Happy Reading guy's
......................
"Gani Abdul Rahman, awas kau ya!!" sambil mengepalkan kedua tangannya Meninju-ninju udara seolah-olah itu Gani
Gani berjalan dengan wajah datar
"Malam Om" sapa Gani saat melihat Sahabat ayahnya berpas-pasan dengan nya. ya itulah Gani Abdul Rahman yang selalu ramah kepada siapa saja. Jika dia mengenalnya maka dia yang terlebih dulu menyapa dan jika dia tidak mengenal nya ada orang lain menyapa maka ia akan membalas sapaan dengan hangat.
"Loh Cah ganteng, Malam. Mau kemana? dan gadis manis ini siapa? " Gani mencium punggung tangan Yusuf dan Jono
"Ini Calon istri ku Om, jangan bilang om mau menggodanya seperti Om Chandra tadi barusan" Gani memperkenalkan Jannah ke pada kedua lelaki paruh baya sahabat ayahnya. Gani memicingkan matanya ke arah Jono saat seringai terlihat di wajah Jono.
"Tadinya, om mau menjadikan nya menantu Om buat Rizky" ucap Jono sambil terkekeh geli
"Apa nona manis ini mau jika Kamu menjadi menantu ku?, Anak ku lebih tampan dari pria tua ini dan bahkan lebih muda dari nya" wajah Jannah bersemu merah digoda lelaki paruh baya
"Dalam mimpi om" Gani menarik pinggang Jannah posesif Jannah
"Kau kenapa wajahmu merah, jangan jangan kau tergoda akan kata-kata tua bangka itu?, Tidak akan kubiarkan itu terjadi. dan dalam mimpi sekalipun "
Bisik Gani di telinga Jannah. melihat Jannah bergeming membuat Gani kesal dan menyentil kening mulus Jannah
"Tak"
"Kau ini menyebalkan, senang banget menyentil kening ku" pekik Jannah
"Ayo Jalan, Atau mau ku cium didepan tua bangka ini"
"Ish kebiasaan ga ada Sopan-sopannya sama orang tua"
"Maafkan Calon suami saya ya Tuan, emang pria itu ga ada Sopan-sopannya" ucap Jannah lirih sambil menunduk malu.
"Ga apa-apa Nona manis, jangan panggil Tuan panggil saja kami ini Om sama seperti bujang lapuk itu memanggil kami"
"Namaku Jannah Tu.. eh Om"
"Duh Gusti kenapa hari ini aku sial banget, bertemu empat orang aki-aki ganjen yang bikin darah tinggi ku kambuh"
"Sudah sana Om temui dua sahabat Om dari tadi sudah menunggu" Gani menyeret Jannah agar cepat pergi dari dua orang lelaki tua Pengganggu menurut nya . Setelah kepergian pasangan muda Yusuf dan Jono menghampiri dua orang sahabat mereka.
"Keong kenapa kau lama sekali" Hasyim dengan melipat kedua lengannya di dada dengan wajah tak bersahabat
"Kau ini, dikira aku takut melihat kau memasang wajah Asam mu"
"Bagaimana kabar kalian sehat?, Hampir tiga bulan kita kumpul seperti ini" Yusuf mencoba mencairkan suasana
"Aku sehat, tidak tahu dengan kakek satu orang cucu disamping ku ini. sedari tadi dia uring-uringan menunggu mu. ditambah harus berdebat dengan anaknya dihadapan calon menantu nya pula? " Ucap Chandra
"Jadi benar itu Calon menantu mu?,aku kira anakmu hanya mengaku-ngaku saja" ucap Jono mencoba menggoda Hasyim
"Jeli juga matamu Jon, Gadis itu mempunyai sifat baik dan keibuan cocok dijadikan menantu untuk anakku sebenarnya" Chandra ikut menimpali
"Sudah membual nya? dalam mimpi kalian pun tidak akan aku biarkan, karena secepatnya aku akan melamarnya untuk anakku" Hasyim melihat wajah sendu sang sahabat mengelus punggung lebar Yusuf.
"Hei kau kenapa? "
Yusuf menarik nafas beratnya,
"Huft"
"Tadi aku sempat mengobrol dengan seorang pemuda, jika dilihat dari usianya mungkin jika anakku masih ada mungkin dia sama usianya" jawab Yusuf lirih dan mendapat tepukan hangat dari Hasyim
"Ikhlaskan anakmu, kau beruntung kau sudah mempunyai tabungan akhiratmu, sedangkan kami? saat ini saja mungkin tabungan akhiratku tak seberapa dari mu"
"Terimakasih, syim kamu memang sahabat ku"
"Sudahlah, Bukannya anakmu itu kembar? kenapa tidak kau cari anakmu itu? "
"Aku sudah mencari nya, aku mengerahkan semua koneksi ku untuk mencari putraku ziko, dan yang mengejutkan bahwa ziko sebenarnya hilang bukan di culik oleh mantan istriku, tapi dia dibawa pergi oleh seorang pria tua berjubah putih" ucap Yusuf
"Bagaimana kau bisa tahu jika yang membawa putramu itu seorang pria tua? " tanya Hasyim dengan berwajah serius
"Aku sempat ke Pesantren kita, aku bertanya ke Ajengan kiayi, kata beliau kenapa anakku menghilang kerena ada sesuatu kekuatan besar yang akan menghancurkan keluarga kami, menurut beliau lagi jika kakek itu tidak membawa nya pergi maka kami sekeluarga akan binasa"
"Kau menemui Kiayi tidak bilang, hah? kau anggap apa kami ini? " Chandra tersenyum sinis jengkel bisa-bisanya sahabat nya itu bernostalgia sendiri.
"Apa kau masih mengharapkan neng Laras, anak kiayi ?"
"Sudahlah Salim, Dia itu ke Pesantren bukan untuk nostalgia tapi dia ada keperluan, kau ini. aku adukan ke Linda baru tahu rasa kalau kau masih mengharapkan Laras. Dan asal kau tahu saja Salim sipit Ajengan Kiayi itu dulu ingin menjodohkan aku dengan Laras. Karena aku merasa tidak pantas bersamanya kau mundur, hahahaha" kelakar Hasyim yang membuat Chandra sang sahabat dongkol
"Cih, Rahman kau jangan mengada-ngada jelas-jelas ajengan memilih ku waktu itu" Chandra tak Terima
"Kalian berdua tidak kah punya malu, kau seperti remaja ABG yang sedang berebut seorang gadis, Sudah jelas Laras itu di nikahi teman kita juga si Basri" Ucap Yusuf menengahi perdebatan Hasyim dan Chandra. Jono hanya tersenyum melihat tingkah konyol abg tua.
"Lalu apa kata beliau?, apa anakmu masih hidup" tanya Hasyim
"Dia masih hidup, suatu saat anakku yang akan menghampiriku dan aku sangat mengharapkan waktu itu nanti" ucap Yusuf dengan sendu
"Tuan, Pasti Tuan Muda akan pulang ke rumah aku percaya itu, sabar tuan" ucap Jono menenangkan Tuannya
"Aamiin, semoga doa-doa kita terkabul"
Mereka melanjutkan obrolan, sesekali ditemani galak tawa
......................
Sementara di tempat lain sepasang suami istri sedang bermanja satu sama lain, sehabis melakukan ibadah nikmat nya.
"Abi, sudah lama aku tidak lihat abi wirid dan amalan?, apa abi sudah melupakan itu?" ucap Aisyah sambil memainkan jari lentiknya di dada bidang sang suami yang tidak memakai sehelai benang pun
"Kau jangan menggodaku Aisyah, hentikan jari-jari nakal mu, Apa kau masih mau lagi? " Aisyah tak terima dibilang menggoda memanyunkan bibir nya
"Jangan pasang wajah seperti itu, aku makan lagi kau baru tahu rasa kau"
"Plak" Aisyah menepak lengan Indra
"Ish, aku kan bertanya kenapa tidak kau jawab. malah bahas yang lain" Aisyah memunggungi suaminya karena kesal, Indra yang melihat istrinya merajuk berusaha menarik Aisyah ke pelukan nya lagi
"Jangan ngambek Umi, iya nanti abi jawab sini kembali peluk aku" Aisyah menoleh dan akhirnya kembali memeluk suaminya
"Nanti malam, aku mulai lagi sudah jangan merajuk, ayo kita mandi dulu sebelum tidur, ga bagus tidur dalam keadaan zunub" setelah sesi drama merajuk mereka membersihkan diri.
...****************...
...Bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
m.y f
akhirnya up juga...ku kira sudah end aja...semangat thor..jgn lama2 lagi up nya...
2022-08-09
1