Dokter Rebecca menghubungi sahabatnya untuk datang dan sekalian membawa peralatan dokter dan tidak berapa lama sahabatnya datang sambil membawa peralatan dokter.
" Dokter Angel tolong obati ke dua tangannya." pinta dokter Rebecca
" Dokter Rebecca bukannya hari ini ada jadwal operasi?" tanya dokter Angel.
" Memang benar makanya aku minta tolong dokter Angel untuk mengobatinya." jawab dokter Rebecca
" Ok." Jawab dokter Angel
" Maaf tuan saya tinggal dulu, sahabat saya yang akan mengobati tuan." Ucap dokter Rebecca dengan nada masih lembut.
Tuan Richard hanya menganggukkan kepalanya tanpa bicara sedikitpun sedangkan dokter Rebecca pun meninggalkan tuan Richard dan dokter Angel di ruang perawatan.
ceklek
Asisten Rey membuka pintu perawatan dan melihat tuan Richard sedang di obati oleh dokter wanita yang kemarin ditemuinya. Asisten Rey berjalan mendekati mereka berdua.
" Bagaimana keadaan tuan?" tanya asisten Rey sambil melirik ke arah dokter Angel sekilas.
Tuan Richard hanya diam tanpa bicara sedikitpun sedangkan dokter Angel hanya melirik sekilas ke arah asisten Rey.
" Tuan..." ucap dokter Angel menggantungkan kalimatnya karena tidak tahu namanya.
" Tuan Richard." Ucap asisten Rey yang tahu maksud dokter Angel.
" Tuan Richard ke dua tangannya ada yang lecet dan ada beberapa yang terluka terkena pecahan kaca." Ucap dokter Angel menjelaskan.
" Apa yang terjadi?" tanya asisten Rey
" Maaf saya kurang tahu karena saya baru datang." jawab dokter Angel.
" Terus yang membantu tuan Richard siapa?" tanya asisten Rey
" Dokter Rebecca tapi dokter Rebecca sudah pergi karena hari ini ada jadwal operasi. Tuan Richard sudah selesai dan maaf saya tinggal karena saya ada jadwal mengecek pasien." Ucap dokter Angel sambil merapikan peralatannya.
Ke dua pria itu hanya diam tanpa bicara sedikitpun membuat dokter Angel hanya menghembuskan nafasnya perlahan kemudian pergi meninggalkan mereka berdua.
( " Tidak majikan, tidak asisten sama saja datar dan dingin." Ucap dokter Angel dalam hati ).
" Selama aku sakit apakah Bela datang?" tanya tuan Richard penuh harap.
" Maaf tuan tidak pernah sedikitpun tapi katanya nanti siang datang menengok keadaan tuan." jawab asisten Rey dengan jujur.
" Bagaimana pekerjaan kantor?" tanya tuan Richard berusaha mengalihkan pembicaraan karena dirinya tahu Bela tidak terima dengan keadaan dirinya yang sekarang walau dalam hati kecilnya menolaknya.
" Seperti biasa tuan banyak kerjaan tapi untunglah ada sekretaris tuan Richard jadi bisa membantu pekerjaanku." jawab asisten Rey.
" Baguslah, aku sepertinya tidak lagi ke kantor." Ucap tuan Richard sambil menghembuskan nafasnya dengan berat.
" Maaf tuan, hari ini ada jadwal meeting jadi saya tidak bisa menemani tuan seperti biasanya." ucap asisten Rey tidak enak hati,
" Pergilah." Ucap tuan Richard.
" Maaf tuan." Ucap asisten Rey sambil menundukkan kepalanya kemudian pergi meninggalkan tuan Richard.
Tuan Richard. hanya diam sambil menatap ke langit - langit kamarnya dirinya masih tidak percaya akan mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan yang membuat wajahnya cacat dan ke dua kakinya lumpuh.
ceklek
Seorang perawat membuka pintu ruang perawatan sambil membawa nampan yang berisi bubur dan gelas yang berisi air mineral.
" Maaf tuan, ini bubur untuk sarapan pagi." Ucap perawat tersebut dengan nada sopan.
" Pergi!!!" usir tuan Richard.
" Tapi tuan..." ucapan perawat tersebut terpotong oleh tuan Richard.
" Aku bilang pergi!!" bentak tuan Richard.
" Tapi tuan..." ucapan perawat itu terputus karena tuan Richard menepis nampan tersebut.
prang
Nampan, mangkok dan gelas jatuh berhamburan ke lantai membuat perawat ketakutan dan pergi meninggalkan tuan Richard sendirian.
" Akhhhhh..." Teriak tuan Richard frustrasi.
ceklek
Seorang wanita cantik masuk ke dalam ruang perawatan VVIP dan berjalan mendekati tuan Richard.
" Sayang, kenapa marah - marah?" tanya wanita itu dengan nada lembut.
" Bela ke sini aku ingin kamu memelukku." pinta tuan Richard.
Bela mendekati tuan Richard dan tuan Richard langsung memeluk tubuh Bela.
" Bela aku lumpuh dan wajahku rusak." Ucap tuan Richard dengan nada lirih.
Bela melepaskan ke dua tangan tuan Richard kemudian mendorong tubuh tuan Richard.
" Apa maksudmu sayang?" tanya Bela dengan nada terkejut.
" Aku lumpuh dan wajahku cacat." Jawab tuan Richard mengulangi perkataannya.
" Apa???" teriak Bela dengan wajah tidak percaya.
" Apakah pernikahan kita tetap dilaksanakan?" tanya tuan Richard tanpa memperdulikan teriakan Bela.
" Kamu mimpi kalau aku mau menikah dengan orang cacat dan lumpuh sepertimu!!!" Bentak Bela.
" Apa maksudmu Bela? kamu tidak mau menikah denganku?" tanya tuan Richard dengan nada terkejut.
" Hanya orang buta yang mau menikah denganmu!! Aku tidak mau seumur hidupku mengurus pria cacat sepertimu, aku sangat cantik banyak laki - laki yang mengejar-ngejar diriku." ucap Bela sambil menatap tajam ke arah tuan Richard tanpa punya rasa empati sedikitpun.
" Selama ini apa yang kamu minta aku selalu menuruti tapi kenapa kamu tidak mau mengurusku?" tanya tuan Richard.
" Oh, kamu tidak ikhlas memberikan semuanya, lebih baik aku pergi dari sini." Ucap Bela sambil membalikkan badannya dan berjalan meninggalkan tuan Richard,
" Bela tunggu, aku bisa operasi wajah dan aku bisa pergi ke alternatif agar ke dua kakiku bisa berjalan lagi." Ucap tuan Richard
" Apakah akan berhasil? banyak orang cacat dan melakukan pengobatan alternatif tapi apa hasilnya nol. Aku tidak mau menyia-nyiakan waktuku untuk menunggu yang tidak pasti." ucap Bela tanpa punya rasa empati sedikitpun sambil menghentikan langkah kakinya.
" Pernikahan kita batal dan kita putus." Sambung Bela.
Duar Duar
Bagai petir di siang hari itu yang di rasakan oleh tuan Richard mendengar ucapan Bela sedangkan Bela melanjutkan langkah kakinya meninggalkan tuan Richard.
" Bela tunggu jangan tinggalkan aku." Mohon tuan Richard sambil berteriak.
Bela menulikan telinganya dan meninggalkan tuan Richard sendirian kemudian membanting pintu ruang perawatan.
brak
Bela yang membanting pintu dengan keras membuat tuan Richard marah dan menarik selang infus kemudian melempar semua barang yang ada di dekatnya .
" Dasar kaki sia**n gara - gara kamu aku lumpuh." Maki tuan Richard sambil memukuli ke dua kakinya yang tidak merasakan sakit sama sekali.
ceklek
Dokter Rebecca masuk ke dalam ruang perawatan VVIP dan melihat tuan Richard sedang memukuli ke dua kakinya.
" Tuan jangan." Teriak dokter Rebecca sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.
" Aku mohon jangan sakiti diri sendiri." mohon dokter Rebecca tanpa sadar memeluk tubuh tuan Richard.
Tuan Richard yang awalnya memberontak akhirnya terdiam dan menikmati pelukan dan bau parfum dari tubuh dokter Rebecca yang membuat dirinya merasa nyaman dan membalas pelukan dokter Rebecca.
" Aku lumpuh dan cacat kekasihku meninggalkan aku dan kami putus." Ucap tuan Richard dengan nada lirih.
" Sstttttt sudah lupakan wanita itu mungkin bukan jodoh tuan." ucap dokter Rebecca.
" Tapi mana ada wanita yang mau denganku, aku cacat dan lumpuh." Ucap tuan Richard.
" Suatu saat nanti pasti akan ada wanita yang mencintai tuan dengan tulus." jawab dokter Rebecca sambil melepaskan pelukannya dan mendorong perlahan tubuh tuan Richard.
" Boleh buka masker mu?" tanya tuan Richard.
" Maaf aku lagi flu aku tidak mau tuan tertular. Tuan sudah Makan?" tanya dokter Rebecca dengan nada lembut.
" Belum, aku tidak lapar." jawab tuan Richard berbohong karena sebenarnya dirinya sangat lapar.
krucuk krucuk krucuk krucuk
Perut tuan Richard berbunyi nyaring membuat tuan Richard menunduk malu.
" Katanya sudah makan tapi kok cacingnya lagi demo." Goda dokter Rebecca.
Tuan Richard hanya tersenyum malu tanpa menjawab ucapan dokter Rebecca.
" Sebentar aku ambilkan makanan dan ingat jangan menyiksa diri lagi." Pinta dokter Rebecca.
Tuan Richard hanya menganggukkan kepalanya kemudian dokter Rebecca meninggalkan tuan Richard sendirian dan sebelum membuka pintu dokter Rebecca menghentikan langkahnya.
" Nanti akan datang office boy untuk membersihkan ruangan tuan dan aku harap tuan jangan memarahinya ataupun memukulnya." Ucap dokter Rebecca.
" Kenapa dokter perduli padanya?" tanya tuan Richard.
Dokter Rebecca membalikkan badannya dan menatap tuan Richard.
" Sesama manusia harus saling perduli sama seperti aku perduli dengan tuan." jawab dokter Rebecca.
Tuan Richard hanya diam tapi jauh di lubuk hatinya entah kenapa dirinya tidak suka kalau dokter Rebecca perduli dengan orang lain apalagi dengan pria lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
mrsdohkyungsoo
wahhhh
2024-01-03
0
Reza Indra
Semoga pada akhirnya Richard & Rebecca akn Bahagia dlm ikatatan Rumah Tangga...🧡🧡❤❤🧡🧡😘😘😘
2023-05-20
1
Okta
uhhh..😘
nyaman nya😝
2022-10-02
0