4. Berjumpa Kawan

Fota almarhum sang ayah telah disemat di atas bufet ranjang, bersanding dengan foto sang ibu. Dhiarra tidak memajang foto ayah dan ibunya yang dalam satu bidikan, meski Dhiarra mempunyai banyak foto mereka saat berdua. Gadis itu lebih suka memasang foto mereka saat saling sendiri.

Dress cantik yang menutup tubuh ideal itu, adalah salah satu dari hasil karya rancang terakhirnya. Yang direncana akan ditawarkan pada mana-mana perusahaan konveksi yang berminat, namun Dhiarra selalu gagal untuk pergi ke mana pun. Akhirnya begitu manis saat dipakai sendiri di badannya. Serasi dengan kulit kuning cerahnya, secerah warna gading.

Dhiarra melenggang keluar dengan memastikan bahwa koper serta pintu kamar telah terkunci sangat aman. Kamar yang ditempati adalah kamar khusus untuk tamu. Dengan memiliki dua sisi pintu, pintu penghubung dalam rumah, dan pintu ke teras.

Di mana pintu teras itu tepat menghadap keluar, nampak taman dan halaman. Dhiarra merasa suka dan nyaman menempatinya.

"Dhiarra..!" Suara berat memanggil dari samping. Dhiarra tahu itu tuan Shin, om Syafiq. Pria itu berada dalam mobil bersama sopir. Kepala dan sebagian badan nampak jelas dari jendela mobil yang diturunkan.

"Selamat pagi, encik Shin. Anda berangkat kerja?" Dhiarra berhenti dan mengangguk kecil pertanda hormat pada pria gagah itu.

"Hendak ke mana kau, Dhiarra? Ini hari pertamamu." Shin mengabaikan pertanyaan gadis modis yang nampak sangat rapi.

"Saya akan berjumpa dengan seorang kawan saya." Dhiarra menjawab sopan pertanyaan sang tuan rumah.

"Daerah mana rumah kawanmu?" Shin seperti tertarik dengan kepergian Dhiarra, yang ternyata sudah menyimpan teman di tempat yang baru dikunjungi.

"Kami sepakat jumpa di Sentral, encik Shin.." Dhiarra menyebutkan satu nama terminal besar di Melaka yang hanya pernah di dengarnya.

Saat datang kemarin, Dhiarra tiba di Bandara International Kuala Lumpur dengan dijemput seorang sopir, suruhan tuan Shin.

"Memang kau tahu bagaiman pergi ke Sentral?" Shin seperti sedang menyelidik kebenaran ucapan Dhiarra.

"Kawan saya kata, akan ada banyak taksi yang bisa membawaku ke Sentral, encik Shin." Dhiarra menatap tegas pada Shin, berharap pria itu percaya dan cepat berlalu.

"Baik Dhiarra, itu betul!" Shin menatap Dhiarra beberapa saat, rupanya anak tiri Hazrul itu cukup pemberani. Shin menyuruh sang sopir untuk berangkat, tanpa menoleh pada gadis itu lagi, Shin bersama mobil serta sopir telah berlalu dan meluncur.

Dhiarra menghembus nafas lega, ada ketegangan tersendiri yang dirasakan tiap berhadapan dengan pria tampan dan gagah itu. Dhiarra merasa bahwa Shin selalu memberi pandangan curiga dan penuh selidik padanya. Mungkin Shin belum sepenuh hati menerima kehadiran Dhiarra di rumah itu.

"Cik Dhiarra.." Seorang pelayan menegur Dhiarra.

"Iya Pak cik, ada apakah?" Dhiarra membalas sapaan pelayan sangat sopan dengan suara lembutnya.

"Tuan Shin berpesan agar anda makan pagi sebelum berjalan.." Lelaki tengah baya itu menyahut tak kalah sopan dan ramah.

"Oh, Terimakasih pak cik, tapi saya tengah tergesa. Harap makhlum ya pak cik..." Dhiarra melambai dan melanjutkan langkah tergesa menuju pagar tinggi yang dijaga security dalam pos. Tanpa hambatan, gadis cantik itu telah keluar gerbang dan tengah menunggu taksi.

****

Mobil taksi tanpa label yang ditumpangi, berhasil mengatar Dhiarra ke kawasan perumahan sederhana di daerah Batu Berendam, Melaka. Perjalanan dari rumah besar Shin yang berada di kawasan elite Ayer Keroh, Melaka,hanya memakan waktu tidak lebih dari dua puluh menit saja. Namun Dhiarra sempat menghabiskan sepotong roti isi coklat dan satu kotak susu instan yang sempat dibawanya dari Indonesia.

"Dhiarra..!!!" Yuaneta, sahabat baik Dhiarra sejak di SMK, terlihat shock saat membuka pintu dan Dhiarra tengah berdiri menatapnya.

Kedua karib saling berpelukan erat penuh haru saat bertemu tak terduga. Dhiarra dan Yuaneta sama-sama tidak menyangka bisa bertemu kembali di negara asing itu. Terlebih lagi Yuaneta, mimpi apa hingga teman karibnya mendatangi rumahnya di Malaysia.

"Arra..,gimana kau bisa di sini?! Adress yang kau minta, ku pikir cuma buat simpanan!" Yuaneta masih juga tak percaya bahwa memang Dhiarra lah yang ada di depannya.

"Sangat panjang ceritaku, Net. Aku ingin banget cerita ke kamu. Sekarang!" Dhiarra begitu lepas bersikap saat hanya berdua saja dengan Yuaneta.

"Tunggu, Ra..Kita geser ke meja makan saja, ceritakan di sana. Kau belum makan pagi kan?" Yuaneta langsung menyambar tangan Dhiarra.

"Panjang umur.. Itulah yang ku harap awal aku berangkat mencarimu tadi. Suamimu mana, kerja kah Net?" Dhiarra mengikuti di belakang Yuaneta sambil melarikan mata ke mana-mana. Mencari Denis Tan, barangkali ada.

"Mana bisa nggak kerja sehari pun, Raaaa.. Bisa kagak makan aku!" Yuaneta berkata apa adanya. Meski Denis, suaminya berasal dari keluarga China yang cukup kaya, tapi gaya hidupnya berubah seketika setelah nekat menikahi Yuaneta. Gadis guide cantik dari Indonesia yang belum lama dikenal tapi mampu merenggut hati seorang Denis Tan. Dan keluarga Denis menentangnya.

"Lah..Kau datang sini, terus si Adrian gimana, Ra?" Yuaneta menarikkan kursi untuk Dhiarra.

"Itulah... Cepatlah duduk, aku tak sabar bercerita padamu, Net.." Dhiarra juga menarikkan kursi buat Yuaneta duduk.

Yuaneta dan Dhiarra telah mengisi piring masing-masing sambil mulai bercerita. Yuaneta antusias menyimak dan menanggapi setiap bagian cerita sahabat dekatnya. Mereka berdua mempunyai cerita hidup cukup mirip. Dhiarra tiada ayah saat masih duduk di bangku SD. Sedang Yuaneta, kehilangan sang ayah saat duduk di awal SMP.

Keduanya sama-sama berjuang melanjutkan cita-cita bersama ibu tercinta masing-masing. Dhiarra memilih menekuni bakat designernya, sedang Yuaneta dengan bakat bahasanya. Yuaneta mengikuti beberap club guide di Yogyakarta, yang memanggil bergantian untuk menggunakan jasa guide bagi pelancong yang membutuhkan. Dari sanalah awal mula perkenalan Yuaneta dengan Denis Tan, yang sekarang menjadi suaminya.

"Aku sangat sedih, Ra..Ikut memahami kesulitanmu belakangan ini. Aku juga menyayangkan pada hasil jerih payah yang kau rintis tahunan itu, kini hancur berantakan." Yuaneta nampak berkaca-kaca setelah mendengar langsung kabar terbaru dari sahabatnya.

"Semua telah terjadi. Dalam ku sesali pun, tak juga kembali semuanya. Hanya masa depan yang harus ku benahi sekarang ini, Net..." Dhiarra menghirup nafas ke dadanya dalam-dalam.

"Betul, Ra..Aku tahu, kau adalah sahabatku yang tangguh selamanya. Sekarang ada aku, aku siap membantumu apa pun. Hubungi aku kapan saja memerlukan. Jangan segan, Ra..!" Yuaneta menepuk lembut punggung cantik Dhiarra.

"Terimakasih,Net. Aku akan datang lagi setelah kartu IC (Identity Card) Malaysiaku jadi." Dhiarra berdiri menuju wastafel untuk mencuci tangan berminyaknya.

"Ra..Kau belum cerita soal Adrian..Ceritalah." Yuaneta menagih cerita tentang kekasih Dhiarra.

"Sikapnya tak sehangat dulu, Net. Dia terkesan ikut menghindar dariku. Bahkan, sangat bersemangat saat menguruskan dokumen kepergianku.Keberatan di wajahnya, saat aku berangkat, seperti dibuat-buat. Aku tiba pun, tak juga membalas pesan yang ku kirim. Padahal aku rindu dia, Net.."

Kembali terlihat mendung di wajah cantik Dhiarra. Perasaan rindu pada Adrian, kekasih dua tahunnya. Salah satu pengusaha konveksi yang mempunyai darah biru, mempunyai hubungan kekerabatan dengan keluarga di keraton. Rasa ingin bertemu tiba-tiba.Dhiarra merasa berat menanggung rindu. Tapi sang kekasih yang dicinta, seperti sedang tak mau tahu. Entah apa yang dilakukan lelaki yang dicintainya itu sekarang.

Terpopuler

Comments

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

mungkin dia sudah punya yg baru diara.. maksud ku pacar baru

2022-11-03

1

UTIEE

UTIEE

always healthy and happy ya 🌹🌹🌹🌹🌹

2022-10-23

1

Fairuz khaerunnisa

Fairuz khaerunnisa

lanjutkan... tiap part cuma bisa komen begini,.. pengen cepet2 bc lanjutan nya 👍😘😊

2022-06-22

2

lihat semua
Episodes
1 1. Encik Shin Adnan
2 2. Berbincang
3 3. Flashback
4 4. Berjumpa Kawan
5 5. Benalu
6 6. MP-Mahkota Parade
7 7. Gangguan Pagi Hari
8 8. Kedai Obat
9 9. Teguran Shin
10 10. Zubaidah
11 11. Mengalahlah
12 12. Kedai Obat Baru
13 13. Keponakan Liar
14 14. Berburu Kancing Baju
15 15. Teguran Shin
16 116. Join Lunch
17 17. Perang di Meja Makan
18 18. Janji Berjumpa
19 19. Mufakat
20 20. Adrian
21 21. Peluang Kerja
22 22. Hazrul
23 23. Saling Maaf
24 24. Sekretaris!
25 25. First Day
26 26. Adrian..?
27 27. Dilema
28 28. Ingin Bertemu
29 29. Bertemu Adrian
30 30. Teguran Shin
31 31. Sang Designer
32 32. Bertemu Shin Adnan
33 33. Kubeli Bajumu
34 34. Banyak Imbalan
35 35. Driver Aneh
36 36. Lamaran Adrian
37 37. Shin Banyak Tanya
38 38. Sazlina
39 39. Klien dari Kuwait
40 40. Pergi KL
41 41. Makan Larut
42 42. Menumpang Kamar Mandi
43 43. Sekoper Hadiah
44 44. Berenang Pagi
45 45. Baju Kusut
46 46. KLCC Park
47 47. Datin Azizah
48 48. Kecewa
49 49. Pergi ke Penang
50 50. Penang On the Way
51 51. Memang Shin
52 52. Merapat Tegang di Feri
53 53. Di Mana Ibuku?
54 54. Calon Kakak
55 55. Kamar Dhiarra
56 56. Chew Jetty
57 57. Banyak Buntalan
58 58. Cupang Merah
59 59. Go Back On the Way
60 60. Aib Terindah
61 61. JAIS Terengganu
62 62. Pilihan
63 63. Menghempas Kikuk
64 64. Hasrat
65 65. Kabar Bocor dari Fara
66 65. Dagu Gentle
67 67. Tidak Kurus
68 68. Shin's Kiss
69 69. First Kiss
70 70. Pergi ke K L
71 71. Stamp Merah
72 72. Tak Peduli Skandal
73 73. Jujur Pada Fara
74 74. Mesra di Depan Mata
75 75. Bincang Antara Mama dan Fara
76 76. Rumah Hijau Stroberi
77 77. Pesan dari Adrian
78 78. Saling Tunggu (18+)
79 79. Masih Dingin (18+)
80 80. Dipercepat Segalanya
81 81. Perjalanan Suram
82 82. Kabar Tunang Dhiarra
83 83. Tak Disangka Datangnya
84 84. Bye, Encik Shin..
85 85. Collapse
86 86. Petuah Datuk
87 87. Encik Shin...
88 88. Encik Shin...
89 89. Adrian...
90 90. Di Mana, Dhiarra?
91 91 Baju Rancang Terakhir
92 92. Informasi Yuaneta
93 93. Hubungan Yang Rumit
94 94. Berjumpa Petang Nanti
95 95. Akan Ada Tamu
96 96. Berjumpa
97 97. Bincang Terbuka
98 98. Bangun di Pagi Buta
99 99. Kamar no. 21
100 100. Bermanja
101 101. Ungkapan Azlan
102 102. Tahan Sementara
103 103. Diskusi
104 104. Backstreet
105 105. Berkencan
106 106. Love You, Encik Shin !!
107 107. Kembali
108 108. Siksa Rindu
109 109. Video Call
110 110. Debar Calon Pengantin
111 111. Jumpa Karib
112 112. Pesta Kawin
113 113. Pengantin
114 114. Malam Pengantin
115 115. Sazlina
116 116. Melaka River Cruise
117 117. Langkawi
118 118. Bumil Bareng
119 119. Posisi Sementara
120 120. Happy Ending
Episodes

Updated 120 Episodes

1
1. Encik Shin Adnan
2
2. Berbincang
3
3. Flashback
4
4. Berjumpa Kawan
5
5. Benalu
6
6. MP-Mahkota Parade
7
7. Gangguan Pagi Hari
8
8. Kedai Obat
9
9. Teguran Shin
10
10. Zubaidah
11
11. Mengalahlah
12
12. Kedai Obat Baru
13
13. Keponakan Liar
14
14. Berburu Kancing Baju
15
15. Teguran Shin
16
116. Join Lunch
17
17. Perang di Meja Makan
18
18. Janji Berjumpa
19
19. Mufakat
20
20. Adrian
21
21. Peluang Kerja
22
22. Hazrul
23
23. Saling Maaf
24
24. Sekretaris!
25
25. First Day
26
26. Adrian..?
27
27. Dilema
28
28. Ingin Bertemu
29
29. Bertemu Adrian
30
30. Teguran Shin
31
31. Sang Designer
32
32. Bertemu Shin Adnan
33
33. Kubeli Bajumu
34
34. Banyak Imbalan
35
35. Driver Aneh
36
36. Lamaran Adrian
37
37. Shin Banyak Tanya
38
38. Sazlina
39
39. Klien dari Kuwait
40
40. Pergi KL
41
41. Makan Larut
42
42. Menumpang Kamar Mandi
43
43. Sekoper Hadiah
44
44. Berenang Pagi
45
45. Baju Kusut
46
46. KLCC Park
47
47. Datin Azizah
48
48. Kecewa
49
49. Pergi ke Penang
50
50. Penang On the Way
51
51. Memang Shin
52
52. Merapat Tegang di Feri
53
53. Di Mana Ibuku?
54
54. Calon Kakak
55
55. Kamar Dhiarra
56
56. Chew Jetty
57
57. Banyak Buntalan
58
58. Cupang Merah
59
59. Go Back On the Way
60
60. Aib Terindah
61
61. JAIS Terengganu
62
62. Pilihan
63
63. Menghempas Kikuk
64
64. Hasrat
65
65. Kabar Bocor dari Fara
66
65. Dagu Gentle
67
67. Tidak Kurus
68
68. Shin's Kiss
69
69. First Kiss
70
70. Pergi ke K L
71
71. Stamp Merah
72
72. Tak Peduli Skandal
73
73. Jujur Pada Fara
74
74. Mesra di Depan Mata
75
75. Bincang Antara Mama dan Fara
76
76. Rumah Hijau Stroberi
77
77. Pesan dari Adrian
78
78. Saling Tunggu (18+)
79
79. Masih Dingin (18+)
80
80. Dipercepat Segalanya
81
81. Perjalanan Suram
82
82. Kabar Tunang Dhiarra
83
83. Tak Disangka Datangnya
84
84. Bye, Encik Shin..
85
85. Collapse
86
86. Petuah Datuk
87
87. Encik Shin...
88
88. Encik Shin...
89
89. Adrian...
90
90. Di Mana, Dhiarra?
91
91 Baju Rancang Terakhir
92
92. Informasi Yuaneta
93
93. Hubungan Yang Rumit
94
94. Berjumpa Petang Nanti
95
95. Akan Ada Tamu
96
96. Berjumpa
97
97. Bincang Terbuka
98
98. Bangun di Pagi Buta
99
99. Kamar no. 21
100
100. Bermanja
101
101. Ungkapan Azlan
102
102. Tahan Sementara
103
103. Diskusi
104
104. Backstreet
105
105. Berkencan
106
106. Love You, Encik Shin !!
107
107. Kembali
108
108. Siksa Rindu
109
109. Video Call
110
110. Debar Calon Pengantin
111
111. Jumpa Karib
112
112. Pesta Kawin
113
113. Pengantin
114
114. Malam Pengantin
115
115. Sazlina
116
116. Melaka River Cruise
117
117. Langkawi
118
118. Bumil Bareng
119
119. Posisi Sementara
120
120. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!