Happy Reading Guy's
......................
"Hai kalian berdua Bocah tua Nakal, apa kalian sedang menggoda Calon istriku?" sentak Gani sambil sedikit mengeraskan nadanya. kemudian ia menarik lengan Jannah dan merangkul pinggang gadis manis tersebut sambil lengan satunya dia masukan ke dalam kantung. Jannah tersentak kaget langsung menghadiahi dengan cubitan gemas di perut kotak-kotak yang katanya calon suaminya.
"Ish, kau kurang ajar sekali mengatai ayahmu dengan sebutan itu? "
"Kamu diam saja sayang, aku akan buat perhitungan dengan kedua bocah tua nakal ini, karena berani-beraninya menggoda Ratuku" bisik Gani ditelinga Jannah yang tertutup Hijab, Mendengar kata-kata Ratu ada sesuatu yang mengalir hangat dihatinya.
"Pletak" Sebuah sendok teh mendarat di kepala Gani, siapa lagi pelakunya kalau bukan sang Ayah yang menghadiahkan nya.
"Bodak bangor, siapa yang kau sebut Bocah Tua Nakal Hah? Hasyim membulatkan manik matanya sambil bertolak pinggang
" Ayah dan Sahabat Ayah itulah siapa lagi, kalian seperti cupetong sudah tua berprilaku seperti bocah yang menggoda gadis-gadis" Jawabnya santai, Jannah yang mendengar jawaban Gani merasa malu, dan merutuki kelakuan Gani
"Masih ku pantau kau sampai sejauh mana, kelakuan mu yang menjijikan itu" Jannah berucap dalam hati sambil memandang Gani dengan tatapan tajam. Ayah dan Anak terus berdebat, untungnya Cafe dalam keadaan tidak terlalu ramai
"Sayang, Ayo kita ke Atas lelah rasanya berdebat dengan aki-aki" ucap Gani sambil terkekeh. Jannah memelotinya geram akan kelakuan absurd Gani langsung menepak pundaknya.
"Plak" bahu kekar di tepak Jannah
"Sayang sakit, Ayolah sayang ikut aku" sambil mengelus bahu kekarnya
"Ga mau, aku mau disini saja dengan Ayah mertuaku. Kau laki-laki yang ga punya sopan santun terhadap orang tua. Sana pergi" Jannah mengibaskan lengannya seolah mengusir seekor kucing
"Hahaha, rasakan kau ditolak calon menantu ku" tawa Hasyim puas melihat anaknya dengan muka memelas mengajak calon istrinya pergi meninggalkan kedua orang tua paruh baya tersebut, Chandra hanya terkekeh saja sambil merekam perdebatan ayah dan anak
"Ayolah sayang jangan seperti ini" Gani memelas
"GA MAU" ketus Jannah
"Yang, yang... sayang ayolah apa kamu ga kasihan sama aku. lihatlah dua bocah tua nakal itu semakin menjadi tawanya" Gani merengek bagai bocah
"Nona manis disini saja ya temani Om dan ayah mertuamu ini ya, jangan kau ikuti dia" Chandra berkata lembut seperti Sugar dady yang sedang merayu baby sugar nya.
"Hmm, tidak bisa dibiarkan bapak moyang nya si sipit ini ada bakat jadi sugar dady" batin Gani sambil tersenyum sinis. Gani terus merengek
"Iya Om, Aku akan temani om dan ayah, aku malas sama orang yang ga sopan" Jannah tampa ragu memanggil sebutan Ayah membuat Hasyim bibirnya menyunggingkan senyuman merekah. Tidak kehilangan akal Gani mengancam dengan berbisik di telinga Jannah, Jannah mendengar bisikan itu matanya melotot sambil dan geram reflek mencubit perut kotak-kotak Gani
"Mesum" pekik Jannah
"Siapa yang mesum nona manis? " tanya Chandra menggoda Jannah, Jannah menunjuk Gani
"Apa yang dia bisikan?
"Katanya kalau tidak mau mengikuti nya aku akan di cium di depan ayahnya" ucap Jannah polos dengan wajah memerah
"Pletak" Lagi-lagi Hasyim mengetok kepala Gani dengan sendok saktinya, membuat Gani mengaduh
"Hai bocah sableng, berani-beraninya kau mengancam calon menantuku. Awas kau ku adukan ke Istriku nanti" Hasyim geram sudah tidak tahan akan kelakuan anaknya, akhirnya mengeluarkan jurus andalan nya, karena tidak ada yang di takuti oleh seorang Gani, Kecuali ibunya. karena menurut Gani Ibunya adalah segalanya. Menyakiti ibunya sama saja menyakiti dirinya, pernah kejadian saat ibunya dijambret, Jambret tersebut sudah dibekuk oleh adik dan bantuan seorang gadis dan diserahkan ke kantor polisi, dan kebetulan Gani sedang ada meeting langsung meluncur ke kantor polisi, dan menghajar kedua bandit sampai tidak bisa bangun selama tiga hari. ( yang tau ini pasti sudah baca Novel Love until Jannah )
"Cih, beraninya hanya mengancam"
"Ayo sayang aku kan kangen sama kamu, nanti kita jajan lagi deh. apa yang kamu mau beli dan makan aku akan turuti, benar deh" Gani terus merayu Jannah mendengar kata jajan di otaknya langsung terbesit kuliner-kuliner yang viral-viral dengan mata berbinar
"Benarkah?, tidak seperti kemarin-kemarin AA ngelarang - larang aku makan ini itu? "
"Bener sayang, sumpah deh. aku ga bohong"
"Baiklah, tapi AA minta maaf dulu sama Ayah dan Om" ucap Jannah tegas
"iya" dengan malas Gani meminta maaf kepada dua pria paruh baya itu
"Yang benar minta maafnya, aku ga mau AA meminta maafnya dengan cara begitu. yang tulus dong"
"Ayahku yang Tampan tapi masih tampan anak kedua mu ini dan Om Chandra, aku Gani Abdul Rahman meminta maaf tulus atas ucapan dan kelakuan ku ini, di maafkan ya" setelah mengucapkan maaf Gani mencium punggung tangan kedua pria paruh baya tersebut.
"Baiklah, sebelum kau meminta maaf, aku sudah memaafkan mu, kecuali perkataan mu yang mesum itu tetap akan aku adukan ke ibumu" ucap Hasyim sambil tertawa licik . Gani mendengus kesal tapi tidak berani membantah takut singa betina nya merajuk dan mengaum kembali dia mencoba untuk bersabar. Jannah mencium punggung tangan kedua pria paruh baya tersebut mengikuti Gani
"Nak, Maafkan ayah ya tadi menggoda mu, kamu gadis baik. jangan lelah ya selalu ingatkan anak sableng ini kalau dia melenceng"
"Iya ayah, terimakasih sudah menerima Jannah" Hasyim tersenyum tulus begitu Juga dengan Gani yang hatinya sedang berbunga-bunga ketika ayahnya menerima Jannah. ada rasa kekhawatiran Gani jika hubungannya dengan Jannah tidak direstui ayahnya. ternyata kenyataannya salah. justru ayahnya merestui hubungan mereka
"Sudah sana bawa menantu ku ini jalan-jalan dan ajak dia jajan apa yang dia mau. hushushus" Hasyim mengibaskan lengannya mengusir Gani. Gani dan Jannah melangkah pergi meninggalkan Hasyim dan Chandra, belum beberapa langkah kaki nya melangkah Gani di panggil kembali
"Gani Abdul Rahman tunggu" Gani menoleh
"Ada apalagi ayahanda gusti prabu Hasyim Abdul Rahman" sambil membungkuk ala-ala kerajaan Sunda zaman dulu
"Punya uang kah kamu mengajak seorang gadis Jalan-jalan" Hasyim meledek
"Hais, dikira ayah aku ini miskin apa, membuatku malu saja" Gani semakin geram, dia tersenyum licik
guna membalas ayahnya, Jannah yang melihat seringai licik Gani memicingkan matanya
"Hai aku liat loh seringai licik AA, Jangan bilang Aa sedang berfikir membalasnya, awas saja jika itu terjadi aku ga mau nikah sama Aa"
"Hais cerewetnya perempuan ini, apa aku terlalu baik sama kamu jadi bertingkah seperti ini" Gani menyentil dahi mulus Jannah langsung melenggang pergi membuat Jannah menghentakkan kakinya kesal
"Gani Abdul Rahman, awas kau ya!!" sambil mengepalkan kedua tangannya Meninju-ninju udara seolah-olah itu Gani
...bersambung...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments