Asisten Rey yang merasa kuatir dengan dokter Rebecca membuat asisten Rey memberanikan diri membuka pintu dan ketika melihat mereka sedang berciuman membuat asisten Rey langsung membalikkan badannya.
" Maafkan saya tuan, nona," ucap asisten Rey sambil meruntuki kebodohannya.
" Ada apa? tanya tuan Richard dengan nada dingin sambil menggulingkan tubuhnya ke arah samping dokter Rebecca kemudian menatap tajam ke arah asisten Rey.
" Kak Rey, kaki tuan Richard terluka tolong ambilkan kotak obat,' pinta dokter Rebecca ketika melihat asisten Rey bingung mau menjawab pertanyaan tuan Richard.
" Sebentar nona," jawab asisten Rey.
Asisten Rey berjalan dengan hati - hati kemudian mengambil kotak obat milik tuan Richard yang tersimpan di laci dekat ranjang.
" Maaf nona, ini kotak obatnya," ucap asisten Rey.
" Terima kasih kak dan aku minta tolong satu lagi, bolehkah?" tanya dokter Rebecca.
" Apa itu nona?" tanya asisten Rey.
" Tolong panggilkan pelayan untuk membersihkan kamar tuan Richard dan sekalian tolong siapkan baskom yang sudah di isi air hangat dan handuk," pinta dokter Rebecca.
" Baik nona," jawab asisten Rey
" Kalau begitu saya pergi dulu," ucap asisten Rey yang melihat dokter Rebecca baik - baik saja.
" Terima kasih kak," jawab dokter Rebecca.
" Sudah menjadi tugas saya nona,' jawab asisten Rey
' Nona Rebecca memang berbeda dengan wanita di luaran sana, untung aku memilih nona Rebecca dari pada adik tirinya,' ucap asisten Rey dalam hati.
Asisten Rey pergi meninggalkan tuan Richard dan dokter Rebecca berdua di kamar tuan Richard, dokter Rebecca melihat wajah tuan Richard seperti menahan amarahnya.
" Tuan Richard marah padaku?" tanya dokter Rebecca.
" Kamu memanggil Rey dengan sebutan kak Rey tapi kenapa memanggilku dengan sebutan tuan Richard?" tanya tuan Richard dengan wajah di tekuk.
Grep
" Maaf, maunya di panggil apa?" tanya dokter Rebecca sambil menggenggam tangan tuan Richard.
" Terserah," jawab tuan Richard.
" Bagaimana kalau kak Richard?" tanya dokter Rebecca.
" Aku tidak suka kalau di panggil kakak karena aku bukan kakakmu," jawab tuan Richard dengan nada ketus.
" Bagaimana kalau honey?" tanya dokter Rebecca yang tiba - tiba ingat ketika rekannya memanggil kekasihnya dengan sebutan honey.
" Honey.... Boleh deh," jawab tuan Richard sambil tersenyum nyaris tidak terlihat.
" Honey sekarang senyum ya jangan cemberut," pinta dokter Rebecca sambil tersenyum manis.
" Aku sangat suka kamu memanggilku dengan sebutan honey dan aku minta mulai sekarang dan seterusnya panggil namaku dengan sebutan honey," pinta tuan Richard tanpa melakukan permintaan dokter Rebecca.
" Ok," jawab dokter Rebecca singkat.
Grep
Tuan Richard mengambil topeng yang berada di atas meja dekat ranjangnya untuk di pakaikan ke wajahnya namun dokter Rebecca menahan tangan tuan Richard membuat tuan Richard menatap dirinya.
" Kenapa topengnya di pakai?" Tanya dokter Rebecca.
" Aku tidak ingin kamu tidak nyaman dengan wajah buruk ku ini." Ucap tuan Richard sambil menarik tangan dokter Rebecca yang memegang pergelangan tangannya dengan menggunakan tangan kirinya kemudian tangan kanannya memakaikan topengnya ke arah wajahnya.
" Honey bolehkah aku meminta satu hal darimu?" tanya dokter Rebecca sambil menampilkan puppy eyes nya yang menjadi andalannya.
" Apa itu?" tanya tuan Richard dengan nada curiga.
" Aku merasa honey tidak nyaman bila menggunakan topeng itu." tebak dokter Rebecca.
" Memang benar katamu tapi aku tidak ingin kamu takut ataupun jijik melihat wajah buruk ku." Ucap tuan Richard sambil menatap mata indah dokter Rebecca dengan tatapan sendu
" Karena itu, bolehkah aku meminta jika bersamaku honey tidak perlu memakai topeng karena aku sama sekali tidak merasakan takut ataupun jijik." Ucap dokter Rebecca dengan nada jujur.
Tuan Richard menghembuskan nafasnya dengan perlahan hatinya sangat senang karena dokter Rebecca bukan seperti wanita lain yang berada di luaran sana yang hanya mengincar hartanya dan menghina wajahnya.
" Apakah kamu tidak takut?" tanya tuan Richard untuk memastikannya.
" Sejak tadi kita mengobrol, apakah honey melihatku jijik atau takut?" tanya dokter Rebecca.
" Baiklah." Jawab tuan Richard pasrah terlebih apa yang dikatakan dokter Rebecca benar adanya karena sejak tadi mereka mengobrol dokter Rebecca tidak menunjukkan wajah jijik atau takut ketika dekat dengan dirinya..
Tuan Richard pun melepaskan topengnya dan diletakkan kembali di meja dekat ranjangnya bersamaan terdengar suara ketukan pintu kamar tuan Richard.
" Masuk." jawab tuan Richard sambil duduk di kepala ranjang.
Ceklek
Asisten Rey membuka pintu kamar tuan Richard kemudian datang tiga pelayan yang dua membawa peralatan sapu dan pel sedangkan yang satunya membawa baskom berisi air dan handuk.
" Maaf nona, ini baskom yang nona minta," ucap pelayan tersebut sambil memberikan baskom tersebut ke arah dokter Rebecca.
" Terima kasih," jawab dokter Rebecca sambil tersenyum dan menerima baskom tersebut.
" Sama - sama nona,'' jawab pelayan tersebut.
Ke tiga pelayan tersebut membersihkan kamar tuan Richard yang seperti kapal pecah sedangkan asisten Rey pergi meninggalkan mereka.
" Honey berbaringlah." Pinta dokter Rebecca
Tanpa banyak bertanya tuan Richard berbaring di ranjang sedangkan dokter Rebecca duduk dekat di bawah kaki tuan Richard kemudian meletakkan baskom tersebut yang berada di bawah kaki kiri tuan Richard.
Dokter Rebecca mengangkat kaki kanan tuan Richard kemudian di angkat dan diletakkan di paha dokter Rebecca untuk digunakan sebagai bantalan kaki tuan Richard.
Dokter Rebecca mencelupkan handuk tersebut ke dalam baskom yang berisi air hangat setelah selesai dokter Rebecca memeras handuk yang sudah di rendam dengan air hangat.
Dokter Rebecca meniup perlahan ke arah kaki kanan tuan Richard sambil membersihkan darah yang segar yang keluar dari kaki tuan Richard.
" Walau di tiup dengan menggunakan angin topan sekalipun aku tidak akan merasakan sakit sama sekali jadi percuma saja di tiup." Ucap tuan Richard dengan wajah di tekuk.
" Pffftttt hahahaha..." dokter Rebecca tertawa lepas
" Kenapa tertawa?" tanya tuan Richard sambil menatap tajam ke arah dokter Rebecca walau hatinya sangat senang melihat tawa lepas dokter Rebecca.
" Kalau angin topan yang datang kaki honey memang tidak merasakan sakit tapi yang ada tubuh honey terbang karena anginnya kencang dan tubuh honey yang akan merasakan sakit." Ucap dokter Rebecca menjelaskan.
Tuan Richard tersenyum begitu pula dengan dokter Rebecca, dokter Rebecca meniup kembali kaki tuan Richard sambil membersihkan setelah bersih dokter Rebecca membuka kotak obat dan memberikan obat luka dan menutupnya dengan perban setelah lima belas menit kemudian dokter Rebecca telah selesai.
" Sudah selesai. Apakah honey pernah berobat agar honey bisa berjalan?" tanya dokter Rebecca.
" Tidak buat apa?" tanya tuan Richard.
" Apakah honey tidak ingin berjalan?" Tanya dokter Rebecca
" Ingin, tapi buat apa?" tanya tuan Richard.
" Demi aku, maukah honey berobat?" pinta dokter Rebecca sambil memijat kaki kanan tuan Richard.
Tuan Richard menatap wajah cantik dokter Rebecca dengan tatapan bingung.
" Aku ingin melihat honey bisa berjalan seperti dulu." Ucap dokter Rebecca sambil masih memijat kaki tuan Richard.
" Kamu pijat sampai sekeras apapun aku tidak akan merasakan sakit sedikitpun." Ucap tuan Richard tanpa memperdulikan ucapan dokter Rebecca.
" Benarkah? mau taruhan?" tanya dokter Rebecca.
" Taruhan apa?" tanya tuan Richard sambil menaikkan salah satu alisnya.
" Jika ternyata aku memijat kaki honey dan honey berteriak maka apapun yang aku pinta honey harus memenuhi keinginanku tapi jika honey tidak berteriak maka apapun yang honey minta aku akan mengabulkannya walau sulit aku akan berusaha untuk melakukannya." Ucap dokter Rebecca.
" Baiklah, aku setuju dan aku sangat yakin kamu bakalan kalah." Ucap tuan Richard sambil tersenyum menyeringai.
" Kita lihat saja." Jawab dokter Rebecca sambil tersenyum menatap wajah tuan Richard.
Dokter Rebecca mulai meraba - raba kaki kiri tuan Richard untuk mencari titik syaraf. Awalnya tuan Richard tersenyum melihat dokter Rebecca yang sedang konsentrasi membuat dirinya sangat gemas tapi lama kelamaan kakinya merasakan sakit yang luar biasa.
" Akhhhhh... sakit..." teriak tuan Richard sambil berteriak kesakitan.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Sambil menunggu lanjutannya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Rinto Hotang
gadis yg baik lanjut
2022-10-19
0