American Black card

Happy Reading guy's

......................

"Nak, bapak jalan dulu kapan-kapan kita ngobrol lagi, senang ketemu sama kamu" ucap Yusuf sambil mengulurkan tangan kanannya, Indra lalu menerima uluran tangan lalu mencium punggung tangan Yusuf dengan takjim. Yusuf yang baru kali ini dicium punggung tangan nya selain istrinya berasa ada sesuatu yang mengalir di hatinya, lalu tersenyum dan beberapa saat berubah menjadi sendu

"Loh bapak kenapa sendu begitu?" tanya Indra melihat perubahan wajah Yusuf yang mendadak

"Bapak jadi ingat almarhum anak bapak, kalau saja anak bapak masih hidup mungkin usianya seumuran dengan kamu nak"

"Maaf Pak saya tidak tahu, saya merasa bersalah semoga anak bapak jadi tabungan bapak di akhirat nanti"

"Amiin, terimakasih nak. bapak jalan dulu, Assalamu'alaikum" ucap Yusuf lalu berjalan dan di ikuti Jono sambil mengangguk dan tersenyum

"Walaikumsalam warohmatulohi.. " ucap Indra, Indra kemudian duduk kembali meneruskan berselancar medsosnya

"Astaghfirullah, udah hampir jam 5 sampai kelupaan" Gumam Indra, kemudian dia merapihkan bekas duduknya memunguti sampah dan kardus tempat alasnya duduknya. saat setelah membuang sampah dan kemudian dia berbalik ke parkiran motor, untuk mengambil motornya saat hendak berbalik badan matanya memandang sebuah tas tangan tidak jauh dekat sebuah pohon kurma, kemudian dia berpikir sejenak tas siapa itu. lalu memungutnya

"Tas siapa ini?,mungkin tas milik tuan Yusuf atau mungkin tas kakek yang tadi?" pikir Indra dalam benaknya, Indra terus mengingat dan dahinya mengernyit tanda berfikir dan mengingat

"Kalau tas kakek itu tidak mungkin, Kalau tas Tuan Yusuf juga tidak mungkin tadi beliau ngobrol bersama tidak bawa tas" Indra terus berfikir, lalu membuka tas tersebut, lalu matanya melotot dan tangannya bergetar

"Astaghfirullah, ini musibah atau Rezeki atau ini amanah, ya Allah aku harus bagaimana" gumam Indra dalam hati sambil memegang dadanya shock melihat isi tas itu ada tiga gepok uang dolar Singapura dan beberapa lembar cek dan ada sebuah American Black card. Kemudian Indra mengok kanan kiri depan dan belakang dan mencari CCTV,

"Ya Allah masjid ini tidak di lengkapi CCTV lagi" dia kemudian masuk ke dalam masjid mencari keberadaan pengurus masjid tapi tak ada seorang pun didalam sana. lalu melangkah keluar dan pulang.

Dalam perjalanan pulang ia terus berfikir. ada fikiran untuk menggunakan uang tersebut dan menggunakannya kartu itu untuk kebutuhan nya.

"Astaghfirullah, ya Allah jauhkan aku dari sifat tamak untuk memilik yang bukan hak ku" Indra kemudian beristighfar dan terus beristighfar sampailah dia di kediamannya. saat sampai di rumah petakan tempat dia kontrak bersama keluarga nya sudah disambut anak-anaknya dan istrinya.

"hole abi udah puang" seru Hanun berlari

"Assalamu'alaikum, Anak-anak abi yang sholeh dan sholehah duh sudah pada mandi, sudah ganteng dan cantik" indra memeluk anak-anaknya dan menciumnya. Aisyah menyusul di belakang

"Walaikumsalam, Abi sudah pulang, kok kayanya banyak pikiran Bi ada apa?" Aisyah meminta uluran tangan suaminya dan mencium punggung tangannya, lalu Indra mencium kening istrinya

Cup

"Ih abi mesla nya " ujar Raihan, Aisyah tersipu

"Abi awa pa? " Hanun menarik-narik ujung jaket Indra

"Oh ya sebentar Abi ambil dulu di motor" Indra berjalan ke motornya menyerahkan susu dan popok

"Wah banyak amat Bi, Abi sudah punya Rezeki? " tanya Aisyah sambil tersenyum

"Alhamdulillah, tadi ada customer ngasih lebih ini do'a kamu dan anak-anak, dan ini buat anak-anak Abi" ucap Indra sambil menyerah kan dua buah coklat ke anak-anak nya

"Abis makan coklat nya jangan lupa sikat giginya biar tidak sakit gigi nya nanti, Oke" ucap Indra

"Holeeee, Coklat kaya punya Tomi aku juga punya" ucap Raihan dan hanun hanya bergoyang-goyang saja

"Hai ingat tadi apa yang abi bilang, abis makan coklatnya terus...?" ucap Aisyah menggantung

"Ikat gigi" ucap Kedua bocah tersebut, lalu Indra merangkul Aisyah dan masuk kedalam

"Umi masak apa nih hari ini?, Abi lapar rasanya" ucap Indra

"Masak tumis kacang panjang sama udang goreng bi, tidak apa-apa kan?, Abi mau langsung makan apa mau mandi dulu? " ujar Aisyah

"Mandi dulu, gerah banget ini. lagian sebentar lagi maghrib kamu masih belum sholat? " tanya Indra sambil memainkan kedua Alisnya

"Ish Abi, masih belum kayanya dua hari lagi deh bi" Aisyah terkekeh sambil menyiapkan kebutuhan mandi sang suami

"Yah lemes bestie rasanya" Indra pura-pura lemes sambil memasuki kamar mandi, kemudian Indra melakukan ritual mandinya

Waktu maghrib pun tiba, Indra mengajak Raihan ke Masjid untuk sholat berjamaah di Masjid, setelah melakukan ritual agamanya mereka pulang ke kontrakannya. Aisyah dan Hanun sudah menunggu di ruang tamu yang dijadikan juga ruang makan sambil menonton TV program anak Cartoon yang diciptakan oleh salah satu Aktor sinetron Pemeran Farel di Cinta Fitri

*Riko the Series*

Hanun ketawa senang saat melihat Riko di patok ayam.

"Ade onton apa? kok tawa-tawa gitu? " tanya Raihan sang kakak

"Iko lucu A, di ejar-ejar ayam" ujar Hanun masih fokus nonton dan tertawa

"Mana Aa mau iat, gecer. iya lucu" Raihan kemudian ikut tertawa

"Sudah-sudah nontonnya, maam dulu " ujar Aisyah

"Ote Mi" jawab kedua bocah serentak. Mereka makan hanya ada suara sendok saja, makan sederhana namun dengan keluarga kecil begitu sangat nikmat. setelah makan Aisyah membersihkan bekas makan dan Indra membantu merapikan ruang tamu yang tadi dipakai bekas makan, begitulah setiap harinya keluarga kecil Indra.

"Umi, Aa main dulu ya" seru Raihan

"Iya nak, Jangan main jauh-jauh sudah malam, Nanti banyak hantu" ujar Aisyah menakut-nakuti

"Mana ada hantu Mi, Kalau ada hantu sini biar Aa tonjok hantunya" ucap Raihan sambil menepuk-nepuk dadanya, Indra yang melihat kelakuan Raihan hanya terkekeh dia seperti mengaca dirinya yang tidak pernah takut.

"Sayang sini Aku mau ngomong" ujar Indra memanggil sang istri, Aisyah menghampiri sambil menggendong Hanun dan mendudukan Hanun di pangkuan sang suami.

"Kirain kamu yang mau duduk di pangkuanku, sayang? " ucap Indra sambil terkekeh.

"Ih apaan sih mesum, sudah mau ngomong apa" ujar Aisyah sambil tersipu. Lalu Indra menceritakan penemuan tas tersebut

"Terus Tas itu dimana?, Jangan-jangan popok dan susu itu dibeli pakai uang itu lagi" tanya Aisyah curiga

"Astaghfirullah, kamu ini. ga mungkin lah Abi ngasih beli pakai uang yang ga halal untuk anak" ucap Indra

"Terus beneran susu sama popoknya dibeli pakai uang dari costumer? " tanya Aisyah lagi

"Demi Allah dan Rasulullah Abi ga bohong itu tadi dari costumer" ucap Indra menyakinkan

"Pasti dari perempuan?, iyakan perempuan? " tanya Aisyah merasa cemburu, bukan sekali dua kali Aisyah melihat Indra digoda oleh costumer perempuan

"Kalau perempuan kenapa kalau laki-laki kenapa?, cemburu ya? "

"Mana ada cemburu. Tapi kalau beneran perempuan buang aja tuh susu sama popoknya ga ikhlas aku" ketus Aisyah sambil melipat kedua tangan dan memanyunkan bibirnya. Hanun yang melihatnya ikut melipat kedua tangan nya sambil menatap Indra dengan ketus

"Loh ini Ade kenapa jadi ikut-ikutan Umi" tanya Indra sambil memegang kedua pipi chubi Hanun.

"Ade ikut Umi aja esel sama Abi" ucap Hanun, Aisyah yang melihat tingkah laku Hanun tertawa hilang semua kekesalannya kepada suaminya. Indra yang melihat istrinya raut wajahnya sudah berubah ikut geleng-geleng kepala

"Umi udah ga marah lagi sama Abi?"

"Tau ah Umi masih sebel sama Abi" jawab Aisyah

"Nih, buktinya kalau di kasih sama customer" Indra kemudian menyerahkan bukti video dia saat bersama Customer nya.

"Baik banget ya bi, masih muda ganteng lagi, eh tunggu mukanya kaya ga asing buat aku? " ucap Aisyah, Indra mengernyit kan dahinya mencerna ucapan Sang istri

"Maksud Umi? " tanya Indra

"Kayanya Umi ga asing sama orang itu, tapi dimana ya Umi lihatnya? " Aisyah berfikir sambil mengingat.

"Sudah ga usah dipikirin, nanti migran kamu kambuh" ucap Indra, Kemudian Indra keluar dan membuka bagasi motornya dan menyerahkan tas Tangan ke sang istri. Aisyah membuka tas tersebut dan terbelalak melototkan matanya

"Ya Allah banyak amat Bi, tiga ratus ribu dolar Singapura kalau di rupiah kan berapa?, terus ini cek banyak amat"

"kalau di rupiah kan tiga milyar lebih mi, Terus tadi Abi hitung total cek ada sekitar 785 milyaran rupiah, belum lagi ini kartu kreditnya tampa batas" ujar Indra sambil menunjukan kartu hitam tersebut.

"Ya Allah ini namanya godaan bi, kembalikan Bi, siapa tau ini penting untuk pemiliknya" ucap Aisyah sambil memasukkan kembali uang dan lembar cek dengan tangan bergetar.

"Iya Abi, juga berfikir begitu. tapi tidak ada keterangan nama dan alamatnya, ya sudah biar Abi pikirkan lagi gimana cara balikin nya"

......................

...****************...

Terpopuler

Comments

jack

jack

lanjutkan thor..jangan putus di tengah jalan

2022-07-20

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!