Asisten Rey hanya memandang tuan Richard dengan sendu dan berharap ini semua segera berakhir.
" Tuan yang kuat saya percaya tuan pasti bisa menghadapi ini semua." ucap asisten Rey.
Asisten Rey berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena dirinya sangat lelah pulang dari pekerjaan terlebih pekerjaannya bertambah banyak karena tuan muda Richard masih berada di rumah sakit.
xxxxxxx
Di tempat yang berbeda dokter Rebecca seperti biasa pulang dari rumah sakit menuju ke rumahnya.
" Sudah gajian belum?" Tanya ayahnya dokter Rebecca
" Belum ayah seminggu lagi baru gajian." Jawab dokter Rebecca
" Kalau begitu mana kunci mobilnya?" tanya ibu tiri dokter Rebecca
" Buat apa bu?" tanya dokter Rebecca.
" Dasar bod*h, jangan banyak tanya mana kuncinya!!!" bentak ibu tirinya dokter Rebecca.
" Kamu itu jadi anak jangan bawel," sambung ayahnya dokter Rebecca.
Dokter Rebecca hanya menghembuskan nafasnya dengan berat kemudian memberikan kunci mobil ke ibu tirinya. Ibu tirinya langsung menerima kunci tersebut dan mengajak suami dan adik tiri dokter Rebecca pergi entah kemana meninggalkan dokter Rebecca sendirian.
Dokter Rebecca yang sudah pulang dari rumah sakit berjalan ke kamarnya untuk mandi dan istirahat.
Pagi harinya dokter Rebecca seperti biasa bangun pagi memasak untuk sarapan pagi untuk dirinya dan juga untuk ke dua orang tuanya dan adik tirinya. Selesai memasak dokter Rebecca berjalan ke arah kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Dokter Rebecca masuk ke kamar mandi, selesai mandi dan berpakaian dokter Rebecca sarapan pagi di meja makan bersama ke dua orang tuanya dan adik tirinya.
Seperti biasa selama makan tidak ada yang bicara sedikitpun, selesai makan dokter Rebecca mencuci piring dan gelas kotor sedangkan mereka bertiga hanya bermain ponsel tanpa melakukan kegiatan apapun. Selesai mencuci piring dokter Rebecca mengambil tas kerjanya kemudian menemui ibu tirinya.
" Bu, kunci mobilnya mana?" tanya dokter Rebecca.
" Jual." Jawab ibu tirinya singkat tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.
" Apa??? kenapa di jual?" tanya dokter Rebecca setengah berteriak.
" Berisik!!! salah siapa kamu tidak kasih uang ke kami." Jawab ayah dan ibu tirinya dengan serempak dan dengan nada naik satu oktaf sambil menatap tajam ke arah dokter Rebecca.
" Ayah, ibu aku kan sudah bilang seminggu lagi aku gajian." protes dokter Rebecca.
" Terlalu lama, sudah sana kerja cari uang yang banyak." perintah ayahnya dengan nada santai.
" Dengar tuh kata ayahmu, kerja dengan keras supaya menghasilkan uang yang sangat banyak," sambung ibu tirinya.
" Pergi sana. mataku sakit melihat wajahmu," usir adik tirinya.
Dokter Rebecca hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan perlahan, ingin rasanya pergi dari rumah itu tapi dirinya bingung pergi ke mana.
" Baiklah ayah, aku berangkat dulu." pamit dokter Rebecca berpamitan sambil mengulurkan tangan kanannya hendak mencium punggung tangan ayahnya.
" Pergilah, ayah tidak mau di sentuh olehmu." ucap ayahnya tanpa punya rasa bersalah sedikitpun.
" Baik ayah, aku berangkat dulu." pamit dokter Rebecca
" Pergi, jangan sentuh tangan kotormu!!!" bentak ibu tirinya.
" Baik bu, aku berangkat dulu." pamit dokter Rebecca
Ibu tirinya hanya diam membuat dokter Rebecca hanya tersenyum hambar kemudian pergi meninggalkan mereka sambil memesan ojek online menuju ke rumah sakit.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Rumah Sakit Pelita Kasih
Tuan Richard perlahan membuka matanya dan melihat sekelilingnya sambil berusaha menggerakkan ke dua kakinya tapi tidak bisa digerakkan sama sekali membuat dirinya marah.
prang
prang
bruk
Semua barang - barang yang berada di ruang perawatan perawatan di dorong hingga tubuhnya terjatuh. Orang - orang yang mendengar suara keributan hanya menatap ruang perawatan VVIP tanpa ada yang berani masuk ke dalam.
Dokter dan perawat masuk ke dalam ruang perawatan VVIP langsung menolong tuan Richard tapi tuan Richard memberontak dan mendorong dokter dan perawat. Tenaganya yang kuat membuat dokter dan perawat kewalahan.
" Suster panggil dokter untuk menyuntik obat penenang." perintah dokter tersebut
" Baik dokter." Jawab suster tersebut
Suster tersebut keluar dari ruang perawatan sedangkan dokter tersebut sedikit menjauh karena tidak ingin mendapatkan bogem mentah dari tuan Richard.
Dokter Rebecca yang sudah memakai masker dan memakai pakaian operasi karena hari ini ada jadwal operasi melihat seorang perawat berlari.
" Ada apa suster?" tanya dokter Rebecca.
" Pasien yang dokter tolong waktu itu sedang mengamuk dan saya di suruh memanggil dokter lain untuk menyuntik obat penenang." jawab perawat itu
Dokter Rebecca melihat jam tangannya dan masih ada waktu untuk operasi.
" Sudah biar saya saja sus." Ucap dokter Rebecca
" Tapi dokter pasiennya mengamuk saya tidak ingin dokter terluka." jawab perawat itu kuatir.
" Tidak apa - apa santai saja." Jawab dokter Rebecca.
" Baik dokter, pasiennya di rawat di ruang perawatan VVIP dok." jawab perawat tersebut dengan nada pasrah karena dirinya tidak tega jika dokter Rebecca terluka.
" Suster hubungi keluarganya saja biar saya langsung ke ruang perawatan." perintah dokter Rebecca sambil berjalan ke ruang perawatan VVIP.
" Baik dok." Jawab suster tersebut.
ceklek
Dokter Rebecca melihat tuan Richard sedang berbaring di lantai sambil mendorong dan membanting barang yang berada disekitarnya sedangkan temannya yang juga seorang dokter sedang membelakangi dirinya hanya melihat tuan Richard tanpa melakukan apapun.
" Dokter Vincent, kenapa pasien tidak di tolong?" tanya dokter Rebecca
Dokter Vincent membalikkan badannya dan terlihat wajahnya babak belur.
" Maaf dokter Rebecca tadi saya mau menolong tapi saya mendapatkan ini." jawab dokter Vincent sambil menunjuk wajahnya.
Dokter Rebecca menutup mulutnya seakan tidak percaya pagi ini melihat kejadian seperti ini. Dokter Rebecca mendekati tuan Richard sambil menyentuh tangan kanannya.
" Aku mohon berhentilah, apa yang tuan lakukan hanya menyakiti diri tuan." ucap dokter Rebecca dengan suara lembut
Tuan Richard yang ingin menepis tangan dokter Rebecca tiba - tiba tidak tega melakukannya dan langsung berhenti.
" Tuan, saya dan teman saya bantu tuan untuk angkat tuan ke ranjang boleh?" tanya dokter Rebecca dengan nada masih lembut.
Tuan Richard hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun.
" Dokter Vincent bisa bantu aku mengangkatnya?" tanya dokter Rebecca.
" Boleh." jawab dokter Vincent singkat dengan nada terkejut karena tadi pasiennya marah - marah dan mengamuk membanting dan memukul dirinya hingga wajahnya lebam tapi kini setelah bertemu dengan dokter Rebecca pasiennya langsung menurut dan tidak marah lagi.
Ke dua dokter itu dengan perlahan mengangkat tubuh tuan Richard ke ranjang. Setelah selesai dokter Rebecca memasang kembali infusnya kemudian menyelimuti tubuh tuan Richard sampai ke dadanya sedangkan dokter Vincent memanggil office boy untuk merapikan barang - barang seperti kursi, lemari dan barang lainnya yang tadi di banting dan di dorong oleh tuan Richard.
" Dokter Vincent, obati dulu wajahnya biar saya menangani tuan ini." ucap dokter Rebecca.
" Ok. Dokter hati - hati." jawab dokter Vincent.
Dokter Rebecca hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan dokter Vincent pergi meninggalkan dokter Rebecca dan tuan Richard.
" Boleh aku lihat tangan tuan?" tanya dokter Rebecca dengan nada masih lembut.
Tuan Richard lagi - lagi menurut dan memberikan tangannya. Dokter Rebecca memegang tangan tuan Richard dan melihat apakah ada luka atau tidak.
" Lihatlah tuan tangan tuan terluka, jangan diulangi lagi ya?" pinta dokter Rebecca.
" Aku lumpuh dok dan wajahku rusak." Ucap tuan Richard dengan nada sendu.
Dokter Rebecca tersenyum dan menyentuh wajah tuan Richard yang masih di balut perban.
"Tuan yang sabar ya? apalagi dengan jaman serba canggih tuan bisa operasi wajah dan mengenai lumpuh tuan bisa pergi ke alternatif supaya bisa jalan kembali." Ucap dokter Rebecca.
Tuan Richard hanya diam mendengarkan ucapan dokter Rebecca.
" Ke dua tangan tuan harus diobati sama teman saya ya?" ucap dokter Rebecca
" Kenapa tidak sama dokter saja?" tanya tuan Richard.
" Maaf tuan, hari ini saya ada jadwal operasi jadi sama dokter lain." jawab dokter Rebecca
" Baiklah." Jawab tuan Richard pasrah karena dirinya ingin dokter Rebecca yang mengobati dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Shuhairi Nafsir
benci banget dengan cerita kalau perempuan perempuan yg bodoh lagi lemah. belajar tinggi tinggi tapi ternyata masih goblok dan nga tegas. sama yang mengilhamkan cerita ini
2022-07-09
6
Eka suci
ih dokter ko pemikiran nya sempit, kan bisa ngontrak rumah
2022-07-09
0
afra
ceritanya sama thor David ma karin cuma beda namanya
2022-06-13
0