.
Raya mengangkat panggilan masuk siapapun itu.
Raya menjauhkan ponsel Raka seketika saat orang kepercayaan Raka bernama Rio mengomel padanya. Rio memang tak banyak bicara dan pemalu tapi kalau tuannya menghilang tak ada kabar membuatnya seperti ibu-ibu cerewet.
"berisik... ". kata Raya
hening..!
"tuan? sejak kapan suara anda jadi perempuan? ". tanya Rio penasaran di ujung telpon.
"tuan kalian ada di rumah sakit kasih, dia nabrak pohon tadi". jawab Raya
"eeeh... ini siapa? halo..? dengan siapa saya berbicara? katakan yang jelas Nona,"
merasa jengah Raya mematikan panggilan Rio, Rio kalang kabut menelfon balik.
"ckk.. ". dengan kesalnya Raya mematikan ponsel Raka supaya tidak berisik mengganggunya saja.
"Kenapa? ". tanya Jon khawatir.
"katanya tuan ada di Rumah Sakit Kasih, tuan menabrak pohon apa benar ya? ". gumam Rio kebingungan
"coba hubungi lagi". pinta Jon
"kalau bisa udah bicara kami tadi". kesal Rio
"lalu apa yang harus kita lakukan tuan? ".
Rio dan Jon saling pandang serius lalu mengangguk bersama.
"kita datangi rumah sakit kasih". putus Rio
"aku harap kalian waspada ! bisa jadi ini jebakan". peringatan Jon serius.
"baik tuan". jawab mereka semua serentak
"tidak bisa semuanya ikut tuan.. kita harus bagi tugas istana ini tidak boleh kosong". Rio tiba-tiba menyelah.
alhasil mereka berunding dan yang pergi ke Rumah Sakit Kasih Rio dan Jon saja sedangkan yang lainnya tetap berada di dalam istana sekaligus markas besar mereka yang ada di ruang bawah tanah.
.
.
Raya duduk di samping Raka tepat ada kursi disana.
jari tangan Raka bergerak dan Raya menyadari itu, tubuhnya refleks berdiri.
"hei.. merah muda..? sudah bangun? ". Raya mendekat tapi tidak menyentuh tubuh Raka.
Raka perlahan menggerakkan matanya hingga akhirnya mata nya itu terbuka, hal yang pertama Raka lihat adalah manik mata biru Raya yang terlihat penasaran bukan khawatir atau apapun.
"hei.. merah muda? kau bisa lihat aku? ". Raya menjentik-jentikkan tangannya di hadapan Raka.
Raka awalnya terkesima namun ia segera tersadar kalau dirinya berada di ruangan dengan bau khas obat yang kuat.
"dimana ini? ". Raka bangkit seketika memegang kepalanya yang di perban.
"kau tadi nabrak pohon dan ada di rumah sakit," jawab Raya
Raka teringat kejadian tadi, dimana tiba-tiba saja ada kucing di jalanan. Raka yang sedang melaju kencang tentu kaget dan membanting setir tak sempat lagi mengerem mendadak sudah terlanjur nabrak pohon.
"kau menolongku? ". tanya Raka meringis memegang kepalanya.
"granma dan granfa ku yang menolongmu". jawab Raya jujur.
"oh.. kalau begitu terimakasih banyak". ucap Raka segera melepas selang infusnya membuat Raya terkejut.
"kenapa kau lepas? ". tanya Raya berusaha sabar
percuma Raya membentak dan memarahi Raka, memangnya siapa dirinya? begitu berani mengatur hidup Raka. biarkan saja Raka kesakitan begitulah fikir Raya tapi ia juga penasaran kenapa Raka terlihat terburu-buru.
"aku tidak tahan bau obat di rumah sakit". jawab Raka menutupi mulutnya.
Raya menganga saja mendengarnya, "kau Mafia macam apa yang tidak sanggup mencium bau obat? ".
Deg..!
jantung Raka berdetak 2 kali lebih cepat saat Raya tau dirinya Mafia.
Raka menoleh ke Raya dengan raut wajah serius ia bertanya ,, "kau tau sesuatu? ".
"tentu saja.. kau master Mafia kan? katanya Master tapi mampus juga nabrak pohon". ejek pedas Raya
Raka tersenyum tipis, "kalau aku tidak menabrak pohon aku membunuh seekor binatang tidak bersalah".
"ck..". Raya mendecih tak percaya.
"dan perlu kamu ingat..! Master Mafia atau Bos Mafia itu juga Manusia yang berdarah merah dan pasti bisa terluka".
Raya hanya diam saja dengan wajah datarnya,
"boleh aku tanya sesuatu? ". tanya Raka membuat Raya menaikkan sebelah alisnya.
"sejak kapan kau tau aku seorang master Mafia? ". tanya Raka
"papiku memberi tau, kecelakaan yang memakan korban 28 orang itu dibunuh oleh seorang Master Mafia kejam (The R)". jawab Raya
Raka tersenyum miring, "kau tidak takut padaku? ".
"aku takut padamu? nabrak pohon aja KO". cibir Raya membuat Raka tersenyum saja.
"tuan?? ".
Rio dan Jon menerobos masuk ke ruangan VVIP kelas 1,
Raya dan Raka menoleh,
"Oh God....!!". gumam Rio syok melihat sosok idaman tuan nya.
foto Raya ada di kamar Raka dan hanya orang-orang tertentu yang tau wajah wanita milik Raka.
"kalian kenapa bisa disini? ". tanya Raka
"aku yang memberi tau mereka". jawab Raya
"oh.. aku merepotkanmu.. terimakasih atas semuanya". ucap Raka tersenyum tipis dan tulus
"aku anggap hutangku lunas 1". kata Raya lalu segera mengambil ponselnya dan keluar dari ruangan Raka.
"terimakasih Nona". ucap Jon dengan tundukkan hormatnya padahal Raya sudah meninggalkan mereka semua tanpa permisi.
Raka memanggil pun diabaikan oleh gadis cantik itu, Rio menutup mulutnya tak percaya saat Raya bersebrangan jalan dengannya.
"Gila...! aslinya lebih cantik". batin Rio
"Ekheeemm..! ". Raka berdehem keras hingga Rio tersadar dan buru-buru mendekat ke tuannya.
"tuan..? bagaimana ceritanya anda bisa berada disini? apa terjadi sesuatu dengan mobil anda tuan? ". cecar Jon.
"tuan..? apa gadis tadi wanitamu tuan? foto besar itu dia orangnya? ". tanya Rio melenceng
Raka menatap datar Rio hingga siempunya bungkam dan mengunci mulutnya rapat-rapat.
"nanti aku jelaskan..! kepalaku makin pusing disini, cepat keluarkan aku dari Penjara menyebalkan ini". Raka
.
.
Raya yang sudah berada di parkiran tak sengaja menabrak seorang wanita, lebih tepatnya wanita itu menyenggol Raya dengan sengaja.
Raya menatap kedepan lalu memutar kepalanya melihat pelaku,
"kau tidak tau cara meminta maaf? ". tanya Raya dengan dingin
sedangkan wanita itu terlihat acuh seperti tidak terjadi apa-apa, Raya mencari sesuatu di sekitarnya dan menemukan botol minuman yang sisanya masih ada.
Raya tersenyum sinis lalu melempar botol minuman itu ke kepala wanita itu hingga wanita itu tersungkur seketika, orang-orang yang tak sengaja melihat nya jatuh malah terbahak dan mengeluarkan ponsel masing-masing merekam adegan memalukan itu.
"sialan... siapa yang melakukannya? ". teriak wanita itu tak terima
Wanita itu mencari pelaku tapi tak menemukan siapa-siapa saat ia menerobos banyak orang yang mengkerumuninya.
Raya sudah pergi dari sana, terkadang Raya memang jahat tapi pada orang yang jahat juga, jika saja wanita itu meminta maaf, mungkin Raya tidak akan berbuat seperti tadi.
"hanya anak ketua Mafia rendahan saja angkuhnya minta ampun, apa dia bisa berkelahi? palingan cuma pandai pakai heels saja". umpat Raya mengingat wanita tadi.
Raya cukup mendalami perannya sebagai Ratu beladiri dengan sebutan Ms. beladiri sudah melekat padanya jadi ia sangat tau orang-orang berkuasa di dunia Mafia.
Raya tau Master Mafia the R tapi tidak tau wajahnya, saat Raka di panggil Master oleh musuhnya, saat itulah Raya tau Raka adalah Master R yang terkenal misterius itu.
.
.
.
terimakasih atas kritik saran Readers ya..! Nae bakal fokus buat Kisah Raka dan Raya aja deh di Novel ini biar sesuai dengan judulnya, tidak usah ada kisah Kalila dan Kama. sepertinya memang tidak masuk aja sama judul Novel yang Nae buat, hehe..
kita sepakat Novel ini cuma Kisah Raka dan Raya ya? terimakasih... jangan lupa Like dan Koment nya.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 290 Episodes
Comments
Hasnah Siti
yah bang mafia si merah muda...!😂😂😂😂🤭
2022-12-01
1
Jeissi
merah muda gak tuh 😆
2022-11-04
2
Umiie'ne Naza
Duhh masukin aja tour, sma tuh anaknya nova, juga biar GA bosen gitu
2022-07-24
3