" Seorang kakek, dia adalah pasienku," jawab dokter Rebecca.
" Kenapa kamu yang memandikan? Kenapa tidak perawat?" tanya tuan Richard.
" Waktu itu ketika perawat ku hendak membersihkan tubuhnya pasienku itu tidak mau dan memaki perawat ku hingga akhirnya perawat ku mengadu padaku. Aku mendatangi pasien itu untuk membujuknya tapi ketika bertemu denganku dia memanggil aku cucu dan memintaku untuk dimandikan. Aku berusaha untuk membujuk agar perawat ku yang membersihkan tubuhnya tapi pasien itu bersikeras dan memintaku untuk membersihkan tubuhnya dan akhirnya aku setuju," jawab dokter Rebecca.
Tuan Richard hanya terdiam sedangkan dokter Rebecca perlahan membersihkan wajah tuan Richard tanpa ada rasa jijik sedikitpun.
" Ceritakan tentang keluargamu." pinta tuan Richard setelah beberapa saat terdiam.
" Kata ayahku sejak aku lahir ibuku meninggal dunia dan sejak itu ayahku menikah dengan ibu tiriku yang sudah mempunyai seorang putri.'' jawab dokter Rebecca.
" Bagaimana dengan sekolahmu?" Tanya tuan Richard.
" Ayahku menyekolahkanku hingga aku lulus sekolah dasar kemudian aku bekerja sebagai pelayan agar aku bisa melanjutkan sekolahku hingga aku tamat SMA. Tamat SMA aku bekerja di perusahaan sebagai administrasi dengan berkerja aku mendapatkan uang dan uang itu aku gunakan sebagian untuk kuliah mengambil jurusan sekretaris." Ucap dokter Rebecca menjelaskan.
" Kamu kuliah apakah kekasihmu yang membayar semua kuliahmu setahuku biaya kuliah mahal? Lalu bukankah kamu berkerja sebagai dokter?" Tanya tuan Richard sambil menatap tajam ke arah dokter
" Kebetulan aku mendapatkan beasiswa jadi tidak terlalu mahal bayar kuliahnya. Awalnya aku berkerja bagian administrasi karena pekerjaan aku bagus maka aku dipromosikan menjadi sekretaris yang kebetulan waktu itu sekretaris direktur mendadak berhenti kerja karena orang tuanya sakit. Awalnya aku menolak karena aku baru masuk kuliah dan belum ada ketrampilan sebagai sekretaris tapi kata bosku akan mengajari aku tentang pekerjaan sekretaris." jawab dokter Rebecca.
" Bosmu pasti laki - laki dan masih single?" Tebak tuan Richard.
" Ya benar, kok honey tahu?" Tanya dokter Rebecca dengan nada terkejut.
" Apakah bosmu menyukaimu dan kamu juga menyukainya? tanya tuan Richard dengan nada cemburu.
" Kalau aku hanya menganggap sebagai bosku kalau bosku aku kurang tahu." jawab dokter Rebecca.
" Kamu kuliah sekretaris tapi kenapa jadi dokter? Kok aku jadi bingung?" tanya tuan Richard.
" Waktu semester 5 salah satu sahabatku terluka dan di bawa ke rumah sakit aku ikut menemaninya. Tanpa sengaja aku melihat ada sepasang suami istri membawa anaknya yang sakit tapi pihak rumah sakit tidak mau membantunya karena mereka tidak punya uang karena aku tidak tega aku membantu membiayai pengobatan anak itu. Sejak kejadian itu aku kuliah lagi mengambil jurusan kedokteran agar aku bisa membantu orang yang membutuhkan pertolongan tanpa mengeluarkan biaya sepersen pun jika orang itu tidak mampu membayarnya," jawab dokter Rebecca menjelaskan.
Tuan Richard yang mendengar cerita dokter Rebecca sangat terharu tapi perasaan itu segera dihilangkan karena dirinya tidak ingin jatuh untuk ke dua kalinya cukup Bela wanita yang telah melukai hatinya.111111
" Sudah selesai sekarang honey bisa buka celananya." pinta dokter Rebecca.
" Aku tidak bisa." jawab tuan Richard berbohong.
Dokter Rebecca menghembuskan nafasnya dengan berat, dengan ke dua tangan yang gemetaran dokter Rebecca mengarahkan tangannya ke arah celana tuan Richard sambil memejamkan matanya dengan hati - hati.
Dokter Rebecca melepaskan pengait celana panjang kemudian dilanjutkan dengan menarik resleting celananya hingga tampak celana boxernya yang sudah mulai sesak karena adik kecilnya sudah mulai tegang akibat sentuhan lembut tangan dokter Rebecca tapi dokter Rebecca belum menyadari hal itu karena bagaimanapun dirinya adalah pria normal.
" Kenapa kamu tidak suka? Bukankah pria itu kaya dan kamu bisa hidup enak?" Tanya tuan Richard.
Tuan Richard menahan ha srat nya dengan cara mengalihkan pembicaraan sedangkan dokter Rebecca perlahan membuka matanya dan menarik celana panjang tuan Richard.
" Bagiku cinta itu apabila aku merasa nyaman bersama seorang pria, mencintai aku apa adanya bukan karena pria itu kaya." jawab dokter Rebecca.
" Apakah kamu merasakan nyaman bersamaku?" Tanya tuan Richard.
" Jujur ya aku merasakan nyaman dengan honey, apalagi lusa kita akan menikah." jawab dokter Rebecca jujur.
" Kalau dengan bosmu?" tanya tuan Richard.
" Biasa saja seperti bos dengan anak buahnya." jawab dokter Rebecca.
" Apakah honey nyaman bersamaku?" Tanya dokter Rebecca.
" Tentu saja aku sangat nyaman bersamamu." Ucap tuan Richard keceplosan.
" Syukurlah aku ikut senang." jawab dokter Rebecca sambil tersenyum manis.
" Eh tidak, kamu kan wanita yang aku beli jadi kamu adalah budak ku jadi aku tidak merasa nyaman bila dekat denganmu," ucap tuan Richard berbohong.
Dokter Rebecca menatap mata tuan Richard dan dokter Rebecca tahu kalau tuan Richard berbohong tapi dokter Rebecca hanya diam. Dokter Rebecca kini sudah selesai melap paha kanan sampai ke telapak kaki dan kini dilanjutkan melap paha sebelah kiri dan tidak sengaja menyentuh adik kecil milik tuan Richard yang sudah mulai sangat tegang.
" Maaf, aku tidak sengaja," ucap dokter Rebecca sambil menarik tangannya dengan wajah memerah.
Tuan Richard hanya memalingkan wajahnya sambil me re mas seprai untuk menghilangkan hasratnya karena bagaimanapun dirinya adalah pria normal sedangkan dokter Rebecca melanjutkan kembali pekerjaannya.
" Sudah selesai dan sekarang aku akan mengambilkan dulu pakaian milik honey." Ucap dokter Rebecca sambil berdiri dan berjalan ke arah lemari.
" Ok. Jawab tuan Richard singkat.
Dokter Rebecca membuka lemari milik tuan Richard dan mengambil satu stel pakaian santai tuan Richard kemudian meletakkan di samping ranjang.
" Pakai sendiri atau aku pakaikan?" Tanya dokter Rebecca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Sri Wahyuti
Kenapa kakinya ndak diterapi? Kan robecca dokter.
2022-06-22
2