Bocah Tua Nakal

Happy reading guy's

......................

Di tempat lain di sebuah Cafe, terlihat dua orang pria paruh baya yang tampak gusar melihat jam mewah di tangannya

"Hei Rahman, aku tau jam mu itu mahal janganlah kau pamerkan terus jam itu. aku tidak iri barang sedikitpun jam jelek seperti itu" Ucap Chandra Salim sambil terkekeh dan orang yang diledek memicingkan mata tajam.

"Diam kau Salim, tidak tahu apa aku sedang kesal oleh sahabatmu itu. Kurang ajar si Yusuf itu berani-beraninya dia membuat seorang Hasyim Abdul Rahman menunggu. Awas saja tua bangka itu"

"Cih, kau ini tua bangka itu pun sahabatmu juga bodoh, kau seperti tidak kenal si Yusuf yang lelet bak seekor siput. Berapa lama kau mengenal nya?, Satu hari apa dua hari? " lama - lam Chandra Salim pun kesal melihat tingkah Hasyim yang sedari tadi gusar dan selalu melihat jam

"Sudahlah, Kulihat cafe anak mu ini semakin lama semakin maju, hebat juga kau mendidik anakmu, tidak seperti aku ini. anak ku selalu membantah apa yang aku ucapkan"

"Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, Kata-kata itu pas untukmu" Ucap Hasyim lirih

"Ah kau ini, Kadang aku menyesal kenapa dulu aku selalu membantah kata-kata papihku, ternyata aku pun merasakan apa yang dulu papihku rasakan"

"Hahaha, Sadar juga kau sipit. kau selalu menyusahkan papihmu" Dua pria paruh baya tampak tertawa di obralan mereka hingga seorang pemuda mendekat

"Halo yah, Om" ucap pemuda tersebut dua orang pria paruh baya itu menengok melihat siapa yang menyapanya.

"Halo keponakanku yang tampan, Sehat kau? " kemudian pemuda itu mencium punggung tangan kedua pria paruh baya dengan takjim

"Sehat Om, Alhamdulillah"

"Hai budak bangor, maneh boga imah kunaon teu balik ka imah?, ari sia, indung maneh neangan unggal poe" Hasyim melotot sambil bertolak pinggang

( "Hai anak nakal, kamu punya rumah kenapa tidak pernah pulang ke rumah? kamu ini, ibumu setiap hari menanyakan kamu terus" )

"Kalem we atuh Beh, Lamun abi hayang balik mah abi geh eungke balik, kuari mah abi keur ngejar cinta seorang Gani Abdul Rahman" ucapnya santai

( "Santai aja kali beh, kalau aku mau pulang juga pasti aku bakalan pulang, sekarang aku lagi ngejar Cinta seorang Gani Abdul Rahman" ) "Om Gani ke Atas dulu ya, biasa mau setor. Mules nih gara-gara debat sama aki-aki" Gani berlari menghindari amukan sang ayah, gimana ga ngamuk ayahnya sebelum lari Gani sempat menjewel dada ayahnya. Chandra hanya bisa terkekeh melihat kelakuan kedekatan ayah dan anak itu, memang anak nomor dua dari sahabatnya itu kelakuan nya rada-rada absurd, tapi untuk kemampuan dalam memimpin jangan di bantah lagi sebelas dua belas dengan sang kakek.

"Aku iri dengan kedekatan kau dengan anak mu itu, Si bengal itu tidak seperti anakmu, rasanya aku ingin menukarnya saja dengan anakmu" Chandra bersandar di kursi sambil memijit pelipisnya, Hasyim membulatkan matanya saat hendak menyeruput tehnya

"Dikira anakku panci apa?, seenaknya aja kau main tukar-tukar"

Saat asik mengobrol seorang gadis manis berseragam Guru memasuki Cafe dengan membawa sekeranjang kue, Hasyim memicingkan matanya dan mengingat siapa gadis itu.

"Tak"

"Hai bodoh bukankah itu calon menantu mu, gadis yang sedang di kejar-kejar anakmu itu? " Chandra menyentil dahi kriput sahabatnya

"Kau, kenapa menyintrek dahiku!, Sakit bodoh" Hasyim mengusap dahinya"Sedangkan pelakunya tertawa

"Awas kau, ku balas nanti"

"Hai Kau kemari" panggil Hasyim ke seorang gadis

"Saya Tuan? " ucapnya sambil menunjuk dirinya

"Ada apa ya tuan itu memanggilku?, sebentar wajahnya tampak mirip seseorang. dan aku merasa tidak asing tapi siapa ya? " ucap Jannah dalam hati sambil mengingat seseorang dirasa mirip

"Iya kamu, kemarilah" Jannah kemudian mendekat berjalan sambil menunduk karena takut. dan mencium punggung tangan kedua pria paruh baya itu dengan takjim. entah mengapa dia ingin melakukan nya

"Sopannya calon menantu ku" ucap Hasyim dalam hati

"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu? "

"Apa yang kau bawa itu?" Tanya Hasyim, Chandra hanya mengerutkan dahinya

"Ini Tuan pesanan kue pesanan Cafe ini, mau saya antar ke A Egi" ucap Jannah sambil menunjukan kue hasil buatannya

"Hemm, apa itu bisa di makan?, Apakah enak?. Bentuknya saja jelek begitu" Ucap Hasyim menggoda calon menantu nya

"Ini enak kok Tuan, bahkan pemilik Cafe ini saja menyukai nya"

"Iya pemilik Cafe ini menyukai nya karena menyukai pembuat nya juga" kali bukan Hasyim yang berucap tapi Chandra

"Hah a...apa Tuan? "

"Sudah berikan aku kue itu, Masing-masing kasih dua pcs" Ucap Hasyim dengan nada dibuat datar yang ingin menggoda

"Ta.. tapi Tuan kue ini harus saya antar dulu ke A Egi, nanti Tuan bisa pesan ke pelayan"

"Ah ribet sama saja, aku mau nya sekarang. Sudah kamu siapkan tempatnya"

"Baiklah Tuan, tunggu sebentar saya ambilkan piringnya dulu" Jannah kemudian berbalik badan setelah membungkuk hormat. saat hendak berjalan Jannah di panggil kembali

"Tunggu, tolong sekalian buatkan aku dan temanku kopi. Ingat harus enak, awas kalau tidak enak" ucap Hasyim

"Baik Tuan" Jannah kemudian jalan sambil berlari kecil buru-buru ke arah pantry Cafe untuk membuat Kopi dan berikut kue yang di pinta calon mertua nya. setelah memberikan keranjang kue dan menghitung nya bersama dengan karyawan cafe dia kemudian meminta izin ke Barista yang berjaga kemudian dia membuat kopi.

"Tuan itu sangat menyebalkan, aku merasa dia mirip Aa Gani ku. ya sama-sama menyebalkan. Atau jangan-jangan Tuan itu Ayahnya?" Gumam Jannah pelan

"Bu Jannah, Sedang buat apa? " Tanya Egi Sambil menepak pelan bahu

"Kodok loncat, Astaghfirullah A Egi" pekik Jannah kaget " kau mengagetkan saja, Ini mau buat kopi buat dua Tuan yang ada disana? " tunjuk Jannah ke arah Hasyim dan Candra.

"Oh buat calon mertua toh, ingat bu kopinya jangan terlalu manis, Dan ini kopi yang biasanya Tuan Hasyim dan temannya minum" ucap Egi sambil memberikan kopi sachet merk Liong yang bisa dijual di warung-warung kopi pinggir jalan yang hanya ada di daerah pelosok

( Duh Author jadi kepengen kopi itu )

" Astaghfirullah,Tadi A Egi ngomong apa?,Calon mertua?" pekik Jannah kaget

"Iya mertua ibu"

"Aduh bodoh-bodoh ,aku baru ingat itu Tuan Hasyim mantan Bosku dulu di Toko, Ya Allah malunya aku bertemu calon mertua ku dalam keadaan seperti ini, rasanya aku butuh kantong ajaib Doraemon" ucap Jannah dalam hati merutuki sikapnya

"Kenapa bu, kok mukanya jadi ungu? " Goda Egi

"Ini merah blushon tau bukan ungu, Dah sana ganggu aja" usir Jannah

"Ayo Jannah kamu bisa, Bismillah" ucap Jannah menyemangati dirinya sendiri agar tidak gugup

Sementara di meja itu lelaki paruh baya tampak mengamati gadis itu" Jannah berjalan sambil membawa pesanan kedua pria paruh baya tersebut.

"Ini Tuan, silahkan" Jannah meletakan dua cangkir dan sepiring kue

"Hmm"

"Sruup... sruuup" Hasyim dan Chandra menyeruput kopinya

"Ah mantap juga kopi buatan manantu ku Ini" batin Hasyim

"Ada lagi Tuan, kalau tidak ada saya permisi" Ucap Jannah sambil membungkukkan badan

"Kau mau kemana?, Duduk temani kami"

"Maaf Tuan, saya harus pergi sebelum.. " ucap Jannah menggantung karena Jannah melihat Gani menatapnya Tajam

"Sebelum apa?, Apa ini kopi buatan mu Nona? " tanya Chandra sambil menaikan kedua alisnya menggoda Jannah

"Iya Tuan, itu buatan saya apa rasanya tidak enak? " Tanya Jannah takut, dia bukan takut karena goda pria paruh baya tapi takut karena Gani terus menatapnya dengan tajam dan berjalan menghampiri nya

"Pas rasanya, Manis semanis yang buat"

"Pletak" Hasyim memukul pelan Kepala Chandra dengan sendok untuk mengaduk kopinya

"Kau, berani-beraninya menggoda menantuku, Jika kau ingin mempunyai menantu untuk kau goda suruh anakmu mencarikan mu menantu" Ucap Hasyim sudah tidak tahan dengan sahabatnya selalu menggoda menantunya

"Dan kau coba tengok ke arah sana, ada singa lapar yang siap menerkam mu karena menggoda calon istrinya" ucap Hasyim sambil menunjuk Gani yang mendekati mereka, Jannah semakin menunduk

"Semoga dia tidak kemari, Ya Allah tolong hamba mu ini" batin Jannah

"Hai kalian berdua Bocah tua Nakal, apa kalian sedang menggoda Calon istriku?" sentak Gani sambil sedikit mengeraskan nadanya.

...****************...

...bersambung...

Terpopuler

Comments

jack

jack

lanjut thor...💪💪💪💪

2022-07-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!