Bodyguard itu membuka pintu utama kemudian bertemu dengan kepala pelayan.
" Ada sepasang suami istri dan seorang gadis ingin bertemu dengan asisten Rey." Ucap bodyguard melaporkan sambil memberikan kartu nama ke kepala pelayan.
" Sebentar saya akan tanyakan ke tuan Rey dulu." jawab kepala pelayan sambil menerima kartu nama tersebut.
" Baik." Jawab bodyguard tersebut.
Kepala pelayan itupun berjalan memasuki ruang kerja milik tuan Richard karena semenjak tuan Richard sering membanting barang - barang dan pernah melukai dirinya membuat asisten Rey jarang ke kantor terlebih tuan Richard tidak pernah mau makan dan jika ada pelayan yang memberikan makanan yang ada piring yang berisi makanan di banting dan pelayan akan mendapatkan bogem mentah dari tuan Richard.
Sejak saat itu tidak ada yang berani mengantar makanan hanya asisten Rey yang berani melakukannya terlebih asisten Rey tidak akan mendapatkan bogem mentah karena hanya dirinya yang bisa membujuknya. Hanya dengan asisten Rey tuan Richard mau menurutinya walau makan sedikit tidak apa - apa yang penting mau makan.
tok
tok
tok
" Masuk." jawab asisten Rey.
ceklek
Kepala pelayan membuka pintu ruang kerja milik tuan Richard dan masuk ke dalam.
" Ada apa?" tanya asisten Rey.
" Maaf tuan ada yang mencari tuan dan memberikan kartu nama milik tuan." Jawab kepala pelayan sambil memberikan kartu nama milik asisten Rey.
" Baiklah, suruh tunggu di ruang keluarga." Ucap asisten Rey.
" Baik tuan, permisi." Jawab kepala pelayan
Kepala pelayan itupun meninggalkan asisten Rey menuju ke tempat bodyguard yang sedang menunggu dirinya, singkat cerita kini asisten Rey duduk di ruang keluarga dan dihadapannya duduk sepasang suami istri dan seorang gadis dengan memakai pakaian kurang bahan membuat asisten Rey membencinya karena membuat dirinya ingat akan Bela mantan calon istri tuan Richard yang sangat angkuh dan arogant terlebih dari tatapan mata dan gayanya hampir sama dengan Bela.
" Ada apa menemui ku?" tanya asisten Rey tanpa basa basi
" Tuan, saya mendapatkan informasi dari adikku kalau tuan muda pemilik mansion ini sedang mencari seorang istri dan kebetulan saya mempunyai seorang putri." ucap pria paruh baya menjelaskan maksud kedatangannya.
" Apakah anda tahu kalau tuan mencari seorang istri dengan cara membeli?" tanya asisten Rey.
" Saya tahu tuan karena itu saya ingin menjualnya." jawab pria paruh baya tersebut.
" Kenapa anda tega menjual putri kandungmu?" tanya asisten Rey sambil menahan emosi karena dirinya sangat kesal mendengar seorang ayah tega menjual putri kandungnya.
" Dia bukan putri kandungku tapi dia putri tiri ku." jawab pria baya itu dengan nada tegas.
" Apakah putri tirimu masih gadis?" tanya asisten Rey
" Tentu saja putri tiri ku masih gadis, masih menjaga kehormatannya." jawab pria paruh baya itu.
" Apakah dia?" tanya asisten Rey sambil menunjuk gadis tersebut yang menatapnya tanpa berkedip.
' Asistennya sangat tampan jika aku menikah dengan pria lumpuh dan berwajah cacat aku akan selingkuh dengan asistennya, apa lagi tidak ada orang yang bisa menolak pesonaku,' ucap gadis itu dalam hati dengan penuh percaya diri.
' Huh, gadis ini dari wajahnya sudah terlihat jelas kalau gadis ini sangat licik dan jahat, walau masih gadis aku tidak setuju jika tuan Richard menikah dengan gadis ini,' ucap asisten Rey dalam hati.
" Apakah ada anakmu yang lain?" tanya asisten Rey.
" Ada," jawab pria paruh baya itu singkat.
" Tidak ada," jawab wanita paruh baya itu bersamaan karena dirinya tidak rela jika anak tirinya menikah dengan pria kaya walau pria kaya itu lumpuh dan berwajah cacat.
" Mana yang benar? Hah!!!" bentak Rey yang tidak suka basa basi.
" Maafkan istri saya tuan, yang benar ada satu lagi yaitu putri kandungku," jawab pria paruh baya itu.
" Ada fotonya?" tanya asisten Rey.
" Ada tuan, sebentar," jawab pria paruh baya itu.
Pria paruh baya itupun mengambil ponselnya di saku kemejanya kemudian mencari foto putri kandungnya yang di simpannya di galeri ponselnya setelah ketemu diberikan ke asisten Rey.
Asisten Rey menerima ponsel milik pria paruh baya tersebut kemudian menatap foto putri kandung pria paruh baya tersebut namun tiba - tiba matanya membulat sempurna karena asisten Rey kenal dengan gadis yang ada di foto tersebut membuat dirinya tersenyum nyaris tidak terlihat.
" Baiklah, saya akan tanyakan ke tuan muda dulu." ucap asisten Rey.
" Baik, kami akan menunggunya." jawab pria paruh baya tersebut.
Asisten Rey berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar tuan Richard ketika sudah di depan pintu tuan Richard asisten Rey mengetuk pintu.
tok
tok
tok
" Masuk." perintah tuan Richard.
ceklek
Asisten Rey membuka pintu kamar tuan Richard, Asisten Rey hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat karena sejak kejadian pulang dari rumah sakit tuan Richard hingga sekarang masih membanting barang - barang.
" Maaf tuan, ada yang mencari tuan." Ucap asisten Rey
" Siapa?" tanya tuan Richard tanpa menatap asisten Rey.
" Seorang pria paruh baya katanya ingin menjual putri kandungnya untuk dijadikan istri tuan muda, apakah tuan muda tertarik ingin membelinya?" tanya asisten Rey sambil tersenyum.
" Apakah masih gadis?" tanya tuan Richard.
" Masih tuan." jawab asisten Rey.
" Ada fotonya?" tanya tuan Richard sambil menatap asisten Rey yang tersenyum membuat dirinya menaikkan salah satu alis matanya.
" Kenapa kamu tersenyum?" tanya tuan Richard dengan nada curiga.
" Ada tuan, ini fotonya dan mengenai kenapa saya tersenyum tuan akan tahu." jawab asisten Rey sambil memberikan ponsel milik pria tadi.
Tuan Richard menerima ponsel tersebut dan melihat foto seorang gadis yang sangat cantik membuat darahnya berdesir sekaligus matanya membulat sempurna kemudian menatap asisten Rey.
" Dokter Rebecca? Kamu tidak bercanda kan?" tanya tuan Richard tidak percaya.
" Tidak tuan," jawab asisten Rey dengan nada yakin.
Tuan Richard tersenyum bahagia ketika dokter Rebecca sebentar lagi akan menjadi miliknya sedangkan asisten Rey yang melihat tuan Richard tersenyum membuat asisten ikut tersenyum bahagia karena kebahagiaan tuannya juga merupakan kebahagiaannya.
" Katakan aku setuju untuk membelinya dan katakan aku akan menikah dengan putri kandungnya dan buat surat perjanjian jika sudah di beli tidak boleh di minta lagi dan langsung putus hubungan keluarga. Berapapun uang yang di minta turuti saja." perintah tuan Richard sambil memberikan kembali ponsel milik pria yang ingin menjual putri kandungnya.
" Baik tuan." Jawab asisten Rey sambil menerima ponsel tersebut.
Asisten Rey membungkukkan badannya kemudian membalikkan badannya meninggalkan tuan Richard di kamarnya untuk menemui pria tersebut.
" Tuan saya mau membelinya dan akan menikah dengan putri kandung tuan." Ucap asisten Rey.
" Tidak masalah yang penting harganya cocok." Ucap pria paruh baya tersebut.
" Tidak masalah buat kami, kalau begitu besok pagi datang ke sini untuk tanda tangani surat perjanjian dan juga bawa putri tuan dalam kondisi menjaga kehormatannya." Ucap asisten Rey.
" Tunggu!!! kenapa tidak memilih putriku? Putriku sangat cantik dan seksi?" tanya wanita paruh baya itu tidak terima jika dokter Rebecca menikah dengan tuan Richard.
" Betul kata ibuku, kenapa memilih wanita ja lang itu dari pada aku," sambung Valen yang tidak terima kakak tirinya menikah dengan pria kaya.
" Apa maksudmu?" tanya asisten Rey.
" Ibunya adalah wanita ja lang dan tentu saja putrinya juga ******," ucap wanita paruh baya itu.
" Bukankah ayah kandungnya pria ini?" tanya asisten Rey tidak mengerti.
" Sebenarnya kami tidak yakin kalau wanita ****** itu anak suamiku karena kami melihat ibunya bersama pria.... mmmppphhhtttt..." ucap wanita paruh baya itu menggantungkan kalimatnya karena mulutnya di bekap oleh suaminya.
" Maafkan istriku, baik yang terpenting besok siapkan uang dua ratus juta rupiah." ucap pria paruh baya itu.
( " Huh dasar pria mata duitan dan suka memeras, kasihan nona Rebecca." ucap asisten Rey dalam hati ).
( ' Aku memang sengaja tidak menawarkan ke tuan Richard karena sifat mu hampir sama dengan wanita ular itu,' sambung asisten Rey dalam hati )
" Anda tenang saja yang penting besok pagi semua sudah di siapkan." jawab asisten Rey sambil mengembalikan ponsel milik pria itu.
" Ok." Jawab pria paruh baya dengan singkat sambil menerima ponsel miliknya.
Pria paruh baya itupun pergi meninggalkan mansion yang sangat megah sambil menarik tangan istrinya dan putri tirinya dengan wajah bahagia karena dirinya sebentar lagi akan mendadak menjadi orang kaya raya sedangkan asisten Rey menaiki anak tangga menuju ke kamar tuan Richard sambil memikirkan perkataan wanita paruh baya itu.
tok
tok
tok
" Masuk." jawab tuan Richard.
ceklek
Asisten Rey membuka pintu kamar tuan Richard dan melihat tuan Richard sedang berbaring di ranjang.
" Bagaimana?" tanya tuan Richard sambil masih memandang langit - langit kamarnya.
" Besok pagi ke sini dan membawa putri kandungnya dan sekalian menandatangani surat perjanjian." jawab asisten Rey.
Asisten Rey tidak mengatakan tentang ucapan ibu tiri dokter Rebecca ke tuan Richard karena dirinya merasa sangat yakin kalau dokter Rebecca bukan wanita yang dikatakan oleh ibu tirinya.
" Bagus, sekalian buatkan juga surat perjanjian untuk gadis tersebut." perintah tuan Richard.
" Baik tuan." Jawab asisten Rey
" Panggil pelayan untuk membersihkan kamarku." Perintah tuan Richard.
" Baik tuan." Jawab asisten Rey.
xxxxxxx
Hari pun berlalu dengan cepatnya hingga tidak terasa hari sudah pagi. Seorang pria paruh baya dan seorang gadis yang menundukkan kepalanya berjalan mendekati gerbang mansion yang sangat megah.
" Permisi tuan, saya ingin bertemu dengan asisten Rey." Ucap pria paruh baya itu
Bodyguard itu melihat pria paruh baya itu bersama seorang gadis yang setia menundukkan kepalanya.
" Apakah sudah ada janji?" tanya bodyguard tersebut.
" Saya sudah ada janji dengan asisten Rey." jawab pria paruh baya itu.
" Tunggu sebentar." Ucap bodyguard itu.
Bodyguard itupun berjalan ke pintu utama kemudian membukanya dan masuk ke dalam untuk mencari kepala pelayan.
" Selamat pagi tuan." Sapa kepala pelayan
" Tolong panggilkan asisten Rey ada orang yang mencarinya katanya sudah ada janji dengan asisten Rey." Ucap bodyguard
" Siapa?" tanya kepala pelayan.
" Saya kurang tahu mereka datang berdua seorang pria paruh baya dan seorang gadis." Jawab bodyguard tersebut.
" Baik saya akan sampaikan." Ucap kepala pelayan.
" Baiklah saya akan menunggunya." Ucap bodyguard tersebut.
Kepala pelayan itupun berjalan ke ruang kerja milik tuan Richard sampai di depan pintu kepala pelayan mengetuk pintu sebanyak tiga kali.
tok
tok
tok
" Masuk." jawab asisten Rey.
ceklek
Kepala pelayan membuka pintu kemudian menundukkan kepalanya memberi hormat kemudian menatap ke arah asisten Rey.
" Selamat pagi tuan." Ucap kepala pelayan.
" Ya ada apa?" tanya asisten Rey yang tidak suka basa basi
" Maaf tuan ada yang mencari tuan." Ucap kepala pelayan.
" Siapa?" Tanya asisten Rey
" Maaf tuan saya kurang tahu tuan, mereka datang berdua seorang pria paruh baya dan seorang gadis." Ucap kepala pelayan.
" Bawa mereka ke ruang kerja." Perintah asisten Rey.
" Baik tuan." Jawab kepala pelayan.
Kepala pelayan itupun pergi meninggalkan asisten Rey sendirian di ruangan milik tuan Richard sedangkan asisten Rey menyiapkan dua dokumen yang akan di tanda tangani oleh pria paruh baya itu dan satunya lagi untuk dokter Rebecca.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Sumawita
Lanjut kak
2022-06-15
1