anda tahu, bagaiman abang anda sekarang bisa bebas melenggang ke pulau Pinang?" Dhiarra menatap tajam pada Shin Adnan dengan sorot mata berkilatnya.

"Oke Dhiarra..Teruskan saja bicaramu." Shin Adnan sedikit menggerakkan dagu kepalanya pada Dhiarra.

"Abang anda berhasil membawa ibuku ke Penang, karena sokonganku. Ku tutup kekurangan uang penjamin itu, abang anda berjanji akan mengembalikan pinjamannya dalam sebulan. Tapi ini sudah enam bulan. Dan sayalah yang seperti sedang menanggung hukuman itu di negara saya sendiri. Usaha utama saya kena boikot pelanggan. Belum jika saya berada di luaran, orang-orang yang mengenaliku tak segan mengejar dan menyerangku. Jadi saat ini, keuangan serta keselamatanku sedang terancam di sana. Saya telah lelah bersembunyi."

Dhiarra mengambil nafasnya yang agak memburu, berusaha kembali mengaturnya hingga tenang. Shin sedang menunggu lanjutan bicaranya.

"Saya tak bisa lagi menghubungi ibuku saat ini. Terakhir kami berbicara, abang anda ingin aku menemuimu di sini. Dia kata aku bisa minta sesuatu darimu. Aku tak ingin meminta tanggung jawab ayah Hazrul padamu. Aku hanya ingin sedikit bantuanmu. Uruskan dokumenku, aku ingin menetap di sini sementara." Dhiarra menyudahi kembali bicaranya. Matanya tak lepas dari pria tampan di depannya.

"Maksudmu, kau ingin tinggal lama di sini dan diakui oleh negara ini? Kau ingin aku mengurus semua dokumennya?" Shin Adnan memajukan kepala dan punggungnya, lekat menatap mata indah itu lebih dekat.

"Ku rasa itu sangat mudah anda lakukan. Apa anda keberatan lalu mengusirku?" Dhiarra juga sedikit memajukan wajah lebih dekat dengan encik Shin.

"Untuk apa mengajukan usulan tukar kewarganegaraanmu?" Shin mengabaikan pertanyaan Dhiarra.

"Saya ingin menggali ringgit di negaramu dan sambil mencari ibuku. Saya merindukannya. Dan hal paling penting, saya hendak menagih pinjaman abangmu padaku. Bukankah jika sudah ada bukti pengakuan dari negara ini, segalanya akan mudah?" Dhiarra ingin Shin segera menyanggupi saja permintaannya.

"Apa hanya itu tujuanmu datang ke sini mencariku?" Shin Adnan memicing mata menyelidik di mata jernih Dhiarra.

"Sementara hanya itu, encik Shin. Ku harap anda tidak membuatku merasa kecewa dan sia-sia menjumpaimu. Kecuali jika ternyata anda bermurah hati mengeluarkan harta anda untuk mengganti kerugianku akibat ulah abangmu. Anda tentu tidak repot, saya akan cepat kembali ke negaraku." Dhiarra memberi tatapan mata penuh harap pada Shin.

"Bukan aku tak mau menanggung kesalahan keluargaku. Tapi tak semudah itu, Dhiarra." Shin memundurkan punggung, menyandar di kursi. Diperhatikan seksama gadis di seberang depannya.

"Baiklah, akan ku urus kewarganegaraanmu. Kau bisa melakukan apapun setelah itu. Tapi ingat Dhiarra, kau harus bisa jaga diri. Jangan pernah mempermalukanku." Shin menatap Dhiarra, lalu kepada orang-orang yang duduk di sampingnya.

"Kalian sudah paham siapa gadis ini? Sekarang giliran kalian memperkenalkan diri padanya." Shin memberi perintah serta memandangi mereka, namun tak satu pun yang bersuara seperti yang di inginkannya.

"Fara..,mulai darimu!" Shin menunjuk pada gadis cantik berkulit putih yang duduk tepat di samping Dhiarra agak jauh. Fara nampak ragu, tapi demi mendapat tatapan tajam Shin, gadis itu menurut. Mengulur tangan halusnya pada Dhiarra.

"Hai..Fara..Farahida Adnan." Dhiarra menyambut erat jabat tangan Fara padanya. Nama Fara berakhiran sama dengan Shin, mungkin Fara adik perempuannya.

"Dia adik perempuanku satu-satunya." Keterangan Shin sangat berguna bagi Dhiarra. Suasana kembali hening. Dan seorang perempuan muda berwajah masam di samping Fara, mengulur tangan sangat kaku pada Dhiarra.

"Sahila ." Perempuan itu sangat aingkat menyebutkan namanya.

"Dia Sahila Rahman. Saudarimu, anak perempuan bang Hazrul yang ke dua." Dhiarra mengangguk pada perempuan sinis yang ternyata saudara tirinya. Namun, kehangatan Dhiarra tetap disambut dingin oleh Sahila.

"Dan yang di sebelahnya itu adalah kakak Sahila, Nimra Rahman. Anak pertama." Melihat tatapan Nimra yang tak kalah sinis dari Sahila, Dhiarra hanya memasang wajah datarnya, tak ingin sambutan dingin dari Sahila itu terulang.

"Dan itu adalah suami Nimra, Rafiq." Shin menunjuk ke arah lelaki di samping Nimra. Lelaki dengan tatapan remeh pada Dhiarra sejak awal kedatangannya.

"Dan ada dua orang lagi saudara tirimu, Dhiarra. Bekas istri Hazrul, Zubaidah. Ibu mereka. Dan Hisyam, anak bungsu Hazrul. Mereka berdua sedang tidak di rumah.." Shin selesai memperkenalkan seluruh penghuni rumah besarnya.Lelaki itu mengambil minum segelas, dan menghabiskan sekaligus.

"Apa ada yang ingin kau katakan lagi, Dhiarra?" Shin telah siap berdiri.

"Sementara cukup, encik Shin. Terimakasih atas kesanggupanmu memenuhi keinginanku." Diana memandang redup wajah Shin yang berdiri menjulang di depannya.

Shin hanya mengangguk samar pada ucapan gadis itu. Sebelum pergi, dipanggilnya pelayan tadi dan berbicara sambil menunjuk tangan ke arah Dhiarra. Pelayan pergi mendapati Dhiarra.

"Mari, cik..Sila anda ikutkan saya.." Dhiara mengangguk dan berdiri. Sempat mengangguk sopan pada orang-orang di meja, sebelum pergi mengikuti pelayan itu. Pelayan akan mengantar Dhiarra menuju sebuah kamar tamu yang akan ditempatinya.

Terpopuler

Comments

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

Mak serasa ikut masuk k dalam cerita tp berasa ngobrol bareng Upin Ipin

2022-11-03

1

Novelable uwwu

Novelable uwwu

cuma mw nulis aq dah komen ini thor..

2022-08-28

1

aning purwasih

aning purwasih

Thor, up nya lama gk??? takut pas seru2nya kau gantungin, gk tau apa lagi kemarau?! pasti jadi kanebo kering klo kelamaan digantung

2022-08-24

1

lihat semua
Episodes
1 1. Encik Shin Adnan
2 2. Berbincang
3 3. Flashback
4 4. Berjumpa Kawan
5 5. Benalu
6 6. MP-Mahkota Parade
7 7. Gangguan Pagi Hari
8 8. Kedai Obat
9 9. Teguran Shin
10 10. Zubaidah
11 11. Mengalahlah
12 12. Kedai Obat Baru
13 13. Keponakan Liar
14 14. Berburu Kancing Baju
15 15. Teguran Shin
16 116. Join Lunch
17 17. Perang di Meja Makan
18 18. Janji Berjumpa
19 19. Mufakat
20 20. Adrian
21 21. Peluang Kerja
22 22. Hazrul
23 23. Saling Maaf
24 24. Sekretaris!
25 25. First Day
26 26. Adrian..?
27 27. Dilema
28 28. Ingin Bertemu
29 29. Bertemu Adrian
30 30. Teguran Shin
31 31. Sang Designer
32 32. Bertemu Shin Adnan
33 33. Kubeli Bajumu
34 34. Banyak Imbalan
35 35. Driver Aneh
36 36. Lamaran Adrian
37 37. Shin Banyak Tanya
38 38. Sazlina
39 39. Klien dari Kuwait
40 40. Pergi KL
41 41. Makan Larut
42 42. Menumpang Kamar Mandi
43 43. Sekoper Hadiah
44 44. Berenang Pagi
45 45. Baju Kusut
46 46. KLCC Park
47 47. Datin Azizah
48 48. Kecewa
49 49. Pergi ke Penang
50 50. Penang On the Way
51 51. Memang Shin
52 52. Merapat Tegang di Feri
53 53. Di Mana Ibuku?
54 54. Calon Kakak
55 55. Kamar Dhiarra
56 56. Chew Jetty
57 57. Banyak Buntalan
58 58. Cupang Merah
59 59. Go Back On the Way
60 60. Aib Terindah
61 61. JAIS Terengganu
62 62. Pilihan
63 63. Menghempas Kikuk
64 64. Hasrat
65 65. Kabar Bocor dari Fara
66 65. Dagu Gentle
67 67. Tidak Kurus
68 68. Shin's Kiss
69 69. First Kiss
70 70. Pergi ke K L
71 71. Stamp Merah
72 72. Tak Peduli Skandal
73 73. Jujur Pada Fara
74 74. Mesra di Depan Mata
75 75. Bincang Antara Mama dan Fara
76 76. Rumah Hijau Stroberi
77 77. Pesan dari Adrian
78 78. Saling Tunggu (18+)
79 79. Masih Dingin (18+)
80 80. Dipercepat Segalanya
81 81. Perjalanan Suram
82 82. Kabar Tunang Dhiarra
83 83. Tak Disangka Datangnya
84 84. Bye, Encik Shin..
85 85. Collapse
86 86. Petuah Datuk
87 87. Encik Shin...
88 88. Encik Shin...
89 89. Adrian...
90 90. Di Mana, Dhiarra?
91 91 Baju Rancang Terakhir
92 92. Informasi Yuaneta
93 93. Hubungan Yang Rumit
94 94. Berjumpa Petang Nanti
95 95. Akan Ada Tamu
96 96. Berjumpa
97 97. Bincang Terbuka
98 98. Bangun di Pagi Buta
99 99. Kamar no. 21
100 100. Bermanja
101 101. Ungkapan Azlan
102 102. Tahan Sementara
103 103. Diskusi
104 104. Backstreet
105 105. Berkencan
106 106. Love You, Encik Shin !!
107 107. Kembali
108 108. Siksa Rindu
109 109. Video Call
110 110. Debar Calon Pengantin
111 111. Jumpa Karib
112 112. Pesta Kawin
113 113. Pengantin
114 114. Malam Pengantin
115 115. Sazlina
116 116. Melaka River Cruise
117 117. Langkawi
118 118. Bumil Bareng
119 119. Posisi Sementara
120 120. Happy Ending
Episodes

Updated 120 Episodes

1
1. Encik Shin Adnan
2
2. Berbincang
3
3. Flashback
4
4. Berjumpa Kawan
5
5. Benalu
6
6. MP-Mahkota Parade
7
7. Gangguan Pagi Hari
8
8. Kedai Obat
9
9. Teguran Shin
10
10. Zubaidah
11
11. Mengalahlah
12
12. Kedai Obat Baru
13
13. Keponakan Liar
14
14. Berburu Kancing Baju
15
15. Teguran Shin
16
116. Join Lunch
17
17. Perang di Meja Makan
18
18. Janji Berjumpa
19
19. Mufakat
20
20. Adrian
21
21. Peluang Kerja
22
22. Hazrul
23
23. Saling Maaf
24
24. Sekretaris!
25
25. First Day
26
26. Adrian..?
27
27. Dilema
28
28. Ingin Bertemu
29
29. Bertemu Adrian
30
30. Teguran Shin
31
31. Sang Designer
32
32. Bertemu Shin Adnan
33
33. Kubeli Bajumu
34
34. Banyak Imbalan
35
35. Driver Aneh
36
36. Lamaran Adrian
37
37. Shin Banyak Tanya
38
38. Sazlina
39
39. Klien dari Kuwait
40
40. Pergi KL
41
41. Makan Larut
42
42. Menumpang Kamar Mandi
43
43. Sekoper Hadiah
44
44. Berenang Pagi
45
45. Baju Kusut
46
46. KLCC Park
47
47. Datin Azizah
48
48. Kecewa
49
49. Pergi ke Penang
50
50. Penang On the Way
51
51. Memang Shin
52
52. Merapat Tegang di Feri
53
53. Di Mana Ibuku?
54
54. Calon Kakak
55
55. Kamar Dhiarra
56
56. Chew Jetty
57
57. Banyak Buntalan
58
58. Cupang Merah
59
59. Go Back On the Way
60
60. Aib Terindah
61
61. JAIS Terengganu
62
62. Pilihan
63
63. Menghempas Kikuk
64
64. Hasrat
65
65. Kabar Bocor dari Fara
66
65. Dagu Gentle
67
67. Tidak Kurus
68
68. Shin's Kiss
69
69. First Kiss
70
70. Pergi ke K L
71
71. Stamp Merah
72
72. Tak Peduli Skandal
73
73. Jujur Pada Fara
74
74. Mesra di Depan Mata
75
75. Bincang Antara Mama dan Fara
76
76. Rumah Hijau Stroberi
77
77. Pesan dari Adrian
78
78. Saling Tunggu (18+)
79
79. Masih Dingin (18+)
80
80. Dipercepat Segalanya
81
81. Perjalanan Suram
82
82. Kabar Tunang Dhiarra
83
83. Tak Disangka Datangnya
84
84. Bye, Encik Shin..
85
85. Collapse
86
86. Petuah Datuk
87
87. Encik Shin...
88
88. Encik Shin...
89
89. Adrian...
90
90. Di Mana, Dhiarra?
91
91 Baju Rancang Terakhir
92
92. Informasi Yuaneta
93
93. Hubungan Yang Rumit
94
94. Berjumpa Petang Nanti
95
95. Akan Ada Tamu
96
96. Berjumpa
97
97. Bincang Terbuka
98
98. Bangun di Pagi Buta
99
99. Kamar no. 21
100
100. Bermanja
101
101. Ungkapan Azlan
102
102. Tahan Sementara
103
103. Diskusi
104
104. Backstreet
105
105. Berkencan
106
106. Love You, Encik Shin !!
107
107. Kembali
108
108. Siksa Rindu
109
109. Video Call
110
110. Debar Calon Pengantin
111
111. Jumpa Karib
112
112. Pesta Kawin
113
113. Pengantin
114
114. Malam Pengantin
115
115. Sazlina
116
116. Melaka River Cruise
117
117. Langkawi
118
118. Bumil Bareng
119
119. Posisi Sementara
120
120. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!