Asisten Rey hanya diam dan langsung membalikkan badannya meninggalkan dokter Rebecca tapi baru beberapa langkah dokter Rebecca memanggilnya membuat dirinya membalikkan badannya kembali.
" Tuan..." Ucap dokter Rebecca menggantungkan kalimatnya
" Rey." Ucap asisten Rey yang mengerti ucapan dokter Rebecca.
" Hmmm .... Boleh aku bertanya?" tanya dokter Rebecca
" Ya." Jawab asisten Rey singkat.
" Apakah kita pernah bertemu di rumah sakit? dan apakah calon suamiku adalah orang yang sama dan maaf... wajahnya rusak? karena aku mengenali suaranya. " tanya dokter Rebecca penasaran dengan men jeda kalimatnya.
Asisten Rey menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
" Ya benar." jawab asisten Rey.
" Kalau boleh tahu apa yang sebenarnya terjadi? Maaf aku hanya ingin tahu tentang masa lalu calon suamiku agar aku tidak melakukan kesalahan." ucap dokter Rebecca dengan nada agak takut.
" Ikut saya ke taman belakang." Ucap asisten Rey sambil membalikkan badannya dan melangkahkan kakinya menuju ke taman belakang.
" Baik tuan Rey." Jawab dokter Rebecca.
Asisten Rey berjalan menuju ke taman belakang dan diikuti oleh dokter Rebecca dari arah belakang.
" Panggil namaku Rey saja tidak perlu pakai kata tuan." Pinta asisten Rey.
" Tidak sopan, bagaimana kalau kak Rey?" tanya dokter Rebecca.
" Terserah nona saja." Jawab asisten Rey
" Panggil Rebecca saja." Ucap dokter Rebecca.
" Maaf nona saya tidak berani." Ucap asisten Rey.
" Tidak berani sama siapa?" tanya dokter Rebecca sambil mengernyitkan alisnya.
" Tuan muda Richard." Jawab asisten Rey jujur.
" Nanti aku yang akan mengatakannya." Jawab dokter Rebecca.
" Jangan nona, biarlah saya tetap memanggil dengan sebutan nona." Tolak asisten Rey.
Dokter Rebecca menghembuskan nafasnya perlahan kemudian menatap wajah asisten Rey.
" Baiklah." Jawab dokter Rebecca.
Kini mereka sudah sampai di taman belakang. Dokter Rebecca duduk di taman belakang sambil melihat sekelilingnya tidak ada bunga sama sekali hanya hamparan rumput sedangkan asisten Rey hanya berdiri menatap ke arah depan.
" Ceritakan lah kak, aku ingin mendengar tentang masa lalu calon suamiku." Ucap dokter Rebecca.
Asisten Rey menghembuskan nafasnya dengan berat sambil mengingat masa lalu.
" Dalam perjalanan menuju ke gedung pernikahan tuan Richard mengalami kecelakaan hebat dan mengakibatkan wajahnya rusak parah dan lumpuh. Tuan Richard sangat terpukul dengan wajahnya yang sangat rusak, lumpuh dan di tambah hatinya terpukul karena calon istrinya menghina habis - habis san dan parahnya lagi calon istrinya menikah dengan musuh tuan Richard." Ucap asisten Rey sambil menahan amarahnya.
Dokter Rebecca tanpa sadar air matanya keluar ketika mendengar betapa menderitanya calon suaminya.
" Sejak saat itu tuan Richard selalu marah - marah dan membanting semua barang - barang yang berada di kamarnya. Nona aku mohon jika seandainya melihat wajah tuan Richard jangan berteriak histeris karena tuan Richard akan marah dan juga sangat sedih secara bersamaan. Saya harap nona bisa mengubah sifat tuan Richard dan maafkan kalau kata - katanya menyakiti perasaan nona karena saya tahu tuan Richard sedang mengalami depresi." Ucap asisten Rey.
" Apakah wajahnya bisa di operasi?" Tanya dokter Rebecca.
" Sebenarnya bisa tetapi tuan Richard sudah tidak ada semangat untuk hidup." Ucap asisten Rey.
" Lalu untuk apa tuan Richard membeli diriku dan menginginkan keturunan?" tanya dokter Rebecca penasaran.
" Karena tuan Richard menginginkan keturunan untuk mewariskan seluruh kekayaannya. Saya pernah menawarkan tuan Richard seorang gadis tapi ketika melihat wajahnya gadis itu berteriak ketakutan sampai empat gadis yang saya tawarkan tapi semuanya sama. Sejak saat itu tuan Richard menolak untuk berkenalan dengan gadis lain. Akhirnya aku mengusulkan yang lain yaitu membeli seorang gadis karena kalau membeli tidak akan menolaknya." Ucap asisten Rey menjelaskan semuanya tanpa ada yang di tutupinya.
" Kemarin ketika ayah kandung nona datang untuk menawarkan nona Rebecca untuk di jual oleh tuan Richard. Tuan Richard langsung setuju karena nona Rebecca tidak akan mungkin menolaknya untuk di ajak menikah." Sambung asisten Rey.
( " Terlebih saya tahu tuan Richard sangat menyukai nona karena itulah ketika ayah nona datang membawa anak tiri dan foto anak kandung saya menawarkan nona Rebecca yang menjadi pendamping tuan Richard. Semoga keputusanku tidak salah karena saya merasa yakin nona berbeda dengan wanita lain." ucap asisten Rey dalam hati ).
" Apakah setelah kami menikah dan aku melahirkan seorang anak, tuan Richard akan menceraikan aku?" tanya dokter Rebecca sambil matanya mengarah ke rumput hijau.
" Benar nona tapi nona tenang saja karena tuan Richard akan memberikan kompensasi yang sangat besar, nona bisa menggunakan uang itu untuk usaha atau bersenang - senang." Ucap asisten Rey.
Dokter Rebecca hanya menghembuskan nafasnya perlahan entah kenapa hatinya terasa sesak ketika mendengar ucapan asisten Rey.
" Aku harap tuan Richard tidak melakukan hal itu." Ucap dokter Rebecca penuh harap.
" Memangnya kenapa nona?" tanya asisten Rey sambil mengerutkan keningnya
" Karena aku ingin menikah sekali seumur hidup tapi jika memang tuan Richard menginginkan perceraian aku akan pergi dari kehidupan tuan Richard." Jawab dokter Rebecca menjelaskan.
" Memang apa rencana nona setelah bercerai?" tanya asisten Rey penasaran
" Aku akan tinggal di panti asuhan untuk mengasuh anak - anak yang terlantar. Aku tidak akan menerima uang sepeserpun dari tuan Richard karena aku bukan gadis matre. Sudah cukup uang yang diberikan oleh ayah kandungku." jawab dokter Rebecca dengan mata berkaca-kaca.
Asisten Rey sangat terkejut dengan ucapan dokter Rebecca tapi cepat - cepat merubah wajahnya jadi datar dan dingin.
" Terserah nona saja, walau sejujurnya saya sangat berharap nona muda dan tuan muda bisa hidup bahagia selamanya." Ucap asisten Rey dengan nada tulus.
" Amin." Jawab dokter Rebecca.
" Maaf nona, saya tidak bisa lama - lama karena tuan Richard dari tadi memandangi kita terus dari atas balkon." Ucap Asisten Rey yang merasakan dirinya di perhatikan dan dirinya tahu siapa yang memperhatikan dirinya.
Asisten Rey langsung membalikkan badannya meninggalkan dokter Rebecca hal itu membuat dokter Rebecca berdiri dari kursinya dan langsung membalikkan tubuhnya kemudian mengangkat kepalanya ke atas dan melihat wajah tuan Richard dengan wajah yang sangat menyeramkan sedang memandangi dirinya dengan tatapan seakan ingin membunuh dokter Rebecca kemudian tidak berapa lama membalikkan badannya.
" Wajahnya sangat menyeramkan." Gumam dokter Rebecca pelan tapi masih terdengar oleh asisten Rey.
Dokter Rebecca pun ikut melangkahkan kakinya mengikuti langkah asisten Rey.
" Ya benar nona, sekali lagi aku mohon jangan berteriak jika tuan Richard tidak memakai topeng." Ucap asisten Rey mengingatkan dokter Rebecca agar tidak lupa sambil menghentikan langkahnya.
" Baik saya akan Ingat pesan dari kak Rey." jawab dokter Rebecca.
" Bagus nona dan maaf aku mau naik ke atas ingin menemui tuan Richard." Ucap asisten Rey sambil melanjutkan langkahnya.
" Tunggu dulu, aku tadi datang tidak membawa pakaian. Bisakah ada yang mengantarku pulang ke rumahku dulu?" tanya dokter Rebecca.
" Semua pakaian nona ada di lemari kamar nona termasuk peralatan mandi, tas, sepatu dan kosmetik." Ucap asisten Rey sambil menghentikan langkahnya kembali tanpa membalikkan badannya.
" Sejak kapan? perasaan sebelum aku berangkat ke mansion semua pakaianku masih ada di rumah?" tanya dokter Rebecca penasaran.
" Semua masih baru nona, kemarin pas ayah kandung nona pergi tuan Richard memerintahkan saya untuk membelinya." Ucap asisten Rey.
" Baiklah nanti aku akan bilang ke tuan Richard untuk mengatakan terima kasih." Ucap dokter Rebecca.
" Silahkan nona, maaf saya saya mau ke atas untuk menemui tuan Richard." Ucap asisten Rey.
" Baiklah saya juga mau ke kamarku." Ucap dokter Rebecca.
Dokter Rebecca dan asisten Rey berjalan menaiki anak tangga. Baru saja beberapa langkah menaiki anak tangga asisten Rey dan dokter Rebecca mendengar suara seperti ada orang yang membanting barang.
" Seperti suara orang membanting barang, siapa ya?" Tanya dokter Rebecca penasaran
" Seperti yang tadi saya katakan tuan Richard jika sedang marah membanting semua barang - barang." Ucap asisten Rey menjelaskan
" Aku akan ke kamar tuan Richard." Ucap dokter Rebecca sambil berlari menaiki anak tangga.
" Jangan nona, nanti nona akan terluka." Ucap asisten Rey dengan nada kuatir.
" Aku tidak perduli." Ucap dokter Rebecca sambil berlari.
Dokter Rebecca menaiki anak tangga dengan cara berlari sedangkan asisten Rey hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.
" Aduh nona, kenapa cari masalah di hari pertama?" Apakah nona tidak tahu kalau tuan Richard marah bisa melukai nona." ucap asisten Rey dengan nada kuatir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
FanSan Galery
banyak typo yah thor
2022-08-29
1
NOiR🥀
kasian
2022-08-10
0
Kerimpak Kaca Luya
Next🧡🧡🧡
2022-06-17
0