"Sayang aku merindukanmu, puaskan aku kali ini" ucap Cristin kepada benda panjang kokoh berbentuk kepala Jamur, dia mencium menjilat dan mengulum nya Cristin meraba celah sel******nya lalu memasukan benda tersebut. sambil meremas gundukan besar nan kenyal miliknya dia melenguh dengan keringat di dahi, benda itu mempunyai remote yang bisa buat bergerak dan dapat di atur sesuai keinginan si pengguna.
"Indra mana laporan penjualan bulan ini dan kamu di panggil bu Cristin tuh , katanya dipanggil keruangan nya" ucap Tristan Manager Keuangan dengan senyum sinis
"Iya Pak ini pak laporan saya, baik pak saya akan menemui beliau terimakasih" ucap Indra dan merasa aneh kenapa manager keuangan ada di ruangan manager pemasaran padahal biasanya antar manager bertemu saat meeting dan rapat koordinasi antar Departemen saja ini tumben ujuk-ujuk manager keuangan datang ke ruangannya meminta laporan seharusnya laporan itu yang meminta manager nya, tanpa curiga dia menyerah kan begitu saja laporannya
Tok... Tok... Tok...
Saat sedang asiknya ber swalayan Cristin diganggu dengan ketukan pintu, Reflek dia bangkit dengan kedua kaki yg bergemetar tanpa mencabut benda besar yang masih bersarang di dalam Selan****n nya, untungnya dia memakai segitiga pengaman berbentung G-St***g jadi tampa melepasnya dia bisa mudah memasukan benda tersebut bahkan segitiga pengaman nya jadi penolong nya sebagai penahan supaya benda tersebut tidak lepas
*Aduuh pikiranmu author maniak sekali paham yang beginian, Hihihihi*
Dengan langkah gontai dan nafas terengah-engah sambil menikmati getaran yang di berikan benda tersebut Cristin menuju meja kerjanya.
"Sial siapa sih yang berani menggangu, bikin moodku rusak! " gerutunya
"Ma..masuk... shshhhh" ucap Cristin sambil menggigit bibir bawahnya merasakan nikmat. Cristin sedikit mendongak untuk melihat siapa gerangan yang datang. setelah melihat siapa yang yang datang terbit sebuah senyuman sensual menggoda
"Pucuk dicinta ulam pun tiba, Batang Tristan menjauh batang yang lebih menggoda menghampiri Jauh-jauh sana Tristan Brengsek" ucap Cristin dalam hati
Tampa curiga sedikit pun Indra masuk dan menyapa atasannya
"Pagi bu, tadi pak Tristan bilang saya di suruh menghadap ibu, Ada yang bisa saya bantu bu? " ucap Indra sambil menundukan pandangannya dari wanita yang berpakaian sexy dengan buah dada yang ingin meloncat keluar.
"Duduk Ndra" ucapnya sambil mempersilahkan duduk di sofa ruang kerjanya
"Ada Ndra ada banget aku butuh bantuan mu untuk memuaskan ku kali ini " ucap Cristin dalam hati
"Terimakasih bu" Sambil menunduk dan memegang map laporan bulanannya. Cristin dengan langkah gontai dengan nafas terengah-engah kaki gemetar Menghampiri Indra dan sengaja menjatuhkan tubuhnya di samping Indra. Indra kaget dan reflek berdiri dan menghindar, Saat Indra hendak berdiri tangannya dipegang oleh Cristin dan ditarik olehnya
Bruk
tubuh gagah Indra jatuh tapi untungnya tidak menimpa tubuh Cristin, Cristin mendekat hendak memeluk Indra sambil berkata lirih nan menggoda
"Tolong aku Ndra puaskan aku kali ini, Aku mohon Ndra"
"Maaf Bu Ini tidak pantas, saya permisi" Indra berdiri hendak melangkah, Cristin yang menerima penolakan Indra panik bangkit berdiri
Plak..
Benda yang sedari tadi bersarang jatuh dan Mengeliat-ngeliat seperti seekor cacing besar
"Sial kenapa bisa jatuh lagi" umpat Cristin dalam hati dengan wajah memerah menahannya malu dan birahi,
"Kepalang tanggung" Cristin menarik tubuh Indra merengkuh memeluknya untuk ******* bibir tipis menggoda Indra
"Maaf Bu ini sudah kelewatan" Indra merasa dilecehkan terus menolak pungutan bibir Cristin menghalangi bibir Cristin dengan telapak tangannya
"Munafik!! Kenapa kau menolak ku bajingan" umpat nya sarkas
"Maafkan aku nyonya Cristin, ini sudah kelewat batas saya ini sudah beristri dan anda tidak pantas melakukan nya "
"Bajingan sok Suci, kemari kau" Cristin dengan membabi buta ingin memperkosa Indra . Cristin yang semakin bringas dan kepalang Horn* kesal dan menampar pipi Indra
Plak..
keduanya bergeming dan Indra tersadar dan ada celah untuk melarikan diri mengambil langkah untuk kabur dari ruangan Jahanam itu. Tiba-tiba
kreeeeeek
baju Indra sobek di bagian belakang akibat tarikan Cristin
Sementara diluar saat Indra melangkah masuk ke ruangan Cristin dia sempat mengepal kan tangannya karena emosi dan tidak berapa lama kemudian dia melihat atasan nya yang CEO dan juga tunangan selingkuhannya dan menghampiri dan berusaha menjilat nya.
ngobrol alar idur Tristan guna menunda waktu dan timing yang pas. dia tau kemana langkah CEOnya itu pergi kalau tidak untuk menemui kekasihnya si Cristin
Mereka ngobrol sambil berjalan menuju ruangan Cristin dan membuka pintu
Braaak...
Indra sempoyongan menabrak Yohan
"Kau, Kenapa kau menabrak ku" tanya Yohan ke Indra
"Dan kau kenapa berantakan sekali sayang" ucap Yohan menghampiri Cristin dengan panik dan memang Cristin yang seorang ahli dalam ber drama bisa dibilang dia adalah Drama Quennya Di perusahaan itu. dengan membalikan fakta dia mengeluarkan air mata buaya betina, seolah-olah sebagai korban
"Aa... aku di lecehkannya sayang" ucap Cristin lirih dengan seringai di wajahnya
"Dia hendak memperkosaku, Aku takut" Cristin sadar benda laknat itu masih terlihat oleh mata buru-buru dia memeluk Yohan dan berusaha menendang benda laknat itu ke kolong sofa, tampa sepengetahuan nya Tristan melihat itu dan juga asisten pribadi Yohan juga mengetahui
"Drama Quen" gumam Hasan dengan memalingkan wajahnya malas
"APA!! KURANG AJAR!!! " Yohan bangkit dan menghajar Indra
"BAJINGAN, BRENGASEK, BIADAB"
BUGH... BUGH.. BUGH... tanpa mendengar penjelasan Indra secara membabi buta Yohan menghajar Indra, Indra yang tak siap menerima serangan tampak melindungi wajahnya dan menghindar serangan Yohan. dan Cristin tersenyum puas Indra diperlukan seperti itu karena sakit hati akan penolakan nya.
"Hentikan tuan ini Fitnah" ucap Indra sambil melindungi bagian vitalnya
"Tuan Stop hentikan, tuan bisa membunuh nya" ucap Hasan mencegah tuannya berbuat di luar batas kepada seorang yang bisa dianggap tidak bersalah, karena keyakinan nya tau kalau wanita ular itu sedang memutar balikan fakta.
"Kau ku Pecat hari ini, dan kau akan mendekam dan membusuk di penjara"
"Hasan hubungi pihak kepolisian aku mau bajingan ini membusuk dipenjara" ucap Yohan
"Dengan senang hati tuan saya akan melaporkannya"ucap Hasan dengan keyakinan dalam dirinya bahwa Indra tidak bersalah dan polisi menangkap dan memproses nya pasti dengan menyelidiki lebih detail dan tersenyum ke arah Cristin dengan senyuman mengejek. sadar akan senyuman itu Cristin seolah-olah menjadi dewi penolong bagi Indra, dia tau jika Polisi membuat laporan itu tidak langsung percaya begitu saja.
"Sayang jangan kau laporkan polisi, biarkan saja cukup kau memecatnya. aku tidak mau reputasi perusahaan ini hancur oleh bajingan macam dia, dan aku juga malu" ucap Cristin dengan nada dibuat seolah-olah sendu dan tertekan. dan Yohan menengok sekilas ke arah kekasihnya
"Baiklah jika itu mau mu"
"Dan kau pergi dari hadapanku jangan sekali-kali menampakan batang hidungmu di hadapanku, ku pastikan kau tidak dapat pekerjaan dimana pun" ucapnya
"Hasan seret bajingan ini keluar" Yohan mendorong kasar Indra
"Baik tuan"
"Ayo berdiri mas, Aku tau kau tidak bersalah maafkan aku yang belum memiliki bukti dan untuk pemecatan mu tenang saja aku tidak akan melakukan perintah si Bos, aku tau kau tidak bersalah. dan aku akan menemukan bukti untuk membersihkan namamu dan gaji dan pesangon mu akan tetap aku cairkan" ucap Hasan sambil berbisik. Indra menengok dan memandang Hasan
"Terimakasih Tuan, Tuan masih percaya kepadaku"
...Bersambung...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments
m.y f
lama amat thor baru up....kirain sudah lupa
2022-09-14
2