Happy Raeding guy's
......................
Dalam sebuah mobil mewah
"huft.. Jon kau merasa lelah tidak? Kok aku berasa lelah, rasanya ingin menikmati hari tuaku di rumah bersama istri ku yang cantik itu. Kau tau Jon si Hasyim saja sudah pensiun dan dia sedang menikmati hari tuanya" ucap Yusuf sambil menarik nafas kasarnya
"Iya Tuan, saya juga merasakan hal yang sama, tapi tanggung jawab kita belum selesai tuan"
"Oh ya Jon kapan Si Rizki pulang?"
"Harusnya kemarin sudah sampai Tuan"
"Kenapa Anakmu belum pulang ke mension juga Jon"
"Entahlah Tuan, kemana anak nakal itu sekarang"
"Kau nih anak sendiri kau bilang nakal. oh ya Jon setelah ini jadwal ku apa?"
"Maaf Tuan habisnya saya geram sama anak itu, susah sekali di suruh pulangnya. dan Sehabis Ashar kita ketemu Tuan Alex dan Tuan Hasyim" jawab Jono
"AllahuAkbar.... AllahuAkbar... " Adzan Ashar berkumandang
"Jon kita Sholat Ashar dulu di masjid depan sambil melepas lelah kita selonjoran di pelataran masjid"
"Baik Tuan"
lalu mobil tersebut memasuki halaman masjid. keluar dua orang pria paruh baya memasuki halaman masjid.
"Tuan tunggu, maaf Tuan sebaiknya tas di bawa saja karena saya khawatir di daerah sini banyak kasus pencurian dengan pecah kaca mobil" ucap Jono khawatir
"Baiklah Jon, kau bawa tas berisi laptop dan data-data perusahaan, aku bawa tas tangan ku saja"
"Baik tuan"
kedua pria tersebut menuju tempat wudhu yang tersedia lalu melaksanakan sholat Ashar berjamaah dengan jamaah yang lainnya
"Assalamu'alaikum warohmatulohi... " ucap sang imam mengakhiri sholat empat rokaat.
Setelah sholat kedua pria paruh baya tidak lupa berdzikir dan berdoa mohon ampun dan mohon keselamatan dunia dan akhirat nya. Setelah sholat dan berzikir kedua pria paruh baya menuju teras masjid untuk merehat sejenak dengan meselonjor kan kakinya. di teras masjid ada yang tertidur ada yang membaca Al-Quran dan ada pula yang sekedar bercengkrama.
"Nak boleh minta tolong gendong kakek ke mobil kakek di depan sana?, kakek tidak kuat berjalan rasanya kaki kakek lemas" ucap seorang kakek ke seorang pemuda berjaket hijau pengemudi Ojek online
"Boleh kek, mari kek naik ke punggung saya" ucap pemuda tersebut
"Terimakasih nak" ucap kakek tersebut, lalu menaiki punggung pemuda tersebut, pemuda tersebut bejalan hati-hati. Sepasang mata terus memperhatikan pemuda tersebut lalu tersenyum.
"Mas terimakasih sudah membantu kakek saya" ucap seorang gadis sambil sambil membukakan pintu mobil untuk sang kakek
"Sama-sama mbak"
"Nak sekali lagi kakek ucapkan terimakasih, Kalau boleh tau siapa namamu nak? "
"Saya Indra kek" ucap pemuda tersebut
"Terimakasih Nak Indra, saya Rahmad dan ini cucu kakek namanya Anisa" ucap kakek Rahmad
"Mas Anisa, Sekali lagi saya ucapkan terimakasih dan ini silahkan diterima" ucap Anisa sambil memberi beberapa lembar uang kepada indra.
"Sama-sama mba, maaf mbak saya ikhlas membantu maaf uangnya lebih baik di simpan atau tidak masukan ke dalam kotak amal di masjid saja, maaf bukan saya menolak sekali lagi maaf banget ya mba jangan dibiasakan seperti ini" ucap permintaan maaf tulus Indra
"Aduh saya jadi malu mas, Dan sebagai gantinya ini kartu nama saya. semoga kita berjodoh" ucap Anisa sambil tersenyum, sikap Anisa tak luput dari penglihatan sang kakek
"Anisa sudah ayo pulang sudah sore, Nak sekali lagi maafkan cucu kakek dan terimakasih banyak" ucap Kakek lalu Anisa memutar badan untuk duduk di kemudi.
"Iya kek sama-sama"
tak lama mobil kakek tersebut keluar dari halaman masjid dan melanjutkan perjalanan.
Di dalam mobil kedua kakek dan cucu memulai percapakan
"Neng, Kamu naksir sama pemuda tadi? "
"Ah, a apa kek?" ucap Anisa grogi sambil menyetir
"Anisa... Anisa kakek kenal sekali dirimu, kamu menyukai pemuda itu kan, kakek senang kamu menyukai pemuda tersebut"
"Ih kakek, bikin Nisa malu" pipi putih Anisa memerah
"Kek tapi dia tidak sederajat dengan kita, apa kakek setuju? " tanya Anisa malu-malu
"Anisa sejak kapan kakek menilai orang dari harta dan derajatnya?, kamu apa tidak pernah diajarkan oleh nenekmu tentang semua manusia itu derajatnya sama di hadapan Allah? "
"Iya kek maafin Neng"
"Neng pemuda itu tampan ya?, siapa namanya Indro?"
"INDRA KEK NAMANNYA BUKAN INDRO" ketus Anisa
"Ish ish ish, Indra toh namanya, Tidak usah ketus gitu ah jawabnya" ucap sang kakek sambil terkekeh
"Kakek mah ngeledek mulu" Anisa memenyunkan bibirnya, kakek tambah terkekeh
"Berjuanglah untuk merebut hatinya"
......................
"Bang Indra, Bang" ucap seorang bocah berumur 15 tahun memanggil sambil melambaikan tangannya
"Woy Jang" ucap Indra sambil teriak lalu berlari menghampiri nya
"Wah udah pakai sepeda nih sekarang? "
"Iya bang, berkat bang indra sekarang Ujang jualan starling nya pakai Sepeda lumayan bisa bawa banyak stok minuman, makasih ya bang" ucap ujang sambil mensetandarkan sepeda mini nya
"Sebagai ucapan syukur dan terimakasih Ujang, abang Ujang kasih es yang seger buat abang Indra GRATIS" ucap Ujang sambil membuat kan minuman sachet Jeruk Nutr****i"
"Kalo gratis kamu rugi nanti Jang, Abang ga mau ah"
"Kalo satu mah ga rugi atuh bang kalo seribu cup baru deh... " ucap Ujang dan mereka berdua tertawa. Sepeda Ujang adalah hasil sumbangan Indra dan beberapa teman-temannya sesama pengemudi Ojol yang melihat kasian dan bangga seorang anak Yatim piatu yang gigih bertahan hidup dengan berjualan kopi dan minuman dingin dengan berkeliling dengan berjalan kaki sambil membawa keranjang dan termos.
setiap hari Indra dan beberapa temannya mengumpulkan dan menyisihkan uang hasil ngojek untuk modal Ujang berjualan dengan sepeda sesuai keinginan dari Ujang juga.
"Terimakasih Jang, semoga Allah memberkahi dan membalas kebaikan Ujang ini"
"Sama-sama bang"
"Ya sudah abang ke dalam dulu ya, ngaso di bawah pohon sana"
sambil ngaso dan nyeruput minuman Indra berniat meng upload beberapa video yang dia ambil tadi pagi ke akun medsosnya
"Jon, Sepertinya ngopi dibawah pohon sana enak deh"
"Apa Tuan, tuan tidak salah disini tidak ada kedai kopi? " ucap Jono heran karena tidak biasanya tuan Yusuf meminum kopi tidak di coffeshop / caffe
"Itu Jon, kan ada yang jual" ucap Yusuf sambil menunjuk Ujang dengan sepeda nya
"Apa tuan yakin, itu kopi murah loh tuan"
"Jon.... " sambil menatap Jono tajam
"Baik tuan" Jono sambil berlari menghampiri Ujang, Setelah membeli dua cup kopi Jono menghampiri Yusuf dan duduk di samping Indra.
"Nak, boleh saya duduk disini? " tanya Yusuf sambil tersenyum
"Boleh Tuan, silahkan sebentar saya bersihkan dulu tempatnya" ucap Indra sambil mengambil kardus untuk Alas Yusuf dan Jono
"Terimakasih nak, ngomong-ngomong sedang apa? "
"Iya tuan sama-sama, ini saya sedang upload video konten jalanan saya" ucap Indra sambil menunjukkan hasil konten nya
"Kamu konten kreator ya?, em apa namanya YouTuber bukan? " tanya Yusuf
"Saya tidak bermain di YouTube tuan, cuman main di sosmed saja" jawab Indra, lalu mereka mengobrol panjang lebar sambil sesekali tertawa. disela obrolan mereka tiba-tiba Handphone Yusuf berdering
Yusuf : [ Hallo Assalamu'alaikum ]
[ ......... ]
Yusuf : [ Astaghfirullah.. gua lupa maaf-maaf, gua ke sana]
[ ........ ]
Yusuf : [ Keasikan ngobrol jadi lupa.. iya bawel tunggu 10 menit gua kesana ]
[ ......... ]
Yusuf : [ Ok.. wait ya, OTW sekarang. Walaikumsalam ]
"Jon, yuk jalan sekarang si Hasyim udah bawel" ucap Yusuf berdiri sambil merapihkan pakaiannya dan berpamitan dengan Indra
"Nak, bapak jalan dulu kapan-kapan kita ngobrol lagi, senang ketemu sama kamu" ucap Yusuf sambil mengulurkan tangan kanannya, Indra lalu menerima uluran tangan lalu mencium punggung tangan Yusuf dengan takjim. Yusuf yang baru kali ini dicium punggung tangan nya selain istrinya berasa ada sesuatu yang mengalir di hatinya, lalu tersenyum dan beberapa saat berubah menjadi sendu
......................
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments