.
.
seorang Raya memelas manja pada papinya untuk hal spele seperti ini, sungguh ajaib bagi mereka.
"kamu sedang mencoba melindunginya sayang? ". tanya Dylan memicing curiga
"haha...! melindungi? Raya melindungi Mafia tulen itu? ". tanya Raya menunjuk luar dibalas anggukan oleh Dylan, Satria dan Alya.
"No.. papi.. No.. Raya cuma menjaga privasinya saja, karna apa yang Raya buat hari ini melanggar privasinya. itu aja pi.. tidak lebih". jelas Raya
Alya dan Satria makin tak percaya.
"pasti ada sesuatu". tebak kedua adik kakak itu kompak.
Raya menatap tajam kedua adiknya itu yang malah menatapnya balik seolah sedang menantang saja.
"melanggar Privasinya atau tidak itu sama saja kamu sedang mencoba melindunginya sayang". gemas Dylan
Raya menggeleng kepalanya, "oh.. ya Tuhan..!! kenapa tidak ada yang mengerti aku". Gumam Raya begitu jengah menjelaskan situasinya.
"bawa kemari abang ipar kak". pinta Alya membuat sang kakak makin menatapnya tajam bak sebilah pedang.
Alya bersembunyi dibelakang Satria yang tengah menertawai mereka.
"apa masalahnya kakak.. apa abang ipar protes dengan artikel itu? ". tanya Satria menggoda.
"sekali lagi kamu menyebutnya seperti itu. bersiaplah mati ditangan kakakmu ini". ancam Raya segera Satria angkat tangan sambil mengunci mulutnya.
Raya berbalik ke arah Dylan.
"papi mau nanya". Dylan memegang kedua bahu Raya.
Raya mengangguk
"apa pria itu mengatakan sesuatu? ". tanya Dylan membuat alis Raya mengkerut tak mengerti.
"mengatakan apa pi? ". tanya Raya malah tidak mengerti.
"sudahlah..! sana kembali ke kamarmu". alih Dylan
Raya pun menuruti perkataan Dylan, Satria dan Alya pun mendekat ke Dylan.
"siapa abang ipar itu pi? ". tanya Alya
"dari gelagatnya abang ipar bukan pria biasa, apa benar pi? ". tanya Satria.
"kalian pintar menganalisis hanya dengan melihat dari gambar kalian bisa menebaknya". Dylan berkata bangga dengan kemampuan anaknya.
"jadi benar pi? ". tanya Alya tak percaya tebakan mereka benar.
"sepertinya Satria pernah melihatnya". gumam Satria
"dimana kak? ". tanya Alya
Satria menggeleng kepalanya tak mengingat pertemuannya dengan Raka.
"sejak kapan ingatanmu jadi begitu buruk son? ". ledek Dylan
"haisshh.. papi.. Satria hanya pernah melihatnya sekali dan kalau Satria lupa pasti sudah lama sekali". jelas Satria.
"Alya akan tanya sama kak Nola". Alya berlari keluar mansion membuat Satria menggeleng pasrah.
"sayang.. hati-hati jangan sampai jatuh sayang". teriak Dylan memperingati.
.
.
di tempat lain.
Robert melihat komentar netizen mengenai artikel Raya dan Raka yang telah di hapus beserta fotonya.
Robert tersenyum miring,, "kau menyembunyikannya untuk melindunginya tapi sekarang kau malah membuatnya masuk dalam jurang kegelapanmu".
"kau sedang bermain denganku? baiklah aku tidak akan mengalah mendapatkan hati kekasihmu itu". gumam Robert tersenyum menakutkan.
Robert tau kampus Raya, ia akan hadir di acara pelantikan mading kampus MattGroup.
"mereka memintaku jadi dosen beberapa hari? hmm? baiklah... aku akan menjadi dosen selama beberapa hari dan akan mencoba mendekati wanitanya Raka". seringai Robert.
ke esokan harinya.
Raya hadir diacara pelantikan mading kampus.
sebenarnya Raya sudah bisa bebas dari kampus milik Melviano tapi para dosen disana masih membutuhkan Raya sebagai ketua panitia kampus bagian Divisi Komisi disiplin.
"kita kedatangan dosen baru? ". tanya Raya baru melihat nama dosen baru di kampus mereka kini tertera di buku tamu.
"iya kak". jawab mahasiswi bawahan Raya.
"Robert? ". gumam Raya pelan
"dosen kampus kita sudah datang...! dia bawa mobil keluaran terbaru guys...! gila.. mewah.. dosen kita orang kaya guys". teriak salah satu mahasiswi heboh
Raya mengangkat sudut bibirnya sebelah melihat para mahasiswi menjerit dan memekik berlarian menuju tempat parkiran.
"berisik..! aku harus cepat mencari pengganti posisiku biar bisa bebas dari tempat ini". gerutu Raya dengan malas.
Raya sibuk berjalan menuju aula pertemuan, banyak para mahasiswi berlarian keluar aula Raya malah memasuki aula pertemuan, ia tak peduli di dalam aula pertemuan itu kosong saat ini.
"Min.. dim... Ehh..?". Raya memanggil juniornya dan tak melihat siapapun ada di ruangan itu.
"kemana semuanya? ". gumam Raya celingukan.
"dasar wanita...! apa mereka tidak pernah melihat pria tampan? keluargaku semua sangat tampan bahkan papiku pun sangat tampan, apa mereka pikir semua pria tampan harus dikencani? ". gerutu Raya
Raya tak habis fikir saja dengan semua perempuan di kampusnya, Satria jadi selebriti dikampus, Arya pun sama, terkadang Kama (anak Mayra dan Keyzo), pernah memasuki kampus Raya, Dylan (papi Raya), Alvan, Damar (anak Nova dan Candra), Randi (anak Kaisha) dan granfa nya (Pasha). semua kerabat Raya akan jadi artis dadakan di kampusnya jika berkunjung sekedar mencari Raya.
"aakhhh...! "
Raya terlonjak kaget mendengar jeritan histeris perempuan di belakangnya.
Raya berbalik dan terkejut melihat Robert tengah berjalan mendekatinya dengan senyum memikatnya.
"sial.. kenapa aku harus bertemu Mafia aneh ini? ". batin Raya berubah datar melihat pria didepannya.
"hai.. anak mahasiswi". sapa Robert tersenyum lebar hingga para mahasiswi menjerit histeris dibelakang sana.
"ck...! ". Raya akhirnya mengerti Robert lah dosen baru kampusnya karna Robert pernah menyebutkan namanya sendiri.
"silahkan duduk pak dosen..! ". pinta Raya penuh penekanan hingga Robert menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"tidak nyaman disebut pak, bagaimana dengan sebutan bang? abang? hmm? abang dosen bagus juga". Robert.
Raya mengabaikannya dan berlalu meninggalkan Robert yang tampak tertarik dengan Raya.
"sedang apa kalian? ". tanya Raya dengan datar.
"sana kembali ke tempat duduk.. ". titah Raya
.
.
acara pun di mulai,
Raya bertugas sebagai panitia istimewa penyusun acara, Robert menunjukkan dengan sangat jelas bahwa dirinya tertarik pada Raya.
"kak? ". sapa Minna
"hmm? ". sahut Raya tanpa melihat ke arah Minna
"sepertinya dosen baru kita tertarik pada kakak". bisik Minna
Raya melihat ke arah Minna,, "lalu? ".
"dia sangat tampan, apa kakak tidak suka padanya? ". tanya Minna
"tidak, puas? sana kembali bertugas !". titah Raya
Robert pun tampil memberi sambutan kata, dimana hari ini ia resmi menjadi dosen kampus walau hanya beberapa hari saja.
.
.
di tempat lain.
Raka memukul meja seketika.
"kenapa sitengil itu bisa jadi dosen di kampus Raya? ". bentak Raka
"bang Jon sedang mencari tau tuan". jawab Rio
Raka mengepalkan tangannya,, "si brengs*k itu menemukan kelemahanku".
"Nona muda tidak semudah itu tuan..! saya merasa dia tidak akan mudah mendapatkan hati gadis anda tuan muda, terlebih lagi Nona muda sangat pintar di umurnya yang masih muda sudah mendapatkan gelar Doktor". sambung Rio
Raka memejamkan matanya, "ya.. Raya bukan gadis biasa..! coba jelaskan bagaimana Raya bisa menyelamatkan tikus kecil itu dari Mafia penjual organ tubuh itu? ".
"saya akan kirim rekaman CCTV nya ketempat anda tuan". jawab Rio segera mengeluarkan ponselnya.
"kirim ke ponselku saja! ". pinta Raka mengangkat tangannya.
"baik tuan".
Raka menerima pesan di ponselnya dengan cepat ia mengusir bawahannya.
Raka menonton rekaman CCTV, dimana Raya tengah berkelahi dengan puluhan Mafia yang menyekap banyak anak-anak dibawah umur.
"hebat sekali.. ". senyum tulus Raka melihat betapa mempesona nya Raya yang menendang dengan kakinya yang panjang itu.
Raya memakai celana panjang malah terlihat seksi dimata Raka saat ini.
"kakinya sangat indah". gumam Raka begitu pelan.
untuk sesaat Raka melupakan Robert.
.
.
sudah kan? besok lagi ya..! Nae mau istirahat biar cepat sembuh.. wkwk..
terimakasih.. selamat beraktifitas..!
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 290 Episodes
Comments
SR.Yuni
terbayang lara croft lagi membantai musuh 🤭🙏🏻
2024-02-01
2
Pa'tam
semoga cepat sembuh Thor. dan semoga kembali beraktivitas seperti biasa.
2022-06-13
4
westi
semangat and sehat selalu kak 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2022-06-12
2