Liontin Merah Delima

"Taun, kita mendapatkan titik terang keberadaan Tuan Muda "

Gubrak....

Zulaikha menjatuhkan box tempat penyimpanan aksesoris nya kaget mendengar anaknya di temukan, belom di temukan tapi mendapatkan titik terang. Lalu Zulaikha memasuki ruang kerja suaminya di ikuti sumi di belakang

"Apa katamu mas Jon?, anak ku di temukan? pekik Zulaikha

"Alhamdulillah ya Allah, Ziko mimih kangen sama kamu sayang" ucap Zulaikha sambil menghamburkan pelukan ke Yusuf dengan bulir air mata yang mengalir

"Alhamdulillah sayang, Jono sudah berkerja keras" Yusuf membersihkan air mata istrinya sambil mengecup kening Zulaikha

"Kamu kenapa kemari sayang?, dan apa yang kamu bawa? " tanya Yusuf

"Ini mas, Aku menemukan Liontin milik almarhum Zaki mas" ucap Zulaikha sambil menunjukkan kalung bermata merah Delima

"Kamu menemukannya dimana sayang?, baru tadi aku bahas dengan Jono masalah tanda yang di pakai Ziko berupa kalung, dan alhamdulillah kamu menemukan kalung yang satunya, Semoga ini petunjuk yang diberikan Gusti Allah untuk kita" ucap Yusuf

"Iya mas, semoga ini petunjuk dan tadi aku menemukannya di kotak penyimpanan jam Antik kamu, kenapa berada disana ya mas, ini aneh. seingat aku kalung ini selalu di pakai Zaki dan Zaki juga sayang banget dengan kalung ini, katanya kalung ini semoga bisa menemukan adiknya" Zulaikha menyerahkan nya ke Yusuf

"Jon, liontin nya seperti ini dan cepat temukan anak ku"

"Baik Tuan"

*Flashback tentang Liontin*

Dua Puluh tujuh tahun yang lalu

oek.. oek... oek... tangis bayi kembar di kediaman Yusuf

"Sayang si kembar Nangis, kamu di mana sih sayang" teriak Yusuf memanggil Zulaikha

"Iya sayang, sebentar" ucap Zulaikha berjalan sambil memegang Dua buah liontin

"Itu apa yang kamu bawa sayang?" tanya Yusuf sambil menggendong dua bayi kembarnya

"Liontin milik ku mas, kata ibu panti ini ditemukan saat aku dan saudariku ditemukan, tapi saudariku tidak selamat saat ditemukan ibu panti, jadi kedua liontin ini diberikan kepadaku"

"Jadi kamu kembar sayang?, pantas saja anak kita kembar ternyata gen kembar dari mu"

"Iya mas" ucap Zulaikha sambil mengambil sikembar yang tampak lapar dan segera menyusuinya

"Mas tolong pasangkan liontin ini di si kembar ya mas"

"Sini mas Pasangkan" Yusuf memasangkan liontin di anak kembar nya, dan Zulaikha menidurkan si kembar di ranjang nya dan menghampiri Yusuf untuk melayani keperluan kerjanya

"Mas, Kamu pulang jam berapa hari ini? " ucap Zulaikha sambil memakaikan dasi Yusuf

cup..cup..cup

Yusuf mencium kening Zulaikha saat Zulaikha memakaikan dasi

"Mas, ih yang bener susah nih masang dasinya, Kamu pulang jam berapa? "

"Kemungkinan aku pulang tengah malam, soalnya hari ini aku ada pertemuan di luar kota" Ucap Yusuf sambil mengangkat dagu Zulaikha dan mengecup sekilas bibir ranum sang istri

"Ish mas yang bener kenapa sih, cari-cari kesempatan mulu" Zulaikha mengerucut kan bibirnya

"Duh bibirnya biasa aja dong, oh ya nanti kamu malam makan aja duluan jangan nunggu mas, kamu makan saja dengan sumi" Zulaikha dan Yusuf keluar kamar dan menghampiri Jono dan sumi yang sudah berada di teras mension

"Jangan capek-capek, ada apa-apa kabari aku"

"iya sayang" jawab Zulaikha sambil mencium punggung tangan suaminya

Sum titip keluarga ku ya, jika ada apa-apa hubungi aku atau suamimu " ucap Yusuf ke Sumi

"Baik Tuan"

"Mas Hati-hati bawa mobilnya jangan lupa berdo'a"

seru Sumi ke Jono sang suami sambil mencium punggung tangan Jono

"Iya sayang"

"kita pergi dulu ya, Assalamu'alaikum" salam mereka kompak

"Walaikumsalam" selepas kepergian keduanya mereka melakukan aktivitas seperti biasanya.

siang berganti sang surya tampak menghilang dari peraduannya tampak malam itu begitu sendu karena di temani hujan dan petir, waktu menunjukan tengah malam suasana hati ibu muda menjadi risau dalam tidurnya dan dia terpekik dan bangun karena mendengar suara petir dan tiba-tiba listrik padam

"ALLAHUAKBAR" pekik Zulaikha, dia meraba-raba keberadaan kedua anaknya dan masih pada posisi yang sama lalu mencari senter, setelah ketemu dia kembali ke tempat asal dan lampu menyala dan betapa kaget anaknya Ziko tidak ada ditempat.

"Zikoooooo" teriak Zulaikha sambil menangis dan meraung

empat Tahun kemudian di Sebuah panti

"Zaki, sayang liontin mu kemana? kok tidak ada? " tanya Zulaikha

"Tadi ada kakek yang minta kalung ini, katanya dia suka mih, aku kasian sama kakek itu, lalu aku kasih aja" ucap Zaki polos

"Kakek mana?, disini tidak ada kakek Zaki"

"Ada Mimih, di pojok kamar uti Timah kalo ndak percaya tanya aja ama Iki? "

"iya mih, benelan tadi bang Zaki kasih kalungna ke akek yang disana? " ucap Rizky

"Ngaco aja ah, sudah mimih mau tanya Uti Timah dulu " ucap Zulaikha baru melangkah beberapa langkah tiba-tiba Zulaikha mendengar suara benturan dari luar dan reflek menengok dan kaget anaknya tergeletak di tengah jalan

*Flashback Off*

"Aneh ya mas, kalung ini hilang di panti dan ditemukan di rumah tepatnya di dalam Box arloji antik kamu" ucap Zulaikha

"Wallahu alam bisawaf, tidak ada yang tidak mungkin sayang, sekarang liontin ini mau kamu pakai? "

"Iya mas, tapi tidak di leher mas karena tidak muat, pasang di pergelangan tanganku saja mas, disebelah kanan" Yusuf kemudian memasang kan liontin tersebut

"Cantik pas di pergelangan kamu" ucap Yusuf sambil mencium tangan istrinya, pipi Zulaikha bersemu merah dengan hidung kembang kempis karena perlakuan manis suaminya.

.

.

.

.

.

Pagi cerah tampak sang surya menyinari alam raya dengan gagahnya tampak seorang pemuda dengan lusuh dengan wajah lebam bersandar di bawah pohon besar dengan sepeda motor diparkirkan dekatnya, ya dia Indra Pratama yang baru saja di pecat dari pekerjaan nya

*Flashback On*

"Bagaimana sayang apa kau sudah mencari kambing hitam atas manipulasi yang kita lakukan ini? " tanya Tristan

"Sudah dong sayang, anak ini begitu polos dan selalu lurus-lurus saja" ucapnya menyakinkan

"Dan pastinya di lebih tampan dari kau ." bathin Cristin dengan senyum menyeringai

"Awas saja jika kau memakai hati saat menggoda nya dan apa nanti kekasih mu akan percaya begitu saja? " ucap Tristan

tenang saja sayang, aku pastikan semua itu tidak akan terjadi. dan si bodoh itu terlalu cinta kepadaku jadi dia akan percaya saja apa yang aku ucapkan" Cristin menyakinkan selingkuhan nya

"Baiklah kalau begitu aku percaya pada mu baby" Ucap Tristan memeluk Crsitin dan ******* bibir nya dengar rakus hingga hasrat Cristin sudah memuncak Tristan dengan teganya melepas pungutan liar bibirnya dan menyeringai, dan membuat Cristin kentang hasratnya sudah naik lalu dihempaskan begitu saja oleh selingkuhannya. Merasa di permainkan membuat moodnya rusak

"Sayang ayo lakukan sekarang pleaseee... aku sudah tidak tahan" rengek Cristin

"Sabar sayang ini masih di kantor nanti malam aku ini milikmu, kau bisa puas memakan ku " ucap Tristan sambil melangkah pergi

"Sial, aku sudah kepalang naik si bajingan itu merusak moodku, aku harus menuntaskan nya. mana di Johan sedang meeting di luar lagi"

"Solo aja kali ini" ucap Cristin dalam hati kemudian melangkah mengunci pintu dan berlari kecil menuju laci penyimpanan benda kesayangannya.

"Sayang aku merindukanmu, puaskan aku kali ini" ucap Cristin kepada benda panjang kokoh berbentuk kepala Jamur, dia mencium menjilat dan mengulum nya Cristin meraba celah sel******nya lalu memasukan benda tersebut. sambil meremas gundukan besar nan kenyal miliknya dia melenguh dengan keringat di dahi, benda itu mempunyai remote yang bisa buat bergerak dan dapat di atur sesuai keinginan si pengguna.

...*Panas bersambung dulu guy's*...

...****************...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!