"Sudah usir perempuan ular ini, seret kalau perlu" ucap Sumi lantang
"Kau" Kalina geram hendak menyerang Zulaikha dan Sumi dan Zulaikha mundur 3 langkah dan Kalina karena terburu-buru akhirnya terpeleset air bekas pel yang disiram Sumi
"Gedebuk" Kalina Jatuh dengan pantat mencium marmer keras beruntung kepalanya tidak ikut terbentur
"Nyonya Kalina" teriak Ijah keluar dari perseambunyiannya
karena kehebohan di ruang tamu para pelayan sekarang berkumpul dibelakang nyonya mereka
"Wah ada penghianat disini rupanya, kenapa bisa kecolongan aku ini menerima penghianat seperti mu bekerja disini" ucap Sumi
"Sumi... Sumi... merasa hebat kau sebagai kepala pelayan, Harusnya aku yang menjadi kepala pelayan dan menikah dengan Mas Jono bukan kau perempuan kampung, Kalau saja kau tidak menggoda Mas Jono aku yang sudah menjadi istri nya dan kepala pelayan disini dan juga nyonya Kalina yang akan menjadi nyonya ku bukan nyonya Zulaikha yang udik itu" ucap Ijah sambil membantu Kalina berdiri
"Kau beraninya, Mulai sekarang kau ku pecat" Sarkas Sumi
"Sumi siapa kau memecat ku?, kau ini nyonya di mansion ini kah, Hah? Sarkas Ijah
"Sumi dan Aku sama saja, Sumi mewakili ku, Kau Ijah sekarang bukan pelayan ku kau ku pecat, Silahkan tinggalkan mansion ini"
"Mba Atun tolong kemasi pakaian Ijah dan berikan sama dia" Zulaikha menyuruh Atun, Atun ditemani Siti membantu mengemasi pakaian pelayanan songong itu,
"Mba akhirnya si Ijah yang songong itu kena batunya ya? " ucap Siti sambil memberesi pakaian Ijah
"Iyah, alhamdulillah akhirnya perempuan sok berkuasa itu tidak ada lagi disini ya, kita bisa hidup damai, Siti lihat ini" ucap Atun sambil melemparkan mainan s*x berbentuk kelamin laki-laki ke arah Siti
"Ih apaan itu, Si Ijah kelewatan punya begituan, ih menjijikan, kamu mau mba ini nanti kamu simpan aja ya " ucap Siti terkekeh
"Amit-amit cabang bayi, masih enakan punya suami ku lo Sit dari pada itu" ucap Atun bergidik ngeri
"Ya sudah mba kita taru di kantong plastik saja nanti kita lempar ke Si Ijah kita permalukan dia untuk terakhir kalinya
"Jahat juga kamu ya Sit, Tapi boleh juga ide kamu" ucap Atun, mereka tertawa geli membayangkan muka si Ijah nanti, lalu mereka kembali ke ruang tengah
"Ini nya Pakaian Si Ijah" Ucap Atun Sambil memegang tas Ijah
"Makasih mba, tolong kasih ke Perempuan ular itu" perintah nyonya Zulaikha
"Dan Kalian Dua perempuan ular tinggalkan mansion ini sekarang" ucap Zulaikha dengan emosi
"Sapri, Ujang seret keluar Dua perempuan ular ini keluar" ucap Sumi , Sapri dibantu ujang menyeret Kalina dan Ijah keluar
"Tunggu pak Sapri mang Ujang ini barangnya si Ijah ketinggalan" ucap Siti sambil melempar mainan S*x itu ke arah Ijah
"Pletak" pas mengenai dahi Ijah, dan semua orang di ruangan tersebut terbelalak kaget dan geli melihat mainan Ijah
semua mencibir kelakuan mesum Ijah
"Dasar mesum" ucap Sumi dan pelayan yang lain, Zulaikha hanya meringis ngeri ngeliat barang laknat tersebut
"Ijah... Ijah hobinya main begituan emang ga ada laki-laki yang mau sama kamu, hah? ucap sarkas Ujang sambil menyeret Ijah dan Kalian" kalau kamu mau tuh mang Sapri bisa kau ajak main" ucapnya lagi
"Ogah, kau saja lah Jang main sama babu songong macam dia"
"Lepas kalian singkirkan tangan kalian saya bisa keluar sendiri" ucap Kalina " Lagian kau Ijah memalukan kenapa kau punya barang menjijikan macam itu, apa tidak ada laki-laki yang mau sama kau sampai kau mempunyai barang itu? " nyinyir Kalian sambil berontak
"apa nyonya lupa barang ini saya dapat dari mana?, Justru barang ini saya curi dari kamar mandi di rumah nyonya" ucap Ijah membuat Kalina memerah karena kesal dan malu
"apa kalian berdua lihat-lihat, Awas kalian berdua, tunggu pembalasan saya" ucap Kalina mengancam
"Sudahlah nyonya pergi dari sini dan bawa babu mu yang songong dari kediaman Tuan Yusuf" usir Sapri
"Kalian berdua cocok sama-sama mesum" sarkas Ujang
"Ayo cepat masuk Ijah, kau masih ku butuhkan" ucap Kalina menyuruh ijah masuk kedalam mobil. Kalina yang malu segera bergegas keluar dari Mansion mantan suaminya.
"Lihat saja kau Zulaikha kau akan menyesal" seringai Kalina ditanggapi senyum kecut Ijah
"Ijah kita tunggu mereka dekat Panti, apa kau ada ide? " ucap Kalina
.....
"Jon, Kenapa saya resah ya tidak seperti biasanya kali ini meninggalkan keluarga jadi resah begini" ucap Yusuf
"Mungkin perasaan Tuan saja, Kalau tuan merasa resah kenapa tidak menghubungi nyonya Zulaikha saja" ucap Jono , lalu Yusuf mengambil benda besar berbentuk hampir mirip pisang menghubungi sang istri
[ "Hallo Assalamu'alaikum, kediaman Yusuf Pratama dengan saya Zulaikha istrinya ada yang bisa saya bantu" sapaan Awal khas kediaman Yusuf ]
[ " Halo mih, mimih ga apa-apa kan? kok pipih khawatir ya ninggalin kalian berdua keluar kota" ucap Yusuf di sebrang sana ]
[ "halo mih" ]
deg
"kenapa pipih bisa tau ya, kalau perempuan ular itu baru dari sini apa tadi dia menghubungi pipih ya? " batin Zulaikha
[ "Halo Mih" ]
[ "Iya pih, Mimih sama Zaki baik-baik saja, ada sedikit hama tadi sudah mimih sama Sumi singkirkan kok" ]
[ "Hama?, Maksud mimih? " ]
[ "Itu perempuan ular yang suka melata dan mengganggu rumah tangga kita, pih" ]
[ "Kurang ajar, Si kuyang itu masih aja berani, awas saja kalau dia sampai berani macam-macam dan mencelakai keluarga ku" ucap Yusuf dalam hati ]
[ "Halo Pih, pipih... pih apa pipih sudah sampai? " ]
[ "halo Mih, belum mih ini baru sampai bandara, yasudah mimih hati-hati ya nanti pipih minta tolong Jono kirim bodyguard buat mimih, biar si kuyang itu ga macam-macam sama mimih" ucap Yusuf ]
[ "Tidak usah pih, ngerepotin pipih aja" ucap Zulaikha, Zulaikha sebenarnya tidak mau dijaga bodyguard karena merasa tidak nyaman dan bergerak bebas, karena protektif sang suami mau tidak mau Zulaikha menerima nya ]
[ " pokoknya pipih tidak menerima penolakan, kalau sampai pipih mendengar dan tau mimih menolak, tunggu hukuman dari pipih" ]
[ "Iya sayang mimih ga nolak kok, dari pada mimih ga bisa jalan pagi-paginya " ucap Zulaikha polos dan meruntuki ucapanya ]
[ "Hahaha, kau menggoda ku ya? minta sampai tidak bisa jalan, dengan senang hati akan kulakukan hukuman itu Ratuku" ucap Yusuf sambil menyeringai membayangkan nya ]
[ "Ih apaan hukuman emang mimih salah apa dikasih hukuman, dasar mesum" ]
[ "Udah dulu ah ngomong sama pipih ga ada habisnya, bahasnya mesum mulu, Assalamu'alaikum" ucap Zulaikha sambil menutup telepon ]
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments