9. Teguran Shin

Sebelum makan malam, Dhiarra mendapat panggilan telepon dari gege Chen. Panggilan berisi kabar baik sesuai harapan yang diinginkan gadis itu.

"Jadi, kedai obat itu milik orang Indonesia juga, gege Chen?" Dhiarra sedikit berbisik menerima panggilan dari gege Chen.

"Ya betul. Orangnya akan pulang ke Jakarta, lusa. Sangat terdesak perlu uang. Kebetulan kau sedang mencari. Jadi kau mendapat harga yang bagus, Dhiarra. Jauh dari harga yang seharusnya." Chen menerangkan pada Dhiarra di seberang dalam telepon.

"Berapa harga seharusnya, dan juga harga yang ku dapat, gege Chen?" Dhiarra ingin tahu lebih pasti, seberapa beruntung dirinya.

"Kau hanya perlu membeli dengan harga tiga puluh ribu ringgit Dhiarra, sedang harga yang seharusnya mencapai angka lima pulu ribu ringgit. Kau sangat beruntung, Dhiarra." Gege Chen terdengar berdehem di seberang telepon.

Dhiarra berfikir sesaat, menghitung berapa kurs uang ringgit jika dibawanya ke dalam hitungan rupiah Indonesia. Segera didapat jumlah hitungan rupiahnya. Menimbang sebentar dengan perbandingan sisa keuangan yang masih akan Dhiarra miliki. Akhirnya,Dhiarra menyetujui. Berharap, bisnis loncatan pilihan ini, bisa juga mengantar Dhiarra untuk lebih mendulang ringgit. Dhiarra kembali melanjutkan perbincangan bersama Chen di telepon.

*******

Shin yang hendak turun makan malam dan melewati kamar tamu, melambatkan langkah karena mendengar dering panggilan telepon di dalam. Rasa penasaran di hati muncul saat terdengar sang pemilik kamar menerima panggilan itu dengan sangat antusias.

Shin berhenti di balik pintu dan mendengar percakapan Dhiarra dalam perbincangan di telepon. Shin beberapa kali mendengar bicara Dhiarra yang merayu orang di seberang dalam telepon.

*'Dhiara akan membeli kedai obat? Siapa gege Chen..Bukankah itu nama orang Cina? Kenapa Dhiarra terdengar sudah begitu akrab? Di mana mereka kenal dan sejak kapan? Gadis itu memang liar!*

Shin merasa heran dan memikirkan percakapan Dhiarra barusan. Shin tidak melanjutkan jalan menuju ruang makan, namun kembali berbalik menuju kamarnya. Kamar Shin bersebelahan dengan kamar tamu yang sedang ditempati oleh Dhiarra. Namun kamar Shin, jauh lebih tinggi lagi dari kamar Dhiarra, dan terpisah oleh taman kecil di antara dinding kamar mereka.

*****

Malam telah berada di pukul satu dini hari. Dhiarra tidak tidur, lampu meja di kamar masih terus menyala, tak terganti oleh lampu tidur di samping ranjang. Dhiarra memang sengaja begadang, menyiapkan desain rancang baju untuk mempercepat proses pemasaran karyanya. Jika tidak, Dhiarra akan segera kehabisan sisa uang tabungan yang ada. Karena pembelian toko obat itu benar-benar menguras simpanan terakhirnya.

Setelah selesai membuat belasan desain baju di buku, Dhiarra baru merasa mendapat kepuasan di hati. Kini merasa perutnya sangat perih akibat lapar di lambung. Dhiarra sengaja tidak keluar saat makan malam. Selain sebab sibuk pada desain baju di buku, tapi juga karena tak ada pelayan rumah yang memanggil keluar makan seperti hari-hari sebelumnya.

Gadis cantik dengan dress tidur pendek dan transparant, berjalan cepat-cepat menuju ruang makan atau dapur. Bahkan apapun tempat yang bisa memberi sumber makanan baginya. Dhiarra merasa sangat lapar.

Dhiarra tidak paham letak tombol lampu di dapur, hanya berjalan dalam samar cahaya lampu dari luar yang menyorot masuk ke dapur. Lemari pendinginlah salah satu harapan gadis lapar itu. Perasaan gembira tak terlukia, isi kulkas sungguh sesuai harapan di hati.

Dengan sebiji buah jeruk dan sebulat kecil bolu kukus dalam kemasan di tangan, Dhiarra menutup kembali pintu kulkas. Belum sempat berbalik sempurna dari kulkas, lampu dapur telah menyala terang benderang. Tidak susah mencari, Shin telah nampak sedang memegangi tombol lampu di dinding yang baru ditekannya.Keduanya beradu pandang dengan rasa terkejut dan serba salah.

"Dhiarra..." Shin mendapati sosok gadis cantik yang seperti peri malam hari, sedang memegangi buah jeruk dan sebuah bolu kukus. Dhiarra dengan pakaian terawang seperti itu, tidak di sangka akan dilihatnya di dapur saat ini.

"Encik Shin.." Dhiarra pun seperti tercekat dengan pandangan Shin yang meremang je arahnya. Sadar dengan kesalahan baju yang dikenakan, terlebih lampu telah terang benderang karena baru dinyalakan tiba-tiba oleh Shin.

Lampu dapur mendadak mati, keadaan menjadi temaram kembali. Dhiarra mengerti kenapa Shin mematikan semula lampu dapur. Dengan berjalan cepat lagi, Dhiarra meninggalkan dapur dan akan melewati tempat Shin berdiri.

"Permisi, encik Shin." Dhiarra melambatkan langkah dan akan mempercepat langkahnya lagi setelah menyapa Shin.

"Dhiarra.." Shin memanggil namanya, Dhiarra berhenti dengan jarak dua meter dari Shin. Berdiri diam menunggu kenapa om tirinya itu memanggil.

"Kau jangan terlalu liar Dhiarra.. Bersopanlah dengan bajumu di rumah ini. Tidak bermasalah jika yang melihatmu itu, aku. Tapi bukan aku saja lelaki di rumah ini. Jika ada apa-apa menimpamu, kau sendiri yang ku salahkan, Dhiarra. Ingat itu baik-baik." Suara Shin yang berat itu terdengar keras di kegelapan. Meski seperti berbisik, tapi begitu tajam menyayat bagi Dhiarra.

Dhiarra melangkah menuju kamar dengan sedikit rasa gemetar. Menyesal tidak menyangka akan bertemu lelaki di dapur meski malam begini, dan itu adalah Shin.

Terpopuler

Comments

M akhwan Firjatullah

M akhwan Firjatullah

hooh encik emang bener Diara untung bukan Hisyam

2022-11-03

1

Novelable uwwu

Novelable uwwu

yess..akhirnya dpt juga jeruk dan roti apa td ya..bolu kukus?? okelah yg penting makan dhiara abaikan yg liat

2022-08-28

2

lihat semua
Episodes
1 1. Encik Shin Adnan
2 2. Berbincang
3 3. Flashback
4 4. Berjumpa Kawan
5 5. Benalu
6 6. MP-Mahkota Parade
7 7. Gangguan Pagi Hari
8 8. Kedai Obat
9 9. Teguran Shin
10 10. Zubaidah
11 11. Mengalahlah
12 12. Kedai Obat Baru
13 13. Keponakan Liar
14 14. Berburu Kancing Baju
15 15. Teguran Shin
16 116. Join Lunch
17 17. Perang di Meja Makan
18 18. Janji Berjumpa
19 19. Mufakat
20 20. Adrian
21 21. Peluang Kerja
22 22. Hazrul
23 23. Saling Maaf
24 24. Sekretaris!
25 25. First Day
26 26. Adrian..?
27 27. Dilema
28 28. Ingin Bertemu
29 29. Bertemu Adrian
30 30. Teguran Shin
31 31. Sang Designer
32 32. Bertemu Shin Adnan
33 33. Kubeli Bajumu
34 34. Banyak Imbalan
35 35. Driver Aneh
36 36. Lamaran Adrian
37 37. Shin Banyak Tanya
38 38. Sazlina
39 39. Klien dari Kuwait
40 40. Pergi KL
41 41. Makan Larut
42 42. Menumpang Kamar Mandi
43 43. Sekoper Hadiah
44 44. Berenang Pagi
45 45. Baju Kusut
46 46. KLCC Park
47 47. Datin Azizah
48 48. Kecewa
49 49. Pergi ke Penang
50 50. Penang On the Way
51 51. Memang Shin
52 52. Merapat Tegang di Feri
53 53. Di Mana Ibuku?
54 54. Calon Kakak
55 55. Kamar Dhiarra
56 56. Chew Jetty
57 57. Banyak Buntalan
58 58. Cupang Merah
59 59. Go Back On the Way
60 60. Aib Terindah
61 61. JAIS Terengganu
62 62. Pilihan
63 63. Menghempas Kikuk
64 64. Hasrat
65 65. Kabar Bocor dari Fara
66 65. Dagu Gentle
67 67. Tidak Kurus
68 68. Shin's Kiss
69 69. First Kiss
70 70. Pergi ke K L
71 71. Stamp Merah
72 72. Tak Peduli Skandal
73 73. Jujur Pada Fara
74 74. Mesra di Depan Mata
75 75. Bincang Antara Mama dan Fara
76 76. Rumah Hijau Stroberi
77 77. Pesan dari Adrian
78 78. Saling Tunggu (18+)
79 79. Masih Dingin (18+)
80 80. Dipercepat Segalanya
81 81. Perjalanan Suram
82 82. Kabar Tunang Dhiarra
83 83. Tak Disangka Datangnya
84 84. Bye, Encik Shin..
85 85. Collapse
86 86. Petuah Datuk
87 87. Encik Shin...
88 88. Encik Shin...
89 89. Adrian...
90 90. Di Mana, Dhiarra?
91 91 Baju Rancang Terakhir
92 92. Informasi Yuaneta
93 93. Hubungan Yang Rumit
94 94. Berjumpa Petang Nanti
95 95. Akan Ada Tamu
96 96. Berjumpa
97 97. Bincang Terbuka
98 98. Bangun di Pagi Buta
99 99. Kamar no. 21
100 100. Bermanja
101 101. Ungkapan Azlan
102 102. Tahan Sementara
103 103. Diskusi
104 104. Backstreet
105 105. Berkencan
106 106. Love You, Encik Shin !!
107 107. Kembali
108 108. Siksa Rindu
109 109. Video Call
110 110. Debar Calon Pengantin
111 111. Jumpa Karib
112 112. Pesta Kawin
113 113. Pengantin
114 114. Malam Pengantin
115 115. Sazlina
116 116. Melaka River Cruise
117 117. Langkawi
118 118. Bumil Bareng
119 119. Posisi Sementara
120 120. Happy Ending
Episodes

Updated 120 Episodes

1
1. Encik Shin Adnan
2
2. Berbincang
3
3. Flashback
4
4. Berjumpa Kawan
5
5. Benalu
6
6. MP-Mahkota Parade
7
7. Gangguan Pagi Hari
8
8. Kedai Obat
9
9. Teguran Shin
10
10. Zubaidah
11
11. Mengalahlah
12
12. Kedai Obat Baru
13
13. Keponakan Liar
14
14. Berburu Kancing Baju
15
15. Teguran Shin
16
116. Join Lunch
17
17. Perang di Meja Makan
18
18. Janji Berjumpa
19
19. Mufakat
20
20. Adrian
21
21. Peluang Kerja
22
22. Hazrul
23
23. Saling Maaf
24
24. Sekretaris!
25
25. First Day
26
26. Adrian..?
27
27. Dilema
28
28. Ingin Bertemu
29
29. Bertemu Adrian
30
30. Teguran Shin
31
31. Sang Designer
32
32. Bertemu Shin Adnan
33
33. Kubeli Bajumu
34
34. Banyak Imbalan
35
35. Driver Aneh
36
36. Lamaran Adrian
37
37. Shin Banyak Tanya
38
38. Sazlina
39
39. Klien dari Kuwait
40
40. Pergi KL
41
41. Makan Larut
42
42. Menumpang Kamar Mandi
43
43. Sekoper Hadiah
44
44. Berenang Pagi
45
45. Baju Kusut
46
46. KLCC Park
47
47. Datin Azizah
48
48. Kecewa
49
49. Pergi ke Penang
50
50. Penang On the Way
51
51. Memang Shin
52
52. Merapat Tegang di Feri
53
53. Di Mana Ibuku?
54
54. Calon Kakak
55
55. Kamar Dhiarra
56
56. Chew Jetty
57
57. Banyak Buntalan
58
58. Cupang Merah
59
59. Go Back On the Way
60
60. Aib Terindah
61
61. JAIS Terengganu
62
62. Pilihan
63
63. Menghempas Kikuk
64
64. Hasrat
65
65. Kabar Bocor dari Fara
66
65. Dagu Gentle
67
67. Tidak Kurus
68
68. Shin's Kiss
69
69. First Kiss
70
70. Pergi ke K L
71
71. Stamp Merah
72
72. Tak Peduli Skandal
73
73. Jujur Pada Fara
74
74. Mesra di Depan Mata
75
75. Bincang Antara Mama dan Fara
76
76. Rumah Hijau Stroberi
77
77. Pesan dari Adrian
78
78. Saling Tunggu (18+)
79
79. Masih Dingin (18+)
80
80. Dipercepat Segalanya
81
81. Perjalanan Suram
82
82. Kabar Tunang Dhiarra
83
83. Tak Disangka Datangnya
84
84. Bye, Encik Shin..
85
85. Collapse
86
86. Petuah Datuk
87
87. Encik Shin...
88
88. Encik Shin...
89
89. Adrian...
90
90. Di Mana, Dhiarra?
91
91 Baju Rancang Terakhir
92
92. Informasi Yuaneta
93
93. Hubungan Yang Rumit
94
94. Berjumpa Petang Nanti
95
95. Akan Ada Tamu
96
96. Berjumpa
97
97. Bincang Terbuka
98
98. Bangun di Pagi Buta
99
99. Kamar no. 21
100
100. Bermanja
101
101. Ungkapan Azlan
102
102. Tahan Sementara
103
103. Diskusi
104
104. Backstreet
105
105. Berkencan
106
106. Love You, Encik Shin !!
107
107. Kembali
108
108. Siksa Rindu
109
109. Video Call
110
110. Debar Calon Pengantin
111
111. Jumpa Karib
112
112. Pesta Kawin
113
113. Pengantin
114
114. Malam Pengantin
115
115. Sazlina
116
116. Melaka River Cruise
117
117. Langkawi
118
118. Bumil Bareng
119
119. Posisi Sementara
120
120. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!