Haru

"Maaf Tuan Irsyad Tuan Rusdi kalau saya menguping obrolan anda berdua dan ikut bergabung, karena anda berdua mengatakan Panti asuhan Fatima Az-Zahra. saya Kenal tempat itu bahkan alhamdulillah saya salah satu donatur tetap di panti itu"

"Kalau boleh tau siapa yang di temukan? " Irsyad melihat raut wajah Yusuf dan mencari ketulusan di matanya dan menemukan nya. lalu menceritakan kejadian putrinya yang hilang

*Flashback On*

50 Tahun yang lalu Keluarga kecil Irsyad dan Humaira begitu bahagia setelah Dua tahun menikah akhirnya mereka bayi kembar berjenis kelamin perempuan.

"Sayang, lihat mereka cantik dan lucu" ucap Humaira sehabis memberikan ASI

"Iya cantik seperti mu, Humaira ku. Tapi.., Hei kenapa tidak ada satupun mirip dengan ku, kenapa mereka mirip dengan mu? " ucap Irsyad

"karena aku adalah ibu mereka, aku yang mengandung mereka" Humaira terkekeh

"Sini biar aku gendong mereka" Irsyad mengambil alih dua bayi kembarnya

"Hati-hati bang, sini aku bantu" Humaira membantu Irsyad mengendong bayi mereka

"Hai princess-princess ayah, walaupun kalian tidak mirip dengan ayah, pastikan saat kalian melahirkan wajah anak-anak kalian harus mirip dengan ayah kalian yang tampan ini" Irsyad mendoktrin dan mensugesti anak-anak nya.

"Abang, teganya abang bicara seperti itu, mereka mana paham"

"Hahahaha, aku hanya bercanda sayang"

....

"Rusdi, Apa si Majid itu sudah kau pecat dan kau seret dia ke penjara?

"Untuk pemecatan Kemarin sudah saya lakukan tuan, dan polisi sedang mencari keberadaan nya" ucap Rusdi

Majid awalnya adalah karyawan dari Irsyad sudah dianggap saudara oleh Irsyad bahkan Majid sering keluar masuk mansion Irsyad, tetapi kebaikan Irsyad dimanfaatkan oleh Majid untuk mengeruk pundi-pundi kekayaan untuk dirinya dan perempuan selingkuhan nya. pada suatu hari kartini Istri dari Majid mengadu ke Atasan suaminya yaitu Rusdi, Bahwa sudah dua bulan dia tidak dinafkahi dan tidak pulang ke rumah . kedatangan kartini menemui Rusdi untuk menanyakan apa benar jika Suaminya itu dipindah tugaskan ke kantor cabang. Rusdi yang kaget dan tidak tahu menahu masalah rumah tangga anak buahnya, ikut terseret karena Majid mengatakan bahwa Rusdi telah memutasi dirinya. lalu Rusdi menerangkan bahwa tidak ada mutasi pegawai dalam tiga bulan terakhir ini. Kartini yang shock merasa di tipu dan dibohongi suaminya. Rusdi menyarankan agar Kartini kembali ke rumah dan akan di pastikan Suaminya akan pulang dalam waktu 2X24 Jam.

Benar saja Majid pulang ke rumah nya menemui istri dan anak-anaknya, bukannya meminta maaf ke pada istrinya malah berbuat kasar dan bermain tangan, karena ketahuan bahwa selama ini Majid menyimpan perempuan lain. Merasa sakit Hati Kartini melaporkan perbuatan nya ke Rusdi, Lalu Rusdi menyarankan untuk melaporkan perbuatan nya ke Polisi. Lalu Rusdi menindak tegas perbuatan Majid dengan men skorsing nya dan mengaudit Divisi yang di tangani oleh Majid. Majid kedapatan mengmark-up biaya-biaya di divisi nya dan melakukan perselingkuhan, bahwa dalam SOP perusahaan tidak dibenarkan jika karyawan melakukan tidak perselingkuhan dan poligami., maka jika kedapatan karyawan tersebut akan di pecat dan uang pesangon akan jatuh ke Istri dan anak sahnya. SOP ini dibuat oleh Irsyad untuk menghargai dan melindungi istri-istri karyawan nya.dan itu juga berlaku untuk karyawati.

Majid yang sakit hati mendatangi kediaman Irsyad dan Rusdi. karena Majid bebas keluar masuk Mansion, dan para Maid dan penjaga belum tahu kasus Majid membiarkan dia masuk.

Majid tidak menemukan Irsyad maupun Rusdi yang ia temukan hanya bayi kembar yang sedang di tinggal ibunya ke kamar mandi. dan kebetulan pada saat itu para maid yang bertugas sedang mengerjakan Pekerjaan di bagaian belakang Mansion.

Majid merasa kewalahan membawa bayi kembar yang terus menangis meletakan mereka di tempat pembuangan sampah dan Majid membakar Sampah tersebut. lalu Majid meninggalkan nya begitu saja.

Irsyad yang mengetahui bayinya di bawa lari oleh Majid tidak tinggal diam, mencari keberadaan Majid.

Majid yang sudah terdesak berlari dari kepungan orang-orang Irsyad.

"Majid, Bangsat , Bajingan dimana kau sembunyikan anak-anak ku" Hardik Irsyad saat Majid terpojok, Dengan mata memerah menahan amarah dan tangan terkepal Irsyad siap menghajar Majid. Majid dengan sigap melarikan diri menyebrang jalan dan dia tidak menyadari sebuah truk kontainer melaju dengan kencang.

"Bruk" tubuh Majid terpental 30 Meter menghantam badan mobil di depannya, untungnya kontainer tersebut sempat berhenti tidak sampai tubuhnya tergilas roda kontainer itu.

"Awww" Majid mengerang kesakitan dan mengeluarkan banyak darah dari mulut, telinga dan juga hidungnya. Anak buah Irsyad menghampiri Majid memastikan kondisi Majid

"Tuan, Dia hampir mati" ucap salah satu Bodyguard

"Bangsat, Kau sembunyikan dimana anak-anak ku" Irsyad menarik kerah tubuh lemah Majid

"uhuuk Maafkan aku Tuan, anak-anak ku tinggal... uhukkkuhukk di depan sebuah panti... uhuuk" Majid terbatuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya akibat luka dalam

"Di panti mana Bajingan"

"Hukhuk... pan...ti... zah...ra" dengan napas tersengal-sengal menghadapi sakaratul maut

"Maaf...kan a....ku tuan" ucap Majid lagi, Irsyad tak tega melihat Majid yang menghadapi sakaratul mautnya mau tidak mau dia membimbing pria itu mengucapkan kalimat tauhid

"Majid ikuti ucapan ku, Laillahaillah... "

"La... illa..haillah.."

"muhamdarasullah" ucap Irsyad membimbing Majid

"Mu.. hammad.. rasollah, Ma.... afkan a... ku tuuuuuu... " Majid menghembuskan nafasnya

*Flashback Off*

Setelah menceritakan kejadian itu mengusap matanya yang berair, Yusuf mengusap punggung lelaki tua tersebut

"Maafkan aku tuan jika membuat anda jadi sedih"

"Sudahlah Yusuf, itu sudah takdirku. yang terpenting salah satu anakku masih hidup, mungkin sekarang berusia seumuran dengan istrimu"

"Tuan, apakah anda mempunyai foto anak-anak anda?, Siapa tau aku bisa menanyakan kepada umi haidar. Irsyad menarik sebelah alisnya

" Benarkah itu Yusuf, terimakasih " Irsyad membuka dompet dan mengeluarkan foto usang dan memberikan nya ke Yusuf

"Degdegdeg" Jantung Yusuf bersebar melihat foto usang wajah tuan Irsyad muda seperti pernah ia melihat dan wanita yang menggendong bayi kembar wajahnya mirip dengan...

"Assalamu'alaikum... saaa.... yaaang. ups" ucap Zulaikha sambil menutup mulutnya saat memasuki ruangan suaminya ternyata masih ada tamu. dan empat orang pria mendongakan kepalanya

"Humaira..... kau Humaira" pekik Irsyad tersentak kaget lalu menghampiri Zulaikha

"Maaf tuan saya bukan Humaira saya Zulai... "

"Tidak kau pasti Humaira ku" ucap Irsyad

"Rusdi benarkan ini humaira ku" Irsyad menyakinkan asistennya , Rusdi menggeleng

"Bukan tuan" ucap Rusdi. Yusuf menghampiri Irsyad dan memperkenalkan istrinya

"Maaf tuan perkenalkan ini istri saya Zulaikha"

"Sayang perkenalkan ini tuan Irsyad, idolaku "

"Tidak kau jangan mengaku-ngaku Yusuf ini istriku dia Humaira ku, ya dia Humaira ku"

"Ya Tuhan kau keras kepala sekali pak tua, Dia istri ku, dia Zulaikha ku Ratuku" ucap Yusuf sambil melepaskan cekalan tangan Irsyad di bahu istrinya. Zulaikha hanya terpaku memandang wajah Irsyad merasa mirip dengan almarhum putranya Zaki dari sorot mata, hidung dan bibirnya. Rusdi menghampiri Irsyad dan membisikkan sesuatu

"Astaghfirullah, maafkan aku Yusuf, istrimu mirip sekali dengan mendiang Humaira ku" ucap Irsyad dan menyambar foto yang di pegang Yusuf dan menunjukan fotonya dan membandingankan nya dan Rusdi mengeluarkan foto dari ponselnya menunjukan foto saat nyonya Humaira berumur seperti Zulaikha.

"Lihat Yusuf, Jono" ucap Rusdi. Jono Yusuf dan juga Zulaikha terpaku melihat foto tersebut. Irsyad meneliti tubuh Zulaikha dan matanya tertuju di pergelangan tangan Zulaikha

"Liontin, Tanda lahir. Kau anak ku Safira... Allahu Akbar. Anakku Safira ya kau princess ayah"

"Tuan apa anda yakin jika istri ku adalah anakmu yang hilang? "

"Aku yakin seyakin-yakinnya. ada satu tanda lahir lagi yang Safira punya"

"Dimana tuan? "

"Dibawah telinga sebelah kanan dan tahi lalat dibelakang telinga sebelah kiri, kalau adiknya Sakira ada di tahi lalat di sebelah kanan" ucap Irsyad dan Zulaikha mengangkat kedua alisnya bingung

"Ayah.... " ucap Zulaikha sambil memeluk tubuh renta Irsyad dan menangis tersedu-sedu

Rusdi Jono dan Yusuf menangis haru

...bersambung...

...****************...

Terpopuler

Comments

Ompangky

Ompangky

lanjutkan

2022-10-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!