Asisten Rey mengingat ketika tuan Richard selain membanting barang - barang tuan Richard juga pernah melukai dirinya karena merasa dirinya sangat tidak berguna wajahnya rusak, ke dua kakinya lumpuh dan calon istri yang dicintainya tega mengkhianati dirinya.
Untunglah asisten Rey ketika membuka pintu melihat tuan Richard ingin bunuh diri langsung melangkahkan kakinya dengan cepat dan mengambil pecahan kaca agar tuan Richard tidak jadi bunuh diri.
Tuan Richard marah dan mendorong tubuh asisten Rey membuat asisten Rey terluka terkena pecahan dan tuan Richard yang melihat asisten Rey terluka membuat tuan Richard langsung memerintahkan kepala pelayan untuk menghubungi dokter pribadi. Asisten Rey tidak memperdulikan tangan dan tubuhnya terluka asalkan tuan Richard tidak jadi bunuh diri.
Belum ada sepuluh menit dokter pribadi datang dan memberikan obat penenang. Besoknya tuan Richard bangun dan memanggil asisten Rey karena dirinya ingin membanting barang tapi barangnya tidak ada.
Asisten Rey bersedia membeli barang lagi untuk di banting asalkan tuan Richard berjanji untuk melepaskan kemarahannya lewat barang yang tidak bersalah dan tidak melakukan bunuh diri dan tuan Richard terpaksa setuju. Sejak saat itulah ketika tuan Richard marah maka melampiaskan ke barang - barang hingga sekarang.
Dokter Rebecca berlari hingga ke lantai dua hingga di depan pintu kamar tuan Richard, dokter Rebecca mendorong pintu dengan kasar.
brak
Tuan Richard sangat terkejut ketika pintu di buka secara paksa terlebih ketika melihat dokter Rebecca yang telah melihat wajahnya yang sangat menyeramkan membuat tuan Richard memerintahkan kursi rodanya untuk berputar agar membelakangi tubuh dokter Rebecca. Kursi roda itupun mengikuti tuannya dan otomatis langsung berputar.
" Pergi!!! kenapa kamu ke sini!!! pergi!!!" Teriak tuan Richard mengusir dokter Karen.
" Aku tidak akan pergi jika tuan Richard masih membanting barang - barang." Ucap dokter Rebecca dengan nada tegas
" Itu bukan urusanmu, ini semua barang milikku dan aku yang membelinya jadi pergilah dari kamarku!!!" bentak tuan Richard.
" Aku tahu tapi aku mohon cukup ini yang terakhir tuan Richard membanting semua barang." Pinta dokter Rebecca dengan nada memohon.
Tuan Richard terdiam mendengar permohonan dokter Rebecca tanpa membalikkan badannya karena dirinya sangat malu dengan wajahnya yang seperti monster.
" Bolehkah aku bertanya satu hal?" tanya dokter Rebecca
" Tanyalah." jawab tuan Richard singkat
" Kenapa tuan Richard membanting semua barang?" tanya dokter Rebecca sambil berjalan perlahan.
" Ini bukan urusanmu, pergilah!!!" Teriak tuan Richard
" Aku tidak akan pergi sebelum mendapatkan jawabannya." Ucap dokter Rebecca bersikeras.
" Pergi!!!" Teriak tuan Richard kembali.
" Aku tidak akan pergi sebelum aku mendapatkan jawabannya." Ucap dokter Rebecca mengulangi perkataannya.
" Aku tidak akan menjawabnya." Ucap tuan Richard.
" Kalau begitu aku juga tidak akan pergi dari kamar tuan." Ucap dokter Rebecca sambil melangkahkan kakinya perlahan dan berhati - hati agar tidak terkena pecahan keramik dan vas bunga.
Tuan Richard mendengar dengan jelas langkah kaki seseorang dan dirinya tahu kalau dokter Rebecca berjalan mendekati dirinya.
" Stop di lantai banyak pecahan beling kakimu bisa terluka." Ucap tuan Richard dengan nada kuatir.
" Aku akan berhenti berjalan jika tuan bersedia menjawab pertanyaan ku. Kenapa tuan marah - marah?" tanya dokter Rebecca walau dirinya sudah tahu tapi dirinya ingin mendengar sendiri dari mulut tuan muda David.
" Kamu tidak takut dengan wajahku?" tanya tuan Richard
" Tidak, kenapa aku mesti takut?" tanya dokter Rebecca.
Tuan Richard memerintahkan kursi rodanya untuk berputar agar bisa melihat dokter Rebecca dengan jelas.
" Apakah kamu tidak takut padaku? atau kamu ingin menghinaku?" Tanya tuan Richard sambil memandang dokter Rebecca dengan tatapan sendu.
" Aku bukan wanita seperti itu." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum dan melanjutkan langkahnya.
Tuan Richard memerintahkan kursi rodanya agar mendekati ke arah dokter Rebecca tanpa memperdulikan di lantai banyak pecahan keramik dan vas bunga dan juga makanan yang belum tersentuh ikut juga di banting oleh tuan Richard.
" Tuan Richard, berhenti banyak pecahan keramik dan piring. Aku sangat takut nanti kaki tuan terluka." ucap dokter Rebecca dengan nada kuatir.
" Kenapa kamu perduli? semua orang tidak ada yang perduli hanya asisten Rey dan kepala pelayan yang perduli padaku." Ucap tuan Richard dengan nada sinis.
" Aku juga sangat perduli padamu tuan." Ucap dokter Rebecca.
" Perduli padaku atau perduli dengan uangku?" tanya tuan Richard dengan nada sinis.
Dokter Rebecca hanya diam dan berjalan ke arah tuan Richard agar tuan Richard tidak terkena pecahan beling dan vas bunga.
Tes
Tanpa sengaja dokter Rebecca menginjak vas bunga hingga darah segar keluar dari kakinya karena pecahan vas bunga menembus sendal tipis yang digunakan oleh dokter Rebecca hingga darah segar keluar dari kaki dokter Rebecca tapi dokter Rebecca tidak memperdulikannya karena dirinya tidak ingin tuan Richard terluka sedangkan mata elang tuan Richard melihat kaki kiri dokter Rebecca terluka membuat tuan Richard menurunkan salah satu kakinya ke bawah karena dirinya ingin berdiri dan membantu dokter Rebecca.
Tes
Salah satu pecahan gelas menancap di sendal tipis tuan Richard dan tembus ke kaki tuan Richard hingga mengeluarkan darah segar tapi karena lumpuh tuan Richard tidak merasakan sakit sedikitpun.
" Tuan... kaki tuan berdarah." Teriak dokter Rebecca tanpa memperdulikan ucapan tuan Richard.
Dokter Rebecca sangat terkejut kemudian berjalan dengan hati - hati menuju ke arah ranjang tanpa memperdulikan kakinya yang terluka. Dokter Rebecca melepaskan pecahan yang menempel di kaki tuan Richard kemudian menarik ke dua tangan tuan Richard dengan sekuat tenaga membuat tuan Richard kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa tubuh mungil dokter Rebecca.
deg
deg
deg
deg
Ke dua jantung tuan Richard dan dokter Rebecca berdetak kencang, tuan Richard menatap bibir dokter Rebecca yang berada dibawah tubuh nya dan wajahnya didekatkan ke wajah dokter Rebecca sedangkan dokter Rebecca memejamkan matanya dan ke dua tangannya dikalungkan ke leher tuan Richard.
cup
Ciuman pertama buat dokter Rebecca sedangkan tuan Richard ciuman ke dua karena tuan Richard pernah berciuman dengan calon istrinya.
" Manis." Ucap tuan Richard sambil menjilati bibirnya.
Dokter Rebecca membuka matanya kemudian tersenyum dan melepaskan ke dua tangannya yang tadi dikalungkan ke leher tuan Richard. Tangan kanan dokter Rebecca diarahkan ke wajah tuan Richard tapi tuan Richard memalingkan wajahnya.
" Aku mohon ijinkan aku membelai wajah tuan." Mohon dokter Rebecca
" Apakah kamu tidak jijik padaku? atau takut melihat wajahku?" tanya tuan Richard sambil menatap wajah cantik dokter Rebecca dengan tatapan sendu.
" Tidak, kenapa jijik? aku tidak merasakan jijik ataupun takut." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum.
Tuan Richard menatap kembali wajah cantik dokter Rebecca sedangkan dokter Rebecca membelai wajah tuan Richard dengan perlahan terasa sekali bentuk yang tidak beraturan di tangan dokter Rebecca sedangkan sebaliknya tuan Richard merasakan tangan dokter Rebecca yang halus membelai wajahnya.
Tuan Richard merasakan adik kecilnya semakin menegang sedangkan dokter Rebecca merasakan bagian privasinya ada yang menusuk - nusuk.
Tuan Richard memegang tangan dokter Rebecca kemudian mengecup kening, mata dan mencium bibir dokter Rebecca semakin lama ciuman itu semakin menuntut.
Ceklek
Asisten Rey yang merasa kuatir dengan dokter Rebecca membuat asisten Rey memberanikan diri membuka pintu dan ketika melihat mereka sedang berciuman membuat asisten Rey langsung membalikkan badannya.
" Maafkan saya tuan, nona," ucap asisten Rey sambil meruntuki kebodohannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Reza Indra
WoOowWw...👍🏻👍🏻👍🏻❤❤🧡❤❤😘😘😘
2023-05-20
0
Lili Ana
kok kata kata ini di aku jadi Lawak ya
2022-10-31
2
Joana
adoooooh si rey main ganggu aja
2022-08-07
0