Rezeki tidak akan tertukar

"Dan kau pergi dari hadapanku jangan sekali-kali menampakan batang hidungmu di hadapanku, ku pastikan kau tidak dapat pekerjaan dimana pun" ucapnya

"Hasan seret bajingan ini keluar" Yohan mendorong kasar Indra

"Baik tuan"

"Ayo berdiri mas, Aku tau kau tidak bersalah maafkan aku yang belum memiliki bukti dan untuk pemecatan mu tenang saja aku tidak akan melakukan perintah si Bos, aku tau kau tidak bersalah. dan aku akan menemukan bukti untuk membersihkan namamu dan gaji dan pesangon mu akan tetap aku cairkan" ucap Hasan sambil berbisik. Indra menengok dan memandang Hasan

"Terimakasih Tuan, Tuan masih percaya kepadaku" Hasan masih memapah Indra

"Sudahlah, aku tahu kau tidak bersalah perempuan ular itu pasti merayu dan menggoda mu, bahkan tadi aku lihat perempuan ular itu menendang barang menjijikan ke arah kolong sofa, apa kau tadi melihatnya?

"Aku melihat nya tuan, bahkan dengan jelas barang itu jatuh dari dalam roknya, aku rasa nyonya Cristin itu sakit" mereka berdua terkekeh sepanjang jalan, dan semua mata melihat pemuda jujur bernama Indra sedang di papah asisten CEO menuju lift. Kasak kusuk terdengar dari mulut mereka.

"Itu mas Indra kenapa babak belur begitu?, kenapa juga di papah oleh tuan Hasan" ujar seseorang kepada rekannya yang melihat itu

"Aku tidak tahu, Bagaimana kita cari tahu" ucap rekan satunya lagi

"Tuan, Saya sudah kirimkan laporan hasil kerja saya ke email tuan, saya rasa ada penyimpangan soal laporan yang saya buat dan yang di Terima pihak keuangan ada perbedaan dan saya rasa kejadian ini ada sangkut pautnya dengan itu, mungkin ini sebagai pengalihan isu agar penggelapan uang perusahaan tidak terendus " ucap Indra

"Terima kasih mas, akan saya cari tahu"

"Maaf Tuan bukan saya mau ikut campur urusan pribadi Tuan Yohan, apa benar Nyonya Cristin begitu mencintai Tuan Yohan?, kalau sikapnya saja kepadaku sungguh menjijikan. bisa jadi dia main di belakang Tuan Yohan"

"saya heran dengan BOS kenapa dia terlalu bodoh mencintai perempuan ular itu, jelas-jelas perempuan itu serakah hanya menginginkan harta Tuan Yohan saja"

"Tuan yang dekat dengan Tuan Yohan, saya minta tolong sama Tuan, tolong nasihati beliau dan cari bukti perselingkuhan Nyonya Cristin. saya rasa Nyonya ada main dengan Pak Tristan baik itu main asmara ataupun main manipulasi data perusahaan"

tak terasa mereka mengobrol sambil berjalan hingga sampai di pintu luar gedung kantor.

"Terimakasih mas, akan saya pikirkan cara menasehati nya dan saya akan cari bukti nya. Hati-hati di jalan mas, Jika berkenan saya akan merekomendasikan mas Indra di perusahaan kawan saya, kebetulan perusahaan sedang mencari karyawan baru dan ini kartu namanya" Indra menerima kartu nama itu dan membelalakkan matanya melihat nama perusahaan itu salah satu perusahaan besar yang ada di negara ini

"Dengan senang hati mas, sekali lagi Terimakasih"

*Flashback Off*

"Mas Indra!!! " seorang Gadis menyapa

"Hai, Ayu dari mana? "

"Loh mas kenapa bisa muka mu jadi seperti itu? " ucap Ayu sambil meneliti wajah Indra, "itu kenapa baju kusut dan robek? "

"Oh ini biasa yu, biasa abis tarung drajat" ucap Indra asal sambil terkekeh

"Mas habis berkelahi tah?, sama siapa? " Tanya Ayu serius

"Tadi abis bantuin orang kena Jambret, harus jajal ilmu dulu kirain masih kebal ternyata ya begini, hehehe" ucap Indra berbohong "Kamu habis dari yu?? "

"Aku habis ketemu Customer mas, itu loh Ibu Fatma customer mas Indra, kan mas Indra ga bisa ketemu beliau, kenapa mas jadi pikun begini? "

"Hehehehe, maaf aku lupa yu"

"Oh ya mas, aku dapat tawaran kerja di PT Adhi Pratama, Kayanya aku bakal Resign dari Indo Prama mas"

"Oh ya bagus itu Yu, salah satu perusahaan besar, Selamat ya Yu" ucap Indra tulus

"Iya mas, tapi kita ga jadi satu tim lagi mas, padahal aku belum ketemu sama Istri mas Indra"

"Kalau mau ketemu sama istri ku mah tinggal main saja ke rumah yu, Istriku pasti senang"

"Baiklah minggu besok aku main ke tempat mas kalau begitu, yasudah saya pamit ya mas, Assalamu'alaikum"

"Walaikumsalam" Setelah kepergian Ayu, Indra tersadar bahwa hari ini dia harus ketemu dengan Team IT pihak Masjid untuk mencari titik temu tas tersebut.

Indra melangkah menuju motornya dan mulai menghidupkan nya dan berlalu menuju masjid tersebut. tidak berapa lama Indra sudah berada di ruang kendali CCTV. Ruangan kedap suara dan bersuhu dingin karena ruangan itu juga adalah tempat sebuah server milik yayasan pendidikan yang menjadi satu komplek dengan Masjid tersebut.

"Nak, seperti titik yang sampean tunjuk itu blank spot dari kamera pengawas" ucap Pak Romi

"dan semua titik kamera saat hari itu juga sepertinya tidak ada jamaah yang membawa tas itu mas"

"Susah sekali ya pak menemukan pemilik tas itu" Indra menarik nafas panjang

"Ya sudah kalau begitu saya permisi, terimakasih atas bantuan bapak-bapak semua, Assalamu'alaikum"

dengan langkah gontai Indra pulang kerumahnya dangan mengendari motor sambil melamun beberapa kali Indra hampir celaka,

"Astaghfirullah, hampir saja" dengan beban pikiran mengenai pemilik tas dan ditambah dia sekarang menjadi pengangguran dan apa yang akan dia katakan kepada istri nya kalau dia sudah tidak bekerja lagi. hingga beberapa saat dia tiba di rumah dan disambut anak dan istrinya

"Assalamu'alaikum"

"Walaikumsalam, Abiiiiiii... " Raihan dan Hanun berlari menuju ke arah Indra dan memeluk nya. rasa capai dan lelah hilang entah kemana

lalu Aisyah menghampiri dan kaget melihat suami tampannya dalam keadaan babak belur di wajah lalu mencium tangan suaminya dan membolak-balikkan wajah suaminya

"Ya Allah Gusti, kenapa wajahmu?"

"Aw, pelan-pelan sayang ini sakit"

"Ya sudah, Abi sudah makan?, Abi mau mandi apa mau makan dulu? nanti aku obati lukanya"

"Abi mandi dulu, gerah banget dan nanti abi mau cerita sama kamu" ucap Indra sambil meraih dagu Aisyah dan mengecup sekilas , lalu Indra mengambil handuk dan melangkah ke kamar mandi. tidak butuh waktu lama Indra melakukan ritual mandinya dia sudah segar dan

"Abi, aku obati dulu ya, dan ceritakan kenapa kamu bisa seperti ini, dan nanti habis itu kita sholat maghrib dan baru makan " ucap Aisyah yang bawel Indra hanya tersenyum mendapat perhatian dari sang istri.

"Ish, Malah senyum. sini aku obati dulu"

"Iya iya bawel amat sih istriku ini, sini aku cerita kan" lalu Indra menceritakan kejadian di kantor semuanya tampa ada yang dilebih-lebihkan dan di kurangi.

"Bener abi tidak tergoda sama perempuan ulet keket itu? " Ucap Aisyah sambil menekan kapan yang ia pegang di wajah Indra kerena kesal, perempuan mana yang tidak kesal dan dongkol saat suaminya bilang digoda perempuan, cemburu pasti ada

"Aw, pelan-pelan sayang ini sakit"

"Jawab, apa abi tergoda?, Terus di mana perempuan itu menyentuh abi? " ucap Aisyah sambil membolak-balikkan wajah tampan Indra.

"Mana ada Abi tergoda perempuan liar seperti itu, dia tidak sempat menyentuh Abi, tapi Abi sekarang sudah tidak berkerja lagi "

"Bagus lebih baik Abi tidak bekerja di sana dari pada Perempuan liar itu Kegatelan sama Abi" ucap Aisyah ketus dan merasa lega jika suaminya dipecat, lebih baik kehilangan pekerjaan suaminya dari pada sang suami tergoda perempuan liar itu. Aisyah begitu yakin jika Rezeki itu tidak akan tertukar.

"Tapi Abi, tidak punya penghasilan dan pekerjaan lagi sayang"

"Kata siapa?, Abi kan bisa jadi Driver lagi, toh selama ini kan kita hidup dari abi menjadi drive"

"Terimakasih sayang, kamu begitu pengertian, oh ya hari minggu besok Si Ayu mau main ke mari, itu loh yang Abi ceritakan ke kamu, teman Abi yang masih tinggal di panti asuhan" ucap Indra.

"Panti Asuhan Fatimah Az-Zahra, ya aku ingat jangan-jangan itu Ayuku mas.. "

...****************...

...Bersambung...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!