Belum sehari sudah KDRT

"Aku yakin seyakin-yakinnya. ada satu tanda lahir lagi yang Safira punya"

"Dimana tuan? "

"Dibawah telinga sebelah kanan dan tahi lalat dibelakang telinga sebelah kiri, kalau adiknya Sakira ada di tahi lalat di sebelah kanan" ucap Irsyad dan Zulaikha mengangkat kedua alisnya bingung

"Ayah.... " ucap Zulaikha sambil memeluk tubuh renta Irsyad dan menangis tersedu-sedu

Rusdi Jono dan Yusuf menangis haru

"sayang mengapa kau yakin jika pak tua ini ayahmu? " ucap Yusuf terkekeh dan membuat Zulaikha menepuk bahu suaminya

plak

"Sakit sayang" rengek Yusuf manja

"Kau ini, Aku yakin karena dua hari yang lalu ayah hadir dimimpiku bersama ibu dan juga adikku "

"Benarkah itu princess?, ayah pun sama kau hadir bersama ibu dan adikmu lalu kau menghindar dan berlari bersama dua anak kecil, Lalu adikmu berucap supaya aku menemukan mu"ucap Irsyad lalu melirik Asisten nya

"Rusdi saatnya kita pensiun, Segera kau merger perusahaan ku dengan perusahaan bocah tua ini, hari ini aku sangat bahagia" ucap Irsyad sambil menciumi Zulaikha dengan kasih sayang, Yusuf tak Terima jika istrinya di ciumi lelaki lain

"Hai Pak tua, Hentikan kelakuan mu. yang kau ciumi itu istriku" ucap Yusuf sambil melepaskan pelukan Irsyad dari istrinya

"Sudahlah tuan, biarkan Nyonya melepaskan rindu kepada ayahnya, masa dengan ayahnya saja kau cemburu tuan" ucap Jono dan Yusuf memicingkan mata.

"Biarkan dulu seperti itu nak Yusuf, tuan sudah lama tidak bertemu dengan anaknya" ucap Rusdi

"Baiklah, baiklah hari ini aku mengalah.. ufht" Yusuf menarik nafas dalam dan mengembuskan kasar. Jono dan Rusdi terkekeh

"Ayah, hari ini aku masak dan membawanya kemari. sudi kah ayah makan siang hasil masakan ku?" ucap Zulaikha sambil memandang wajah pria yang sudah lama dia rindukan

"Benarkah itu sayang kau memasak untukku? "

"Iya Ayah, ini permintaan suamiku. katanya dirimu adalah idolanya" ucap Zulaikha Irsyad menoleh kesamping dimana menantunya berada.

"Sekarang pak Tua itu bukan idolaku, setelah ku tahu dia pria tua perebut istri orang. ku tarik ucapan ku" Ucap Yusuf bergurau

"Pletak" tongkat kayu gaharu milik Irsyad mendarat di kepala sang menantu

"Apa kau bilang?, menantu kurang ajar!! "

"awzzz... belum ada sehari aku mempunyai mertua sudah menderita seperti ini" ucap Yusuf sambil mengusap kepalanya

"Lagian kau ini, sudahlah ayo semua ikut aku ke taman kantor ini" ucap Zulaikha Mereka berlima keluar ruangan Yusuf dengan wajah ceria, eh tidak hanya berempat yang berwajah ceria tidak dengan Yusuf, Yusuf merengut karena sang istri merangkul lengan sang Ayah dengan penuh rasa sayang, tepat di taman kantor dibawah rindang pohon Sumi dan dibantu office boy kantor sudah menyiapkan tempat untuk lesehan.

"Ayah tidak Apakah kita makan sambil lesehan, Ayo Ayah" Zulaikha menuntun tubuh renta sang Ayah. Zulaikha dibantu Sumi membuka masakan yang sudah mereka masak.

"Mari Tuan, silahkan" ucap Sumi

"Terimakasih" ucap Irsyad

"Terima kasih, siapa namamu? " Tanya Rusdi

"Sumi Tuan, dia Istriku" ucap Jono

"Hahaha, kalian sama seperti ku, jangan bilang istrimu kepala pelayan dan Asisten Nyonya Zulaikha? " tanya Rusdi

"Bener sekali Tuan, karena bukan karena kebaikan tuan Yusuf dan Nyonya kami tidak seperti ini" ucap Jono

"Ehm, sudah kalian ngobrol nya waktu nya makan" ucap Irsyad

"Apa semua ini masakan buatanmu? " tanya Irsyad ke anak perempuan nya

"Iya Ayah, ayah mau makan apa? aku tidak tau makanan kesukaan ayah, jadi aku masak yang aku bisa saja"

"Wah sayur Asem dan ikan peda ayah mau itu sudah lama ayah tidak makan masakan ini"

"Tuan jangan terlalu banyak makan ikan Asinnya tuan ingat darah tinggi" ucap Rusdi mengingat kan.

"Sudah lah Rusdi kau mengganguku, biarkan kali ini aku makan masakan anakku" ucap Irsyad

mereka tampak menikmati makan siang di bawah rindang pohon.

"Safira kenapa kau menangis sayang? apa kau tidak senang bertemu dengan ayahmu? "

"Aku terharu Ayah, aku merindukan Ayah. puluhan tahun aku rindu bagaimana wajah ayahku dan ini berasa seperti mimpi" ucap Zulaikha dan mendapat pelukan hangat sang suami, Yusuf mengelus punggung Zulaikha menenangkan

"Boleh aku memeluk mu lama-lama Ayah, bolehkah aku tidur bersamamu malam ini, dan membacakan dongeng untukku, Aku rindu" ucap Zulaikha sesegukan

"Boleh nak, tapi jika bocah tua ini mengizinkan mu tidur dengan ku, dengan senang hati Ayah akan membacakan dongeng untukmu" ucap Irsyad melirik Yusuf.

"Boleh ya mas, aku tidur dengan Ayah malam ini? " ucap Zulaikha sambil merengek manja

"Sayang tapi nanti aku bagaimana?"

"Maaaaas"

"Baiklah Ratuku untukmu apa sih yang tidak, Hay pak Tua malam ini kau puaskan kerinduan mu dengan putrimu besok-besok kau tak ku izinkan" ucap Yusuf

"Pletak" centong nasi mendarat di kening Yusuf

"Menantu kurang ajar, ya Tuhan kenapa aku bisa punya menantu bikin darah tinggi ku naik" ucap Irsyad sambil mengelus dada

"Ayah, belum sehari Ayah sudah melakukan kdrt kepada menantu mu yang berkharisma nan Tampan ini" ucap Yusuf dan Yusuf mengambil ancang-ancang siap melarikan diri

"Apa kau bilang!. Jono Rusdi bantu aku berdiri, akan ku hajar menantu kurang ajar ini" ucap Irsyad dengan susah payah berdiri dibantu Rusdi dan Jono sambil terkekeh, baru kali ini baik Jono dan Rusdi melihat tuan mereka tampak Ceria dan bercanda,

"Hahahaha, kau memang menantuku, sudah lama rasanya aku tidak seriang ini, kesini kau aku mau memeluk mu" ucap Irsyad disela Kejar-kejaran seperti anak kecil. Yusuf mendekat dan memeluk erat sangat Ayah mertua

"Yusuf, terimakasih kau telah menjaga putriku, terimakasih kau menggantikan ku , terimakasih "ucap Irsyad sambil meneteskan air mata

"Sudahlah Ayah yang jangan terlalu berlebihan, yang ku jaga itu istriku, bukan orang lain. aku bahagia akhirnya istriku menemukan Ayah" ucap Yusuf sambil menghapus air mata nya dan air mata sang mertua

"Ayah jadi gimana apa perusahaan Ayah jadi untukku? jangan sungkan-sungkan Ayah sekalian saja aset-aset mu pindahkan atas namaku" ucap Yusuf bercanda

"Kau ini, dikasih hati minta jantung " geram Irsyad

"Hehehe bercanda ayah, Kalau serius pun alhamdulillah" ucap Yusuf

"Mas kau ini, kau sudah kaya buat apa harta ayahku juga" ucap Zulaikha sambil memukul lengan Yusuf

"Aku hanya bercanda sayang, ya kalau Ayah ikhlas alhamdulillah buat Anak cucu kita nanti sayang" ucap Yusuf

"Hahaha, tidak usah khawatir semua akan kuberikan ke pada cucuku nanti"

"Alhamdulillah"

...****************...

...bersambung...

hay maafkan ya aku baru bisa update lagi soalnya lagi buntu ide nih

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!