" Nah gitu donk, kalau senyum kan tambah tampan." goda dokter Rebecca sambil tersenyum
Tuan Richard hanya tersenyum dan mengacak rambut dokter Rebecca.
" Aish rambutku berantakan tahu." Ucap dokter Rebecca sambil memajukan bibir bawahnya dan merapikan rambutnya agar rapih kembali.
Tuan Richard malah sengaja mengacak rambut dokter Rebecca hingga benar-benar berantakan.
" Honey." Ucap dokter Rebecca dengan nada kesal dengan wajah cemberut.
Tuan Richard tersenyum melihat wajah cemberut dokter Rebecca dan menganggap dokter Rebecca sebagai mainan baru yang tidak pernah bosan untuk dimainkan.
Dokter Rebecca mengubah posisi duduknya dan tanpa sengaja telapak kakinya yang terluka menyenggol kaki tuan Richard.
" Sstttttt.." Desis dokter Rebecca
Tuan Richard yang semula tersenyum langsung senyumannya menghilang dan berubah menjadi panik.
" Ada apa? Apakah aku menyakitimu? Maaf." Ucap tuan Richard merasa bersalah dan pertama kalinya dirinya meminta maaf.
" Tidak ada apa - apa." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.
Dirinya baru teringat kalau dokter Rebecca juga terluka terkena pecahan vas bunga membuat tuan Richard melihat telapak kaki dokter Rebecca terluka dan salah satu kakinya ada noda darah dan bisa dipastikan kalau noda darah itu milik dokter Rebecca karena telapak kaki dokter Rebecca masih mengeluarkan darah segar.
" Kenapa diam saja, inikan bisa infeksi." Ucap tuan Richard sambil memegang pergelangan kaki dokter Rebecca sambil mengomel.
" Jangan di pegang." Ucap dokter Rebecca sambil menarik kakinya tapi tenaganya kalah jauh dengan tuan jawab.
Tuan Richard menatap tajam membuat dokter Rebecca diam dan membiarkan tuan Richard memegang kaki dokter Rebecca. Tuan Richard membuka kotak obat yang kebetulan masih berada di ranjang dan dengan hati - hati tuan Richard membersihkan telapak kaki dokter Rebecca sambil meniupnya dengan perlahan.
" Sstttttt.." Rintih dokter Rebecca.
" Tuh kan sakit." Omel tuan Richard.
" Iya maaf." jawab dokter Rebecca sambil menundukkan kepalanya.
Tuan Richard menghembuskan nafasnya dengan perlahan kemudian menarik dagu dokter Rebecca agar menatap dirinya.
" Kamu boleh memperhatikan lukaku tapi perhatikan juga lukamu karena aku tidak ingin kamu terluka." Ucap tuan Richard.
Dokter Rebecca hanya tersenyum mendengar tuan Richard sedangkan tuan Richard kembali mengobati luka dokter Rebecca setelah selesai membersihkan telapak kaki dokter Rebecca, tuan Richard memberikan obat merah kemudian menutupnya dengan perban.
" Terima kasih honey." Ucap dokter Rebecca dengan nada tulus.
" Hemmm." Jawab tuan Richard berupa deheman.
Para pelayan dan asisten Rey yang mendengar percakapan tuan Richard dengan dokter Rebecca hanya bisa berharap agar tuan Richard dengan dokter Rebecca segera menikah dan hidup bahagia karena sejak kehadiran dokter Rebecca, tuan Richard sering tersenyum dan tidak marah - marah lagi seperti biasanya. Setelah selesai membersihkan para pelayan dan asisten Rey pergi meninggalkan mereka berdua.
" Honey aku lapar, honey lapar tidak?" tanya dokter Rebecca.
" Aku belum lapar, aku akan menghubungi kepala pelayan untuk mengantar makanan." Ucap tuan Richard.
" Tapi aku ingin makan bareng honey apalagi kan waktunya makan siang." jawab dokter Rebecca.
" Aku bosan dengan makanan yang itu - itu terus." Keluh tuan Richard.
" Mau aku masakin?" tanya dokter Rebecca sambil menatap wajah tuan Richard tanpa merasa jijik sedikitpun.
" Memang bisa masak?" tanya tuan Richard sambil menatap wajah cantik dokter Rebecca.
" Bisa donk, mau makan apa?" Tanya dokter Rebecca.
" Apa saja aku suka," jawab tuan Richard.
" Ok, aku akan ke dapur." Ucap dokter Rebecca.
" Aku ikut." Ucap tuan Richard.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments