"Sayang nanti siang antarkan aku makan siang ya, aku pingin menjamu Tuan Irsyad dengan masakan spesial buatan mu"
"Baiklah hari ini aku akan memasak masakan spesial untuk idolamu sayang" ucap Zulaikha tulus dan tersenyum
"Aku berangkat ya sayang" Yusuf mencium kening sang istri dan mengusap pipi istrinya Zulaikha tersenyum dan menganggukan kepalanya, begitu pun dengan Jono berpamitan dengan istrinya.
"Sumi aku titip Istriku, dan kau bantu istriku memasak hari ini" Yusuf memberikan perintah ke sumi
"Baik tuan" ucap sumi
"Ayo Sumi kita harus cepat, aku mau buat masakan spesial untuk tuan Irsyad. Kira-kira tuan Irsyad suka makanan apa ya? "
"Sebentar nyonya aku cari profilnya tuan Irsyad dulu" Sumi mengotak-atik handphone nya
"Aduh aku tidak menemukan makanan kesukaan tuan Irsyad nyonya"
"Ah kau ini bagaimana sih sumi, ya sudah aku masak masakan menurutku enak saja"
"Kita mau masak apa nyonya?, Western atau asia? "
"Hmm.. masakan kampung sumi aku mau masakan kampung, Sayur Asem, ikan Peda Ayam goreng kremes dan sambal terasi, tidak lupa tahu dan tempe mendoan"
"Sepertinya cocok makan itu saat makan siang, ditambah lagi Jengkol dan pete balodo nyonya, beuh pasti mantap"
"Bener Sumi, makannya di bawah pohon rindang digelar di tikar. Bantu aku menyiapkan semua nya sumi"
Kedua wanita paruh baya tampak sibuk memasak mereka dibantu pelayan di dapur, tepat pukul setengah sebelas masakan itu sudah masak dan siap untuk dikemas
"Ranti aku minta tolong, kamu bantu kemas masakan ini ya. Aku mau bersih-bersih dan siap-siap dulu" ucap Zulaikha walupun Sebagai nyonya besar sikap dan sifat Zulaikha sangat bersahaja, Zulaikha tidak pernah menyuruh pelayan tampa mengucapkan kata minta tolong dan Terimakasih.
"baik nyonya"
"Terima kasih ya Ranti, Kamu meringankan tugasku"
"Sudah tugas saya nyonya" ucap Ranti sambil menunduk hormat. Zulaikha berlalu dari tempat favorit nya yaitu dapur dan menuju kamarnya untuk bersiap-siap. saat hendak menuju kamarnya Zulaikha ber pas-pasan dengan Sumi
"Sumi kenapa belum rapi-rapi cepat sana rapi-rapi ikut aku ke kantor"
"Saya juga ikut Nya? "
"Jelas ikutlah, Suamimu kan ada di sana, kau ini bagaimana?"
"Baiklah"
sementara itu di Kantor Adhi Pratama, tepatnya di lantai atas ruangan Direktur
tok tok tok
"Masuk" perintah Yusuf
"Tuan, Sudah waktunya kita memulai pertemuan"
"Mereka sudah datang?, Aduh kenapa aku jadi gugup seperti ini, seperti ingin bertemu calon mertua"
"Hahaha, Sama tuan aku pun merasakan hal yang sama. Bismilah tuan"
"Tunggu sebentar Jon, Aku mau menelpon istriku dulu" Yusuf mengambil Handphone nya dan menghubungi sang istri
Yusuf : Assalamu'alaikum sayang?, Sedang apa?
Zulaikha : Walaikumsalam pih, mimih baru selesai mandi ini lagi siap-siap pakai baju
Yusuf : Hei kau menggoda ku sayang?
Zulaikha : dimananya aku menggoda pipih?
Yusuf : Kau tadi mengatakan habis mandi, dan kau tau bahwa aku selalu suka saat dirimu selesai mandi, jadi kau mau coba-coba menggoda suamimu, Hah?
Zulaikha : Hah? Dasar mesum sudah sana kerja jangan ganggu aku, aku mau pakai baju
Yusuf : Tuh kau kan, kau sengaja menggoda ku sayang, Tiba-tiba Yusuf mengalihkan panggilannya ke Video , Zulaikha lalu mengangkat panggilan tersebut
Yusuf : kau bener-bener menggoda ku, Zulaikha. lihat lah dirimu tidak memakai sehelai pakai pun, Ya Tuhan rasanya aku ingin mempunya pintu ajaib milik Doraemon biar aku langsung menghajarmu
Zulaikha : Mesum sudah tua masih aja mesum sudah sana aku mau ganti baju, aku matikan nih panggilan nya.
Yusuf : Sayang tunggu sebentar, aku butuh suplay semangat dari mu, aku gugup nih
Zulaikha : Baiklah, pipih mau mimih melakukan apa?
Yusuf : Aku mau kamu melakukan jaipong penambah semangat, mumpung kau belum memakai pakaian, dan kau pasti sangat seksi sayang
Zulaikha : Hihihi baiklah, lihat goyangan maut ku pih. Zulaikha menari jaipong dengan dengan luwes, bak seperti penari jaipong profesional. Yusuf melotot dan menelan ludahnya dengan kasar.
Sudah ya aku mau ganti pakaian, Assalamu'alaikum.
Jono yang memperlihatkan Tuannya bermesum dengan istrinya jengah dan tersenyum sinis
"Sudah tua tidak tau umur" gumam Jono
"Aku mendengar nya ya Jon, Aku buang kau ke Afrika"
ucap Yusuf. Bukannya takut Jono malah tertawa
"Hahahaha, dikira saya takut dengan Ancaman tuan?, Saya lebih takut ancaman Nyonya Zulaikha dibanding ancaman Tuan"
"Kau ini lama-lama menyebalkan"
"Sudahlah ayo temui tamu besar kita" kedua pria paruh baya keluar dari ruangan dengan gagah walau pun dengan keadaan gugup.
"Assalamualaikum, Selamat datang di perusahaan Adhi Pratama, Tuan Irsyad Maulana Rasyid. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dan bertatap muka dengan anda Tuan " Yusuf mencium tangan lelaki sepuh di hadapannya
"Tuan Yusuf anda terlalu berlebihan, justru aku yang merasa terhormat bisa bertemu dan bekerjasama dengan mu"
"Tidak Tuan Irsyad, sepertinya anda tidak perlu memanggil saya Tuan",
"Oh ya Jono Fotokan aku dengan Tuan Irsyad, aku mau pamer dengan Si Hasyim"
"Hasyim?, Apa yang kau sebut itu Hasyim Abdul Rahman? "
"Bener tuan, Dia sahabat ku"
"Oh ya?, Aku berteman dengan Ayahnya sudah tiga bulan ini aku tidak bertemu dengan nya. Kapan terakhir kali kau bertemu? "
"Untuk Hasyim saya baru bertemu dengan nya tiga hari yang lalu, dan untuk om Rahman sudah sebulan yang lalu"
"Oh ya?, bagaimana keadaannya? "
"Alhamdulillah mereka sehat taun"
Setelah basa-basi pertemuan mereka lalu melanjutkan meeting. Masing-masing mempresentasikan keunggulan perusahaan nya dan mereka sepakat untuk bekerjasama, Irsyad kali ini menggelontorkan uangnya tidak sedikit untuk bekerjasama dengan Adhi Pratama, bisa dibilang hampir seperempat kekayaan nya dia investasikan di PT Adhi Pratama. Di sela rapat akan memasuki break untuk makan siang, Tiba-tiba Rusdi memberitahu Irsyad bahwa Putrinya yang hilang menemukan titik terang.
"Tuan, Sejengkal lagi Nona berhasil kita temukan, Nona dibesarkan di sebuah panti asuhan. Tapi sayangnya Tuan Hanya Nona Safira yang masih hidup, Sedangkan Nona Sakira meninggal saat ditemukan"
"Alhamdulilah, Puji Syukur kepada mu ya Allah. jadi benar Humaira ku semalam mengatakan hanya Safira yang masih hidup. Dimana panti itu Rusdi" ucap Irsyad
"Panti Asuhan Fatimah Az-Zahra tuan. Dan sebentar lagi Tuan akan mendapatkan keberadaan Nona" Yusuf yang tidak sengaja mendengar obrolan Irsyad dan Rusdi bermaksud ingin menanyakan, karena Yusuf mendengar kata panti asuhan tempat istrinya di besarkan
"Maaf Tuan Irsyad Tuan Rusdi kalau saya menguping obrolan anda berdua dan ikut bergabung, karena anda berdua mengatakan Panti asuhan Fatima Az-Zahra. saya Kenal tempat itu bahkan alhamdulillah saya salah satu donatur tetap di panti itu"
"Kalau boleh tau siapa yang di temukan? " Irsyad melihat raut wajah Yusuf dan mencari ketulusan di matanya dan menemukan nya. lalu menceritakan kejadian putrinya yang hilang
...Bersambung...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
jack
lanjut thor
2022-09-29
0