perempuan ular

"Yasudah kalian sarapan panggil semua para karyawan makan sama-sama yah, saya mau antar Tuan ke depan dulu " ucap nyonya Zulaikha Tuan Yusuf hanya geleng-geleng kepala, dan Tika bergegas menghampiri semua karyawan untuk mengajak sarapan. Total pelayan ada 8 orang dan 4 orang satpam dan 2 orang tukang kebun, total karyawan 15 orang termasuk Sumi sang kepala pelayan.

"Pipih berangkat dulu ya mih, ingat jangan capek-capek dan jangan lupa siang kita makan siang sama-sama. Assalamu'alaikum" ucap Tuan Yusuf sambil mengecup kening sang istri dan mengulurkan tangannya

"Walaikumsalam" jawab sang istri

mobil Sedan mewah keluar dari halaman rumah megah bak istana membelah jalanan ibu kota dengan kecepatan sedang

"Jon bagaimana kabar anakmu Rizky sudah lulus kah? " tanya Yusuf disela kemacetan ibu kota

"Alhamdulillah Tuan, tinggal tahap sidang tesisnya saja, kemungkinan 3 bulan ini sudah bisa lulus S2 nya" jawab Jono

"Alhamdulillah, bisa bantu-bantu kita dia Jon kalau sudah lulus, biar kita bisa pensiun"

"Jon Seandainya anak saya masih ada mungkin umurnya tidak beda jauh dari Si Rizky anakmu itu" ucap Yusuf sendu

"Iya Tuan, tapi Tuan Muda Zaki sudah tenang disana dan sedang bermain dengan Nabi Ibrahim sambil menunggu Tuan dan nyonya kembali" jawab Jono

"Iya semoga Zaki anakku menjadi tabungan akhirat ku dan istri ku ya Jon"

"Aamiin" Jawab Jono

"Seandainya waktu itu" Ucap Yusuf menggantung

~Flashback On~

23 Tahun yang lalu

"Pipih kerja dulu ya sayang, harus nurut sama mimih, mam yang banyak biar cepat besar. Ok Boy" ucap Yusuf muda sambil mencium buah hati nya

"Ih pipih aku udah besar ga suka dicium " protes Zaki

"Sudah-sudah sini sama mimih, Mas hati-hati dijalan ya kalau udah sampai jangan lupa kasih kabar" Zulaikha muda meraih tangan dan mencium punggung tangan suaminya dengan takzim

"iya kamu juga, kalau ada apa-apa langsung kabari mas, ingat jangan capek-capek, hari ini kamu jadikan ke Panti asuhan nya?

" Iya mas jadi nanti jam 10an, aku sama Sumi nanti diantar Ujang ke sana nya. kebetulan Rizky juga ikut" jawab Zulaikha

"Yasudah mas berangkat dulu, Assalamu'alaikum"

"Walaikumsalam" jawab mereka berdua kompak

tanpa mereka sadari ada seorang pelayan yang sedang menguping pembicaraan tiba-tiba pelayan tersebut keluar rumah dengan mengendap-endap ke arah mobil di pojokan komplek

"Bagaimana?, Sudah berangkat Tuan Yusuf?, Berarti nyonya kalian dan bocah ingusan itu sendiri kan? "

tanya Wanita dalam mobil dengan tatapan bengis

"Iya Nyonya Kalina, Dan rencananya nyonya akan keluar rumah jam 10 , rencananya mereka akan berkunjung ke panti asuhan tempat nyonya Zulaikha dulu dibesarkan"

"Bagus, Ini bayaran kamu" ucap Kalina wanita ular mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas.

"Terima kasih Nyonya, senang bekerja sama dengan anda" ucap Ijah pelayan penghianat di kediaman Yusuf dan Zulaikha

Sebuah mobil mewah masuk ke halaman mension mewah kediaman Yusuf dan turun wanita berpakaian seksi dengan menenteng tas branded dan kacamata hitam dengan langkah sombong memasuki mansion

menghampiri Zaki dan juga Rizky yang sedang bermain di ruang tengah

"Halo Ganteng, masih ingat tante tidak? " sapa Kalina

"Halo Tante, masih ingat dong tante Lampir yang suka jahatin mimihnya Zaki" jawab Zaki polos dan membuat Kalina tersenyum sinis

"Iya tante kan, tante yang waktu itu disiram ibu pakai air beka pel kan? " ucap Rizky

"Sialan dua bocah tengik ini, awas aja kalian ya, tunggu sampai ayah mu menikahi ku, aku rebus kalian" gumam Kalina pelan sambil senyum sinis

"Apa tante mau rebus kak Zaki? emang kak Zaki ubi mau direbus? " Sarkas Rizky

"Emang siapa yang mau nikahin tante Lampir? pipih apa ayah Jono? , idih mimpi aja tante mau jadi ibu tiri kita" ucap Zaki tak kalah telak

"Ada apa sih sayang kok teriak begiii... " ucap Zulaikha kaget melihat kehadiran Kalina bak tamu tak diundang

"Wah perempuan udik apa kabar? lama tidak berjumpa" sarkas Kalina

"Sayang kalian berdua main di kamar dulu ya mimih mau ngobrol sama tante Kalina dulu" ucap lembut Zulaikha

"Kalina... Kalina Masih punya muka kamu datang kemari, Perempuan ular ga ada Bosan-bosannya kau mengusik rumah tangga ku" sarkas Zulaikha

"Sudah merasa hebat kau ya perempuan udik, merasa bangga telah merebut Mas Yusuf dari ku, Hah? " ucap Kalina

"Apa kau bilang merebut? tidak salah dengar aku?, apa kau itu bodoh? Kau justru meninggalkan mas Yusuf saat sedang susah dan akan berjuang bersama mu tapi kau berselingkuh dengan lelaki kaya dan meminta cerai suamimu yang sekarang jadi suamiku"

"Ingat ya Kalina saat kau bercerai dengan Mas Yusuf itu tidak punya apa-apa, kau menceraikannya dan Mas Yusuf sudah sukses kau hadir mengemis ingin kembali. dimana urat malu mu, Hah? ucap Zulaikha dengan emosi

"Ingat ya Kalina suksesnya Mas Yusuf ada aku dibelakang nya yang selalu mensupport dan mendukung suamiku, tidak seperti kau yang selingkuh dibelakangnya" ucap Zulaikha yang membuat Kalina mengepalkan tangan dengan emosi

"Semakin lama kau perempuan udik semakin berani juga rupanya? " Ucap Kalina dan hendak melemparkan tamparan ke arah pipi Zulaikha tapi keburu Sumi datang menyiramkan air seember bekas pel lantai

"Byuuuuur" wajah dan pakaian Kalina basah bekas air pelan , Ijah yang berdiri diantara pilar rumah melihat Kalina basah kaget

"Hei perempuan ular tidak ada kapok-kapoknya kau minta di siram air pel ya?, berani-beraninya kau datang kemari" hardik Sumi

"kemana ini si Sapri, kenapa mahluk ular ini bisa masuk, Sapri... Sapri.... Sapri... " Panggil Sumi

dengan tergopoh-gopoh Sapri berlari menghampiri Sumi dan majikannya

"Iya bu Sum, maaf ada ap... " ucap Sapri terpotong kaget melihat sosok Kalina ada di dalam mansion

"Mampus gua kenapa mahkluk ini bisa masuk ke dalam" ucap Sapri dalam hati sambil meruntuki kebodohannya membiarkan Kalina masuk kedalam

"Dari mana kamu, sampai perempuan ular ini bisa masuk? " tanya Sumi

"Tadi dari samping bu metik mangga, Ijah minta tolong katanya nyonya mau buat rujak mangga muda"

"Mangga muda? " sejak kapan saya menyuruh Ijah metik mangga muda " tanya Zulaikha

"Lah tadi kata Ijah nyonya mau ngerujak? , berarti ini akal-akalan Ijah dong nya, Kurang ajar si Ijah, awas saja" ucap Sapri kesal

"Sudah usir perempuan ular ini, seret kalau perlu" ucap Sumi lantang

"Kau" Kalina geram hendak menyerang Zulaikha dan Sumi dan Zulaikha mundur 3 langkah dan Kalina karena terburu-buru akhirnya terpeleset air bekas pel yang disiram Sumi

"Gedebuk" Kalina Jatuh dengan pantat mencium marmer keras beruntung kepalanya tidak ikut terbentur

"Nona Kalina" teriak Ijah keluar dari persembunyiannya

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!