14. Berburu Kancing Baju

Tak juga mendapat taksi biru berlogo, taksi gelap pun jadilah. Dhiarra sedang meluncur menuju Mahkota Parade dengan menumpang mobil umum tanpa ada logo taksi. Ingin membeli beragam model dan warna kancing baju khusus keluaran terbaru tahun ini.

Dari hasil penelusuran di surfing net, sebuah garment shop di mahkota parade adalah pilihan terbaik yang lengkap dan variatif serta tepat dikunjungi di wilayah Melaka Bandaraya. Berdasar rekomendasi searching itulah Dhiarra sedang menuju ke sana dengan yakin saat ini.

Telah lewat seminggu, Dhiara berniaga di toko obat baru. Sambil menunggu kedatangan pembeli untuk singgah dan membeli obat, adalah waktu kosong terbaik untuk mewujud nyatakan karya yang telah Dhiarra buat di buku rancangnya.

Dan dalam waktu seminggu, Dhiarra telah berhasil mencipta nyatakan selusin baju wanita yang beragam, modelnya menarik, terbaru, serta berkelas. Dengan prediksi kuat, bahwa model ciptanya ini akan mampu menembus dan bersaing di pasar mode milenium. Hanya satu yang harus Dhiarra perjuangkan dan itu belum dilakukan. Yaitu manawarkan pada pihak kuat yang bersedia memasar resmikan cipta rancangnya. Inilah PR besar bagi Dhiarra saat ini.

"Nak pak cik hantar kat mane ni, cik ..?" Drive taksi gelap berseru dari kemudinya.

"Tolong pak cik hantar saya kat Mahkota Parade..!" Dhiarra menyahut dengan sedikit seruan pada driver itu.

"Cik adik, gadis pendatang dari Indon ke?" Dhiarra ragu menjawab.

Seharusnya pertanyaan ini tidak perlu. Terlebih, driver taksi hanya menyebut Indonesia dengan kata Indon saja, Dhiarra merasa tidak nyaman. Teringat akan sebutan Hisyam yang serupa dan terkesan merendahkan dirinya pagi itu.

Pak cik driver tak melanjut soalan. Seperti sadar dengan kesalahan akan ucapan barusan pada penumpang taksi gelapnya di belakang. Driver itu baru bercakap lagi setelah bangunan Mahkota Parade mulai terlihat di depan.

"Nak simpan nomor pak cik ini tak, cik ? Bila-bila perlu, bolehlah calling pak cik...!" Ini adalah tawaran bagus untuk Dhiarra.

"Baik..! Manalah, biar aku yang simpankan nomor ponselmu, pak cik....!" Dhiarra dengan tepat telah menyimpan nomer drive taksi gelap itu di dalam ponsel miliknya.

🍒🍒

Bergegas menuju garment store di lantai dua, sesuai arahan posisi di surfing, Dhiarra tak ingin lebih kemalaman lagi kali ini. Tidak ada toko garment lainya di lantai dua selain satu toko besar bertulis Shin's Garment Store.

Dhiarra merasa heran dengan penggunaan nama Shin sebagai nama toko. Tentu juga ingat akan paman tiri handsomenya yang punya nama sama persis. Mungkinkah..? Bisa jadi.. Sebab, hari itu semasa hujan deras dan terjebak dalam mahkota parade, dirinya pun bertemu Shin di sini. Dan Dhiarra juga menyadari bahwa dia dengan om tirinya itu terlalu berasingan. Tidak saling ingin tahu, juga tidak saling mengurusi.

Seorang prmuniaga wanita berparas melayu di Shin's Garment Store mendekati Dhiarra dan bertanya lembut hati-hati, khas logat melayu.

"Minat beli apakah, cik adik?" Wanita berkerudung itu senyum menyapa dan setengah menghadang langkah Dhiarra.

"Boleh cuba tunjuk ragam kancing baju yang terbaru kat saya, kak..?" Gadis jelita Indonesia itu telah belajar menggunakan bahasa tempatan, bahasa melayu Malaysia. Meski sadar itu masih juga campur baur.

"Sila cik adik ikut saye..!" Dua wanita beda usia itu bergegas berjalan beriringan. Dan wanita pramuniagalah yang memimpin di depan.

Sebuah ruangan terpisah dan cukup luas menyambut Dhiarra untuk masuk. Ruangan khusus menata barang dagangan berupa benang bermacam warna dan ukuran, jarum bermacam model dan ukuran, serta barang utama yang sedang Dhiarra perlukan, kancing baju.

Serasa ada di pameran lautan kancing baju saja bagi Dhiarra. Lebih tepatnya galeri kancing baju....Seluruh model dan warna kancing baju, semua ada dan terpajang sampelnya di sana. Designer muda jelita itu menatap cerah bahagia. Tempat seperti inilah yang dicari. Segala yang diperlu untuk karyanya, di sini semua ada!

Namun, bukan lalu lupa diri.. Dhiarra hanya membeli sesuai yang diperlu, serta sejumlah kebutuhan kancing yang telah teliti dihitung sebelumnya.

Godaan untuk menambah apa-apa model kancing lainnya yang menggoda, tanpa ragu ditepis. Sebab, belum tentu digunakan.Dan mungkin hanya terasa indah saat baru. Kemudian jadi sampah yang harus didisingkirkan dan lalu dibuang.

Selesai dengan urusan kancing baju, gadis jelita itu bukannya keluar untuk turun dan pulang. Tapi lanjut berkeliling mencuci mata. Menyapukan pandang pada hamparan dan gulungan kain beragam warna, di lantai dua garment store. Dhiarra benar-benar tenggelam karena merasa keasyikan di sana.

Jam di Mahkota Parade berbunyi nyaring untuk yang terakhir malam ini. Bermakna, seluruh pengunjung harus segera keluar meninggalkan gedung bangunan mall.

🍒🍒

Satu jam lalu... Dua orang pria dewasa nampak bersiap mengakhiri kerja penatnya hari ini.

"Faiz, kerja kau sudah habis?" Shin telah bersiap untuk pulang. Duduk menyandar di kursi kebesaran sambil melihat sang asisten berkemas.

"Dah, kejap lagi fin tuan.." Lelaki melayu itu sambil mengunci laci di meja kerjanya.

"Apa Sazlina sudah menelepon?" Shin menyebut nama seorang wanita yang cukup penting bagi bisnisnya.

"Sazlin pun baru cakap nak bertolak terbang kat bandaraya. Tuan Shin tak dapat pesan, kah?" Faiz telah mematikan seluruh lampu di ruangan. Serta merta meremang gelaplah suasana di ofis direktur Shin.

"Mungkin ada. Tapi aku malas nak tengok, Iz.." Mereka telah memposisi diri di dalam lift.

"Apa baiknya kau jumpa Sazlina sorang saja, Iz.." Shin mengangkat alis lebat hitamnya memandang pada Faiz.

"Boleh saja tuan, tapi kupastikan Sazlin tak kan jadi menyerahkan hasil rancangannya padaku...." Faiz memandang sang tuan penuh makna. Sang tuan bungkam, wajah lelah itu sama sekali tak mencuri sedikitpun kharismanya.

🍒🍒

Taksi yang didapatkan kali ini bukanlah taksi gelap, melainkan taksi resmi dan berlogo. Memang cukup lama menunggu, tapi akhirnya datang juga yang diharap. Dhiarra menahan keinginannya untuk menghubungi nomor pak cik pemilik taksi gelap. Kini telah disimpan lagi nomer baru, milik driver taksi berlogo.Kali ini pemilik taksi adalah seorang warga India namun telah ber IC Malaysia.

Seperti biasa, langkah kakinya akan dipercepat begitu memasuki area jalan di halaman. Rasa malas berjumpa dengan segala keluarga tirinya akan terasa dan hadir begitu saja. Saat berjalan menuju rumah besar milik sang paman tiri, uncle Shin..Hati Dhiarra sering merasa tidak tenang tiba-tiba.

Langkah kaki yang lelah dipercepatnya, seseorang dalam remang nampak berjalan dari arah garasi yang ada jauh di sebelah samping halaman. Orang itu berjalan searah denganya. Mungkin saja dia Hisyam... Anak bungsu Hazrul itu terlalu berbadan besar. Jika tak terlanjur, Dhiarra ingin tidak usah saja mengenalnya.

Sedikit berdebar karena berlomba langkah, dengan gusar dicapainya pintu kamar. Terasa lega, sepertinya orang itu menghilang. Anak kunci di lubang pintu telah mulai diputarnya..

"Dhiarra..!" Jantung Dhiarra serasa disentak keluar dari dada.

Seseorang yang disangka telah berhasil dihindari dan menjauh. Mungkin orang yang sedang memanggil di belakang itulah wujudnya. Dan tanpa berbalik menoleh pun, Dhiarra paham itu siapa...

Terpopuler

Comments

UTIEE

UTIEE

perasaan makin seruu

2022-10-23

1

Siti aulia syifa Az_zahra

Siti aulia syifa Az_zahra

masuk rumah uncle Shin serasa masuk ke rumah angker ya Arra??

2022-08-25

1

Bunda Nian

Bunda Nian

Kalau gak salah ganti judul ya thor..?

2022-08-21

2

lihat semua
Episodes
1 1. Encik Shin Adnan
2 2. Berbincang
3 3. Flashback
4 4. Berjumpa Kawan
5 5. Benalu
6 6. MP-Mahkota Parade
7 7. Gangguan Pagi Hari
8 8. Kedai Obat
9 9. Teguran Shin
10 10. Zubaidah
11 11. Mengalahlah
12 12. Kedai Obat Baru
13 13. Keponakan Liar
14 14. Berburu Kancing Baju
15 15. Teguran Shin
16 116. Join Lunch
17 17. Perang di Meja Makan
18 18. Janji Berjumpa
19 19. Mufakat
20 20. Adrian
21 21. Peluang Kerja
22 22. Hazrul
23 23. Saling Maaf
24 24. Sekretaris!
25 25. First Day
26 26. Adrian..?
27 27. Dilema
28 28. Ingin Bertemu
29 29. Bertemu Adrian
30 30. Teguran Shin
31 31. Sang Designer
32 32. Bertemu Shin Adnan
33 33. Kubeli Bajumu
34 34. Banyak Imbalan
35 35. Driver Aneh
36 36. Lamaran Adrian
37 37. Shin Banyak Tanya
38 38. Sazlina
39 39. Klien dari Kuwait
40 40. Pergi KL
41 41. Makan Larut
42 42. Menumpang Kamar Mandi
43 43. Sekoper Hadiah
44 44. Berenang Pagi
45 45. Baju Kusut
46 46. KLCC Park
47 47. Datin Azizah
48 48. Kecewa
49 49. Pergi ke Penang
50 50. Penang On the Way
51 51. Memang Shin
52 52. Merapat Tegang di Feri
53 53. Di Mana Ibuku?
54 54. Calon Kakak
55 55. Kamar Dhiarra
56 56. Chew Jetty
57 57. Banyak Buntalan
58 58. Cupang Merah
59 59. Go Back On the Way
60 60. Aib Terindah
61 61. JAIS Terengganu
62 62. Pilihan
63 63. Menghempas Kikuk
64 64. Hasrat
65 65. Kabar Bocor dari Fara
66 65. Dagu Gentle
67 67. Tidak Kurus
68 68. Shin's Kiss
69 69. First Kiss
70 70. Pergi ke K L
71 71. Stamp Merah
72 72. Tak Peduli Skandal
73 73. Jujur Pada Fara
74 74. Mesra di Depan Mata
75 75. Bincang Antara Mama dan Fara
76 76. Rumah Hijau Stroberi
77 77. Pesan dari Adrian
78 78. Saling Tunggu (18+)
79 79. Masih Dingin (18+)
80 80. Dipercepat Segalanya
81 81. Perjalanan Suram
82 82. Kabar Tunang Dhiarra
83 83. Tak Disangka Datangnya
84 84. Bye, Encik Shin..
85 85. Collapse
86 86. Petuah Datuk
87 87. Encik Shin...
88 88. Encik Shin...
89 89. Adrian...
90 90. Di Mana, Dhiarra?
91 91 Baju Rancang Terakhir
92 92. Informasi Yuaneta
93 93. Hubungan Yang Rumit
94 94. Berjumpa Petang Nanti
95 95. Akan Ada Tamu
96 96. Berjumpa
97 97. Bincang Terbuka
98 98. Bangun di Pagi Buta
99 99. Kamar no. 21
100 100. Bermanja
101 101. Ungkapan Azlan
102 102. Tahan Sementara
103 103. Diskusi
104 104. Backstreet
105 105. Berkencan
106 106. Love You, Encik Shin !!
107 107. Kembali
108 108. Siksa Rindu
109 109. Video Call
110 110. Debar Calon Pengantin
111 111. Jumpa Karib
112 112. Pesta Kawin
113 113. Pengantin
114 114. Malam Pengantin
115 115. Sazlina
116 116. Melaka River Cruise
117 117. Langkawi
118 118. Bumil Bareng
119 119. Posisi Sementara
120 120. Happy Ending
Episodes

Updated 120 Episodes

1
1. Encik Shin Adnan
2
2. Berbincang
3
3. Flashback
4
4. Berjumpa Kawan
5
5. Benalu
6
6. MP-Mahkota Parade
7
7. Gangguan Pagi Hari
8
8. Kedai Obat
9
9. Teguran Shin
10
10. Zubaidah
11
11. Mengalahlah
12
12. Kedai Obat Baru
13
13. Keponakan Liar
14
14. Berburu Kancing Baju
15
15. Teguran Shin
16
116. Join Lunch
17
17. Perang di Meja Makan
18
18. Janji Berjumpa
19
19. Mufakat
20
20. Adrian
21
21. Peluang Kerja
22
22. Hazrul
23
23. Saling Maaf
24
24. Sekretaris!
25
25. First Day
26
26. Adrian..?
27
27. Dilema
28
28. Ingin Bertemu
29
29. Bertemu Adrian
30
30. Teguran Shin
31
31. Sang Designer
32
32. Bertemu Shin Adnan
33
33. Kubeli Bajumu
34
34. Banyak Imbalan
35
35. Driver Aneh
36
36. Lamaran Adrian
37
37. Shin Banyak Tanya
38
38. Sazlina
39
39. Klien dari Kuwait
40
40. Pergi KL
41
41. Makan Larut
42
42. Menumpang Kamar Mandi
43
43. Sekoper Hadiah
44
44. Berenang Pagi
45
45. Baju Kusut
46
46. KLCC Park
47
47. Datin Azizah
48
48. Kecewa
49
49. Pergi ke Penang
50
50. Penang On the Way
51
51. Memang Shin
52
52. Merapat Tegang di Feri
53
53. Di Mana Ibuku?
54
54. Calon Kakak
55
55. Kamar Dhiarra
56
56. Chew Jetty
57
57. Banyak Buntalan
58
58. Cupang Merah
59
59. Go Back On the Way
60
60. Aib Terindah
61
61. JAIS Terengganu
62
62. Pilihan
63
63. Menghempas Kikuk
64
64. Hasrat
65
65. Kabar Bocor dari Fara
66
65. Dagu Gentle
67
67. Tidak Kurus
68
68. Shin's Kiss
69
69. First Kiss
70
70. Pergi ke K L
71
71. Stamp Merah
72
72. Tak Peduli Skandal
73
73. Jujur Pada Fara
74
74. Mesra di Depan Mata
75
75. Bincang Antara Mama dan Fara
76
76. Rumah Hijau Stroberi
77
77. Pesan dari Adrian
78
78. Saling Tunggu (18+)
79
79. Masih Dingin (18+)
80
80. Dipercepat Segalanya
81
81. Perjalanan Suram
82
82. Kabar Tunang Dhiarra
83
83. Tak Disangka Datangnya
84
84. Bye, Encik Shin..
85
85. Collapse
86
86. Petuah Datuk
87
87. Encik Shin...
88
88. Encik Shin...
89
89. Adrian...
90
90. Di Mana, Dhiarra?
91
91 Baju Rancang Terakhir
92
92. Informasi Yuaneta
93
93. Hubungan Yang Rumit
94
94. Berjumpa Petang Nanti
95
95. Akan Ada Tamu
96
96. Berjumpa
97
97. Bincang Terbuka
98
98. Bangun di Pagi Buta
99
99. Kamar no. 21
100
100. Bermanja
101
101. Ungkapan Azlan
102
102. Tahan Sementara
103
103. Diskusi
104
104. Backstreet
105
105. Berkencan
106
106. Love You, Encik Shin !!
107
107. Kembali
108
108. Siksa Rindu
109
109. Video Call
110
110. Debar Calon Pengantin
111
111. Jumpa Karib
112
112. Pesta Kawin
113
113. Pengantin
114
114. Malam Pengantin
115
115. Sazlina
116
116. Melaka River Cruise
117
117. Langkawi
118
118. Bumil Bareng
119
119. Posisi Sementara
120
120. Happy Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!