"Tapi Abi, tidak punya penghasilan dan pekerjaan lagi sayang"
"Kata siapa?, Abi kan bisa jadi Driver lagi, toh selama ini kan kita hidup dari abi menjadi drive"
"Terimakasih sayang, kamu begitu pengertian, oh ya hari minggu besok Si Ayu mau main ke mari, itu loh yang Abi ceritakan ke kamu, teman Abi yang masih tinggal di panti asuhan" ucap Indra.
"Panti Asuhan Fatimah Az-Zahra, ya aku ingat jangan-jangan itu Ayuku mas.. "
*Flashback on*
"Akak" panggil seorang gadis cilik berumur tiga tahun sambil berlari memeluk Aisyah kecil sambil menangis"
"Akak angan pelgi ya?, anti Ayu ndak ada yang ajak main" ucap gadis itu. Sambil menyeka adik kecilnya
"kakak harus ikut bibi kakak Ayu, kan Ayu disini banyak temannya, kan ada Didi, Kak Aci dan masih banyak yang lain, kan biasanya ada abang Iki sama Abang Zaki yang ngajak kamu main" ucap Aisyah
"Tapi akak angan lupain Ayu ya?, Ayu sayang akak"
*Flashback off*
"Sayang" panggil Indra, Aisyah yang di panggil tak bergeming Indra kemudian memanggilnya kembali sambil memegang dan mengoyangkan bahu Aisyah
"Sayang... sayang" panggil Indra lagi
"Ya Bi, ada apa? " Aisyah memandang wajah suaminya
"Kamu kenapa melamun?, apa yang kamu pikirkan? "
"Aku memikirkan adik kecilku dulu di panti, semoga temanmu itu adik kecilku dulu"
"Aamiin, semoga ya sayang"
"Oh ya bi, Pemilik tas itu apa sudah ketemu?" tanya Aisyah
"Belum, setiap hari aku sudah mencarinya dan baru tadi sore aku melihat CCTV tidak menemukan titik jelas"
"Semoga ya bi cepat ketemu, kasihan pemilik tas itu pasti mencarinya juga"
"Iya sayang, aamiin"
"Oh ya bi, tadi sewaktu aku mau mencuci jaket mu, aku menemukan kartu nama, sebentar aku ambil dulu"
"Kartu nama, Jangan-jangan kartun nama Nona Anisa. Alhamdulilah akhirnya ketemu juga kartu nama itu" ucap Indra dalam hati
"ini bi, Seperti nya penting" Aisyah menyerah kan kartu nama itu.
"Alhamdulillah sayang, akhirnya ketemu juga. ini aku cari-cari"
"Hmm... segitu senangnya memangnya siapa Anisa itu? " Aisyah memicingkan matanya curiga
"Astaghfirullah, ini tidak seperti yang kamu bayangkan ya sayang, Nona Anisa waktu itu memberikan kartu nama saat aku menolong kakeknya, lalu Nona itu ingin memberikan uang kepada Abi, Lalu Abi Tolak. lalu Nona itu memberikan Kartu nama itu, sewaktu-waktu butuh bantuan bisa menghubungi nya, dan kebetulan saat itu Abi menemukan Tas itu, besar kemungkinan punya Nona itu " ucap Indra panjang lebar dan Aisyah menatap mata Indra guna mencari kebenarannya
"Alhamdulillah, kalau begitu. besok Abi temui Nona itu, tapi ingat jaga mata jaga Hati" ucap Aisyah penuh penekanan
"iya, InsyaAllah Abi jaga mata jaga hati" dan Aisyah hanya tersenyum
"Ya sudah kita makan, Aku lapar" mereka kemudian bersiap makan malam
Sementara itu di tempat lain
"Rusdi, Sepi hidupku kekayaanku tidak bisa membeli kehangatan dan kebahagiaan untuk ku, Setelah Humairah meninggalkan ku, rasanya hidup ini hampa, seandainya Putri kembar ku masih ada mungkin aku sudah mempunyai cucu bahkan cicit dan mansion ini akan selalu ramai" Seorang Pria Tua berumur 79 tahun sendu
"Iya, Tuan yang sabar Tuan, kami juga selalu berusaha mencari keberadaan Nona kecil tuan" ucap Sang asisten
"Kau sudah mempunyai cicit berapa Rusdi? "
"Alhamdulillah, mau satu tuan. baru kemarin cucu mantuku hamil, doakan semua Baik-baik saja dan semoga Nona kecil segera ditemukan"
"Aamiin" ucap Pria tua itu
"Tuan besok kita ada pertemuan dengan Tuan Yusuf dari PT Adhi Pratama"
"Baiklah, Kau boleh istirahat Rusdi terimakasih untuk hari ini"
"Terimakasih Tuan, selamat beristirahat"
Malam semakin larut, tampak pria tua tertidur dalam gelisah dahinya yang sudah tidak kencang terdapat bulir keringat.
"Assalamu'alaikum Mas, bagaimana kabarmu?" ucap seorang wanita paruh baya menghampiri pria tua itu dan memeluknya dan mencium wajahnya
"Walaikumsalam oh Humaira ku, Aku rindu kepadamu. Seperti keinginanmu aku Alhamdulillah sehat akan selalu sehat menantikan buah hati kita untuk bertemu"
"Apa kau datang untuk menjemput ku sayang? " Ucap pria tua itu, lalu wanita tua itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
"Belum saatnya aku menjemput mu sayang"
"Kenapa kau tidak menjemput ku saat ini sayang, Kau tau betapa aku tersiksanya tampa dirimu" ucap pria tua itu dalam pelukan wanitanya
"Ibu...apa ini ayah kami?" Ucap dua Perempuan kembar menghampiri
"Mas kenalkan ini kedua putri kita, cantik kan?" Pria tua itu terkejut dan tak bergeming dalam posisinya kehadiran buah hatinya yang sudah 55 tahun iya rindukan
"Ayah kami rindu, Ayah" ucap dua perempuan kembar tersebut
"Kalian cantik sekali sayang, apa kau ini Safira dan kau Sakira? " ucapnya sambil menciumi keduanya
"Iya Ayah"
"Sayang bagaimana kau bisa bertemu dengan kedua anak gadisku? "
"Hai kau ini, hanya satu anak gadis kita. hanya Sakira yang masih gadis" ucap Humaira dan Sakira tampak merona
"Hanya satu? Lalu Safira? " tanya Irsyad, ya laki-laki tua itu bernama Irsyad Maulana salah satu pengusaha ternama di negara ini.
"Ya Karena Sakira lah yang akan menemani ku, karena Sakira sudah berbahagia bersamaku.
Oh tidak tidak hanya sakira tapi ada cucu kita juga sayang yang akan menemani dan menjaga kami"
"Cucu" beo Irsyad tidak percaya, Masih belum percaya akan keadaan nya saat ini tiba-tiba berlari sepasang anak kecil berumur 3 tahun dan 2 tahun memanggil sang nenek.
"Nenek...... " teriak sepasang anak kecil lalu Safira menengok dan mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil itu lalu merentangkan kedua tangannya dan memeluk dan menciumnya
"Bukan hanya cucu tapi kita juga punya dua orang cicit sayang,lihatlah mereka mereka adalah cicit kita sayang. mereka cucu dari Safira sayang" ucap Humaira
"Cicit?, Kau membuatku bingung sayang, Cucu dan cicit tapi dimana mereka sayang. Please sayang jangan membuat ku bertambah bingung"
"Temukan mereka mas, Temukan Safira setelah itu temukan cucu dan cicit kita. kasian mereka mas. hidup dalam kesederhanaan sedangkan kita lebih berkecukupan" . Tiba-tiba Safira menjauh dan berjalan bersama kedua cucunya.
"Safira kau mau kemana nak.... Safira.... " teriak Irsyad memanggil anak nya
"Temukan kakak dan keluarga nya Ayah. Kasihan Ayah selama ini mereka terpisah" ucap Sakira
"Pasti sayang" Irsyad berlari semakin dikejar Safira dan kedua cucunya semakin menjauh
"Safira...Safira... Safira.. " Irsyad memanggil anaknya dalam tidurnya dan terjaga. dengan nafas berat dan mengusap wajahnya
"Ya Allah ya Tuhanku apa ini petunjuk dari mu?, Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah" Irsyad beristighfar lalu bangun dan berjalan ke kamar mandi karena waktu menunjukkan pukul 3 pagi, ia akan melakukan sholat tahajjud dan istikharah..
Dalam keheningan malam Irsyad memunajat dan berdoa memohon petunjuk dan Keajaiban bisa berkumpul dengan keluarga nya lagi
...****************...
...bersambung...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
Ompangky
apakah ayu dan fatima
2022-10-14
0