Beberapa pakaian telah dikeluarkan dari koper besar untuk disimpan dalam almari. Bukan baju melimpah yang dibawa gadis cantik itu, namun hanya lembaran kain cukup banyak dengan berbagai motif, warna dan jenis bahan. Lembaran-lembaran kain itulah yang ternyata sesak penuh dalam koper besar yang dibawanya.
Kain-kain itu tidak dibeli mendadak untuk dibawa terbang bersama menuju negara jiran. Tapi itu adalah sisa stok pilihan dari banyak stok yang masih tersimpan di gudang. Stok bahan yang tiba-tiba menjadi daftar inventory tak bergerak.
Kesuksesan Dhiarra mendadak runtuh saat Hazrul, ayah tiri dan menjadi suami sang ibu setahun belakangan ini tersandung kasus mega korupsi yang cukup merugikan bagi negara. Hazrul yang memegang kendali pertambangan batu bara swasta milik negara di daerah Kalimantan itu, akhirnya dinyatakan terbukti ikut bersalah. Terancam dipenjara bersama beberapa anggota timnya, yang juga ikut terseret dalam kasus penggelapan besar itu.
Hazrul tidak ingin mendekam di penjara Indonesia, begitupun ibunya. Sang ibu begitu cintanya pada sang ayah tiri. Sampai menjual seluruh aset dan harta benda yang dimiliki demi memberi uang penjamin kebebasan pada sang suami yang terlalu dicintai.
Dhiarra juga tidak munafik untuk menampik pesona ayah Hazrul bagi ibunya. Sang Ibu, Ira Larasati, 45 tahun, kembali mendapat rasa cinta yang membara begitu berjumpa dengan Hazrul secara tak sengaja, dalam pesawat dari Jakarta menuju Yogyakarta. Saat itu adalah perjalanan pulang setelah menemani Dhiarra dalam undangan seminar fashion designer muda Indonesia.
Tiket pesawat yang dibeli tidak berurutan, jadi berlainan kode kursi dalam pesawat. Dhiarra terpaksa merelakan sang ibu duduk dekat dengan seorang lelaki paruh baya tampan berkebangsaan Malaysia, dialah Hazrul. Dan mungkin sejak itulah cinta keduanya bersemi cepat sekali. Dan akhirnya bersepakat dan berhasil menikah dengan sah, baik di mata negara maupun di hadapan agama.
Dengan pertimbangan rasa sayang pada sang ibu itulah, Dhiarra mengikhlaskan seluruh harta yang dijual sang ibu. Meski secara hukum, Dhiarra sebagai putri tunggal pun juga berhak atas kepemilikan harta itu. Tapi Dhiarra rela mengingat sang ibu yang menjanda selama lebih dari empat belas tahun, telah bertahan untuk tidak menikah sebelumnya. Dan akhir cerita luluh pada pesona ayah Hazrul, lelaki setengah baya tampan dari seberang, negara Malaysia.
Bahkan, Dhiarra ikut rela menyerahkan banyak tabungan pribadi yang dimiliki demi tetap bersatunya cinta gila sang ibu dengan suami barunya, Hazrul. Gadis itu percaya akan janji sang ayah tiri untuk mengembalikan uang milyar milik pribadinya dalam waktu yang sebulan saja.
Setelah syarat jumlah uang penjamin kebebasan lunas, Hazrul membawa sang ibu pulang ke negara Malaysia. Namun tidak disangka-sangka, Dhiarralah yang kemudian menerima hukuman dari masyarakat atas perbuatan ayah tirinya.
Berita yang berhembus di mana-mana dengan imbuhan penyedap beraneka rasa, sangat membawa efek buruk yang berat bagi kehidupan Dhiarra. Bisnis sukses yang ditekuni semenjak enam tahun belakangan, mulai tenggelam dan sebentar lagi akan karam tak tersisa.
Semua perusahaan fashion yang telah mengontrak setiap karya-karya Dhiarra sebagai fashion designer pun memutuskan hubungan kerja sepihak secara serentak. Dengan alasan, tidak ingin mencemari nama perusahaan mereka dengan anggota keluarga penggelap dana negara.
Bahkan, Dhiarra juga tidak mendapat kebebasan untuk berjalan dan beraktifitas di luaran. Dhiarra seperti orang buruan yang sedang dalam pengawasan dan intaian musuhnya.
Sudah terbukti beberapa kali Dhiarra mendapat ancaman saat sedang jalan di luar. Contohnya, kala menuju sebuah kantor di bidang usaha konveksi. Dhiarra ingin melamar sekaligus menawarkan sketsa design serta contoh baju jadi buatan sendiri, pada perusahaan yang belum pernah mengontraknya.
Tapi Dhiarra mendapat serangan beberapa orang berpakaian preman dengan mencaci serta mengumpat Dhiarra dan ayah tiri juga nama sang ibu. Beruntung gadis itu sempat mempelajari dan menguasai beberapa tekhnik dasar bela diri taekwondo. Dhiarra berhasil melindungi diri dan selamat dari serangan para preman.
Dhiarra juga pernah disabotase ketika mengantri di mesin ATM sebelah rumah. Tidak pernah sekalipun mendapat kesempatan untuk memasuki ruang kaca penuh uang itu, selalu ada yang tiba-tiba datang menyerobot masuk mendorongnya. Dhiarra sudah tidak ingin bergaduh, karena kelakuan ayah tiri, gadis itu seperti sedang mendapat serangan yang mengancam jiwa dan raganya.
Sudah masuk enam bulan, tak ada tanda-tanda dari Hazrul untuk segera mengembalikan uang yang dipakai. Bahkan sang ibu pun ikut meminta kesabaran Dhiarra untuk terus menunggu. Justru Hazrul terus meminta Dhiarra agar pergi ke negaranya dan menuju rumah adik tirinya, Syafiq. Nama itulah yang dijaminkan Hazrul sebagai penanggung kedatangan Dhiarra di negara itu.
Mulanya Dhiarra tak berminat sedikitpun, tapi teror demi teror tanpa henti dikirimkan ke rumah dan terus merongrong jiwanya. Juga.., keuangan Dhiarra yang terancam pasti akan habis dalam waktu dekat, jika Dhiarra tetap tidak ada pemasukan sama sekali. Meski selalu diam di rumah, pengeluaran Dhiarra cukup tinggi. Gadis itu menanggung segala beban pengeluaran bulanan bahkan mingguan baik dirinya, ibu dan ayah tirinya, meski keduanya sudah tidak tinggal bersama di rumah.
Dhiarra menyukai rancang busana sejak umur tujuh belas tahun dan duduk di bangku SMK, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Yogyakarta. Karya dan rancangan yang di hasilkannya selalu luar biasa. Dhiarra adalah bibit unggul di bidang rancang busana yang hebat. Gadis itu berlangganan dengan nilai terbaik di kotanya pada setiap kompetisi yang diikuti.
Dhiarra mendapat kontrak pertamanya di usia delapan belas tahun. Seorang Pengusaha tekstil dan konveksi berminat menampung hasil karya rancangan Dhiarra di sebuah perlombaan nasional. Dari situlah Dhiarra belajar mendapat peluang, mencoba menawarkan karya-karya barunya pada perusahaan-perusahaan lainnya. Dan akhirnya Dhiarra sukses besar. Berhasil mengumpul pundi-pundi rupiah melalui kontrak karyanya.
Satu kesalahan Dhiarra, dan terus disesalinya, Semua hasil rancangan miliknya, tak satu pun yang menggunakan brand namanya. Dhiarra terkontrak dan menjual lepas begitu saja karyanya. Dhiarra tidak punya nama brand sendiri di semua baju rancangannya yang hampir semua laku keras dan jadi trend fashion di pelosok negeri baik lelaki atau pun wanita. Semua atas nama brand perusahaan.
Kini di saat terpuruk, baru disadari betapa penting nama sebuah brand kepemilikan. Dhiarra terlalu terbuai dengan rupiah yang mengalir bagai air terjun niagara waktu itu, deras dan seperti tidak akan terputus. Kini kenyataan telah berbalik setengah lingkaran busur derajat. Dhiarra seperti tidak bermakna apa pun. Para pengusaha yang telah bekerja sama itu terlalu semena-mena, memutuskan sepihak tanpa membayar royalti sepeser pun padanya.
*****
Kini di negeri jiran, Dhiarra bertekad akan merintia usaha rancang busananya sendiri. Mempunyai sebuah brand rancangan miliknya, sedang menjadi impian, semangat, dan tekad seorang Dhiarra. Gadis itu hanya perlu kesabaran untuk menunggu waktu bila saatnya tiba.
Dhiarra telah bersiap memejam mata malam ini. Merebah di pembaringan sambil memegang foto almarhum ayahnya. Sang ayah yang telah berpulang ketika Dhiarra masih seorang gadis kecil. Gadis kecil jelita berumur sepuluh tahun yang telah berstatus anak yatim. Keadaan itulah yang membuat Dhiarra berpacu dan tumbuh sebagai gadis tangguh dan mandiri. Kini di negeri orang, Dhiarra begitu rindu pada sosok sang ayah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 120 Episodes
Comments
M akhwan Firjatullah
aigoooo. sedihnya begitu lah kehidupan lebih serem gunjingan orang daripada derita itu sendiri....CK ck ck
2022-11-03
1
Novelable uwwu
hai ...
2022-08-28
1