"Safira...Safira... Safira.. " Irsyad memanggil anaknya dalam tidurnya dan terjaga. dengan nafas berat dan mengusap wajahnya
"Ya Allah ya Tuhanku apa ini petunjuk dari mu?, Astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah" Irsyad beristighfar lalu bangun dan berjalan ke kamar mandi karena waktu menunjukkan pukul 3 pagi, ia akan melakukan sholat tahajjud dan istikharah..
Dalam keheningan malam Irsyad memunajat dan berdoa memohon petunjuk dan Keajaiban bisa berkumpul dengan keluarga nya lagi.
diusia senjanya hanya satu keinginan nya menikmati hidup dengan santai dan tenang di temani anak cucu dan cicit mereka,
Irsyad bermunajat Hingga subuh menjelang setelah shalat subuh dia keluar dari kamarnya dengan langkah ringan dan dipenuhi kebahagiaan karena semalam dia bertemu dengan kekasih nya walaupun dalam mimpinya, yang menjadikan mood pagi ini berasa lebih baik dari hari-hari sebelum nya. Irsyad berolahraga ringan di taman belakang mansion nya semua pelayanan dan menyapanya dan ada yang ikut berolahraga bersama pria tua berusia 79 tahun.
"Ayo semua kita harus sehat, jangan sampai kesedihan dan kerisauan hati mengahantui hari-hari kita, semangat" ucap Irsyad kepada para pekerja di mansion nya
"Semangat kakek, Samangat Tuan" ucap mereka kompak, ada sekitar 8 orang pelayan yang ikut menemani
"Tuan sarapannya sudah siap" ucap Bi Ningsih kepala pelayan dan juga istri dari asisten nya Rusdi, Irsyad lalu menghentikan kegiatan olahraga nya.
"Cukup untuk hari ini, Kalian bekerja lah yang giat nanti sore kita akan pergi makan malam bersama, karena hari ini aku sedang Berbahagia. karena semalam istriku Nyonya besar kalian mengunjungi ku, jadi hari ini aku sedang berbahagia" ucap Irsyad
"Senangnya, wah selamat ya kek" ucap Anita Cucu menantu dar Rusdi dan Ningsih, kenapa keluarga Rusdi ada dimansion itu karena permintaan dari sang tuan juga karena biar tidak merasa sepi di mansion itu.
"Terimakasih Anita, Kau juga selamat ya atas kehamilan nya" semua pelayan memandang Anita dan mengucapkan selamat
"Selamat ya non Anita akhirnya berhasil juga Tuan Didi cetak Gol" ucap arum sahabat sekaligus pelayan di mansion Irsyad.
"Terimakasih, Arum aku juga tidak menyangka akan secepat ini" Anita dan Arum berpelukan
"Ayo semua sarapan, Anita ayo kita ke sarapan sayang" ucap Irsyad
Anita bejalan Beriiringan dengan Irsyad dengan ceria, Irsyad hanya menggelengkan kepalanya
"Pagi Tuan" ucap Rusdi dan Ningsih sambil membungkuk, dan Rusdi menggeser kursi untuk tuannya
"Pagi Rusdi, Ningsih. Wah sarapan spesial kita hari ini. siapa yang memesak ini? " tanya Irsyad
"Cucu mantuku dan istriku tuan" ucap Rusdi
"Iya kek ini masakan buatan ku dan mamah, Ayo kek dimakan" ucap Anita
"Anita kau sudah bangunkan suamimu? " tanya Ningsih
"Astaghfirullah, aku lupa mah, habisnya aku sedang kesal dengan mas Didi sih mah" kekeh Anita manja
"Apalagi yang dia perbuat sayang? apa anak nakal itu menyakitimu?" Tanya Rusdi
"Tidak kek, hanya saja bawaan nya kesel aja sama mas Didi. kan kemarin aku bilang sama dia jangan pakai parfum, eh mas Didi malah sengaja menyemprot seluruh ruangan kamar dengan parfumnya, gimana tidak kesel coba kek, nek! "
"Anak itu, Awas saja!!, Ku bejek-bejek jadi rujak nanti" geram Ningsih atas kelakuan cucu nya itu. Irsyad hanya tersenyum atas kelakuan keluarga asistennya. tidak berapa saat keluar kamar seorang pemuda tampan berumur 27 tahun dengan jaket Ojek Onlinenya yang sudah rapih.
"Pagi kakek, pagi nenek " sapa pemuda tersebut
"Pagi sayang" Didi mengecup kepala Anita lalu duduk di sampingnya
"Kau masih ngojek juga Di?, apa kau tidak mau membantu kakekmu urus perusahaan" ucap Irsyad dan diangguki oleh Rusdi
"Nanti kek, Selama ini juga aku membantu kakek kok cuman aku tidak secara langsung saja membantunya" ucap Didi santai
Pletak
centong nasi mendarat di kepala pemuda tersebut, siapa yang berani memukul nya, siapa lagi kalau bukan ningsih sang nenek
"Nenek apa yang nenek lakukan?, ini sangat sakit" Didi mengelus kepalanya akibat centong sakti milik ningsih, Anita dan yang lain melihat Didi di ketuk oleh neneknya sendiri terkekeh
"Itu balasan karena telah membuat cucu mantuku marah" ucap Ningsih
"Apa salahku Nek? " ucap Didi dengan wajah memelas
"Salah Mas Didi karena semalam membuatku, kesal dan tidak bisa tidur karena mas terlalu jahil, kan sudah ku bilang jangan memakai parfum itu lagi tapi mas sengaja malah menyemprot kan ke seluruh ruangan, Rasakan" ucap Anita puas
"Jadi kamu beneran mengadu sayang?, mas kan cuman main-main. please maafkan aku ya sayang" Didi menggenggam kedua tangan Anita dan menatapnya dengan mimik wajah yang dia buat polos seperti anak kecil memohon ice cream
"Baiklah, Tapi nanti mas pulang bawakan aku buah kokosan. sepertinya biah itu enak" Ucap Anita sambil menelan air liur nya membayangkan buah seperti Duku yang rasanya asam kecut dan banyak getahnya.
"Aduh aku harus mendapatkan buah itu dimana? " Didi bertanya dalam hati.
"Baiklah aku akan mendapatkan buah itu"
"Harus dapat kalau tidak dapat jangan harap mas bisa menengok dede bayi" ucap Anita ketus
"Hahahaha rasakan " ucap Rusdi dan Ningsih dan Irsyad hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
dan semua kembali makan dengan tenang. dan setelah sarapan Anita dan Ningsih menemani Irsyad Rusdi dan juga Didi ke halaman untuk berangkat bekerja. Walau sudah berumur Irsyad maupun Rusdi masih bekerja karena Irsyad tidak mempunyai pewaris dan dia masih sanggup untuk mengurus semua perusahaan nya, maka dia masih tetap bekerja. Didi walaupun dia bisa dibilang mampu memimpin perusahaan itu, Didi sadar diri bahwa dia bukanlah cucu kandung dari Irsyad Didi hanya membantu jika kedua lelaki tua itu jika dibutuhkan. Irsyad dan Rusdi menaiki sebuah sedan mewah di Indonesia hanya terdapat 5 buah,
"Rusdi Semalam aku bermimpi, Humaira ku mendatangi ku tetapi dia tidak sendirian dia bersama anak dan cucuku"
"Rusdi kau tau ini seperti petunjuk bagiku, Safira anakku masih hidup"
"Alhamdulilah, jika itu bener kita harus segera menemukan nona Safira tuan, mungkin keadaannya sekarang tidak baik-baik saja"
"Oh ya tuan, tuan kenal informan kita yang bernama Agus Sanusi?" tanya Rusdi
"Iya aku kenal, Tua bangka itu masih bekerja dengan mau Rusdi? "
"Masih Tuan, dia memberikan info katanya dia melihat seorang pemuda yang wajah nya mirip dengan tuan sewaktu muda" Rusdi menyerahkan Handphone nya ke Irsyad
"Allahu Akbar, Masya Allah aku seperti mengaca, dia begitu mirip dengan ku. dimana dia menemukannya?, atau jangan-jangan dia cucuku anak dari Safira" Irsyad terlihat antusias
"bola matanya teduh mirip mata Humairahku, hidungnya bibir nya, rambutnya semuanya mirip aku Rusdi, Temukan dia Rusdi. Harus kau harus menemukan nya!! " ucap Irsyad sambil mengoyangkan bahu sahabatnya itu.
"Sebelum anda minta, saya sudah bergerak lebih dulu tuan"
beralih kediaman Yusuf dan Zulaikha, sepasang suami istri yang bisa dibilang tidak muda lagi dan masih terlihat romantis dan harmonis, Zulaikha berjalan mengantar suaminya ke depan halaman
"Sayang hari ini aku akan bertemu dengan pengusaha sepuh, kau tau aku begitu mengagumi sosok ini"
"Siapa sayang?, apa itu Om Rahman atau Om Salim?"
"Bukan sayang, kalau untuk mereka berdua juga memang selalu menjadi panutan ku, tapi ini beda sayang, kau tau ini sudah menjadi impianku untuk bisa bertemu dan bekerja sama dengan beliau, kau tau beliau itu susah untuk diajak kerja sama, jika perusahaan itu tidak bener-bener bersih dan kompeten"
"Alhamdulilah mimpimu dan cita-citamu tercapai"
"Pih, pipih tau tidak semalam mimih bermimpi bertemu dua orang wanita yang satu tua dan yang satu muda. dia yang muda mirip dengan ku saat gadis, kedua orang itu mengaku ibu dan saudara kembar ku, Saat aku sedang mencerna ucapan mereka tiba-tiba ada sepasang anak laki-laki dan perempuan menghampiri ku dia menyebut ku nenek"
"Kira-kira apa ya arti mimpi ku ini? "
"Semoga ini petunjuk dari Allah sayang bahwa anak kita Ziko segera ditemukan"
"Aamiin semoga ya sayang" ucap Zulaikha sambil merapihkan kembali dasi milik suaminya sebelum masuk ke dalam mobil, karena Jono dan seorang supir sudah menunggu
"Sayang nanti siang antarkan aku makan siang ya, aku pingin menjamu Tuan Irsyad dengan masakan spesial buatan mu"
"Baiklah hari ini aku akan memasak masakan spesial untuk idolamu sayang" ucap Zulaikha tulus dan tersenyum
...Bersambung...
...****************...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 39 Episodes
Comments